• Tidak ada hasil yang ditemukan

Packing Plant Banjarmasin

Dalam dokumen AR Semen Indonesia 2013. pdf (Halaman 64-68)

Keempat, prospek jangka panjang ekonomi Indonesia yang akan terus bertumbuh meski pada tahun 2013 dan 2014 dibayangi pelambatan. Meski hampir semua negara-negara kunci dunia mengalami pelambatan, pertumbuhan Indonesia masih relatif yang tertinggi di dunia. Kondisi ini menjamin ekonomi tetap bergerak untuk mendorong permintaan semen.

Kelima, Indonesia masih menjadi tempat favorit untuk berinvestasi, yang menciptakan peluang pembangunan berbagai pabrik, akses infrastruktur, dan menggerakkan ekonomi daerah, sehingga berpeluang meningkatkan permintaan semen.

Keenam, sebagai perusahaan multinasional, Perseroan menilai masih banyak potensi pasar baru terutama di negara-negara ASEAN yang sedang tumbuh dan berbenah seperti Myanmar dan Kamboja.

Untuk menjawab potensi pertumbuhan konsumsi semen yang semakin meningkat tersebut, Perseroan telah menetapkan enam isu penting yang menjadi landasan strategi pertumbuhan berkelanjutan, sebagai berikut: 1. Pertumbuhan Kapasitas

2. Pengamanan Energi 3. Penguatan Citra Korporasi

4. Pemenuhan Kebutuhan Konsumen 5. Kemampuan Menjaga Pertumbuhan 6. Pengendalian Risiko Utama

1. Peningkatan Kapasitas

Perseroan senantiasa melakukan upaya-upaya peningkatan kapasitas produksi, baik melalui strategi organik maupun non-organik. Strategi organik dilakukan dengan melakukan penambahan kapasitas pada pabrik- pabrik yang telah beroperasi (existing plant). Salah satu implementasinya adalah pengoperasian vertical cement mill di Pabrik Tuban berkapasitas 1,5 juta ton, yang mampu meningkatkasn kapasitas produksi di Pabrik Tuban menjadi 14,5 juta ton per tahun.

Strategi organik juga dilakukan dengan penambahan pabrik baru pada anak-anak Perusahaan, seperti yang sudah terealisasi Pabrik Tonasa V di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dan akan segera dibangun Pabrik Indarung VI di Sumatera Barat dan Pabrik Rembang di Jawa Tengah.

Adapun strategi anorganik dilakukan dengan mengakuisisi perusahaan semen lain yaitu Thang Long Cement Company, Vietnam. Strategi anorganik juga dimungkinkan dengan membangun atau menjalin kemitraan melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) antara Perseroan dan perusahaan semen lain. Secara total di lingkungan grup Perseroan, pada akhir tahun 2014, kapasitas produksi akan menjadi 31,8 juta ton semen per tahun dan diharapkan bisa mencapai 40 juta ton per tahun dalam empat tahun ke depan.

2. Pengamanan Energi

Perseroan telah melaksanakan dan senantiasa melakukan evaluasi pengamanan energi untuk menjamin keamanan pasokan batubara dan menjaga keseimbangan antara pasokan listrik dari pihak ketiga dengan pembangkit listrik milik sendiri.

Untuk mengamankan kebutuhan batubara, Perseroan melakukan kontrak pengadaan jangka panjang yang ditinjau setiap periode tertentu, dan mempertimbangkan dengan seksama pengelolaan lahan tambang yang akan dilaksanakan oleh anak Perusahaan, yaitu PT SGG Energi Prima.

Untuk mengamankan pasokan energi listrik, Perseroan selalu melengkapi pabrik baru dengan pembangkit listrik milik sendiri dengan kapasitas yang besar. Di antaranya adalah pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2 x 35 MW di Pabrik Tonasa V di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan yang merupakan pembangkit listrik terbesar yang pernah dibangun terintegrasi dengan industri semen.

Perseroan juga meningkatkan porsi bahan bakar alternatif untuk mengurangi biaya belanja energi yang berbasis fosil sekaligus untuk memastikan terwujudnya keberlanjutan lingkungan

3. Penguatan Citra Korporasi

Perseroan menyadari pentingnya penguatan citra korporasi untuk meningkatkan ekuitas merek, kinerja penjualan, dan kinerja saham. Program penguatan citra korporasi ini dilakukan secara terintegrasi dan pararel dengan program-program lain yang terdapat pada enam isu penting yang menjadi landasan strategi Perseroan.

Perseroan telah menyusun Pedoman Pelaksanaan Komunikasi Perusahaan yang akan menjadi panduan dalam penyampaian informasi kepada stakeholders baik internal maupun eksternal, yang sangat berpengaruh pada pembentukan citra korporasi.

Perseroan juga terus melaksanakan program Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan secara berkelanjutan untuk membangun kondisi operasional pabrik yang kondusif serta meningkatkan citra korporasi di hadapan publik

4. Pemenuhan kebutuhan konsumen

Pemenuhan kebutuhan konsumen dilakukan dengan dua cara, yaitu inovasi peningkatan kualitas produk dan perluasan jaringan distribusi semen.

Perseroan telah melaksanakan berbagai inovasi produk semen dan turunanya dengan kualitas tinggi untuk menjawab kebutuhan konsumen. Salah satu inovasi tersebut adalah pembuatan produk beton dengan pengeringan kilat (rapid strength concrete) dan beton penyerap air (pervirous concrete). Anak usaha telah mempunyai produk yang menggunakan campuran rapid strength concrete.

Untuk menjawab keluhan pelanggan, Perseroan telah menyiapkan nomor layanan dan jika diperlukan akan menggunakan laboratorium mobile yang akan langsung menuju ke lokasi pelanggan

5. Kemampuan Menjaga Pertumbuhan

Untuk mendukung pengembangan usaha, Perseroan telah melakukan penyempurnaan atas seluruh sarana pendukung aktivitas Perseroan untuk menjadi katalis secara langsung dalam mempercepat pertumbuhan bisnis yang meliputi penataan organisasi, peningkatan kualitas teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan sumberdaya manusia (SDM). Penguatan faktor penunjang tersebut dilakukan secara terintegrasi di seluruh lingkungan grup Perseroan.

6. Pengendalian Risiko Utama

Prinsip kehati-hatian senantiasa menjadi dasar dalam operasional bisnis Perseroan meningkatkan kualitas manajemen risiko melalui pemantauan dan mitigasi atas setiap risiko utama sehingga mampu memaksimalkan setiap potensi untuk meningkatkan kinerja.

Dari seluruh kerangka strategi yang telah kami susun, Perseroan berkeyakinan dapat menyelaraskan penerapannya ke dalam kegiatan jangka pendek melalui empat fokus pengelolan strategi – revenue management, cost management, capacity management dan increasing competitive advantage – untuk mendukung percepatan pertumbuhan dalam 10 tahun kedepan dan seterusnya

B. FOKUS PENGELOLAAN STRATEGI

Perseroan menyelaraskan penerapan strategi pengembangan jangka panjang tersebut ke dalam kegiatan jangka pendek melalui empat fokus pengelolan strategi; yaitu revenue management, cost management, capacity management, dan increasing competitive advantage; untuk mendukung percepatan pertumbuhan.

Revenue Management

Pengelolaan potensi pendapatan dilakukan Perseroan dengan memetakan pola distrubusi dan strategi pemasaran di mana sebaran penjualan produk diutamakan pada daerah yang memberikan marjin laba usaha optimal seraya tetap mencari peluang pasar baru di daerah-daerah potensial lainnya.

Cost Management

Perseroan senantiasa fokus pada upaya-upaya efisiensi biaya melalui pengelolaan bahan baku, kemasan, energi, pemeliharaan, pola distribusi, dan moda pengangkutan sehingga produk Perseroan memiliki daya saing maksimal.

Capacity Management

Peningkatan kapasitas produksi didesain dan dilaksanakan baik melalui cara organik maupun anorganik, termasuk menjaga kestabilan operasi pada tingkat utilisasi tinggi, sehingga Perseroan tetap mampu menjaga penguasaan pasar dan bisa menjawab kebutuhan permintaan semen yang semakin meningkat.

Increasing Competitive Advantage

Untuk meningkatkan keunggulan bersaing, Perseroan melaksanakan implementasi program-program restrukturisasi korporasi, restrukturisasi anak perusahaan, pengembangan kompetensi SDM, dan penyempurnaan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan grup.

C. PROGRAM SINERGI

Perseroan memperkuat sinergi untuk memanfaatkan keunggulan geografis letak fasilitas produksi Perseroan yang tersebar di tiga wilayah pertumbuhan utama Indonesia, sehingga memiliki daya jangkau lebih luas. Sinergi yang meliputi berbagai bidang, meliputi engineering, pengadaan, produksi, pemasaran, distribusi, dan keuangan mampu menciptakan cost leadership sehingga dapat meningkatkan daya saing.

Ke depan, penguatan sinergi akan terus dilakukan untuk memaksimalkan semua potensi di lingkungan grup guna mewujudkan kinerja konsolidasi yang membanggakan semua pihak.

Dalam dokumen AR Semen Indonesia 2013. pdf (Halaman 64-68)