• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pandangan Ustadz Sofiyuddin bin Fadli Zaen tentang Krisis yang ihadapi Bangsa Indonesia

DIHADAPI BANGSA INDONESIA

A. Pandangan Ustadz Sofiyuddin bin Fadli Zaen tentang Krisis yang ihadapi Bangsa Indonesia

Mengacu pada Al Qur'an bahwa setiap apa yang diciptakan Allah pasti ada tujuannya dan tidak sia-sia sebagai satu kesatuan dalam keseimbangan

hidup di dunia, semua mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda dalam kerangka kesatuan dan ketundukan kepada perintah Allah. Jika ada salah satu yang tidak taat maka akibatnya fatal yaitu terancamnya kerusakan alam semesta ini. Satu sama lain saling terkait dan saling membutuhkan. Dalam keberlangsungan hidup di dunia ini manusia mendapat kepercayaan dari Allah untuk menajdi pemimpin dalam pengelolaan dan pelestarian kehidupan di dunia karena manusia diberi kelebihan oleh Allah dengan akal hati dan nafsu, semija bekal dan sarana ini diberikan agar digunakan sebagai alat memimpin manusia menuju Allah.

Setiap persoalan pasti ada akar permasalahan, tidak ada asap tanpa api, hubungan sebab akibat sudah menjadi hukum alam (sunatullah), dan ketetapan Allah. Dan segala perintah Allah pasti ada manfaat dan maksiat pasti mendatangkan madharat. Dalam Surat At-Dzariat Allah menjelaskan tujuan penciptaan manusia dan jin yaitu:

< i i *y>

’' y ' y'

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk mengabdi (menyembah pada Allah)”.1

Dari ayat diatasjelassudahtugasmanusiadiciptakan,yaitumengabdi atau menyembah, beribadah kepada Allah. Menurut Ustadz Sofiyuddin bin Fadli Zaen, krisis yang teijadi dan melanda bangsa ini berawal dari dua akar permasalahan, yang dari dulu tumbuh dan subur sehingga tidak sadar sampai mendarah daging dan ahimya sulit diobati, karena saking kronisnya, dua

pokok masalah (penyebab krisis) yaitu:

1. Indonesia Krisis Hamba Allah

Seorang abdi pasti akan taat dan patuh pada tuannya, dia akan melakukan apa yang dia perintahkan oleh tuannya dan menjauhi apa yang dia larang, dia akan takut dengan hukuman jika dia melakukan kesalahan, dia akan bekeija dengan sebaiknya untuk tuannya karena dia sudah dibeli oleh tuannya. 2 Begitu juga manusia dia diciptakan oleh Allah untuk menjadi abdinya Allah dan wakilnya Allah dalam kehidupan di dunia. Sebagai

‘Depag RI., A l Qur 'an dan Terjemah, him. 862 2Wawancara Pribadi Depok 15-06-05

seorang abdi dan wali Allah maka dia akan selalu taat dan patuh pada Allah, dia akan berbuat apa yang diperintah Allah dan akan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah.

Hilangnya kepribadian “abdi” menyebabkan kerusakan dimuka bumi ini karena orang sudah tidak mau melaksanakan apa yang diperintah oleh Allah dan apa yang dilarangNya, sehingga manusia menjadi lebih hina dari binatang,3 karena manusia sudah kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya, yang ada sekarang adalah dendam, keserakahan, pemburu kemulyaan dunia, egois, individual, cinta dunia, lupa Allah, bahkan manusia sudah mengaku dirinya menjadi Tuhan, keadaan bangsa Indonesia digambarkan oleh Ustadz Sofiyuddin dalam syairnya yang penuh dengan makna yakni:

Indonesia negeri kami, Insan-Insan dungu mengatur negara, individualis berkembang pesat, ikatan persaudaraan terlepas, ilmu terperdaya dunia, iman terjual, ingat mati terganti nyanyian, iblis diikuti, Indonesiaku, Negara dalam rongrongan, nyanyian menjadi pujaan, neraka diabaikan, dendam membara, damai hilang berganti pertikaian, daerah-daerah terabai, dusta hal biasa, dosa- dosa terangkat, demit menari girang, dasar negara tersingkir, dunia semu incaran manusia, detik-detik berjalan dipenuhi keingkaran, denta si miskin tak terobati, Dewan Perwakilan Rakyat, dansa dan wanita menjadi idola, orang-orang lupa diri, ongkos hidup tak seimbang, nama-nama besar dipuja, NIP dibanggakan, nepotisme kewajaran, elok negeri tertutup kabut, egois mengangkat diri, emansipasi keluar jalur, ekonomi hancur, setan diikuti silaturrohim terbuang, santunan tak berfungsi, sikap- sikap rakyat tak mandiri, shalat-shalat umat Islam menarik ekonomi, sabar terbungkus pamrih, salam sesama terabai, sopan

*■ santun cuma dongeng, surga dunia milik dajjal, senyum manis

hilang, iman-iman murni terangkat, ilmu tak manfaat, iblis

3Ustadz Sofiyuddin, Sajak Buat Tuhan, Karya Mukti XIII, Penilaian Oku, Sum Sel, 2004, hal. 129

diangkat hormat, indah dunia dibangga, Indonesia dalam bencana, Agama Islam terombang-ambing Al Qur ’an tak terpakai, alam tak dihargai, amanah dihiyanati, Amerika dihormati, ambisi menari-nari, ahirat tak diminati, Allah dipungkiri, alam gelap

dalam badai, Indonesia nasibmu penuh derita. 4

Dari syair diatas Ustadz Sofiyuddin menggambarkan keadaan

bangsa Indonesia saat ini, padat tepat penuh makna, beliau secara kritis menyoroti keadaan bangsa ini berbagai segi kehidupan.

• Krisis pemerintahan

Hilangnya kepribadian abdi Allah ini berbalik total, manusia mengabdi pada hawa nafsunya, sehingga perilaku hidupnya penuh angkara murka, emosi, ambisi, kekejaman, pemaksaan hak, dan perilaku keji lainnya5.

Tuntutan ekonomi untuk memenuhi hidup di luar kebutuhan sangatlah wajar sebab nafsu serakah, gengsi dan kehormatan yang diutamakan. Maka yang teijadi adalah penyalahgunaan amanah, tugas, dan kewajibannya sebagai sarana pemuas nafsunya sendiri. Kemakmuran, keadilan, kedamaian, dan kepentingan bersama dilupakan bahkan dicampakkan begitu saja, inilah keadaan bangsa Republik Indonesia sekarang 6.

Hukum-hukum yang lemah karena berkiblat kepada bangsa- bangsa serakah tanpa agama. Penggunaan materi yang berlebihan akibat korupsi yang merajalela mengakibatkan penderitaan rakyat yang berkepanjangan.

AIbid, hlm.32-34

5Sofiyuddin bin Fadli Zaen, Satria Paningit Tumbal Negara, Ponpes Nurul Ihsan Karya Mukti XII, Peninjauan, OKU, Sum Sel, tt, him. 19

Personel-personel pengatur negara yang lemah jiwa dan

berakal kotor, berhati mati, menggiring dan menata dan membantu

negara menjadi sebuah negara yang sulit dipahami statusnya, sehingga

nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kemakmuran, hilang, yang ada

hanyalah dendam, iri hati, dan saling menghancurkan. Pendidikan tata

negara yang masih dibawah standar dan pembinaan moral bangsa yang

rapuh, serta hilangnya tanggung jawab dihadapan Allah merupakan permasalahan yang menjadi sebab aparat negara, tidak bisa berperan aktif, positif dalam menjaga negaranya.7 Bangsa akan bisa bangkit jika

dikelola orang-orang yang mempunyai tanggung jawab dan takut

kepada Allah, serta ahli (profesional) dihidangnya.

• Krisis Ekonomi

Dalam proses bernegara ekonomi dan kestabilan pemerintah perekonomian merupakan salah satu faktor yang penting karena jika ekonomi tidak stabil, maka pemerintah akan goncang dan keadaan rakyat bergejolak bereaksi ke suatu yang negatif. Kestabilan ekonomi akan mendukung masyarakat untuk menata diri dan keluarga untuk menjadi yang lebih baik. Kemakmuran yang merata merupakan hasil ahir sebuah nilai keadilan yang teijaga dan terpelihara baik oleh pribadi-probadi yang kokoh dengan nilai-nilai agama, hukum ,moral k bernegara serta terangkatnya kesucian kemanusiaan yang alami.

Keadilan melanggengkan roda pemerintahan yang

menentramkan warga negara, akan menguatkan keberadaan negara

tersebut. Walau warga negaranya kafir. Namun dengan keadilan yang bijaksana penuh harmonis akan menumbuhkan kedamaian, semangat, warga negara untuk kreatif aktif positif mandiri sehingga kemakmuran dapat didapat.

Lemahnya kepedulian sosial dan rapuhnya mental serta tingginya egoisme, menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan sehingga tumbuh sifat serakah, mementingkan diri sendiri, yang pada akhirnya memperpuruk kondisi ekonomi bangsa Indonesia 8. Ambisi kekuasaan

dan pengaruh serta nafsu menjadi orang paling baik dan berkuasa,

mdafaizkan perilaku lepas kontrol dan penghianatan pada pribadi sehingga melepaskan agamanya dengan sadar 9. Ini sesuatu yang sangat membahayakan jika pemerintah tidak dapat segera menanggulangi dengan bersama-sama berbenah diri maka akan teijadi kerusakan yang terus cepat merambat dan ini akan semakin sulit untuk diatasi.

Krisis ekonomi ini akan semakin sulit diatasi jika tidak ada kepercayaan diantara komponen negara, baik dari umara, ulama dan warga (rakyat), keadaan ini akan semakin parah karena pendidikan yang ada dinegara ini mengarahkan pada dunia dan keserakahan pengaruh dasar pribadi warga Indonesia dalam menata bangsa yang cenderung matrealis dan berkiblat pada negara-negara yang tidak punya agama dapat menajuhkan warga negara dari kebenaran agama dan tidak terpakainya

*Ibid, hlm.26

hukum agama dan negara secara sadar. Kebodohan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang suci, kesombongan pribadi dan keserakahan masai merupakan sumber kerusakan ekonomi negara.10

Setiap warga negara wajib menghilangkan angan-angan dan kemalasan untuk bangkit semangat dnegan penuh keyakinan bekeija kreatif, produktif dan mandiri untuk bisa mempercepat perubahan ke yang lebih baik, tanpa adanya itu kita akan kesulitan karena Allah juga tidak akan merubah, jika manusianya tidak mau merubahnya.11 12

• Krisis Moral

Kehidupan bangsa Indonesia setiap hari semakin merosot moralnya, hal ini terjadi dan melanda diseluruh lapisan masyarakat. Kehidupan seperti ini disebabkan lemahnya pendidikan moral pada

generasi penerus bangsa, pondasi pendidikan yang rapuh mengakibatkan semakin terpuruknya moral bangsa ini.

Dasar dan tujuan pendidikan yang mengarah pada kecintaan dan kerakusan dunia. Pendidikan ilmu umum di Indonesia pada dasarnya mengajar umat menghambakan diri pada dunia dan pengantar menjadi ingkar pada Allah serta mencetak pribadi- pribadi angkuh pada Allah '2.

Setiap umat terpancing dan masuk dalam bangga sebab kehidupan dunia ini yang layak akan diperolehnya. Ini pertanda bahwa manusia sudah menuhankan dirinya sendiri secara rahasia.

10Ibid., him. 26

11 Ibid., him. 27

hukum agama dan negara secara sadar. Kebodohan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang suci, kesombongan pribadi dan keserakahan masai merupakan sumber kerusakan ekonomi negara.10

Setiap warga negara wajib menghilangkan angan-angan dan kemalasan untuk bangkit semangat dnegan penuh keyakinan bekeija kreatif, produktif dan mandiri untuk bisa mempercepat perubahan ke yang lebih baik, tanpa adanya itu kita akan kesulitan karena Allah juga tidak akan merubah, jika manusianya tidak mau merubahnya.11 12

• Krisis Ahlak

Kehidupan bangsa Indonesia setiap hari semakin merosot ahlaknya, hal ini teijadi dan melanda di sebagian besar lapisan masyarakat. Kehidupan seperti ini disebabkan lemahnya pendidikan ahlak pada generasi penerus bangsa, pondasi pendidikan yang rapuh mengakibatkan semakin terpuruknya ahlak bangsa ini.

Dasar dan tujuan pendidikan yang mengarah pada kecintaan dan kerakusan dunia. Pendidikan ilmu umum di Indonesia pada dasarnya mengajar umat menghambakan diri pada dunia dan pengantar menjadi ingkar pada Allah serta mencetak pribadi- pribadi angkuh pada Allah ,2.

Setiap umat terpancing dan masuk dalam bangga sebab kehidupan dunia ini yang layak akan diperolehnya. Ini pertanda bahwa manusia sudah menuhankan dirinya sendiri secara rahasia.

l0Ib id , him. 26

11 Ibid., him. 27

Materialisme dan konsumisme melekat dan mendarah daging didalam

bangsa Indonesia didukung dengan banyaknya barang-banrang yang

masuk (produk-produk) dari luar negeri yang bebas tanpa adanya filter, membuat bangsa ini terlena dan lupa diri, malas dan tidak kreatif.

Nafsu-nafsu membara dalam dada setiap manusia diikuti dengan kebodohan, ambisi yang tinggi dan cinta dunia adalah sumber malapetaka bagi umat manusia yang menyebabkan umat menjadi terpecah belah. 13

Keserakahan massal yang dibiarkan dan kebobrokan moral agama, serta ambisi yang ditonjolkan. Inilah hal-hal yang mendukung kuat setiap pribadi untuk melakukan sikap agresif negatif sebagai luapan nafsu angkara murka yang diselimuti oleh nilai ilmu dan jabatan. 14 Inilah dasar terbentuknya lembaga-lembaga dan partai politik serta organisasi yang berkedog agama dan moral kemanusiaan pembela keadilan.15

• Perpecahan antara umat dan saudara teijadi sebab lemahnya akal dan matinya hati yang sudah terisi angkara dan keserakahan dunia yang terselubung dalam kedok kemanusiaan dan agama.

Munculnya partai dan organisasi dengan dasar Islam serta

pembenahan moral hanyalah slogan belaka, penutup

kebobrokan moral dan rusaknya aqidah Islam. Karena tujuannya hanya derajat pangkat dunia. Kenikmatan hidup di dunia, memajukan dan membanggakan golongannya sendiri merupakan ruh-ruh kehidupan partai dan organisasi Islam yang ada di Indonesia.16

,3ibid.

14Ibid., him. 28

15Ibid., hlm.63

Permusuhan, penghinaan, merendahkan sesama, dan

perpecahan umat akan meningkatkan kegoncangan stabilitas keamanan

bangsa terganggu sehingga kekhawatiran umat (rakyat) makin

meningkat. Inilah efek akhir terbentuknya organisasi dan partai politik

di negara ini, yang mengakibatkan lenyapnya nilai-nilai ahlak dan nurani bangsa ini. Organisasi Islam yang ada di Indonesia, adalahi jamaah yang paling besar menyumbang kerusakan umat manusia dalam beragama. Sehingga umat Islam yang berorganisasi (menjadi anggota organisasi) tertarik dan pada keangkuhan dan kesombongan serta sikap saling menghina dan mencela serta merendahkan sesama.* 17

Ini pintu perpecahan umat Islam dengan mempertahankan

golongannya sendiri, walau hal ini didasarkan pada Islam, tetapi pada dasarnya menjadi perilaku hilangnya iman.18

Ulama sebagai pewaris nabi yang mengajak, membimbing, dan

9

menjadi contoh pada umat kini tiada lagi, yang terlihat sekarang, kebanggaan dan nafsu-nafsu yang dituruti, serta kecintaan pada dunia yang semakin kuat, sifat-sifat seperti tersebut diatas bukti pengingkaran terhadap Allah. Berikut ini Al Qur’an menjelaskan

---Z---—

17Sofiyuddin bin Fadli Zaen, Bisakah ke Allah Sebuah Perjalanan dalam

Puing-Puing Kekufurn, Ponpes Nurul Ihsan Karya Mukti XII, Peninjauan, OKU,

Sumatra Selatan, 2002, him. 34

18Sofiyuddin bin Fadli Zaen, Satria Paningit Tumbal Negara, op. cit.,

\j

LjjJUUsJl. ij—

f

j}

(v-a

^ y ) \ j £ \

’u/,

jq^t( v ^ ii, \2t\;

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka keijakan.19

Cinta dunia, perasaan tentram terhadapnya, dan melupakan ahirat merupakan pangkal kebobrokan ahlak bangsajni. Dalam hadist dijelaskan bahwa kerusakan yang terjadi merupakan akibat dari kecintaan terhadap dunia.

i—J ^ U

Cinta dunia merupakan pangkal setiap kesalahan (kerusakan)20

• Krisis Kebudayaan

Hilangnya pribadi abdi Allah melahirkan budaya Indonesia yang bermacam-macam yang kemudian melahirkan pribadi-pribadi keterpaksaan dan kepalsuan. 21 Kebudayaan bangsa kita sekarang sudah luntur berganti budaya-budaya yang berasal dari negara barat yang tidak beradab. Seni hiburan, sinetron, film, musik dan lainnya bukan penghibur orang-orang stres namun malah tambah stres. Yang

l9Qur’an Al Karim Yunus ayat 7-8

20Said Hawa, Mensucikan Jiwa, Robbani Press, Jakarta, 2001, hlm.300 21Sofiyuddin bin Fadli Zaen, Satria Paningit Tumbal Negara, op. cit., him. 66

pada ahimya melihatkan sifat-sifat buatan dan perilaku keluar dari aturan agama. Kebudayaan berkembang pesat dan perilaku keluar dari aturan agama. Kebudayaan berkembang pesat yang negatif, menghanguskan sifat-sifat bangsa yang baik. Semua ini dipengaruhi oleh kebebasan pers atau media baik elektronik maupun cetak yang kebablasan sehingga melupakan jati diri Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai negara yang berkebudayaan baik. Kesenian Islam, bukan membantu perkembangan Islam tapi justru menghancurkan umat yang merupakan pengantar, pendorong dan penarik kemusyrikan yang tersembunyi dan juga kemurtadan yang terang. 22 Contoh sholawat Nabi diiringi musik itu bukan dakwah, tetapi menjual Rasulullah dengan dunia. MTQ bukan syiar Islam tapi hiburan dan metode mencari kehormatan di mata manusia dan lain-lain.23

2. Krisis Keyakinan Syirik Massal

Krisis keyakinan atau syirik masa! ini melanda manusia secara keseluruhan terkusus bangsa Indonesia yang kebetulan mayoritas beragama Islam. (Jstadz Sofiyuddin menjelaskan dengan gamblang dengan syairnya yang berjudul Cerita Manusia sebagai berikut:

Ilmu Allah tak dapat dijangkau, Iradat kuasa Allah menguasai jagad, semua dalam ilmu-Nya, lahir batin itu dalam penglihatan- Nya. Raja-raja di atas bumi, akan bertingkah bagi orang suci, dalam hati dendam iri hati, pinjam tangan menguasai negeri. Alam menangis menjerit sakit, bencana hiburan manusia sekarat, kematian jalan utama, hilanglah suka pada manusia. Indonesia akan jaya, negeri dalam kuasa raksasa, upeti menjadi rekayasa,

22Ib id , hlm.67

pribadi serigala menguasai nusantara. Ulama palsu bercerita mati, lebarkan jubah mengangkut beras, tangisan ahli ibadah itu hiburan sihir, hati keras bagai batu bara. Kemajuan teknologi semakin tinggi, konglomerat menjadi penjahat, para pejabat bagai tukang sulap, semua bilang ini buah manisan. Wanita cantik lembut menarik, bau harum mengisi jagad, langkah-langkah gemulai merayu lelaki, itulah cerita para peri. Maksiat bagai ibadah, sebungkus hadiah ucapan sebang, hati-hati berisi roti, para kyai bupati menjadi tukang rabi. Pengawal negeri bertingkah pahlawan, seakan hidup bagai krisna arjuna, hati sakit penuh penyakit, kurawa duryudana ungkapan jiwa. Pemuda bangsa berjaket kulit, badan tegap seperti bima, cuma perilaku bagai sengkuni, licik kerdil cuma bisa dalil. Ahli ibadah mengumandang tahlil, jubah-jubah putih mewarnai masjid, mata menangis tertusuk duri, bersorak suka mendapat mahkota. Si kecil senang membaca, pandai bicara dan ilmu agama, cerdas tangkas bagai kancil, sibuk hidup bagai kurcaci. Negeri ini akan mendung, tangis susah sedih para si taqwa, terusik hati tertindas hina, lolongan srigala hiburan malam. Pejabat negeri seperti copet, berlindung didalam tembok istana, rakyat kecil menangis sekarang, hilang lenyap uangnya disikat. Bila ingin hidup selama, lepaskan belenggu beban dunia, lari cepat menuju Allah, tak henti-henti dalam mengikuti Rasululloh. Hara haram bagai air zamzam, segar sejuk mengisi perut, hilang sudah iman taqwa, ini tradisi umat durjana. Tukang kibul diruang guru, mengobrol ilmu agar masyhur, hati keji suka mencuri, mengucap indah berisi hianat. Jilbab-jilbab indah membungkus wanita, ayu menawan mengundang hasrat, tingkah- tingkah bagai bidadari, tapi hati kejam keji menghiasi. Sapaan

lembut mewarnai gaul, basa-basi perilaku manusia, senyumpun

ikut menghibur, tapi kebencian dan permusuhan mengisi jiwa. Kemajuan teknologi meramaikan langit, tak berhenti si pandai unjuk gigi, dunia dapat ditundukkan, hingga sombong angkara tak dimengerti. Antar golongan akan berantem, iri sombong isi setiap manusia, Allah sudah dikenal dan diyakini, harta pangkat diangkat tuhan penyelamat. Juru dakwah semarak indah menarik, jutaan jamaah kagum mengikuti, ayat-ayat quran paham dan dinikmati didengar, tak disangka Dajal si pembuat petaka. Anak-anak akan banyak punya anak, ulama-ulama menjadi tuhan, ahli dzikir menjelma tuhan, ahli dzikir menjelma durjana, nafsu membara membakar jiwa. Sulit sudah mencari sahabat derita, lupa kini umat manusia, kata-kata indah alat mencari nafkah, hingga Allah Rasulullah dijadikan sampah. Harga diri jadi senjata kramat, Allah dihina lalu disikat, nabi suci dibenci, iblis setan dipuja-puji. Ahli sufi mengisi bumi, tak tertinggal para astronomi, hafidz quran mengurai kalam Ilahi, ternyata hati berisi roti. Sulit hidup berakidah murni, bersih yakin penuh prasangka, berebut mahkota

Allah digadai, tak segan-segan Rasullah dijual. Amerika di kuasa, disana dajal berkuasa, lenyap hilang iman manusia, tak kuasa dalam menantang durjana. Kini ilmu sesembahan, wanita cantik bagai Tuhan semua ini laknat Allah, sebab nafsu jadi tuan. Majalah koran muncul sembarangan, rekayasa setan berdalil hak asasi, ini ulah sang raja siluman, perusak Islam tetap jadi panutan. Kini sudah tak ada iman, hilang lenyap ajaran Ahmad, hina sudah jiw a manusia, sebab setan jadi panutan. Gempa bumi murka alam, tak suka pada umat manusia, gelimang mayat dalam laknat, ini hukum keadilan Allah. Banjir bandang mengisi bumi, tenggelam mayat bergelimpang, pencuri lihai berdasi hijau, berdalih dermawan menyikat dompet. Akan terjadi banyak bentrokan, jerit susah para jutawan, tak terhitung korban ditelan, cerita bencana bentuk siksa. Gunung berapi ikut berperang, amarah membakar menelan manusia, negara goncang hingga berhutang, banyak pejabat pada minggat. Akaji datang manusia siluman, pengajar topeng tipuan, banyak umat terkenal laknat, ulama sekarat tak punya pangkat. Artis-artis sibuk ibadah, Islam ajang bisnis hiburan, ini sudah masa qiyamat, uang dolar jadi idaman. Dokter-dokter ja d i Tuhan, paranormal berjubah besar, hingga banyak umat sesat, ini upaya dajal yang hina. Hati-hati hidup di dunia, cari Tuhan diantara penyanyi, Nabi kini jadi olok- olokan, pendusta agama berpeci santri. Aurat wanita hiasan negeri. Yahudi Nasrani tersenyum puas, mati kafir sudah tradisi, setan dajal raja dipertuhan. Sulit sudah punya anak soleh, dengan yakin bersih dan qonaah, sudah saat setan bersekutu dengan manusia, kecuali orang yang murni iman. Ilmu agama tidak mengantar ibadah, mendorong durjana, sebab ulama hatinya basi

' penuh nasi, ini zaman penutupan negeri. Tak henti-henti

perlombaan ibadah, senandung dzikir alat hiburan, masjid sepi hidayah, sebab nafsu yang dituankan. Anak-anak menjadi raja jutawan, orang tua budak piaraan, susah sedih hati manusia, sulit mencari cahaya iman. Gelap alam tanpa cahaya, hujan badai mengisi alam, kini zaman tak bisa untuk hiburan, bergegas pergi mencari ampunan. Dunia indah surga dajal, menjadi tujuan utama manusia, sedikit sekali orang sabar menderita, sebab iman

melayang terbang. Iman ibadah alat jualan, istana indah

kebanggaan orang, qubur tak lagi dibayangkan, hingga mati menjadi orang kafir. Gersang hidup menumpuk uang, pangkat tinggi kebanggaan orang, Agama Islam dianggap dagelan, para pelacur dianggap Tuhan. Pejabat negeri menjadi santri, tak henti-