• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG (Halaman 94-99)

PEMANFAATAN RUANG WILAYAH DESA NGRAJI

6.1 PENTAHAPAN PELAKSANAAN

6.1.1. Landasan Hukum Pelaksanaan

Untuk melaksanakan RTPLP Desa Ngraji diperlukan pedoman operasioal berupa ketetapan hukum dalam bentuk Peraturan Desa yang setidaknya berisi :

- Kesesuaian pemilihan lokasi menurut RTPLP Desa Ngraji; - Kesesuaian Tapak;

- Kesesuaian dengan keserasian lingkungan rancangan kota; - Penentuan luas petak-tanah-kapling;

- Penentuan angka-angka banding bangunan dan tanah; - Penentuan garis sempadan bangunan;

- Penentuan perpetakan bangunan; - Penentuan ketinggian bangunan.

Yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan program pembangunan adalah :

1. Tingkat kepentingan program, yaitu bagaimana kaitan program dengan rencana pembangunan kota atau dalam kaitan wilayah yang lebih luas;

2. Tingkat kemendesakan program, yaitu penyelesaian masalah, ekonomi dan dampak atau manfaat program.

Adapun Landasan Hukum Pelaksanaan Penataan Lingkungan Permukiman di Desa Ngraji Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 memuat Pedoman Umum Penataan Bangunan dan Lingkungan Desa Ngraji, maka penyusunan RTPLP Desa Ngraji nantinya akan mempunyai kekuatan hukum yang dalam pelaksaaannya diperlukan proses yang cukup panjang dan memakan waktu relatif lama.

Di dalam pelaksanaannya, nantinya ditetapkan menjadi Peraturan Desa yang harus diikuti dengan peraturan pelaksanaan yang mengaturnya, antara lain:

1. Tata cara pelayanan pemberianfatwaatau anjuran mengenai rencana bagi pengarahan ruang lokal dan peruntukannya sesuai dengan materi rencananya

2. Tertib bangunan dan penggunaan bangunan yang didasarkan pada materi rencana yang sekurang-kurangnya memuat persyaratan tentang:

 Status hak atas tanah;

 Aturan peruntukan menurut norma tata ruang;

 Penetapan bangunan dan penggunaan bangnan datas dasar teknis/ konstruksi bangunan;  Fungsi bangunan;

 Keamanan bangunan;

 Gangguan dan keserasian lingkungan.

3. Pembebanan retribusi atas pemberian pelayanan peraturan dan ijin mendirikan bangunan

6.1.2. Konsep Strategi Pelaksanaan Program

Konsep strategi pelaksanaan program pembangunan di Kawasan Prioritas terpilih Desa Ngraji pada tiap sektor adalah :

a. Sektor Perumahan

Tujuannya adalah penyediaan lingkungan permukiman yang layak sesuai kebutuhan masyarakat dalam bentuk:

- Pengembangan perumahan terencana, yaitu pembangunan perumahan dan permukiman sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan ketersediaan lahan.

- Penataan lingkungan perumahan, yaitu terciptanya lingkungan perumahan dan permukiman yang layak dan sesuai dengan perkembangan lingkungan di kawasan prioritas Desa Ngraji. b. Sektor Perdagangan dan Jasa

Tujuannya adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait dengan pemasaran produk lokal yang dihasilkan oleh desa di kawasan prioritas dalam bentuk:

- Pengembangan pemasaran terkait dengan hasil alam maupun industri masyarakat lokal. Dengan perencanaan yang matang akan lebih memaksilamkan potensi lokal dan berimbas pada peningkatan ekonomi masayrakat.

c. Sektor Pertanian dan Peternakan

Tujuannya adalah mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan bagi masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki di kawasan prioritas Desa Ngraji.

- Pengembangan potensi kotoran ternak sapi sebagai biogas dan pupuk organik untuk menunjang pertanian yang menjadi sektor basis Desa;

- Pengembangan ruang terbuka adalah mempersiapkan dan menciptakan ruang terbuka baru guna mewadahi dan mengantisipasi kegiatan pertanian dan peternakan saat ini dan masa datang sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas ruang terbuka pada kawasan tersebut. d. Sektor Industri Kecil

Tujuannya adalah mengembangkan kegiatan industri terutama industri kecil/rumah tangga yang nantinya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki di kawasan prioritas Desa Ngraji.

- Pengembangan industri kasur lantai untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang banyak sekali menyerap tenaga kerja masyarakat lokal.

- Pengembangan kegiatan industri kecil olahan kedelai dengan pemanfaatan bahan baku yang selanjutnya diolah menjadi komoditi ekonomi.

Untuk pemanfaatan dan pengendaliannya dirumuskan dalam suatu aturan yang telah disepakati bersama oleh masyarakat sebagai berikut :

1. Segmentasi Tata Guna Lahan Kawasan Prioritas

- Pusat permukiman ; - Pendidikan;

- Industri Kecil Menengah - Pertanian dan peternakan

2. Penentuan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) Kawasan Prioritas Terpilih

- Kawasan perdagangan dan jasa : 80 % - Kawasan permukiman : 60%

- Kawasan peternakan : 60 %

- Kawasan pertanian : 0%, hanya diperbolehkan bangunan tidak permanen - Kawasan industri rumah tangga : 60%

- Kawasan terbuka hijau : 0 %, hanya diperbolehkan bangunan tidak pernamanen

3. Garis sempadan bangunan

Garis sempadan bangunan ditetapkan sesuai dengan status jalan yang ada.

Ruas Jalan Utama, jarak bangunan: minimum 5 m dari as jalan atau minimum setengah lebar jalan ditambah 1 meter yang diukur dari as jalan;

4. Ketinggian Bangunan

Kawasan Prioritas Terpilih : maksimum 3 lantai 5. Koefisien Lantai Bangunan

Kawasan Prioritas Terpilih

- Kawasan sosial dan pendidikan : 2,4 - Kawasan permukiman : 1,6

- Kawasan industri rumah tangga : 2,4 6. Garis Sempadan Sungai/Saluran

Garis sempadan sungai/saluran irigasi sebesar 5 m dari kaki luar tanggul 7. Pemanfaatan Daerah Sempadan Sungai:

a. Budidaya pertanian dengan jenis tanaman yang diizinkan dan berfungsi tidak merusak konstruksi tanggul dan tidak mengganggu fungsi lindung daerah sempadan

b. Kegiatan perdagangan yang tidak menetap c. Pendirian fasilitas lingkungan tidak permanen

d. Pemasangan papan reklame, penyuluhan dan peringatan

e. Kegiatan-kegiatan bersifat sosial dan kemasyarakatan yang tidak merugikan kelestarian dan keamanan sungai (kebersihan dan kerapian daerah sempadan)

8. Pemanfaatan Daerah Sempadan Jalan : Kawasan Prioritas Terpilih

- Jalur hijau

- Rambu-rambu lalu lintas

- Papan iklan dan pengumuman yang sesuai dengan aturan dan tidak menutup informasi lainnya

- Parkir satu lapis sejajar jalan 9. Prasarana dan Sarana Lingkungan

a. Tempat sampah di Kawasan Prioritas pada lingkup RT berupa bak sampah kecil minimal 6 m³, merupakan tempat pembuangan sementara sampah-sampah dari rumah. Sampah diangkut 3 x 1 minggu.

b. Balai pertemuan warga di Kawasan Prioritas terpilih terdapat di setiap RW.

- Luas dari balai pertemuan tersebut menyesuaikan kondisi masyarakat setempat dan sistem pengadaannya adalah swakelola oleh warga.

- Balai pertemuan bukan hanya sebagai sarana kepemerintahan setempat (rapat RW) tetapi juga merupakan sarana kebudayaan dan rekreasi warga setempat.

c. Pos hansip/keamanan lingkungan dengan luas lahan yang diperlukan min 12 m².

d. MCK umum/bersama dengan luas lahan minimal 42 m² dan luas bangunan minimal 21 m² .

Lokasi dari MCK umum di kawasan prioritas terpilih ini terletak di pusat lingkungan tingkat 250 penduduk .

e. Ruang terbuka hijau:

Kawasan Prioritas Terpilih

 Setiap RT terdapat minimal 1 taman, yang dapat memberikan kesegaran pada lingkungan baik udara maupun cahaya matahari, serta sebagai tempat bermain anak-anak. Luas lahan yang diperlukan berdasarkan jumlah penduduk per RT . Standart kebutuhan luas taman adalah 1 m²/penduduk.

 Setiap RW terdapat 1 daerah terbuka yang berfungsi sebagai taman, tempat main anak-anak dan lapangan olah raga. Luas lahan yang diperlukan berdasrkan jumalah penduduk per RW. Standart kebutuhan luas 0.5m²/penduduk. Lokasinya dapat disatukan dengan sarana RW lainnya seperti balai pertemuan, pos hansip dan sebagainya.

 Jenis tanaman yang dapat ditanam pada ruang terbuka adalah:

 Tanaman yang berfungsi sebagai pohon peneduh, memiliki keindahan dan penyaring udara

 Tanaman hias dalam pot

 Jalur hijau: standart luas yang dibutuhkan seluas 15 m²/jiwa yang lokasinya menyebar sesuai dengan kebutuhan

f. Penyediaan hidran kebakaran :

- Untuk daerah komersial jarak antar kran kebakaran 100 meter - Untuk daerah perumahan jarak antara kran maksimum 200 meter - Jarak dengan tepi jalan minimum 3 meter

- Apabila tidak memungkinkan tersedianya hidran maka diharuskan dibuat sumur-sumur kebakaran

- Untuk perencanaan hidran lebih lanjut mengacu pada SNI 03-1745-1989 tentang Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Penyediaan prasarana oleh pemerintah yang wajib tersedia di kawasan perencanaan terdiri dari: a. jalan umum

b. jaringan air bersih c. jaringan drainase d. sanitasi lingkungan e. persampahan f. jaringan listrik g. jaringan telepon h. perabot jalan

Penyediaan sarana tiap-tiap lokasi di wilayah perencanaan sebagai berikut : Kawasan Prioritas Terpilih

 Jalur hijau  Taman lingkungan (RT)  Lapangan olahraga  Pos keamanan  Tempat sampah  Halte  Hidran kebakaran 10. Ruang Terbuka Hijau

a. Ruang terbuka hijau terdiri dari :

- Ruang terbuka hijau sebagai fasilitas umum

- Ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, contoh: pekarangan rumah

b. Ruang terbuka publik dan ruang terbuka untuk kepentingan pribadi dijaga kebersihan dan kerapihannya sehingga mendukung keindahan kawasan permukiman

c. Pemanfaatan lahan-lahan kosong milik pribadi sebagai fasilitas umum ketentuannya diatur dalam suatu surat perjanjian antara Lurah dengan pemilik lahan

6.1.3. Pelaksanaan Program

Terdapat 4 (empat) kelompok bentuk pelaksanaan program kegiatan penataan kawasan prioritas terpilih yang mempertimbangkan potensi yang dimiliki yaitu :

1. Penataan permukiman Fasilitas : - Permukiman

a. Ruang terbuka umum b. Ruang Terbuka Hijau (RTH)

c. Perbaikan saluran drainase dan jalan 2. Penataan usaha kecil dan mikro

Fasilitas : - Industri kecil rumah tangga - Permukiman

- Ruang terbuka umum - Ruang Terbuka Hijau (RTH)

- Perbaikan saluran drainase dan jalan

6.2. PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG 6.2.1. Pengelolaan Kawasan

Pengelolaan kawasan merupakan segala perangkat yang akan mengatur sebagai sebuah aturan dalam pelaksanaan program penataan dan pembangunan di kawasan prioritas maupun di pertanian organik Desa Ngraji. Adapun pengelolaan kawasan ini meliputi:

1. Pengelolaan wilayah perencanaan di Desa Ngraji dilakukan oleh suatu lembaga pengelola yang melibatkan unsur masyarakat Desa Ngraji, pemerintah dan swasta dengan tujuan mengembangkan, memelihara berbagai fungsi dan fasilitas yang ada di wilayah perencanaan

2. Tugas dan fungsi lembaga pengelola adalah mengelola, mengembangkan, mengoptimalisasi potensi kawasan yang meliputi perencanaan, pengorganisasia, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian kawasan

3. Penjabaran wewenang, tugas dan fungsi serta pembentukan struktur organisasi lembaga pengelola ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa

4. Lembaga ini bertanggung jawab langsung kepada Kepada Desa 5. Pembiayaan terhadap pengelolaan wilayah dapat bersumber dari :

a. Pemerintah

b. Swadaya masyarakat c. Sumber lain yang sah

6. Semua tindakan pengembangan dan pengelolaan lingkungan harus mendapat izin dari Kepala Desa 7. Lahan-lahan kosong diarahkan untuk segera dimanfaatkan guna mendukung fungsi dan dayaguna

pengembangan kawasan Prioritas terpilih Desa Ngraji. 8. Pengawasan dan Pengendalian

a. Pengawasan terhadap pelaksanaan RTPLP Desa Ngraji dilakukan melalui pemantauan, pelaporan dan evaluasi

b. Pengendalian terhadap pelaksanaan RTPLP Desa Ngraji dilakukan melalui perijinan sesuai dengan kewenangan yang ada pada Pemerintah Daerah

c. Pengawasan dan pencegahan segala kegiatan pembangunan dan atau pemanfaatan yang tidak sesuai dengan peraturan ini menjadi wewenang dan tanggung jawab dinas /instansi terkait 9. Hak, kewajiban dan peran serta masyarakat

a. Masyarakat berhak untuk :

- Berperan serta dalam proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian

- Mengetahui secara terbuka rencana tindak penataan lingkungan permukiman (RTPLP) Desa Ngraji Kecamatan Purwodadi

- Menikmati manfaat perkembangan kawasan dan atau pertambahan nilai kawasan sebagai akibat dari penataan lingkungan permukiman

d. Masyarakat wajib untuk :

- Berperan serta dalam memelihara kualitas kawasan (kebersihan, keindahan dan keamanan lingkungan)

- Berlaku tertib dalam keikutsertaannya dalam proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan.

- Mentaati rencana pengembangan permukiman yang telah ditetapkan e. Bentuk peran serta masyarakat :

- Pengawasan terhadap pemanfaatan lingkungan di kawasan prioritas terpilih Desa Ngraji, termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan lingkungan

- Bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban kegiatan pemanfaatan lingkungan dan peningkatan kualitas pemanfaatan lingkungan

10. Sanksi Administratitf

Terhadap setiap orang yang melanggar ketentuan dalam aturan ini : a. Kepala Desa berwenang memerintahkan untuk:

- Memberikan surat teguran - Menghentikan pekerjaan

- Membongkar dan/atau membangun kembali sesuai dengan ketentuan yang ada

b. Dalam hal dilakukan pembongkaran, pembongkaran dibebankan kepada pemilik bangunan/penanggung jawab aktivitas

c. Dapat dikenakan tindakan berupa penangguhan dan pembatalan ijin

d. Untuk setiap pelanggaran dapat dikenakan denda sebesar-besarnya Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah)

e. Ketentuan jumlah denda yang dikenakan untuk setiap pelanggaran sesuai aturan perundangan yang ada

6.2.2. Pemasyarakatan RTPLP Kawasan Prioritas

Pemasyarakatan RTPLP Kawasan Prioritas Desa Ngraji dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang berupa:

1. Penyebaran informasi mengenai adanya rencana pelaksanaan kegiatan RTPLP Kawasan Prioritas Desa Ngraji tersebut melalui beberapa media agar diketahui segenap masyarakat;

2. Penyebaran produk RTPLP Kawasan Prioritas Desa Ngraji kepada masyarakat (RT/RW/Kadus) dan instansi Pemerintahan Kabupaten Grobogan yang terkait;

3. Pameran hasil RTPLP Kawasan Prioritas Desa Ngraji baik berupa buku-buku laporan, peta-peta maupun gambar-gambar yang memuat perencanaan sampai akhir tahun perencanaan pada saat acara yang dapat disaksikan/dikunjungi oleh masyarakat

Apabila terjadi perubahan perlu juga diinformasikan kepada masyarakat dalam bentuk buku pegangan informasi dan kontrol penataan, terutama mengenai peraturan bangunan dan rencana pembangunan fisik desa.

Pemerintah Desa dapat mengevaluasi perkembangan pelaksanaan dan mengevaluasi data proyeksi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Dengan demikian langkah untuk berikutnya selalu dapat berdasarkan pada data yang baru, misalnya tentang kependudukan, transportasi dan tata guna tanah/bangunan dan lain sebagainya. Selama proses evaluasi mengenai RTPLP Kawasan Prioritas Desa Ngraji dianjurkan agar sejak awal sudah mempunyai data dan rekaman keadaan desa.

BAB VII

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG (Halaman 94-99)