WILAYAH DESA NGRAJI
Selanjutnya setelah dilakukan analisis SWOT maka hasilnya akan dikombinasikan untuk menghasilkan strategi-strateginya sebagai berikut:Tabel III.2
Analisis SWOT dan Strategi trength (kekuatan) akness (kelemahan) pportunity (peluang) SO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
WO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada
hreat (ancaman)
ST:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
WT:
Mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).
Strength Weakness
SO – Strategi WO – Strategi
Opportunity Merivitalisasi bantuan-bantuan pemerintah terutama bantuan perbaikan fisik lingkungan untuk mengembangkan dan memperbaiki prasarana jalan Meningkatkan penyehatan
lingkungan permukiman berbasis pemberdayaan masyarakat
Meningkatakan kualitas jalan dengan memanfaatkan bantuan pemerintah
Memperkeras bahu jalan ruas Jl.Danyang - Kuwu sehingga terstandarisasi
ST – Strategi WT – Strategi
Threat Setiap ruas jalan dilengkapi dengan jaringan drainase
Meningkatkan kualitas perkerasan jalan yang berbasis lingkungan.
Meningkatkan kualitas baik jalan utama maupun jalan lokal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat
Setiap ruas jalan lingkungan dilengkapi dengan jaringan Faktor
Internal Faktor
drainase (talud atau gorong-gorong)
Perkerasan jalan lingkungan yang berbasis lingkungan.
Jl. Danyang - Kuwu dilengkapi dengan bahu jalan yang diperkeras
3.1.2.Air Bersih
Ketersediaan air bersih di Ngraji sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik geografisnya. Air bersih yang ada di Desa Ngraji saat ini bersumber dari air permukaan yang ada disana seperti sumur, sungai dan saluran irigasi. Sumber-sumber air tersebut kurang memenuhi syarat-syarat air minum agar dapat digunakan, baik syarat fisik, syarat kimia maupun syarat bakteriologi. Kedalaman rata-rata sumur di Desa Ngraji mencapai 20 – 40 m sehingga menyulitkan cara pengambilannya bagi penduduk yang menggunakan pompa tangan atau manual. Diperlukan adanya penyuluhan-penyuluhan tentang air bersih dan bagaimana cara untuk mendapatkan air bersih tersebut, misalnya dengan teknik penjernihan air sederhana (water treatment) karena kualitas air sumur di Desa Ngraji tidak begitu bagus.
Sedangkan teknik pengambilan air sumur dengan mesin pompa memerlukan aliran listrik sehingga menambah beban tagihan listrik. Perlu adanya perencanaan teknik pengambilan yang murah salah satunya dengan memakai penampung atau tandon air secara kolektif. Selain itu masih didapati juga sebagian masayrakat masih menggunakan WC “Cemplung” di Desa Ngraji akan mencemari air permukaan sehingga menyebabkan degradasi kualitas airnya. Melimpahnya air dari saluran irigasi belum dimanfaatkan penduduk sebagai sumber air baku yang bisa dikonversi menjadi air bersih dengan menggunakan teknologi pengolahan air baku menjadi air bersih dan selanjutnya dibangun jaringan air bersih lokal untuk melayani kebutuhan air di Desa Ngraji berbasis pemberdayaan masyarakat.
Tabel III.3
Analisis SWOT Permasalahan Prasarana Air Bersih di Desa Ngraji STRENGTHS (kekuatan) OPPORTUNITIES (peluang) Terdapat saluran irigasi dan sungai dengan
volume air yang banyak sebagai bahan baku Sudah banyak masyarakat yang memiliki
sumur tadah hujan
PNPM PLP-BK
Dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa tinggi
Mengembangkan program-program perbaikan fisik lingkungan termasuk prasarana
WEAKNESS (kelemahan) THREATS (ancaman)
Sebagian masyarakat mengambil air dengan pompa manual
Kedalaman sumur mencapai 20 – 40 m
Jenis tanah Desa Ngraji berupa lempung
Kualitas air yang buruk
Selanjutnya setelah dilakukan analisis SWOT maka hasilnya akan dikombinasikan untuk menghasilkan strategi-strateginya sebagai berikut:
Tabel III.4
Analisis SWOT dan Strategi trength (kekuatan) akness (kelemahan) pportunity (peluang) SO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
WO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada
hreat (ancaman)
ST:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
WT:
Mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).
Strength Weakness
SO – Strategi WO – Strategi
Opportunity Menciptakan teknologi tepat guna sebagai alat pengolahan air baku menjadi air minum berbasis pemberdayaan masyarakat
Memanfaatkan bantuan
prasarana untuk membuat
tandon sebagai alat
pengambilan air secara komunal dan mudah
ST – Strategi WT – Strategi
Threat Mencari sumber-sumber air baku lainnya yang bisa diolah menjadi air minum
Memanfaatkan air irigasi untuk sumber air baku yang bisa diolah menjadi air minum
Mentrasfer alat penjernih air sederhana (water treatment) yang berbasis pemberdayaan masyarakat
Mentransfer teknologi tepat guna untuk teknik pengambilan sumur yang dalam
3.1.3. Drainase dan Saluran Irigasi
Drainase yang ada di Ngraji terdiri dari drainase alam dan drainase buatan. Drainase alam berupa dua buah sungai yang juga menjadi perbatasan alam antara dua desa. Kondisi kedua sungai tersebut kurang terawat terutama kedua sisi tanggul sungainya yang belum bertalud dan terjadi erosi dan sedimentasi pada sungai tersebut. Selain itu menyempitnya dimensi aliran sungai karena adanya rumput yang melintang kebadan sungai menyebabkan aliran sungai sedikit terhambat dan mengurangi kelancaran. Sedangkan drainase buatan berupa talud dan gorong-gorong dengan kondisi fisik sebagian belum disemen secara permanen baik dikedua sisinya maupun disalah satu sisinya. Selain itu masih menyatunya antara saluran drainase dengan sanitasi menjadikan kondisi lingkungan kumuh dan menimbulkan bau.
Pada saat musim hujan drainase tersebut akan meluap karena terjadi pendangkalan dan akibatnya terjadi genangan atau banjir yang pada akhirnya berpotensi menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit terutama gatal-gatal dan diare. Permasalahan lain yang timbul adalah tidak adanya sistem jaringan drainase yang terintegrasi dan komprehensif sehingga jaringannya terputus dan tidak bisa mengalirkan air limpasan hujan menuju saluran drainase yang lebih besar. Perlu adanya perencanaan masterplan drainase Desa Ngraji agar permasalahan banjir dan segala permaslahan timbulan lainnya dapat diminimalisasi. Pola dan perilaku penduduk yang membuang sampah disaluran atau sempadan drainase juga menyebabkan timbulnya permasalahan sosial baru.
Faktor Internal Faktor
Tabel III.5
Analisis SWOT Permasalahan Prasarana Drainase dan Saluran Irigasi di Desa Ngraji
STRENGTHS (kekuatan) OPPORTUNITIES (peluang) Terdapat sungai dan saluran irigasi sebagai
drainase alam
Sebagian drainase sudah menggunakan perkerasan semen
PNPM PLP-BK
Dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa tinggi
Mengembangkan program-program perbaikan fisik lingkungan termasuk prasarana
WEAKNESS (kelemahan) THREATS (ancaman)
Pola dan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah disaluran dan sempadan irigasi maupun drainase
Drainase alam masih belum bertalud dan terdapat sedimentasi/pendangkalan
Minimnya perawatan drainase dan irigasi Jaringan drainase dan jaringan sanitasi masih
menjadi satu
Jenis tanah Desa Ngraji berupa lempung
Setiap musim hujan menimbulkan genangan dan becek
Bercampurnya air limbah dan air limpasan hujan yang tidak tuntas menyebabkan timbulnya bau
Selanjutnya setelah dilakukan analisis SWOT maka hasilnya akan dikombinasikan untuk menghasilkan strategi-strateginya sebagai berikut:
Tabel III.6
Analisis SWOT dan Strategi trength (kekuatan) akness (kelemahan) pportunity (peluang) SO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
WO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada
hreat (ancaman)
ST:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
WT:
Mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).
Strength Weakness
SO – Strategi WO – Strategi
Opportunity Merivitalisasi bantuan-bantuan pemerintah terutama bantuan perbaikan fisik lingkungan
Perbaikan dan pengembangan jaringan drianase yang berbasis pemberdayaan masyarakat
untuk mengembangkan dan memperbaiki prasarana drainase alam maupun buatan.
Normalisasi saluran irigasi dan jaringan drainase dengan pemberdayaan masyarakat Penyusunanmasterplandrainase
Ngraji
ST – Strategi WT – Strategi
Threat Setiap sisi jaringan drainase
diperkeras Perbaikan jaringan drainase dan sanitasidan normallisasi secara menyeluruh dan terintegrasi
3.1.4.Limbah Manusia
Sistem pembuangan air limbah di Desa Ngraji pada kegiatan domestik/rumah tangga maupun perdagangan saat ini masih dikelola secara individu sendidir-sendiri (On Site Sanitation) yang dialirkan kesaluran pembuangan umum maupun perseorangan ke dalam tanah. Dengan adanya kenyataan tersebut, dapat menimbulkan terjadinya pencemaran terhadap tanah dan air permukaan yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas dan pencemaran lingkungan. Sumber penghasil air limbah di Desa Ngraji berasal dari kegiatan domestik untuk mencuci, masak, mandi, dan sebaginya sedangkan kegiatan non domestik berasal dari fasilitas umum seperti pasar, fasilitas komersial seperti rumah makan, industri rumah tangga, dan sebagainya.
Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah air limbah yang dibuang ke lingkungan sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan (degradasi) dan pada tingkat yang lebih ekstrim dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Jaringan pembuangan air limbah (sanitasi) di Desa Ngraji saat ini masih menyatu dengan sistem jaringan drainase sehingga menimbulkan kondisi lingkungan kumuh dan bau. Jaringan limbah di Desa Ngraji juga belum terintegrasi dengan jaringan limbah yang lain sehingga air limbah hanya menggenang dibadan saluran dan tidak mengalir. Umumnya limbah domestik dibuang dibelakang rumah dengan membuat cekungan tanah. Hal ini menimbulkan tumbuh dan kembangnya jentik nyamuk.
Sedangkan untuk sanitasi manusia, masih ditemui rumah di Ngraji yang tidak memiliki pembuangan limbah rumah tangga seperti WC permanen. Sebagian penduduknya masih menggunakan WC “Cemplung” sebagai sarana pembuangan limbah yang letaknya sekitar 5 – 10 m dibelakang rumah. Kondisi lingkungan rumah yang tidak sehat ini sangat berpotensi terhadap timbulnya berbagai macam jenis penyakit karena tidak ada pengelolaan jaringan limbah yang sehat. Selain itu dengan banyaknya WC “Cemplung” akan mencemari air tanah dan menyebabkan degradasi kualitas lingkungan. Perlu adanya pengelolaan jaringan sanitasi yang terpadu dengan membuat septic tank secara komunal sehingga terjadinya pencemaran lingkungan dapat diminimalisir.
Perlu adanya perencanaan upaya-upaya mengatasi maslah limbah seperti:
- Penghematan dalam penggunaan air
- Penggunaan air bekas untuk penyiraman tanaman
- Pengelolaan dan pengolahan air limbah dengan baik sebelum dibuang ke lingkungan - Penetapan baku mutu air limbah.
Tabel III.7
Analisis SWOT Permasalahan Prasarana Limbah (sanitasi) di Desa Ngraji STRENGTHS (kekuatan) OPPORTUNITIES (peluang) Sebagian penduduknya sudah menggunakan
WC permanen dan memiliki septic tank PNPM PLP-BK Faktor
Internal Faktor
Dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa tinggi
Mengembangkan program-program perbaikan fisik lingkungan termasuk prasarana
WEAKNESS (kelemahan) THREATS (ancaman)
Sistem pembuangan air limbah manusia dikelola secara individu (on site sanitation) Sebagian penduduk masih menggunakan
WC “Cemplung”
Pola dan perilaku masyarakat yang membuang air limbah kedalam tanah Pengumpulan air limbah dengan membuat
cekungan tanah dan terbuka
Jenis tanah Desa Ngraji berupa lempung
Setiap musim hujan jaringan air limbah menimbulkan genangan dan becek
Air limbah tidak mengalir dan menimbulkan genangan
Sistem pembuangan limbah (sanitasi) masih menyatu dengan jaringan drainase
Selanjutnya setelah dilakukan analisis SWOT maka hasilnya akan dikombinasikan untuk menghasilkan strategi-strateginya sebagai berikut:
Tabel III.8
Analisis SWOT dan Strategi trength
(kekuatan) (kelemahan)akness pportunity
(peluang)
SO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
WO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada
hreat (ancaman)
ST:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
WT:
Mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).
Strength Weakness
SO – Strategi WO – Strategi
Opportunity Meningkatkan penyehatan lingkungan permukiman berbasis pemberdayaan masyarakat
Membuat jaringan pembuangan limbah (sanitasi) secara komunal berbasis lingkungan
Merivitalisasi bantuan-bantuan pemerintah terutama bantuan perbaikan fisik lingkungan untuk membangun MCK bersama Perbaikan dan normalisasi
jaringan air limbah (sanitasi) berbasis pemberdayaan masyarakat
ST – Strategi WT – Strategi
Threat Membuat jaringan baru untuk pembuangan limbah rumah tangga
Pemanfaatan limbah sebagai bahan pupuk berbasis pada potensi lokal
Mentransfer teknologi pengolahan air limbah terpadu Menumbuhkan partisipasi
masyarakat tentang pentingnya penghematan air
Pembuatan jaringan air limbah yang terpadu dan komprehensif
3.1.5.Persampahan
Sumber-sumber timbulan sampah yang ada di Ngraji berasal dari permukiman, niaga (pasar, industri rumah tangga, toko dan warung), dan fasilitas umum (perkantoran, pendidikan). Sedangkan menurut jenisnya sampah yang dihasilkan di Desa Ngraji berupa organik, kertas, plastik, dan kayu. Saat ini pengolahan timbulan sampah tersebut menggunakan sistem pembuangan on site dengan ditimbun atau dibakar. Namun sebagian penduduk membuang sampah-sampah tersebut ke sungai ataupun irigasi. Hal ini akan mencemari lingkungan baik udara, tanah maupun air. Desa Ngraji belum memiliki sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan mulai dari pewadahan, pengangkutan dan pengolahan. Perlu adanya rencana pengolahan sampah dengan sistem 3R yaitu reduce reuse recycle yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat agar timbulan sampah bisa diminimalisir.
Desa Ngraji belum terdapat TPS desa untuk menampung timbulan sampah, namun Desa Ngraji memiliki bank sampah atau alat penghancur sampah. Minimnya jumlah sarana dan prasarana persampahan di Desa Ngraji tersebut menjadi masalah dalam proses pengelolaan.
Tabel III.9
Analisis SWOT Permasalahan Prasarana Persampahan di Desa Ngraji STRENGTHS (kekuatan) OPPORTUNITIES (peluang) Memiliki alat penghancur sampah
Tersedianya lahan yang masih cukup luas untuk alokasi lahan TPS
PNPM PLP-BK
Dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa tinggi
Mengembangkan program-program perbaikan fisik lingkungan termasuk prasarana
WEAKNESS (kelemahan) THREATS (ancaman)
Pola dan perilaku masyarakat yang membuang sampah di halam pekarangan rumahnya atau di tanah tetangga
Pengolahan timbulan sampah saat ini dengan sistemon site
Belum terdapat TPS di Desa Ngraji
Pencemaran udara dan tanah akibat pembakaran sampah
Belum memiliki sistem pengelolaan sampah 3R dengan sistem pemberdayaan
Selanjutnya setelah dilakukan analisis SWOT maka hasilnya akan dikombinasikan untuk menghasilkan strategi-strateginya sebagai berikut:
Faktor Internal Faktor
Tabel III.10
Analisis SWOT dan Strategi trength (kekuatan) akness (kelemahan) pportunity (peluang) SO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
WO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada
hreat (ancaman)
ST:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
WT:
Mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).
Strength Weakness
SO – Strategi WO – Strategi
Opportunity Memaftaatkan bantuan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang sehat
Menumbuhkan sikap
masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan
Menumbuhkan sikap
masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya
Sosialisasi tentang cara pengolahan limbah yang ramah lingkungan
ST – Strategi WT – Strategi
Threat Penyediaan sarana dan prasarana sampah yang memadai
Pengelompokkan sampah sejak dari buangan rumah tangga
Pengolahan sampah dengan 3R yang berbasis pemberdayaan masyarakat
Sistem pengelolaan sampah yang baik mulai pewadahan,
pengangkutan sampai
pengolahan
Pemberdayaan kelompok-kelompok dan perkumpulan terutama ibu-ibu dalam pengolahan sampah
3.1.6.Sarana Sosial
Sarana sosial yang ada di Desa Ngraji terdiri dari makam, pendidikan, peribadatan dan kesehatan. Secara umum sarana social di Desa Ngraji sudah memenuhi standar pelayanan.untuk masayrakat. Namun penyebaran sarana social terutama untuk kesehatan masih belum merata. Kurang baiknya kualitas fisik maupun non fisik juga menjadi masalah utama sarana sosial di Desa Ngraji . Pemandangan makam yang masih banyak vegetasi dan gelap memberikan kesan yang mistis dan angker karena kurangnya perawatan. Tidak adanya pagar pembatas antara makam dengan aktivitas dan penggunaan lahan disekitar memberi kesan kurang tegas antar batas wilayah serta kondisi makam apabila dimusim penghujan digenangi air, sehingga menyuloitkan warga apabila akan melakukan aktivitas pemakaman disana..
Tabel III.11
Analisis SWOT Permasalahan Sarana Sosial di Desa Ngraji
STRENGTHS (kekuatan) OPPORTUNITIES (peluang) Secara umum jumlah sarana prasarana
sudah memadai
Secara fisik beberapa sarana pendidikan dan peribadatan sudah baik
PNPM PLP-BK
Dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa tinggi
Mengembangkan program-program perbaikan fisik lingkungan termasuk prasarana
WEAKNESS (kelemahan) THREATS (ancaman)
Minimnyaa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pemakaman yang nyaman dan tidak menimbulkan kesan mistis
Tidak adanya pembatas antara aktivitas pemakaman dengan sekitarnya
Persebaran sarana kesehatan masih terpusat
Selanjutnya setelah dilakukan analisis SWOT maka hasilnya akan dikombinasikan untuk menghasilkan strategi-strateginya sebagai berikut:
Tabel III.12
Analisis SWOT dan Strategi trength (kekuatan) akness (kelemahan) pportunity (peluang) SO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
WO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada
hreat (ancaman)
ST:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
WT:
Mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).
Strength Weakness
SO – Strategi WO – Strategi
Opportunity Memanfaatkan bantuan-bantuan pemerintah untuk
peningkatan dan
pengembangan sarana sosial Peningkatan kinerja dan
layanan sosial bagi masyarakat
Peningkatan kepedulian masyarakat untuk menciptakan lingkungan pemakaman yang indah dan tidak menimbulkan
mistis
Pemberian pembatas atau pagar sebagai penegas antara dua aktivitas yang berbeda
ST – Strategi WT – Strategi
Threat Peningkatan pelayanan sosial Menumbuhkan partisipasi Faktor Internal Faktor Enternal Faktor Internal Faktor Enternal
Menumbuhkan partisipasi masyarakat dan multipihak dalam penguatan organisasi sosial
masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan bersih
Pemberian pagar sarana pemakaman
Peningkatan penyediaan sarana kesehatan dan pendidikan
3.1.7. Sarana Ekonomi
Sarana ekonomi yang ada di Desa Ngraji terdiri dari pasar, toko, warung, industri rumah dan jasa angkutan. Saat ini Desa Ngraji memiliki dua buah pasar yang terletak di Dusun Tempel dan Ngablak yang merupakan pusat kegiatan perekonomian terbesar disana. Namun pasar - pasar tersebut hanya beroperasi setengah hari saja sehingga penduduk yang akan berbelanja siang sedikit mengalami kesulitan karena dagangan sudah habis. Penataan lapak atau warung-warung di pasar tersebut kurang rapi sehingga terlihat semrawut dan kumuh. Barang-barang dagangan disana kurang lengkap sehingga seringkali penduduk harus pergi ke pusat kota untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak adanya area parkir membuat sistem perparkiran dipasar tersebut semrawut dan kurang tertata. Skala pelayanan pasar tersebut hanya untuk melayani kebutuhan penduduk di Desa Ngraji .
Permasalahan utama bagi pelaku usaha industri rumah (home industry) adalah terbatasnya modal usaha dan sulitnya mencari bahan baku yang semakin langka sehingga usaha mereka tidak bisa berkembang. Padahal industri rumahan inilah yang menjadi sumber penghasilan bagi pemilik usaha dan orang lain karena membuka lapangan pekerjaan baru sehingga angka pengangguran dapat diminimalisir. Selain itu minimnya pelatihan dari pemerintah juga menjadi usaha mereka kurang berkembang. Perlu adanya diversifikasi jenis usaha dan bahan baku agar usahanya bisa bertahan.
Tabel III.13
Analisis SWOT Permasalahan Sarana Ekonomi di Desa Ngraji
STRENGTHS (kekuatan) OPPORTUNITIES (peluang) Terdapatnya industri rumahan
Memiliki pasar desa yang melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat
PNPM PLP-BK
Dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa tinggi
Mengembangkan program-program perbaikan fisik lingkungan termasuk prasarana
WEAKNESS (kelemahan) THREATS (ancaman)
Penataan lapak dan tempat dagangan lainnya kurang rapi dan nampak masih semrawut
Tidak mempunyai kompetensi manajerial yang baik
Tidak memiliki arah perencanaan strategi yang jelas
Terbatasnya modal bagi pelaku usaha industri rumahan
Sulitnya mencari bahan baku
Selanjutnya setelah dilakukan analisis SWOT maka hasilnya akan dikombinasikan untuk menghasilkan strategi-strateginya sebagai berikut:
Tabel III.14
Analisis SWOT dan Strategi trength
(kekuatan) (kelemahan)akness pportunity
(peluang)
SO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
WO:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada
hreat (ancaman)
ST:
Mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
WT:
Mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).
Strength Weakness
SO – Strategi WO – Strategi
Opportunity Merevitalisasi bantuan-bantuan bidang ekonomi untuk mengembangkan usaha home industri serta perdagangan dan jasa berbasis pemberdayaan masyarakat
Memanfaatkan bantuan lunak untuk meningkatkan modal kerja
Melakukan kerjasama dengan pemerintah maupun pihak swasta memberikan pelatihan keterampilan dan cara pemasaran produk home industry.
ST – Strategi WT – Strategi
Threat Menumbuhkan usaha kecil dan industri rumah yang berbasis pemberdayaan masyarakat
Perlu ada bantuan modal dengan sistem kredit lunak untuk bidang usaha kecil (mikro).
Pembentukan usaha dengan menggunakan bahan baku dan Tenaga Kerja lokal
Mentransfer Teknologi tepat guna berbasis pemberdayaan masyarakat
Peningkatan padat karya untuk segala sector usaha.
3.2. POTENSI
3.2.1.Sumber Daya Manusia
Komposisi penduduk di Desa Ngraji didominsai oleh tamatan SMP dan SMA. Sumber daya alam yang potensial diharapkan bisa diolah dan dikembangkan oleh para pemuda Ngraji yang dinamis dan kritis. Namun tingkat ketergantungan juga tinggi karena banyak juga penduduk yang usia lanjut. Puluhan orang
Faktor Internal Faktor
dengan kualitas pendidikan lulusan akademi dan perguruan tinggi diharapkan mampu menggerakkan para pemuda yang selanjutnya akan mendorong tergeraknya pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan kokoh. Struktur penduduk di Desa Ngraji didominasi oleh buruh tani sebanayak 4165 penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat potensi besar terhadap pertanian di Desa Ngraji .
Tabel III.15
Analisis SWOT Potensi Sumber Daya Manusia di Desa Ngraji
STRENGTHS (kekuatan) OPPORTUNITIES (peluang) Komposisi penduduk didominasi oleh
tamatan SMP dan SMA Program KB Bantuan pemerintah bidang sosial yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Adanya program-program dan bantuan pemerintah yang berbasis pemberdayaan masyarakat
Dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa tinggi
WEAKNESS (kelemahan) THREATS (ancaman)
komposisi penduduk didominasi oleh usia
lanjut Menurunnya kegotongroyongan warga akibattingkat