BAB KEEMPAT
2. PEKERDJAAN KELASI DI KAPAL
(K. 3412; S. 40-447, 455, 556,
Schepelingen-ongevallenre£relm°-1940). 0 &
405. Fatsal 434. Kelasi dianggap bekerdja dikapal dari hari
jang ditentukan dalam daftar kelasi, atau, djika itu tidak ada’ dari hari, dibuatnja daftar kelasi, sampai dengan hari kapan pe- kerdjaannja dikapal, diberhentikan atau ia sendiri meletakkan ne- kerdjaamija. (K. 3412, 375 dst. 413 dst, 452a).
• 402. Fatsal J/35. Suatu peraturan jang ditentukan oleh pengusaha pelajaran tentang pekerdjaan dikapal mengikat kelasi asalkan jang mengenai para perwira kapal ditulis dalam 'bahasa Belanda dan jang mengenai para pembantimja dalam bahasa Belanda dan Indo nesia diatas lembaran kertas jang ditempelkan ditempat jang se-waktu2 dapat dibatja dengan djelas dan sepandjang isinja tidak
? dengan persetudjuan kerdja jang diadakan. (K. 320, 331, 3412, 3,4, 399 dsL( 428). J J ö v ’ (K 4Q5)Sa^ ^®01j-1601m BW. tidak berlaku terhadap peraturan ini. 407 i. Fatsal Jf36. Pengusaha pelajaran wadjib menjediakan ma- Kanan dan tempat tinggal jang pantas bagi para kelasi dikapal. j reraturan lebih djauh tentang hal ini dapat diberikan oleh atau
atas nama Gupernur Djenderal. (S. 38-4 ketudjuh).
Dengan terketjuali makanan pokok makanan dapat diganti • e-n?-a3n uan&. ma-kan, asalkan pengusaha pelajaran membajar uang ini tidak lebih dari satu bulan sebelumnja. (BW. 1601s, t; K. 405). 408. Fatsal J/37. Kelasi untuk tiap hari, djika tidak diberi makan atau tidak diberi makan penuh, berhak atas penggantian, jang djumlahnja ditentukan dalam persetudjuan kerdja, atau djika tidak aiatur dalam persetudjuan, berdasar kebiasaan dan kepatutan. (AB. 15; K. 399, 401, 405, 433).
409. Fatsal Jf38. Atas permintaan sedikitnja sepertiga djumlah \ para perwira kapal atau djumlah para kelasi kapal dilakukan pe
I meriksaan atas baiknja dan tjukup banjaknja makanan dan
minum-an. Pemeriksaan di Indonesia dilakukan oleh pegawai pendaftar kelasi, dalam keradjaan diluar Indonesia oleh penguasa jang we-
(?a?1 diluar keradjaan oleh pegawai konsulat Nederland atau, djika ini tidak ada oleh penguasa jang wenang. (K. 419-1 sub 7e; Lons. 1 dst.).
Nachoda wadjib, atas perintah penguasa, menukar makanan aan mmuman jang tidak dapat dipergunakan dengan jang dapat dipergunakan dan mentjukupi jang diperlukan. (K. 373a, 405, 411- le, 419-1 sub 6e, 439 3). *
410. Fatsal 439. Oleh sedikitnja sebagian jang sama dari para
j perwira kapal atau para kelasi kapal dapat diadukan pada penguasa [ jang sama tentang kurangnja tempat tidur atau ruangan, jang
tim-bul sesudah berlajar; mengenai hal itu diadakan pemeriksaan. (K. 419-1 sub 8e).
Nachoda wadjib atas perintah penguasa mentjukupi kekurang- annja.
Nachoda, jang tidak mendjalankan perintah, sesuai dengan fatsal ini dan fatsal sebelumnja jang diberikan padanja, dianggap berbuat salah terhadap para kelasi. (K. 373a, 405, 411-le,419-1 sub 6e).
416. Fatsal 1^0. Djika kelasi meninggal dunia d ilu a r tempat tinggalnja, sedangkan ia sedang bekerdja dikapal, djenazahnja i- kubur atau dimasukkan laut atas biaja pengusaha pelajaran. v ■ 17 dst.; K. 405, 433).
418. Fatsal Nachoda wadjib mengatur pekerdjaan kelasi sesuai dengan peraturan undang2 tentang hal itu dan, dalam rangKs tersebut, jang ditentukan dalam peraturan persetudjuan Keraja.
Pada hari Ahad pekerdjaan se-tidak2nja dibatasi sampai pada jang penting2 dengan memperhatikan kepentingan pekerdjaan ae-^ gaV a ts a r i6 S02adst. BW. tidak bertaku. (K. 384, 386, 399-401, 435
442 dst.).
419 Fatsal Jrf2. Kelasi wadjib melakukan pekerdjaan jang di-
perintahkan oleh nachoda, tapi berhak akan tambahan upati un- tuk waktu, selama ia bekerdja lebih lama dari pada djam bekeidj, biasa jang ditentukan oleh peraturan undang2 atau persetudjuar kerdja, ketjuali nachoda menganggap penting pekerdjaan tersebu untuk keselamatan kapal, para penumpang atau muatan. ^jumiat tambahan upah ditentukan oleh persetudjuan kerdja atau, ajito tidak diatur menurut kebiasaan atau keadilan.
Nachoda suruh mentjatat tiap kerdja lembur dalam datta' untuk itu.
Hak, minta pembajaran upah tambahan, hapus dengan lair paunja satu bulan sesudah berachirnja ikatan kerdja dikapal di pelabuhan Indonesia dan enam bulan sesudah berachirnja ïkataï kerdja dikapal diluar Indonesia. _
Terhadap perwira kapal, jang merangkap pemimpm pekerdjaar. kesehatan dan markonis peraturan tentang kerdja lembur tida' berlaku. (K. 384, 386, 405).
420 Fatsal 443- Djika kepada para kelasi sesudah pelajaran d
mulai untuk sementara diberi pekerdjaan lain dari pada jang i harus lakukan sesuai dengan lapangannja, jang ia harus kerdjaka' dikanal menurut persetudjuan kerdja, dan untuk pekerdjaan mi mf nurut persetudjuan atau kebiasaan diberi upah lebih tmggi i berhak atas upah jang lebih tinggi jang seimbang. (K. 376, 3? 401, 405).
Fatsal W h Menjimpang dari fatsal 1602p. BW. dapat m
ngenai suatu matjam persetudjuan kerdja tertentu oleh Guberm Djenderal ditentukan, bahwa selama pelajaran tidak lebih dari pao bagian upah jang ia tentukan jang boleh dibajarkan dengan uar pada para kelasi. (K. 445 dst.).
426. Fatsal H5. Pembajaran dengan uang mengenai bagian Up: jang didapat karena bekerdja dikapal harus dilakukan dengan ma: uang, seperti jang ditentukan dalam persetudjuan kerdja, atau d
* ngan mata uang, jang berlaku ditempat pembajaran menurut koers hari itu. Koers dalam memperhitungkan seperti disebut belakangan ditjatat dalam buku harian dan diberitahukan pada para kelasi atas permintaannja.
Fatsal 1602h B.W. tidak berlaku. (K. 405, 433, 444, 446).
428. Fatsal J/J/6. Kelasi tentang haknja atas bagian upah jang
didapat karena pekerdjaan dikapal jang dibajar dengan uang, se pandjang dalam kekuasaannja, hanja dapat diserahkan, termasuk digadaikan, untuk kepentingan isterinja paling banjak sepertiga, untuk anak2nja, pemeliharaan anak2nja dan orang tuanja paling banjak separoh, dan lain anggauta keluarga sampai tingkat empat dan sanak saudaranja jang setingkat paling banjak sepertiga; se- mua dengan tjatatan, bahwa djumlah jang ia berikan, tidak boleh melebihi dua pertiga dari upah uang semuanja jang ditetapkan.
Pembajaran upah, menurut ajat pertama dari fatsal ini atas perintah dari kelasi dilakukan dengan itikad baik, kepada orang lain dari pada orang2 jang disebut diatas, atau dengan bagian lebih besar dari pada semestinja jang ia berhak, membebaskan pengusaha pelajaran.
Fatsal 1602g, ajat kedua, BW. tidak berlaku. (K. 405, 433, 444 dst.). •
43Ó. Fatsal Djika kelasi aneninggal dunia sewaktu bekerdja dikapal, bagian upah sesuai dengan lamanja waktu dibajar de ngan uang sampai achir bulan, didalam mana terdjadi kematian- nja, tetapi tidak pernah lebih lama dari pada hari, berachirnja hubungan kerdja menurut persetudjuan. (K. 403, 405, 433). 431. Fatsal 448. Djika hubungan kerdja diadakan untuk waktu tertentu, dan waktu ini habis sedangkan kapal, dimana kelasi be- kerdja, dalam keadaan berlajar, hubungan kerdja berachir dipe- labuhan jang pertama, jang disinggahi oleh kapal dan dimana ada pegawai pendaftar kelasi.
(Dirob : S. 39-546). Fatsal 1603e, f, i, bis ter dan u BW. tidak J berlaku. (K. 401, 433, 451).
-I 432. Fatsal 449. Hubungan kerdja, diadakan dalam pelajaran berachir djika pelajaran, jang mendjadi dasar hubungan selesai.
Disampingnja kelasi, sesudah lampau satu setengah tahun, da- pat mengachiri hubungan kerdjanja dengan menjatakan berhenti ditiap pelabuhan, jang disinggahi kapal dan dimana ada pegawai
) pendaftar kelasi. Dalam menjatakan keluar ia harus memperhati-
kan djangka waktu, jang sepantasnja diperlukan untuk mentjari gantinja dipelabuhan itu.
J ' (Dirob : S. 39-546) Fatsal 1603e, f, i, bis ter dan u BW. tidak berlaku. (K. 401, 405, 433, 451).
434. Fatsal 450. Hubungan kerdja, diadakan untuk waktu tidak
tertentu, tiap (pihak selama waktu kelasi bekerdja dikapal, de-
j ngan menjatakan keluar, dengan memperhatikan djangka waktu
! ' , 121
jang ditentukan untuk itu, dapat diachiri ditiap pelabuhan, dimana kap*al memuat dan menurunkan barang dan dimana ada pegawai pendaftar kelasi. Ketjuali ada persetudjuan tentang djangka waktu jang lebih lama, djangka waktu lamanja tiga kali dua puluh empat djam. (K. 401-1 sub 9c). .
' Djangka waktu pernjataan berhenti bagi pengusaha pelajaran tidak boleh ditentukan lebih pendek dari pada bagi kelasi.
Hubungan kerdja tidak berachir dengan meninggalnja pengu saha pelajaran. Tapi baik para warisnja maupun kelasi wenang untuk mengaehiri hubungan kerdja jang diadakan untuk waktu tertentu dengan pernjataan berhenti seperti diadakan untuk waktu tidak tertentu.
(Dirob : S. 39-546). Fatsal 1603 h, i, i bis, i ter dan k BW. tidak berlaku. (K. 405, 433, 451).
435\ Fatsal 451- Selama kapal dalam pelajaran, dimana kelasi bekerdja, salah satu pihak hanja dapat mengaehiri hubungan ker dja menurut ketentuan dalam fatsal 1603n dari BW pada waktu, kapal berada dipelabuhan. (K. 433, 4492, 450).
433. Fatsal 452. Djika ada persetudjuan, bahwa hubungan ker dja akan berachir pada kembalinja kapal di pelabuhan jang disebut namatfja di Indonesia, pengusaha pelajaran wenang mengachiri'nja disuatu pelabuhan dari mana pelabuhan Indonesia jang disebut, ketjuali dengan kapal terbang, dapat ditjapai dalam tiga kali dua puluh empat djam.
Djika pelabuhan Indonesia, dimana kapal akan kembali, tidal* disebut namanja, pengusaha pelajaran wenang mengaehiri hubung an kerdjanja dipelabuhan dari mana, pelabuhan dimana diadakan persetudjuan kerdja atau djika persetudjuan kerdja diadakan di luar Indonesia, Djakarta dapat ditjapai dengan tjara jang dimak sud dalam ajat pertama. (K. 401).
Ketjuali biaja perdjalanan pengusaha pelajaran harus bajai upah pada kelasi untuk hari2 sesudah hubungan kerdja berachii sampai pada hari berikutnja, kapan ia seharusnja sudah dapat da^ tang ditempat, harus membajar upah sesuai dengan upah berupa uang jang ditentukan dalam persetudjuan kerdja menurut lamanjt waktu, djuga biajanja untuk makan dan djika perlu penginapan
(K. 403). '
Dengan upah berupa uang jang ditentukan menurut lamanjc waktu seperti dalam ajat diatas tidak termasuk premie dan tun- djangan lain, jang berhubungan dengan kerdja lembur jang di- lakukan oleh kelasi atau pekerdjaan chusus dan dengan susunan tudjuan atau muatan chusus dari kapal. (K. 405, 433).
445. Fatsal 452a. Djika pada achir hubungan kerdja dikapa] timbul perselisihan tentang perhitungan, pengusaha pelajaran wa djib pada kelasi sepandjang mungkin memberikan perhitungan se tjara tertulis. Pihak jang lebih dulu minta d^pat pergi ke hakim
) pengadilan keresidenan, jang daerah hukumnja meliputi tempat ka
pal itu atau dibuatnja daftar kelasi, dengan permintaan memeriksa perhitungan dan menetapkannja.
Djika hubungan kerdja berachir diluar Indonesia, tiap pihak dapat untuk mendapatkan putusan sementara, dalam keradjaan di luar Indonesia, minta pada penguasa jang wenang, dan diluar kera djaan pada pegawai kedutaan atau konsulat jang digadji, jang pertama dapat ditjapai. (K. 405 1, 406, 434; Cons. 1 dst.).
446. Fatsal J,52b. Biarpun pelajaran sudah berachir kelasi, jang hubungannja kerdja berachir, harus membantu selama tiga hari kerdja atas permintaan nachoda dalam pembuatan keterangan ka pal. (K. 355).
I 447. Fatsal J/52c. Pengusaha pelajaran untuk tiap hari, djika ia tidak membajar perwira kapal atau pembantu kapal dalam pela- buhan selama bekerdja dikapal atau pada berachirnja hubungan kerdja dikapal, dengan tidak ada alasan sjah, bagian upah jang harus dibajarkan berup’a uang pada saat itu, harus mengganti pada perwira kapal tiga rupiah dan pada pembantu kapal satu setengah
rupiah.
-Fatsal 1602 q BW tidak berlaku. (K. 405).
Fatsal Jf52d. Fatsal 1602 1 dan m BW. tidak berlaku. .
448. Fatsal Jf52e. Para kelasi wadjib membantu membereskan kapal dan muatan. Mereka berhak atas upah luar biasa untuk hari-, selama mereka bekerdja untuk itu.
Djika ada perselisihan tentang upah ditetapkan oleh hakim pengadilan keresidenan, jang daerah hukumnja meliputi tempat di lakukan pemberesan kapal. Dalam keradjaan diluar Indonesia pe- ^ netapan dilakukan oleh penguasa jang wenang dan diluar keradjaan oleh pegawai kedutaan atau konsulat jang digadji, jang pertama dapat ditjapai. (K. 405 i, 406).
449. Fatsal J,52f. Djika suatu kapal, tidak disediakan untuk tu gas penarikan, menarik suatu kapal jang didapati ditengah lautan dalam keadaan jang tidak mempunjai kesanggupan membajar upah pertolongan, biarpun demikian para kelasi berhak atas bagian upah penarikan. Pengusaha pelajaran wadjib memberitahukan pada tiap kelasi, djika dimintanja, sebelum hari bajaran, djumlah uang
se-<, bagai upah penarikan dan pembagiannja setjara tertulis.
Bagian upah penarikan oleh kelasi, djika terdjadi perselisihan, ditetapkan oleh hakim pengadilan keresidenan, jang daerah hu- kumnja meliputi tempat datangnja kapal atau dimana dibuat daf- ta'r kelasi, menurut keadilan. (K. 405 1, 406).
450. Fatsal Jf52g. Djika kapal tenggelam karena ketjelakaan, pe ngusaha pelajaran wadjib pada kelasi, selama ia menganggur ka- renanja, tapi paling lama dua bulan, membajar kerugian sampai
sedjumlah sama dengan bagian upah jar^ ditentukan dalam p e r s e tudjuan kerdja menurut lamanja waktu. Djika uimh seiuruhnja a t a u sebagian tidak ditentukan menurut lamanja waktu, maka h a r u s dibaiar djumlah jang sama dengan upah, jang menurut kebiasaan karena suatu peiljaran dimana kapal
kan upah seluruhnja menurut lamanja waktu, djika timbul pei S a n hakim keresidenan jang daerah hukumnja meliputi tem p a t dTmana dibuat daftar kelasi atau dimana berada kedudukan p e r u - S a n kapal, atau djika kedudukan dari perusahaan kapal b e ra d a dtluar Indonesia hakim pengadilan keresidenan dan ko.a Indonesia dari mana perusahaan kapal dipimpin dan djika tempat sem atjam S T tid a k ada hakim pengadilan keresidenan di Djakarta jang m e -mutuskana ditentukan dengan uang menurut la m a n ja
waktu dalam ajat diatas tidak teimasuk premie dan lain- tundjarig
Tn Ian- berhubungan dengan kerdja lembur jang dilakukan o le h kelasi atau pekerdjaan chusus dan dengan susunan, tudjuan a t a u mÜX a t S g t e rL f menurut ketentuan dalam. fatsal 4 2 ! b e rh a k atas upah, upah ini dikurangkan dari penggantian kerugian ja n g ^ ^ ï a g i S p e n g g a n t i a n kerugian
hadap semua barang bergerak dan tidak b « di maks ud^al Ï Ï ^ pelajaran; hak utama sama tmgkatnja dengan jang dimaksud d a la m
fatsal 1149 dibawah 4e. BW. . , „por>clT10. 0+a„ , Pengusaha pelajaran, jang mengira, bahwa seorang atau b e berapa kelasi tentang tenggelamnja kapal bersalah berat, d a p a t
diika pelaiaran diperintahkan menjelidiki tentang seba b
t e n i e S S . kapal pada hakim pengadilan keresidenan menunda kewadiib^nSa jang dimaksud dalam ajat pertama terhadap b eb e- r a ^ kelasi tertentu, sampai dewan pelajaran memutuskan tentang
sebab ketielakaan. Hakim pengadilan keresidenan dapat berdasar
putusan dewan pelajaran * /TT- aq5 i 406) ^ ^
kewadjibannja “ 3 • berl’aku 1 April 1938 bab 5e dan d e n g a n bab3 berikut 5, BA. 5B, dan 6,. 6
. b a b k e l i m a.
p e n j e w a a n d a n p e m u a t a n k a p a l.
1. p e r a t u r a n umum.
453 Wn+oal / , « Dengan penjewaan dan pemuatan dimaksud p e.
muatan menurut waktu (charter-waktu) dan pemuatan menurut djarak (charter-pelajaran).
Pemuatan menurut waktu ialah persetudjuan, dimana pihak satu (iang menjewakan) mengikat diri menjediakan suatu k a p aj tertentu pada pihak lain (pemuat), untuk kepentingannja
Jergunakan dalam pelajaran dilaut, dengan pembajaran harga di- litung m enurut lam anja waktu. (K. 460 dst., 517 z, 518 dst., 518f,
>33npem uatan menurut djarak ialah persetudjuan dimana. pihak fiance m eniew akan) mengikat diri menjediakan seluruh atau seba- jian&k^pal ja n g ditundjuk pada pihak lain (pem uat), untuk me- igangkut orang atau barang melalui laut dalam satu atau bebe- I p a p e la ja ra n tertentu, dengan pembajaran suatu harga tertentu
antuk pengangkutan tersebut (K. 518h dst., 521, 5o3q dst., S. 53-47, Overgangsbep. fa tsa l o) •
r n Tiap pihak dapat menghendaki, agar mengenai oersetudiuan dibuat akta. A kta ini dinamakan persetudjuan sewa
Spal 9 0 3 4? ! 453, 457, 511; Zegs 23-1°, 31-H -2).
Fntvnl A55 Seorang, jan g mengadakan persetudjuan pe-
muatan ratu k orang lain, djuga terikat pada pihak lain, ketjuali
ia dalam m en °a d a k tn persetudjuan berbuat dalam rangka kekua-
saan ^ang diterimanja dari menjebut orang jang memberi kuasa.
(BW. 1792 d s t , 1806; K. 62 dst., 76 dst.).
W n f q/ï7 hSR D e n g a n p e m i n d a h a n k a p a l p a d a o r a n g l a i n p e r -
e5t6u j r n t e i f t a n
i i j s s i p— w w - i2so-i576; k-
«3)-4<V7 TPnf^n Ji^tl D iika persetudjuan sewa kapal diadakan atas
petundiuk pemuat dapat memindahkan hak dan kewadjibannja de-
yeiunajuK, jjemu „ prriPrahan suratnja pada orang lam.
ngan endosem en sewa kapal dibuat tidak atas petundjuk, u jik a perse j adakan endosemen dan pemindahan surat,
pemuat te‘ al V rerm eSiew akan untuk menaati kewadjiban dari per- s ï ï X a Pn l B ^ S l “ T i T b i s ; K. 110 dst., 174, 176, 191, 454, 506).
4^0 F atsal 458. D jika kapal tidak tersedia pada pemuat pada
, , nkan dalam persetudjuan, ia dapat memutuskan persetud^uan asalkan memberi tahu setjara tertulis pada pihak ja n g f a ^ Ia se-S ’d a t n j a berhak, ketjuali jang menjewakan m embukti- kan‘ b a h w a kelam batannja tidak karena kesalahannja, akan peng- Kan, banwa Keia , n tidak usah diadakan penegoran lebih
da-f X l e t j a r ™ da-f e s S i . (S w . 1238, 1243 dst., 1267; K. 456, 460, 4 63 ).
459. F a tsa l 1/59. Pemuat wenang, sebS ^ . k ^PaI
untuk keperluan tertentu seperti Jallg (ItotU kan dalam charter-
party, suruh m em eriksa atas biajanja oleh seorang atau beberap achli. Para achli diangkat oleh ketua Raad van Justitie ja n g daerah hukumnja m eliputi tem pat kapal berada, sesudah mendengar atau m em anggil dengan tja ra jan g sempurna orang jan g menjewakan atau w akilnja. Pem anggilan ini dilakukan dengan surat tertjatat oleh panitera.
Diluar daerah hukum Raad van Justitie, para ahli diangkat oleh ketua pangadilan keresidenan dan djika ia tidak hadir, berha langan atau sakit oleh kepala pemerintahan * ) setempat jang dae rah hukumnja meliputi tempat kapal tersebut berada. (Bb. 379).
Orang jang menjewakan atau wakilnja wadjib dalam pemerik- saan membantu seperlunja dengan sanctie mengganti kerugian.
Berita dari achli, sepandjang tidak benarnja tidak dapat di- tundjukkan, berlaku antara pihaks dalam persetudjuan pemuatan sebagai bukti dimuka pengadilan tentang keadaan kapal sewaktu diperiksa.
Pemuat harus memberi kerugian pada jang menjewakan, jang karena pemeriksaan dan menderita kelambatan jang disebabkan karenanja, ketjuali dalam pemeriksaan ternjata, bahwa kapal tidak berada dalam keadaan terpelihara baik, tidak diperlengkapi dengan tjukup atau tidak dapat digunakan untuk keperluan seperti jang ditentukan dalam charter-party. (BW. 1244 dst.; K. 342 dst., 359 dst., 460, 470a, 524a, 700; Rv. 215 dst., 316°).