BAB KEEMPAT
5. PENGANGKUTAN BARANG POTONGAN
520g. Fatsal 520g. Dengan pengangkutan bar an potongan di maksud mengangkut barang berdasar persetudjuan jang bukan per setudjuan muatan. .
Terhadap pengangkutan barang potongan, sepandjang tJ^ ak dilakukan dengan kapal jang mempunjai perdjalanan berkala, ber laku peraturan berikut. (K. 453, 466, 517e dst.).
520h. Fatsal 520h. Pengangkut menentukan dimana dan berapa lama kapal berlabuh untuk mengambil muatan. .
Djika waktu berlabuh untuk mengambil muatan tidak di- umumkan lebih dahulu, tiap pengirim, sesudah lampau tiga minggu sedjak barangnja dimasukkan dalam kapal, minta agar kapal be- rangkat, atau, djika pengangkut tidak bersedia, agar b a r a n g - b a r a n g -
nja dibongkar lagi atas biaja pengangkut. (K. 509, 520i).
520i. Fatsal 520L Pengirim harus mendatangkan barang2nja un tuk dimasukkan dalam kapal, segera pengangkut memintanja. Ia tidak wadjib memasukkan barang dalam kapal djika tidak didatang kan pada waktunja, dan berhak atas penggantian kerugian, djika kapal berangkat dengan tidak membawa barang2 tersebut.
Peraturan dalam fatsal 518n-518p djuga berlaku sama. (BW. 1246 dst.; K. 520h, j).
520j. Fatsal 520j. Selama kapal belum berangkat, pengirim da
pat minta penurunan kembali barang2nja dari kapal, asal berangkat-
nja kapal tidak mendjadi terlambat.
Ia harus membajar biaja angkutan semuanja, djuga biaja pe nurunan kembali dari kapal dan penjusunan barang2 muatan lain- nja, djika hal ini diperlukan.
Kerugian, jang timbul pada barang2 muatan lainnja karena penjusunan kembali, ia harus membajarnja. (BW. 1246 dst.; K. 359, 509, 519, 519w, 520h).
520k. Fatsal 520k. Peraturan dalam 519b-519e berlaku sama. (K. 520t).
520 1. Fatsal 520 I. Pengangkut menundjukkan tempat, dimana ka pal membongkar muatan. Ia wadjib menundjukkan tempat pembong karan jang lazim dan mengumumkan kedatangan kapal ditempat nembongkaran dengan tjara menurut kebiasaan. Kewadjiban pengu- rrmman hapus, djika keadaan setempat tidak memungkinkan pengu- muman ini atau djika tidak ada faedahnja. (AB. 15; K. 517i, 518m, 519g, h, i, 520m).
520m. Fatsal 520m. Mulai dengan hari pertama, sesudah pengu- muman, para penerima harus menerima barangs jang diserahkan oleh pengangkut dengan alat pembongkar. Tiap dari mereka harus mulai dengan penerimaan, segera pengangkut siap dengan penjerahan ba rang2 jang disediakan untuknja, dan melandjutkan dengan ketjepatan jang mungkin menurut kepantasan dalam keadaan jang ada, dan kemampuan kapal untuk menjerahkan.
Djika pemberitahuan menurut peraturan dalam ajat terachir dari fatsal duluan tidak terdjadi, penerima harus menerima barang2- nja, segera barang2 tersebut diberikan sebagai penjerahan oleh
ka-pal. .
Djika penerima tidak memenuhi peraturan dalam ajat pertama atau kedua, pengangkut wenang membongkar barang2 dalam kapal- kapal ketjil atau menjimpan dalam tempat simpanan jang sesuai atas biaja dan tanggungan bahaja penerima.
Djika pembongkaran atau penjimpanan termaksud dalam ajat duluan tidak mungkin, nachoda wenang mengangkut terus barang nja. Pembongkaran dan penjimpanan barang dilakukan dipela u - an dimana dapat dilakukan paling tjotjok dalam kapal ketjil atau dalam tempat penjimpanan jang sesuai, semua atas biaja dan tang gungan bahaja penerima.
Dalam hal penjimpanan atau pengangkutan terus pengangkut wadjib memberitahukan dengan setjepatnja pada penerima, ketjua 1 pemberitahuan seperti jang diharuskan dalam fatsal 5201 suda
terdjadi. . .
Pengangkut, jang menggunakan wenang jang diberikan dalam ajat ketiga, wadjib menghentikan pembongkaran atau penjimpanan, djika penerima masih memberitahukan akan menerimanja an mengambil tindakan2 untuk/ melaksanakannja dengan ke jepa an jang semestinja. (BW. 1694 dst, K. 495, 498, 510, 516, 4 J, , , > 519k, 1, m, s, 5201, q, s ) .
520n. Fatsal 520n. Peraturan dalam fatsal 519j, 519n dan 519o berlaku sama. (K. 520s).
520o. Fatsal 520o. Djika dalam kognosemen ditentukan (^ u“ ll®k haria berlabuh. dan hari2 tunggu berlabuh pengangkut ®aru ° mulai dengan pembongkaran, penjimpanan atau pengang u a , -g rus barang2 jang disebut dalam kognosemen, djika sesuda
tersebut lampau baranga semuanja atau sebagiannja masi
dalam kapal. . lcVmh
Djika penentuan djumlah hari2 berlabuh atau hari2 erj dan hari2 tunggu berlabuh berhubungan dengan pembongkaran luruh muatan, maka hari2 berlabuh mulai dengan ^ari Per sesudah hari pengumuman jang ditentukan dalam fatsal 520 . Jl tidak ada pengumuman menurut ajat kedua dari fatsal 520 , berlabuh mulai pada hari pertama sesudah kapal datang.
-I 1 „ O J „ 1 , berhubungan dengan Pe^ ° " 0 karan barang2 jang dioebut dalam kognosemen hari2 b e r l a b u h tidal mulai lebih dulu dari pada hari2, dimana pengangkut sudah siai menjerahkan barang2 tersebut. (K. 504, 519m, t 520q, s).
52Gp. Fatsal 520p. Peraturan, dalam fatsal 519p aja t kedua 519q dan 519r berlaku sama. ( K. 520s). ’
520q. Fatsal 520q. Pemegang kognosemen dimana terdapat ke tentuan tentang djumlah hari2 berlabuh atau hari2 b e r l a b u h dar hari2 tunggu berlabuh, jang berhubungan dengan pem bongkarai
muatan semuanja, sepandjang mereka men°-°-unakan hari2 tunggu berlabuh, bertanggung djawab setjara peroran°-an mengenai uans tunggu berlabuh. Djuga mereka bertanggung djawab setjara per orangan mengenai penggantian kerugian jang dimaksud dalam tat sal 519r, tiap dan mereka selama barang2 jan°- disediakan untuk nja berada dalam kapal. 0
Terhadap satu sama lain mereka wadjib melaksanakan pene rimaan dengan tjara, jang ditundjukkan dalam fatsal 520m- Siapa tidak berbuat demikian, menghalangi orang lain mengambil baiang nja pada waktunja, harus mengganti kerugian oran°- tersebut. (BW 1246 dst., 1278 dst., 1365; K. 519s, 520o,s, 741). &
520r. Fatsal 520r. (Dirob. S. 40-34). Peraturan dalam fatsal 519u 519y, 520, 517s-517u bis berlaku sama. (K. 520t).
520s Fatsal 520s. Djika barang2 diangkut dengan kapal untul melaksanakan persetudjuan muatan dan diberikan kognosemen un tuk barang2 jang dimasukkan dalam kapal, ditanda tangani olel atau atas nama pengusaha pelajaran atau oleh atau atas nam< nachoda, jang tidak, mengenai pembongkaran, menundjuk keperse- tudjuan sewa kapal, berhubung dengan pembongkaran berlaku per- turan dalam fatsal 520n-520q. (K. 321, 331, 341 i, 341d, 504 dst. 511, 518d, k, 519s, 520t).
520t. Fatsal 520t. Fatsal 520k, 520r dan 520s berlaku baik ter hadap pengangkutan melalui laut dari atau kepelabuhan Indonesia
(K. 517d, y, 520f, 533c).
BAB KELIMA B.
TENTANG PENGANGKUTAN ORANG.
(Ditambahkan dengan S. 33-47 jo 38-2, lihat diatas bab 5 Peraturan peralihan fatsal 8. Pengangkutan djemaah hadji ke dai dari Hidjaz, Pelgrimsord, S. 22-698. Pengangkutan pengungsi k(
S. 27-33 fatsal 9. S. 27-34, Schepenbesl. fatsal 64 dst. Peraturan pembatasan dalam pengangkutan dan penurunan dari kapal. Qua rantaine ord. 1 dst., 8 dst., 30-32, 39-41, 43-46; Influenza ord. Untuk sungai2 dan danau2 : K. 748v, Cf. djuga SW. 325, 327).