BAB KEEMPAT
5. PENGANGKUTAN BEBERAPA ORANG
533v. Fatsal 533v. Dalam pengangkutan beberapa orang, sepan djang tidak terdjadi dengan kapal berkala, peraturan2 berikut ber laku. (K. 520g, 533 dst.).
533w. Fatsal 533w. Djika hari berangkatnja kapal tidak diten tukan, pengangkut wadjib sesudah' diadakan persetudjuan pe ngangkutan mulai pelajarannja dalam djangka waktu jang sepan tasnja.
Djika ia tidak menaati kewadjiban ini, pihak lain dapat me- mutuskan persetudjuan. Biaja angkutan jang sudah dibajar harus dibajar kembali. (K. 533h, 741).
533x. Fatsal 533x. (Dirob. S. 40-34). Peraturan dari fatsal 519e, 533g, 533i-533 1, 533m bis, 533s dan 533t berlaku sama.
533y. Fatsal 533y. Djika pelajaran karena tindakan dari jang berwadjib atau karena petjah perang tidak dapat dimulai 'atau tidak dalam djangka waktu sepantasnja, persetudjuan p e n g a n g k u t
an putus.
Djika pelajaran sudah dimulai dan karena salah satu sebab tadi tidak atau tidak dalam djangka waktu sepantasnja dapat di- landjutkan, maka berachirlah pelajaran dipelabuhan, dimana kapal berada atau dipelabuhan jang aman jang terdekat jang dapat di tjapai.
Ajat kedua dan ketiga dari fatsal : 533m berlaku. (K. 367, 369, 419-1 sub 2e, 3e, 5e, 420 3, 4211, 517s, 520a, 533m,u).
533z. Fatsal 533z. Djika para penumpang diangkut dengan ka pal untuk melaksanakan persetudjuan pemuatan dan surat tanda penumpang diberikan oleh atau atas nama pengusaha pelajaran atau oleh atau atas nama nachoda, atau ditanda tangani oleh atau atas nama dari salah satu dari mereka, dalam hubungan antara pengusaha pelajaran atau pengusaha pelajaran dan pemuat pada satu pihak dengan pihak lain dalam persetudjuan pengangkutan dan penumpang pada lain pihak, berlaku peraturan dari paragraf ini. (K 321, 530, 533n, q).
BAB KE ENAM TABRAKAN.
(Dengan S. 33-47 jo. 38-2. bab dibawah ini diadakan untuk mengganti bab keenam jang asli; lihat peraturan peralihan fatsal : 9; K. 752; Aanvaringsregl. S. 14-225; bab 6 berlaku terhadap orang2 Indonesia, lihat S. 33-49).
534. Fatsal 534- Djika terdjadi tabrakan, mengenai kapal laut, pertanggungan djawab tentang kerugian, jang menimpa kapal dan barang atau orang jang berada dikapal, diatur oleh peraturan dari bab ini.
Dengan tabrakan dimaksud beradu atau penjinggungan kapal satu sama lain. (BW. 1365 dst.; K 309 dst., 342-345, 358a, 370, 544, 544a; SW. 196-199, 359 dst., 410, 478, 564, 566; Schepenord. S. 27-33, 22 dst.; S. 15-327, lihat belakang K. 344; Loodsdienstord. S. 27-62).
535. Fatsal 535. Djika tabrakan terdjadi karena kebetulan, djika disebabkan karena adipaksa, atau djika ada ke-ragu2an tentang se- babnja tabrakan, kerugian dipikul oleh pihak jang menderita. (BW. 1245, 1444 dst.).
536. Fatsal 536. Djika tabrakan akibat dari kesalahan dari salah satu kapal jang bertabrak atau kapal lain, pengusaha pelajaran dari kapal, jang melakukan kesalahan, bertanggung djawab terhadap seluruh kerugian. (BW. 1246 dst.; K. 316-l-4e, 320 dst., 342 dst., 373, 539, 742).
537. Fatsal 537. Djika tabrakan akibat dari kesalahan dua pi hak, pertanggungan djawab pengusaha pelajaran dari kapal seim- bang dengan beratnja kesalahan jang dilakukan.
Perimbangan ini ditetapkan oleh hakim, dengan tidak adanja _ pengaduan dari pihak jang menagih penggantian kerugian. Djika' tidak dapat ditetapkan, maka para pengusaha pelajaran bertang- gung djawab sama2.
Djika seorang mati atau luka2, maka tiap2 pengusaha pelajaran bertanggung djawab terhadap pihak ketiga mengenai semua keru- jian jang diderita. Pengusaha pelajaran, jang karenanja memba jar lebih banjak dari pada bagiannja, diperhitungkan dengan tjara, jang ditundjukkan dalam ajat pertama, dapat menagih pada jang lain jang turut bersalah. (BW. 1278 dst.; K. 320, 539, 741-l-4e, 742-1-le).
538. Fatsal 538. Djika kapal ditarik, karena kesalahan jang me- narik bertabrak, disamping pengusaha pelajaran dari kapal terse but, djuga kapal jang ditarik bertanggung djawab setjara perorang an terhadap kerugian, (BW. 1278 dst., K. 534 dst., 539, 565, 741). 539. Fatsal 539. Pertanggungan djawab jang diatur dalam fat sal2 duluan djuga ada, djika tabrakan disebabkan karena kesalahan seorang pandu laut, biarpun penggunaan pandu laut diwadjibkan. (K. 344, 741, S. 15-327, 20-274, lihat bawah K. 344; Loodsdienstord. S. 27-62).
540. Fatsal 5Jt0. Djika kapal, seketika sesudah tabrakan, menu- dju kepelabuhan darurat atau /pelabuhan lain jang aman dan tenggelam sebelum mentjapai tudjuannja, tenggelamnja, ketjuali dibuktikan sebaliknja, dianggap sebagai akibat dan tabrakan. (BW. 1916; K. 534 2).
541. Fatsal 5hl. Pertanggungan djawab pengusaha pelajaran ter hadap kerugian, ditimbulkan karena tabrakan dibatasi sampai djumlah lima puluh rupiah untuk tiap satu meter kubik isi-netto dari kapal ditambah dengan, sepandjang mengenai kapal, jang di- gerakkan- dengan tenaga mesin, untuk menentukan isinja, isi bruto dikurangi dengan ruangan, jang digunakan untuk tenaga penggerak.
rena tabrakanfdjuga terhadaP kerugian, d i11 u tU d ju -ga pertanggun-gan djawabnff ? mg ?J’aw;ab sebaSai P®£gÏÏTi sampai djumlah, tersebut dalam aï t ^eseluruhannja dlba ditentukan dalam fatsal : 476 dan 527. ^
penggantian k e r u g ia n ^ n ^ k ^ 3,1 seba&ai tanggungan P^^an^'se^ sudah mendapat izin dari i?+ US dibaJar dapat dilaksa.na ^ni-a kapal tersebut b e r S a Raad van Justitie> 3**S d i d ^ ^ s ,
Diluar daerah Raari ^ SaTat’ lzin tersebut diminta. , bagai tanggungan pembaSl Ustltie’ Penjitaan terhadap k Pharus dibajar, dapat dilaksanakan<? Penggantian kerugian jan»
sidenan, jang didaerahnia *}gf n lzin hakim Pellga Gï at izin tersebut diminta. kapal tersebut berada pada saa ’
F eIseI 721-727 ^ ■
penjitaan ini. (K. 568^.* 742)6men recbtsvordering berlaku teihadap 543. Fatsal 5Jf3. p enp. 10. gugat menurut pilihanSfa'^ dalam Perkara tabrakan dapat mei 0-
didepan hakim dari tl . . , , wannja dari salah satunia-” 1^ tinggaln3a> atau, djika banjak la-
didepan hakim, ianp- ’a * djadinja tabrakan. aerah hukumnja meliputi tempat
ter-d iter-d e p a n h a k im ter-d ari ff*™,. * t 1 .
d a la m d a f t a r k a p a l; ^ d im a n a k a p a l d a r i l a w a n n j a didaftar
didepan hakim, ianp-
(K. 314, 542. Ro. 116f, 124. hukuim ja kapal tersebut disita. 10-14). ’ Rv- 90’ 3°8 dst., 924, 926, 997; Tbs. 3, 7, Djika' menurut peraturan • • j- , , . iang wenang, penggugatan diini^1? 1 dl1.Indonesia tidak ada hakim
dalam ajat 2e, 3e i ï u 5e ^akim, jang ditundjuk
dering menurut perbedaan jan* ditentukan'dMaïmïïa” (K 568^ ma! djika suatu kapat aki'Lt'cUui't'f' da.lam bab ini berlaku sa-
tidak menaati peraturan undang! ata?,, S d
lain atau terhadap oranga atau barang terhadap suatu kapal bulkan kerugian, biarpun tidak terdiadi S f aida diata®^a
1370 dst.; K. 472; Aanvaringsregl. S. 14-225) (B 544a. Fatsal Beradu atau peniinp-o-,,^ , , j
taku” ga ^ ergerak ata“ tWak b6rgerak P ^ ttw -an ^ u i l^Tb'^ni1
ber-r a n g f T n U ^ ^
W ÏS & S f f Sf P1“ fek
disebabkan karena kesalahan kapal. (BW. 1366^ 1370 1 s t ? K. 742) 168
TENTANG KETJELAKAAN KAPAL, KANDAS DAN . PENEMUAN DILAUT.
(Fatsal dari bab ketudjuh dengan S. 33-47 jo 38-2, mulai ber laku 1 April 1938 disesuaikan dengan peraturan undang2 22 De- sember 1924. (N.S. No. 573). Karena undang2 27 Djuli 1931 (N.S. No. 320), bab VII diperbaharui sama sekali, dengan kepala : „ten tang pertolongan dan penjelamatan kapal” dan berisi fatsal : 545 571. Fatsal2 Indonesia sesuai dengan fatsal Nederland jang sama angkanja seperti jang dirobah dengan undang2 22 Desember 1924, jang dalam garis pinggir dinjatakan dengan penambahan : lama; dalam persesuaian seluruhnja atau sebagian dengan isi fatsal jang sekarang berlaku di Nederland dinjatakan dengan menambah kata2 baru, dengan menghilangkan angka fatsal lama. Bab 7 berlaku ter hadap orang2 Indonesia, lihat S. 33-49).
545. lama. Fatsal 545. Kepada siapapun tidak diizinkan, dengan tidak ada izin dari nachoda, biarpun djuga dengan alasan akan menolong atau menjelamatkan, datang diatas kapal. (BW. 1365; K. 341 i, 341b, 342, 345, 550, 560 dst, 563, 655, 663; S. 1830-5). 546. lama. Fatsal 546. Kapal2 jang kandas atau terdampar dipan- tai daratan dan barang2 jang dapat dipungut dari laut atau dari pantai daratan, tidak boleh diselamatkan atau ditolong oleh siapa pun sadja, ketjuali ada izin untuk itu dari nachoda, djika ia ada. (K. 548 dst, Bb. 379).
547. lama. Fatsal 5Jf7. Djika nachoda, pemilik muatan, atau orang jang mendjualkan ada, kapal dan barang tersebut diatas diserah kan pada putusan mereka, dan oleh penjelamat dengan segera, dan dengan tanggungan jang- tjukup untuk upah pertolongannja, dise- rahkannja. (K. 3 4 1 1, 341b, 342, 345, 452e, 545 dst, 560 dst. ; Bb. 379). 548. lama. Fatsal 548. Mereka jang menahan kapal atau barang jang kandas, diselamatkan atau ditolong, atau atas penagihan dan nachoda, dari orang jang mendjualkan, atau pemilik yiuatan, tidak lekas menjerahkan barang2 tersebut dengan tanggungan jang tju kup, kehilangan semua hak penagihaimja atas upah pertolongan, dan disampingnja harus mengganti semua kerugian jang ditimbu - kan karena penahanan sematjam itu. (BW. 1365 dst.; K. 546, 5boe, 568g).
549. lama. Fatsal 549. Biaja dan biaja angkutan, jang timbul karena pengangkutan barang2 dari tempat simpanan ketempat tu-v djuan, dalam keadaan seperti disebut dalam fatsal duluan, dibajar
oleh mereka jang menerima barang; termasuk tuntutan mereka, djika ada alasannja.
Djika pengusaha pelajaran terhadap kerugian, ditimbulkan ka rena tabrakan, djuga bertanggung djawab sebagai pengangkut, dju ga pertanggungan djawab dalam keseluruhannja dibatasi sampai djumlah, tersebut dalam ajat pertama, ketjuali jang ditentukan dalam fatsal : 476. dan 527. (K. 320 dst., 474, 525; Rv. 316a. dst.). 542. Fatsal 5^2. Penjitaan kapal sebagai tanggungan pembajaran penggantian kerugian jang harus dibajar dapat dilaksanakan, se sudah mendapat izin dari ketua Raad van Justitie, jang didaerahnja kapal tersebut berada pada saat, izin tersebut diminta.
Diluar daerah Raad van Justitie, penjitaan terhadap kapal se bagai tanggungan pembajaran penggantian kerugian jang harus dibajar, dapat dilaksanakan dengan izin hakim pengadilan kere sidenan, jang didaerahnja kapal tersebut berada pada saat, izin tersebut diminta.
Fatsal 721-727 dari reglemen rechtsvordering berlaku terhadap penjitaan ini. (K. 568g. 742).
543. Fatsal 5^3. Penggugat dalam perkara tabrakan dapat meng- gugat menurut pilihannja :
didepan hakim dari tempat tinggalnja, atau, djika banjak la- wannja dari salah satunja;
didepan hakim, jang daerah hukumnja meliputi tempat ter- djadinja tabrakan.
didepan hakim dari tempat dimana kapal dari lawannja didaftar dalam daftar kapal;
didepan hakim, jang didaerah hukumnja kapal tersebut disita. (K. 314, 542. Ro. 116f, 124; Rv. 90, 308 dst., 924, 926, 997; Tbs. 3, 7, 10-14).
Djika menurut peraturan ini di Indonesia tidak ada hakim jang wenang, penggugatan dilakukan dimuka hakim, jang ditundjuk dalam ajat 2e, 3e atau 5e dari fatsal : 99 dari reglemen rechtsvor dering menurut perbedaan jang ditentukan didalamnja. (K. 568j). 544. Fatsal 5J^h Apa jang ditentukan dalam bab ini berlaku sa ma, djika suatu kapal, akibat dari tjaranja berlajar atau karena tidak menaati peraturan undanga tertentu, terhadap suatu kapal lain atau terhadap orang2 atau barang jang ada diatasnja menim- bulkan kerugian, biarpun tidak terdjadi tabrakan. (BW. 1365 dst., 1370 dst.; K. 472; Aanvaringsregl. S. 14-225).
544a. Fatsal 5 Ha. Beradu atau penjinggungan kapal dengan lain barangs bergerak atau tidak bergerak peraturan dari bab ini ber
laku sama. ..
Kapal, jang beradu atau menjinggung kapal lain, jang dite-rangi dengan setjukupnja, jang diikat dengan benda tetap atau dükat ditempat jang se-baik2nja, bertanggung djawab terhadap ke- rus’ian ketjuali ternjata bahwa beradu atau penjinggungan tidak disebabkan karena kesalahan kapal. (BW. 1366, 1370 dst.; K. 742).
TE N T A N G KETJELAKAAN KAPAL, KANDAS DAN . PENEMUAN DILAUT.
(Fatsal dari bab ketudjuh dengan S. 33-47 jo 38-2, mulai ber laku 1 A pril 1938 disesuaikan dengan peraturan undangz 22 De- sember 1924. (N.S. No. 573). Karena undang2 27 Djuli 1931 (N.S. N o. 320), bab VII diperbaharui sama sekali, dengan kepala : „ten tang pertolongan dan penjelamatan kapal” dan berisi fatsal : 545 571. Fatsals Indonesia sesuai dengan fatsal Nederland jang sama angkanja seperti jang dirobah dengan undang2 22 Desember 1924, ja n g dalam garis pinggir dinjatakan dengan penambahan : lama; dalam persesuaian seluruhnja atau sebagian dengan isi fatsal jang sekarang berlaku di Nederland dinjatakan dengan menambah kata2 baru, dengan menghilangkan angka fatsal lama. Bab 7 berlaku ter hadap orang2 Indonesia, lihat S. 33-49).
545. lama. Fatsal 5^5. Kepada siapapun tidak diizinkan, dengan
tidak ada izin dari nachoda, biarpun djuga dengan alasan akan menolong atau menjelamatkan, datang diatas kapal. (BW. 1365; K . 341 l, 341b, 342, 345, 550, 560 dst., 563, 655, 663; S. 1830-5).
546. lama. Fatsal 51/6. Kapal2 jang kandas atau terdampar dipan-
tai daratan dan barang2 jang dapat dipungut dari laut atau dan pantai daratan, tidak boleh diselamatkan atau ditolong oleh siapa pun sadja, ketjuali ada izin untuk itu dari nachoda, djika ia ada. (K. 548 dst., Bb. 379).
547. lama. Fatsal 5^7. Djika nachoda, pemilik muatan, atau orang
jan g mendjualkan ada, kapal dan barang tersebut diatas diserah kan pada putusan mereka, dan oleh penjelamat dengan segera, dan dengan tanggungan jang tjukup untuk upah pertolongannja, dise- rahkannja. (K. 341 i, 341b, 342, 345, 452e, 545 dst., 560 dst.; Bb. 379). 548. lama. Fatsal 5Jf8. Mereka jang menahan kapal atau barang jang kandas, diselamatkan atau ditolong, atau atas p e n a g i h a n dan nachoda dari orang jang mendjualkan, atau pemilik jauatan, tiaa lekas menjerahkan barang2 tersebut dengan tanggungan jang tju kup, kehilangan semua hak penagihaimja atas upah pertolongan, dan disampingnja harus m engganti semua kerugian jang ditimmu- kan karena penahanan sematjam itu. (BW. 1365 dst.; K. 54b, Ob»e,
5 6 8 g ) .
549. lama. Fatsal 5^9. Biaja dan biaja angkutan, jang timbul % karena pengangkutan barang2 dari tempat simpanan ketempat tu
djuan, dalam keadaan seperti disebut dalam fatsal duluan, dibajar oleh mereka jang menerima barang; termasuk tuntutan mereka, djika ada alasannja.
550. lama. Fatsal 550. (Dirob : S. 25-497). Djika kapal atau ba rang2 ditolong, diselamatkan, atau dipungut dilaut, atau dipantai daratan, dengan tidak hadimja nachoda, pemilik muatan, atau orang jang mendjualkan dan tidak dikenal oleh para penjelamat, mereka, dengan setjepatnja, memindahkannja ketempat jang ter- dekat, dan menjerahkan pada pegawai jang ditugaskan oleh atau atas nama Gupernur Djenderal untuk mengurus hal2 tersebut, atau, djika pegawai tersebut tidak ada, kepada pegawai jang ditundjuk oleh kepala pemerintahan setempat.
Djika melanggar, para penjelamat kehilangan upah pertolong- annja, dan harus mengganti kerugian, dengan tidak mengurangi
tuntutan pidana, djika ada alasannja. (K. 549, 552 dst., 556; S. 1856 71 fatsal. 8 ; 1856-73. fatsal. 9 dst.; Bb. 379 421).
„ (1Btf5^asa:r or<^' dalam S. 31-168 jo. 423 fatsal 1, A sub 4o, dalain fatsal 550, ajat pertama dan dalam fatsal 551, 553 dan berikutnja sebagai pengganti : „kepala pemerintahan setempat” dibatja : „asS res dan dalam 551, ajat pertama sebagai gantinja ’’daerah jang dibawah perintah” „daerah dibawah perintahnja” .
„ Putusan dari Gupernur Djenderal 18 Okt. 1937 No. 18, , oJ ™ mulai berlaku menurut fatsal 5 jo. S. 37-572 pada 27 Okt. 1937). jo. 39-287, ditentukan bahwa para pegawai,
jang ditugaskan menurut fatsal 550, ajat pertama dan fatsal 551, ajat pertama dan W.v.K. didaerah pemerintah di Djawa dan Madura
oleh Residen dan dilam tempat oleh kepala pemerintahan d a e r a h ) .
551. lama Fatsal 551. Kapal jang kandas dan terdampar, atau barang2 jang Üïpungut didekat atau diatas pantai daratan, akan, djika tidak ada nachoda, pemilik muatan, atau orang jang men- djualkan, atau djika mereka tidak memutuskan lain, dengan ®e- njampingkan lam2nja mesti ditolong dan diselematkan oleh atau de ngan disaksikan pegawai jang ditugaskan untuk itu, atau djika ia sakit, oleh atau dengan disaksikan oleh seorang pegawai jang di tundjuk oleh kepala pemerintahan setempat (lihat tjatatan dibawah fatsal : 550 W.v.K. jang didaerahnja terdjadi kekandasan atau Pe_ mungutan.
Tapi djika, dalam hal menurut fatsal ini baik karena pertjam- puran barangj atau hal lam tidak ternjata dengan djelas, siapa jang- berhak akan barang2 jang diselamatkan atau dipungut itu, atau tentang itu ada perbedaan paham, penolongan dan penjelamatan harus dilakukan chusus oleh pegawai jang ditentukan atau oleh. pegawai jang ditundjuk oleh kepala pemerintahan setempat (K- 546 dst.; 550, 552 dst.; Bb. 379, 421).
552. lama. Fatsal 552. Djika pegawai jang ditentukan atau di tundjuk mengurus barang jang kandas, tertolong atau dipungut, mereka wadjib membuat daftar inventaris tentang barang2 tersebut dengan baik, dan mereka, dalam penjerahan barang2 tersebut, mem‘ punjai kewadjiban seperti orang2 jang menjelamatkan kapal2 atau
dilaut atau dipantai daratan. Mereka untuk pengawasannja T - . u p a h menurut peraturan jang ditentukan oleh Gupernur
era.i atau akan ditentukan kemudian.
, , ^^aliknja^ para nachoda atau pemilik kapal atau barang ter-naaap pegaw aj2 tersebut, mengenai upah pertolongan, berkewadjiban
terhadap orang2 lain j ang menjelematkan. (K. 550 dst., 554 d s t, 560 dst.; Bb. 2772; upah jang disebut dalam fatsal : 552 1 ditentukan dengan S. 1852-21 pada No. 2. 6% dari harga bruto
barang2 ja n g diurus).
553. lama. Fatsal 553. p ara pegawai tersebut dimuka wadjib, da
lam hala disebut diatas, tentang apa jang diperbuat untuk itu, pa ling larna dalam djangka* dua kali dua puluh empat djam, melapor- kannja pada kepala pemerintahan setempat (lihat tjatatan dibawah fatsal ; 550 W .v.K .). (K. 554 dst. ; Bb. 379).
554. lama. Fatsal 554. Mereka, mengenai barang2, jang tidak di-
minta kembali, dan jang karena mendapat kerusakan, atau karena sifatnja, lekas mendjadi busuk, atau jang djika disimpan tidak dapat d i s a n g s i k a n akan bertentangan dengan kepentingan pemilik- nja, sesudah mendapat kekuasaan dari kepala pemerintahan setem pat (lihat tjatatan dibawah fatsal : 550 W.v.K.) tidak dengan biaja, menjuruh mendjual dengan segera didepan umum dan menurut kebiasaan setempat. (AB. 15; Bb. 379).
555. lama. Fatsal 555. Para pegawai tersebut dimuka setjepat mungkin, sepandjang mereka bertempat tinggal di Djawa dan Ma dura, dalam surat pengumuman pemerintah, dan didaerah luar Djawa dan Madura, dengan tjara jang ditentukan oleh kepala pe- merintahan setempat (lihat tjatatan dibawah fatsal : 550 W.v.K.), dengan menjebut semua merle dan tjiri2, memberitahukan tentang penjelamatan jan g dilakukan, disamping memanggil orang jang me- rasa berhak atas barang2 jang diselamatkan dan ingin memiliki kembali.
Pemanggilan akan diulangi tiga kali, dan dari bulan kebulan. Dalam keadaan disebabkan karena kurang pentingnja barang2 pemanggilan, dengan izin kepala pemerintahan setempat. (lihat tja tatan dibawah fatsal : 550 W.v.K.), dapat ditunda sementara, de ngan maksud menjatukan pengumumannja kemudian dengan lain2 barang dalam satu pemanggilan. (K. 557; Bb. 379, 471).
556. lama. Fatsal 556. Djika seorang dengan kognosemen, atau
lain surat jang sempuma, membuktikan haknja atas barang, me reka, sesu d a h 'mendapat izin dari kepala pemerintahan setempat (li hat tjatatan dibawah fatsal : 550 W.v.K.) tidak dengan biaja, de ngan membajar biaja pertolongan dan biaja2, menjerahkan pada nja.
Djika ada ke-ragu2an tentang hak dari orang jang minta kem- bali, atau ada bantahan dari pihak ketiga, atau ada perselisihan tentang biaja pertolongan dan biaja, pihak2 harus menjelesaikan dengan djalan peradilan biasa; dalam hal belakangan, hakim dapat memerintahkan penjerahan barang2 dengan tanggungan jang tjukup.
(BW. 1830, K. 560 dst.. 515, 568g; Bb. 379).
557. lama. Fatsal 557. Djika, sesudah dipanggil tiga kali, tidak ada orang jang datang untuk meminta barang2 jang diselamatkan atau dipungut, barang2 tersebut, sesudah mendapat izin dari kepala pemerintahan setempat (lihat tjatatan bawah fatsal : 550 W.v.K.) tidak dengan biaja, dapat didjual dimuka umum, dan dari hasilnja, sesudah dikurangi dengan biaja pertolongan dan biaja, dipertang- gung djawabkan pada kepala pemerintahan setempat (lihat tja tatan bawah fatsal : 550 W.v,K.) dan disimpan untuk sementara dalam kas negara.
Pengesahan pertanggungan djawab tidak merugikan jang ber kepentingan jang ingin menggunakan haknja terhadap pertang
gungan djawab tersebut. (K. 555, 558; Bb. 379).
558. lama. Fatsal 558. Djika, dalam djangka waktu sepuluh ta hun, seorang dapat menundjukkan sebagai pemilik dari barang jang diselamatkan, hasilnja akan diberikan padanja.
Djika dalam djangka waktu tersebut, tidak ada orang jang datang, hasil dipandang sebagai barang jang tidak ada pemiliknja.
Barang2 musuh jang dinjatakan tak berpemilik tidak dapat di- minta kembali. (BW. 520, 1126, 1129; K. 555, 5 592).
/
559. lama. Fatsal 559. Suatu hak memiliki oleh pemerintah atas kapal jang terdampar atau kapal jang tertolong atau barang di- pantai daratan tidak dapat dihapuskan. ‘
Peraturan ini tidak menghalangi hak untuk menjatakan kapal2
atau barang2 musuh jang kandas mendjadi barang rampasan. (G. 167; I.S.R. 145; K. 558).
’ (Fatsal : 560-568 diganti dengan fatsal : 560-568 K. berikut dibawah berdasar S. 33-47. jo. 38-2 Perubahan2 kemudian dinjata kan tersendiri).
552 baru. Fatsal 560. Untuk pertolongan, jang diberikan pada kapal jang dalam bahaja, dengan barang2 jang berada dikapal,
muatan dan para penumpangnja, untuk menolong djiwa oranga j ang karam dan untuk menjelamatkan barang2 temuan dilaut dan ba rang2 dari kapal rusak, harus dibajar upah pertolongan.
Ketjuali pihak2 bersetudju lain, djuga, djika pemberian per- t n lo n g a n tidak berhasil baik, harus dibajar upah pertolongan. (K. 3l6-l-3e, 370, 461, 561, 563, 567, 568i, k, 742, 752).
003- baru. Fatsal 561. Upah pertolongan, djika terdjadi perseli- gj^an, ditentukan oleh hakim menurut keadilan.
ggl. lama. Ketjuali pihak2 bersetudju lain, djika pemberian per- i0longan tidak berhasil, pada kapal jang menolong diganti biajanja, ^grugian dan bunganja. (K. 560, 562 dst.; 567, 568b, e, j).
0 3 . baru. Fatsal 562. Upah pertolongan tidak boleh melebihi
jja,rga dari barang2 jang ditolong. (K. 560 dst., 563).
gg5. baru. Fatsal 568. Tiap persetudjuan tentang upah pertolong-
jj( diadakan sewaktu atau dibawah pengaruh bahaja, dapat atas permintaan dari salah satu pihak dibatalkan oleh hakim, atau di- j^bah djika ia beranggapan, bahwa sjarat2 persetudjuan tidak adil.
Se-tidak2nja bahwa persetudjuan tentang upah atas penagihan geperti dimaksud dalam ajat pertama, dapat dibatalkan atau dirobah
0\eh hakim, djika ternjata bahwa persetudjuan dari salah satu pi-
diberikan dibawah pengaruh penipuan atau persembunjian atau jjahwa antara upah jang ditentukan dan djasa jang diberikan tidak ada keseimbangan. (BW. 1321, 1328; K. 560 dst.).
556. baru. Fatsal 56Jf. Para penumpang jang memberi pertolongan pada penumpang2 lain, kapal atau barang tidak berhak akan upah per tolongan, ketjuali mereka memberikan djasa2, jang menurut kepa- tutan tidak semestinja diharuskan melakukannja. (K. 3415, 560 dst., 565).
557. baru. Fatsal 565. Kapal jang menarik tidak berhak akan
upah karena pertolongannja, jang diberikan pada kapal jang ditarik, pada para penumpangnja atau muatannja, ketjuali melakukan djasa2 jstimewa, jang tidak dapat dianggap sebagai pelaksanaan penarik- an. (K. 3415, 538, 560 dst., 564).
558. baru. Fatsal 566. Djika pada suatu kapal, pada para penum pang atau muatannja diberikan pertolongan oleh kapal dari pengu saha pelajaran jang sama, djuga harus diberi upah pertolongan. palam hal ini tiap pihak jang berkepentingan dapat minta penetap- annja oleh hakim, djuga biarpun sudah diadakan persetudjuan ten tang upahnja. Hal jang sama berlaku djika antara para pengusaha pelajaran dari dua kapalvada persamaan kepentingan. (K. 320, 3415, 560 dst.).
559. baru. Fatsal 567. Djika pertolongan diberikan oleh berma-
tjam-matjam orang atau golongan orang jang berbuat tidak tergan- tung satu sama lain, tiap dari mereka berhak atas upah pertolongan dan tiap orang baginja, djika ada perselisihan, dapat minta penetap- an tentang hal itu. (K. 560 dst., 564 dst., 742).
560. baru. Fatsal 568. (Dirob : S. 34-314 jo 38-2). Djika oleh suatu kapal diberikan pertolongan, pengusaha pelajaran, nachoda dan para kelasi, djuga penumpang2 lain, jang turut membantu me®' beri pertolongan, berhak akan upah pertolongan. (K. 320, 341, dst., 393, 452e, f, 560 dst., 564, 568a, c, 742).
561. baru. Fatsal 568a. Pengusaha pelajaran berwenang mengenai upah pertolongan mengadakan persetudjuan atau djika tidak ada persetudjuan minta putusan pengadilan. Persetudjuan jang ia ada- kan mengikat semua orang jang berhak akan upah. Ia wadjib m e » ' beri tahu setjara tertulis djika diminta pada tiap dari mereka ten