• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pekerja Sosial Dalam Perkembangan Di Barat

Pajar Hatma Indra Jaya

C. Pekerja Sosial Dalam Perkembangan Di Barat

Dalam penjelasan di atas diungkapkan bahwa profesi pekerja sosial merupakan profesi yang diperoleh dalam pendidikan formal yang dengan modal ilmu yang dimiliki diharapkan membantu masyarakat dalam mencari pemecahan masalah yang terjadi dalam hubungan manusia, perubahan sosial, pemberdayaan, pembebasan dan perbaikan

Penguatan Landasan Keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam

masyarakat. Sedangkan secara urnum pekerja sosial diartikan sebagai orang yang berusaha untuk melakukan perubahan sosial (practice

trans-formation).85 Sehingga orang sering juga menyebut pekerja sosial sebagai pekerja perubahan sosial. Sementara yang lain menyebutnya sebagai pengembang masyarakat ataupun pengorganisir masyarakat.86

Dari definisi tersebut terlihat bahwa inti pekerja sosial adalah melakukan kerja-kerja perubahan baik untuk tingkat individu, kelom- pok, atau masyarakat. Pendidikan formal merupakan alat agar inter- vensi yang dilakukan memiliki arah yang jelas, berpihak pada masyara-kat dan berlangsung efektif, efisien untuk mewujudkan masyaramasyara-kat yang dicita-citakan (mencapai kesejahteraan sosial/Social Welfare).

Kesejahteraan Sosial (Social Welfare) mempunyai dua makna,

pertama sebagai tujuan dari pekerjaan pekerja sosial atau kondisi

masyarakat yang sejahtera. Kedua diartikan sebagai bidang atau arena atau domain utama seorang pekerja sosial untuk berkiprah.87 Dalam arti kedua ini beberapa orang masih berdebat mengenai hubungan antara pengembangan masyarakat dan kesejahteraan sosial.

Beberapa kelompok mengatakan bahwa Kesejahteraan Sosial merupakan bangunan besar dari pengembangan masyarakat, sehingga pengembangan masyarakat merupakan bagian dari Kesejahteraan Sosial dalam pendekatan makro. Namun terdapat juga kelompok yang beranggapan bahwa pengembangan masyarakat merupakan kerangka besar dari kesejahteraan sosial. Kesejahteraan sosial merupakan cabang

85 Robert Adam, Social Work and Empowerment, (New York: Palgrave Macmillan, 2003), hal. 3.

86 Untuk dua istilah ini orang sering membedakannya, karena pengembang masyarakat bekerja dalam kerangka Community Development (CD) sedangkan pengorganisir masyarakat bekerja dalam kerangka

Community Organiser (CO). Orang sering mengartikan CD dan CO merupakan dua hal yang jauh berbeda. Community Development diartikan sebagai process ofpalnned social change designed to promote the well-being of the population as a whole in conjunction with a dynamic process of economic development. It seeks to create resources for community by linking social with economic developments (Midgley (1995) hal 25). Community Organiser/ zing

diartikan sebagai search for social power and an effort to combat perceived helplessness through learning that what

appears personal is often political.. .Community Organizing creates a capasity for democracy and for sustained social change (dalam Rubin and Rubin (1992), hal 3). Definisi tersebut memberikan tekanan bahwa CO lekat

dengan kerja penguatan organisasi dan politik masyarakat (potensi politik Sumber Daya Manusia/SDM), sedangkan CD lekat dengan teknik-teknik meningkatkan ekonomi masyarakat/ pemberdayaan dengan meningkatkan SDM untuk mengolah Sumber Daya Alam/potensi alam diolah secara maksimal. Dalam Pengembangan Masyarakat Islam keduanya dianggap sebagai unsur yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

87 Edi Soeharto, Pembangunan, Kebijakan Sosial, dan Pekerjaan Sosial, (Bandung: Spektrum Pemikiran, 2005), hal 3.

4 9

Model-Model Kesejahteraan Sosial Islam

dari pengembangan masyarakat dalam level intervensi klinis (mikro). Perdebatan ini tidak lepas dari perkembangan social work di Barat, dimana terjadi pergeseran secara terus menerus-silih berganti mengenai objek kajian intervensi.

Dahulu social work mempunyai intervensi mikro, meso, dan makro. Namun dalam tahap awal berdirinya social work intervensi belum dilakukan secara profesional.88 Pada masa ini social work meng- acu pada sejumlah/ semua pekerjaan (ocupation) yang berbicara tentang masalah sosial, bukan sebagai profesi baru (khusus). Hal ini muncul dalam buku Devine terbitan tahun 1911 berjudul The Spirit of Social Work. Munculnya konsepsi/kata/lembaga social work pertama kali ini di negara Inggris. Dalam perkembangannya social work diekspor ke Amerika.89 Dalam interpretasi penulis juga masuk ke Kanada.

Dalam perkembangan di Amerika intervensi mikrolah yang berkembang dalam kajian social work, sehingga ada orang yang menangkap bahwa social work yang ditafsirkan sebagai Kesejahteraan Sosial hanya bersifat klinis. Konsepsi ini muncul dari buku Mary Rich-mond yang berjudul Social Diagnosis pada tahun 1917. Buku tersebut merupakan buku pertama tentang teori dan metodologi untuk sosial

work. Buku tersebut memberikan teori bagaimana melakukan intervensi

terhadap individu. Tahap ini, tepatnya pada tahun 1920-an diperkuat dengan munculnya teori Sigmund Freud yang menggunakan teori

psikoanalisis untuk melakukan intervensi. Pergulatan pemikiran

intervensi ini memberi kesimpulan bahwa pada awal social work menjadi profesional sangat terpengaruh oleh psikologi.90

Akan tetapi perkembangan paling kontemporer dari social work, yaitu pada tahun 1960, teori-teori sosiologi dimasukkan ke dalam

88 Untuk mendefinisikan kata profesional memang mengandung perdebatan. Di halaman 2 telah dijelaskan bahwa profesional berkaitan dengan pendidikan formal, pendidikan formal dahulu berbeda dengan pendidikan formal saat ini. Kursus ataupun training pada tahun 1800-an sampai 1900-an dapat dikatakan sebagai pendidikan formal. Jika hal ini yang dimaksud maka menurut Dolgoff and Feldstein dalam buku Harper and Row, Undestanding Social Welfere, New York, 1980, hal 233 dan 234 sudah membentuk organisasi yang melakukan training-training. Namun jika yang dimaksud organisasi Social Work yang eksis punya anggaran dasar, etika, dijadikan kiblat oleh banyak asosiasi, saat ini maka baru mulai tahun 1955 sejak berdirinya National Association of Social Work.

q Adam Kuper dan Jesica Kuper, The Social Science Encylopedia, diterjemahkan menjadi Ensiklopedi Umu.-llmu

Sosial, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2000), hal. 1010.

90 Charles H. Zastrow, The Practice of Social Work, (USA: Brooks/Cole Publishing Company, 1999), hal 4-5.

50

Penguatan Landasan Keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam

pendekatan social work. Hal ini karena menyelesaikan persoalan individu tidak dapat diselesaikan tanpa mengetahui atau menyelesaikan persoalan komunitas dan masyarakat Dengan demikian social work kembali lagi memberikan intervensi mikro, makro, termasuk messo. Charles H. Zastrow dalam buku Social Problem: Issues And Solutions (1999) memberikan pemahaman/pendekatan teori-teori sosiologi dari fungsionalis sampai marxist untuk studi social work.91 Dengan demikian

social work-pengembangan masyarakat lekat dengan psikologi praktis

untuk intervensi individul (mikro) dan sosiologi di tingkat intervensi makro. Namun demikian dalam paradigma pengembagan Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, ilmu-ilmu non-sosiologi ataupun non-psikologi terutama ilmu dasar Islam memberi warna Jurusan PMI. Tidak hanya dalam model membaca realitas, intervensi, namun juga dalam kajian nilai.

Secara umum, untuk mengatasi masalah sosial profesi pekerja sosial mempunyai metode penyembuhan sosial (social treatment) yang terdiri dari pendekatan mikro/psikologi praktis dan pendekatan makro/sosiologi praktis. Pendekatan mikro dibagi ke dalam dua metode utama, yaitu terapi perseorangan (casework) dan terapi kelompok

(groupwork). Pada pendekatan makro dibagi kedalam tiga metode utama,

yaitu pengembangan masyarakat (community development) atau juga disebut terapi masyarakat (community work), manajemen pelayanan kemanusiaan (human service manajemen) atau biasa disebut terapi kelembagaan (institutional therapy), dan analisis kebijakan sosial (social

polecy).92 Dapat juga ditambah keahlian community organiser.