• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

6.6 Pekerjaan Bahu Jalan

(1) Uraian

Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan, pengangkutan, pemasangan dan pemadatan bahan untuk bahu pada tanah dasar yang telah disiapkan atau permukaan lainnya yang disetujui dan pelaburan bila diperlukan dimana suatu bahu jalan baru diperlukan sesuai

136

dengan arah dan kelandaian yang ditunjukkan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi Teknik.

(2) Toleransi dari Dimensi

(a) Untuk bahu jalan tanpa penutup, permukaan padat akhir tidak boleh bervariasi 1,5 cm di bawah atau di atas ketinggian rencana, pada setiap titik.

(b) Permukaan akhir dari bahu, termasuk tiap pekerjaan permukaan atau perkerasan lainnya yang akan dipasang di atasnya, tidak boleh lebih rendah 1,0 cm terhadap tepi jalur lalu lintas berbatasan.

6.6.1.2 Material

(a) Umumnya agregat kelas A harus digunakan di bawah bahu yang dilabur atau diaspal.

Agregat kasar yang digunakan untuk bahu harus batu pecah yang dihasilkan dari mesin pemecah batu, dengan ukuran dan gradasi sesuai dengan ketentuan.

6.6.1.3 Pemasangan dan Pemadatan Bahu Jalan

(a) Penyiapan lapangan untuk pemasangan bahan-bahan bahu jalan, termasuk galian dari bahan-bahan yang ada, pencampuran bahan-bahan baru dan lama (dimana hal ini sebelumnya telah disetujui oleh Direksi Teknik), pemotongan tepi perkerasan dari jalur lalu lintas lama, dan penyiapan formasi sebelum bahan-bahan dipasang semuanya harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan.

(b) Pemasangan dan pemadatan bahu jalan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan masing-masing untuk Lapis Pondasi Agregat, Pondasi Jalan Tanpa Penutup, Lapis Resap Pengikat, Laburan Permukaan dan Campuran Aspal Panas.

6.6.2.4 Pengukuran dan Pembayaran

(a) Tidak ada pengukuran atau pembayaran terpisah yang harus dilakukan untuk bahu jalan dalam pasal ini. Penggalian dari bahan yang ada, pemotongan tepi dari jalur lalu lintas hingga bahan yang baik, penyiapan formasi atau tanah dasar, dan pengadaan, pemasangan, pemadatan dan penyelesaian dari bahan-bahan bahu jalan harus dianggap

137

seluruhnya dibayar di bawah mata pembayaran yang berlaku untuk kegiatan-kegiatan dan bahan-bahan yang telah digunakan di dalam pekerjaan.

(b) Pemasokan, pemasangan, pemadatan dan penyelesaian akhir bahu jalan, dan pencampuran material, harus dianggap dibayar seluruhnya menurut Mata Pembayaran Pondasi Agregat atau pondasi jalan tanpa penutup, pemberian lapis resap pengikat dan pelaburan bahu jalan, bila ditentukan dengan pelaburan aspal atau campuran aspal panas harus dianggap seluruhnya dibayar menurut Mata Pembayaran yang bersangkutan.

Satuan pembayaran untuk bahu jalan dengan agregat kelas A adalah meter kubik.

6.7. Perkerasan Berbutir 6.7.1. Lapis Pondasi Agregat 6.7.1.1. Umum

(1) Uraian

Pekerjaan ini harus meliputi pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan dan pemadatan agregat (batu pecah) yang telah digradasi di atas permukaan yang telah disiapkan dan telah diterima sesuai dengan perincian yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan perintah Direksi Teknik, dan memelihara lapis pondasi yang telah selesai sesuai dengan yang disyaratkan. Pemrosesan harus meliputi, bila perlu, pemecahan, pengayakan, pemisahan, pencampuran dan operasi lain yang perlu untuk menghasilkan suatu bahan yang memenuhi persyaratan dari Spesifikasi ini.

(2) Toleransi Dimensi

(a) Permukaan-permukaan lapis pondasi agregat dari semua konstruksi tidak boleh ada yang tidak rata yang dapat menampung air dan semua punggung permukaan-permukaan itu harus sesuai dengan yang tercantum di Gambar Rencana.

(b) Tebal total minimal untuk Lapis Pondasi Agregat tidak boleh kurang dari tebal yang disyaratkan kurang satu sentimeter.

138

(c) Tebal total minimal untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A tidak boleh kurang dari tebal yang disyaratkan kurang satu sentimeter.

(d) Untuk permukaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A untuk lapisan resap pengikat atau pelaburan permukaan, apabila semua bahan yang terlepas dibuang dengan penyikat keras, deviasi maksimum yang diijinkan untuk kerataan permukaan harus satu sentimeter dengan mistar penyipat berukuran tiga meter, diletakkan paralel atau melintang as jalan.

(3) Pelaporan

(a) Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Teknik hal-hal sebagai berikut paling sedikit 21 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk penggunaan yang pertama kalinya dari material yang diusulkan untuk digunakan sebagai Lapis Pondasi Agregat :

(i) Dua contoh masing-masing 50 kg dari bahan, satu ditahan oleh Direksi teknik sebagai rujukan selama masa kontrak.

(ii) Pernyataan perihal asal dan komposisi dari bahan yang diusulkan, bersama dengan hasil pengujian laboratorium yang membuktikan bahwa sifat bahan terpenuhi.

(b) Kontraktor harus mengirim hal berikut dalam bentuk tertulis kepada Direksi Teknik segera setelah selesainya bagian dari pekerjaan sebelum persetujuan dapat diberikan untuk penempatan bahan lain di atas Lapis Pondasi Agregat :

(i) Hasil dari pengujian kepadatan

(ii) Hasil dari pengujian pengukuran permukaan dan data survei yang memeriksa bahwa toleransi yang disyaratkan dipenuhi.

(4) Pembatasan oleh cuaca

Lapis Pondasi Agregat tidak boleh dipasang, dihampar atau dipadatkan sewaktu turun hujan, dan pemadatan tidak boleh dilakukan setelah hujan atau bila kadar air terlalu tinggi.

(5) Perbaikan dari Lapis Pondasi Agregat yang tak memuaskan toleransi yang disyaratkan, atau permukaannya berkembang menjadi tidak rata baik selama konstruksi atau setelah

139

konstruksi, harus diperbaiki dengan menggaru permukaan dan membuang atau menambah bahan sebagaimana diperlukan, yang selanjutnya dibentuk dan dipadatkan kembali.

(a) Lapis Pondasi Agregat yang terlalu kering untuk pemadatan harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang dilanjutkan dengan penyiraman sejumlah air yang cukup dan mencampurnya dengan baik.

(b) Lapis Pondasi Agregat yang terlalu basah untuk pemadatan harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang dilanjutkan dengan pengerjaan berulang-ulang peralatan yang disetujui, dengan selang waktu istirahat dalam cuaca kering. Cara lain bila pengeringan yang memadai tidak dapat diperoleh dengan cara tersebut di atas, Direksi Teknik dapat memerintahkan bahan tersebut dibuang atau diganti seperti bahan kering yang memenuhi.

(c) Perbaikan dari Lapis Pondasi Agregat yang tidak memenuhi kepadatan atau sifat bahan yang dibutuhkan dalam spesifikasi ini harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi Teknik dan dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan yang dilanjutkan oleh pengaturan kadar air dan pemadatan kembali, pemindahan dan penggantian bahan, atau menambah tebal bahan itu.

(6) Pengembalian bentuk menyusul pengujian

Seluruh lubang pada pekerjaan yang telah selesai yang diakibatkan oleh pengujian kepadatan atau yang lainnya harus segera diurug kembali dengan bahan Lapis Pondasi Agregat oleh Kontraktor setelah diperiksa oleh Direksi Teknik dan dipadatkan sehingga persyaratan kepadatan dan toleransi permukaan memenuhi spesifikasi ini.

6.7.1.2 Material

(1) Sumber Material

Material Lapis Pondasi Agregat harus dipilih dari sumber yang disetujui Spesifikasi ini.

(2) Kelas Lapis Pondasi Agregat

140

Ada dua mutu yang berbeda dari Lapis Pondasi Agregat yaitu kelas A dan B.

Umumnya Lapis Pondasi Agregat kelas A ialah mutu lapis pondasi untuk permukaan di bawah lapisan bitumen, dan Lapis Pondasi Agregat kelas B ialah Lapis Pondasi Bawah.

(3) Fraksi Agregat Kasar

Agregat kasar yang tertahan pada ayakan 4,75 mm harus terdiri dari partikel yang keras, awet atau pecahan dari padas atau pecahan dari kerikil. Bahan yang pecah bila berulang-ulang dibasahi dan dikeringkan harus tidak boleh digunakan.

(4) Fraksi Agregat Halus

Agregat halus yang lolos ayakan 4,75 mm harus terdiri dari partikel pasir alami atau pasir pecah serta bahan mineral halus lainnya.

(5) Sifat Material yang Disyaratkan

Lapis Pondasi agregat harus bebas dari benda-benda organis dan gumpalan lempung atau benda yang tidak berguna lainnya dan harus memenuhi gradasi dan sifat-sifat yang diberikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.7 Gradasi Pondasi Agregat Macam

Ayakan (mm)

Persen berat lolos

Klas A Klas B

141 Sumber : Spesifikasi DPU Bina Marga Semarang.

Tabel 4.8 Sifat Pondasi Agregat

Sifat Klas A Klas B

Hasil kali Indek Plastisitas dengan persentase agregat lolos saringan 75 micron.

Sumber : Spesifikasi DPU Bina Marga Semarang (6) Pencampuran Material Lapis Pondasi Agregat

Pencampuran material untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan harus dikerjakan di unit pemecah atau di unit pencampur yang disetujui, menggunakan pengumpan mekanis

142

yang telah dikalibrasi dengan aliran menerus dari komponen campuran dengan proporsi yang benar. Dalam keadaan apapun tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.

6.7.1.3 Pemasangan dan Pemadatan Lapis Pondasi Agregat (1) Penyiapan Formasi untuk Lapis Pondasi

(a) Apabila Lapis Pondasi Agregat akan dipasang pada pekerjaan atau bahu yang ada, semua kerusakan pada perkerasan atau bahu harus diperbaiki, sesuai Spesifikasi ini.

(b) Apabila Lapis Pondasi Agregat akan dipasang pada permukaan tanah dasar atau pondasi bawah yang ada atau yang baru disiapkan, lapisan harus selesai sepenuhnya, sesuai pada lokasi dan jenis lapisan yang terdahulu.

(c) Pada tempat yang telah disediakan untuk pekerjaan bahan Lapis Pondasi Agregat, sesuai dengan ayat (a) dan (b) di atas, harus disiapkan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknik untuk sekurang-kurangnya 100 meter ke depan dari pemasangan lapis pondasi.

Untuk perbaikan tempat-tempat yang kurang dari 100 m panjangnya, seluruh formasi itu harus disiapkan dan disetujui sebelum pondasi baru dipasang.

(2) Penghamparan

(a) Lapis Pondasi Agregrat harus dibawa ke tempat pada bagian jalan sebagai campuran yang merata dan harus dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan. Kelembaban dalam bahan harus tersebar secara merata.

(b) Masing-masing lapisan harus dihampar pada satu operasi pada tingkat yang merata yang akan menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. Bila lebih dari satu lapis akan dipasang, lapis-lapis tersebut harus diusahakan sama tebalnya.

(c) Lapis Pondasi Agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu metoda yang disetujui yang tidak menyebabkan segregasi dari partikel agregat kasar dan partikel agregat halus. Material yang tersegregasi harus diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan bahan yang bergradasi baik.

143

(d) Tebal minimum lapisan gembur untuk setiap lapis konstruksi harus dua kali lipat ukuran terbesar agregat lapis pondasi. Tebal maksimum lapisan gembur tidak boleh melebihi 15 cm, kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Teknik.

(3) Pemadatan

(a) Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, masing-masing lapisan harus dipadatkan menyeluruh dengan peralatan pemadat yang cocok dan memadai yang disetujui oleh Direksi Teknik, hingga kepadatan paling sedikit 100% dari kepadatan kering maksimum.

(b) Direksi teknik boleh memerintahkan bahwa mesin gilas beroda karet digunakan untuk pemadatan lapisan akhir, bila mesin gilas statik beroda baja dianggap mengakibatkan kerusakan atau degradasi berlebihan dari pondasi agregat.

(c) Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang 3%

kurang dari kadar air optimum sampai 1% lebih dari kadar air optimum.

(d) Operasi penggilasan harus dimulai sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang ber-super elevasi, penggilasan harus dimulai pada bagian rendah dan bergerak sedikit demi sedikit kea rah bagian yang tinggi. Operasi penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas mesin gilas menjadi tak tampak dan lapis tersebut terpadatkan merata.

(4) Pengujian

(a) Jumlah dari data pendukung pengujian yang diperlukan untuk persetujuan awal dari bahan akan diuji, paling sedikit contoh yang mewakili dari sumber yang diusulkan, yang dipilih mewakili umur rentang/sebarab dari bahan yang cenderung akan diperoleh dari sumber tersebut.

(b) Menyusul persetujuan mengenai mutu dari bahan Lapis Pondasi Agregat yang diusulkan, seluruh rentang pengujian bahan yang dilakukan selanjutnya harus diulangi atas pertimbangan Direksi teknik, dalam hal tampak perubahan dalam bahan atau dari sumbernya, atau dalam metode produksinya.

144

(c) Kepadatan dan kadar air dari bahan yang dipadatkan harus secara rutin ditentukan.

Pengujian harus dilakukan sampai kedalaman menyeluruh dari lapis tersebut pada lokasi yang ditetapkan oleh Direksi Teknik, tetapi tidak boleh berselang lebih dari 200 meter.

6.7.1.4 Pengukuran dan Pembayaran (1) Cara Pengukuran

(a) Pondasi agregat harus diukur sebagai jumlah meter kubik dari bahan yang dibutuhkan dalam keadaan padat, lengkap ditempat dan diterima. Volume yang diukur harus didasarkan atas penampang melintang yang ditunjukkan pada gambar bila tebal yang diperlukan merata, dan pada penampang melintang yang disetujui Direksi Teknik bila tebal yang diperlukan tidak merata, panjangnya diukur secara mendatar sepanjang sumbu jalan.

(b) Pekerjaan penyiapan dan pemeliharaan tanah dasar yang baru atau pekerjaan yang ada dan bahu jalan dimana Lapis Pondasi Agregat harus dipasang tidak diukur atau dibayar menurut ini, tetapi harus dibayar terpisah dari penawaran yang sesuai untuk penyiapan permukaan jalan dan Pengembalian Kondisi Perkerasan atau Bahu yang ada.

(2) Dasar Pembayaran

Kuantitas yang ditentukan, sebagaiman diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Satuan Kontrak per satuan pengukuran masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan termasuk dalam Daftar Penawaran, yang harganya serta pembayarannya harus merupakan kompensasi penuh untuk pembuatan, pengadaan, penempatan, pemadatan, pengadaan lapis permukaan sementara dan pemeliharaan permukaan untuk lalu lintas, dan biaya lain yang diperlukan atau lazim untuk penyelesaian pekerjaan yang benar dari pekerjaan yang diuraikan dalam Sub bab ini. Satuan Pembayaran untuk Lapis pondasi agregat kelas A dan B adalah dalam meter kubik.

6.8. Perkerasan Aspal

6.8.1 Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat 6.8.1.1 Umum

145

(1) Uraian

Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan Pelaburan Aspal atau Lapisan Campuran Aspal. Pada umumnya Lapis Resap Pengikat harus digunakan pada permukaan yang bukan beraspal (misalnya lapis pondasi agregat/batu pecahan), sedangkan lapis perekat harus digunakan pada permukaan yang beraspal.

(2) Pembatasan oleh Cuaca dan Musim

Lapisan Resap Pengikat harus dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit lembab, dan lapis perekat harus dipasang hanya pada permukaan yang benar-benar kering. Pemasangan Lapis Pengikat atau Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angina kencang, hujan atau akan turun hujan. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi teknik pekerjaan pemasangan Lapisan Resap Pengikat harus dilakukan selama musim kering.

(3) Kualitas Pekerjaan dan Perbaikan dari Pekerjaan yang Tidak Memuaskan

Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapis dan tampak merata, tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya.

Dalam hal Lapis Perekat Permukaan harus mempunyai daya lekat yang cukup pada pengerjaan pelapisan ulang. Untuk penampilan yang kelihatan bintik-bintik dari bahan pengikat yang didistribusi sebagai butir-butir tersendiri boleh diterima untuk Lapis Perekat yang lebih ringan asalkan penampilannya kelihatan rata dan keseluruhan takaran pemakaiannya benar.

Dalam hal Lapis Resap Pengikat, setelah pengeringan selama empat hingga enam jam, bahan pengikat harus meresap ke dalam lapis pondasi, meninggalkan sebagian bahan pengikat untuk menunjukkan bahwa permukaannya berwarna hitam atau abu-abu tua yang merata dan tidak porous. Tekstur untuk permukaan lapis pondasi agregat harus tidak ada genangan atau lapisan tipis bahan pengikat atau bahan pengikat yang bercampur dengan agregat halus yang cukup tebal harus dikikis dengan pisau.

(6) Pelaporan

146

Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan berikut ini kepada Direksi teknik:

(a) Lima meter contoh dari setiap bahan bitumen yang diusulkan oleh Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan dilengkapi dengan sertifikat dari pabrik pembuatnya, diserahkan sebelum konstruksi dimulai. Sertifikat tersebut harus menjelaskan bahwa bahan pengikat untuk Lapis Resap Pengikat atau lapis Perekat.

(b) Harus disiapkan catatan yang memuaskan untuk sertifikat kalibrasi dari semua instrumen dan meteran pengukur dan tongkat celup ukur untuk distributor aspal, dan diserahkan tidak boleh kurang dari 30 hari sebelum pelaksanaan dimulai. Tongkat celup ukur, alat instrument dan meteran ukur harus dikalibrasikan dengan toleransi ketelitian dan tanggal pelaksanaan kalibrasi harus tidak melebihi tiga tahun sebelum pelaksanaan dimulai.

(c) Diagram semprot yang memenuhi ketentuan diserahkan sebelum konstruksi dimulai, supaya pemeriksaan peralatan dapat dilaksanakan.

(d) Catatan-catatan harian untuk pekerjaan pelaburan yang telah dilakukan dan takaran-takaran pemakaian bahan harus memenuhi ketentuan.

(7) Kondisi Pekerjaan

(a) Pekerjaan yang harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memberi ketidaknyamanan yang minimum bagi lalu lintas dan membolehkan lalu lintas satu arah tanpa merusak pekerjaan yang sedang ditangani.

(b) Permukaan-permukaan dari struktur atau pepohonan atau harta benda disamping tempat-tempat kerja harus dilindungi dari kekotoran karena percikan.

(c) Bahan bitumen tidak boleh dibuang ke dalam sembarang selokan atau saluran air.

(d) Kontraktor harus menyediakan dan tindakan pencegahan dan pengendalian kebakaran yang memadai, dan juga pengadaan serta fasilitas pertolongan pertama pada tempat pemanasan.

6.8.1.2 Material

(1) Bahan Lapis Resap Pengikat

147

(a) Bahan aspal untuk Lapis Resap Pengikat harus dari jenis Aspal Semen AC-10 (yang kurang lebih ekivalen Aspal Pen 18/100) atau jenis AC-20 (yang kurang lebih ekivalen dengan Aspal Pen 60/70), mematuhi AASHTO M 226-80, dicairkan untuk minyak tanah.

Perbandingan Kerosene pengencer yang digunakan harus sesuai dengan Petunjuk Direksi Teknik. Kecuali diperintah lain oleh direksi teknik, perbandingan pemakaian minyak tanah pada percobaan pertama harus 80 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal semen (80 pph-kurang lebih ekivalen dengan viskositas aspal cutback hasil kilang jenis MC-30).

(b) Agregat penutup untuk lapis resap pengikat harus dari hasil penyaringan kerikil atau batu pecah, terbebas dari butiran-butiran lemah atau lunak, bahan kohesi atau bahan organik.

(2) Bahan-bahan untuk Lapis Pengikat

Bahan aspal untuk lapis perekat harus salah satu dari yang di bawah ini, seperti yang ditentukan oleh Direksi Teknik :

(a) Salah satu dari jenis aspal semen AC-10 atau AC-20 diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal.

(b) Aspal emulsi yang cepat waktu mengerasnya memenuhi ketentuan AASHTO M 140 atau M 208. Direksi Teknik boleh mengijinkan atau meminta pengenceran emulsi dengan 1 bagian air bersih per liter bagian emulsi.

6.8.1.3 Peralatan

(1) Ketentuan Umum

Perlengkapan yang digunakan oleh Kontraktor harus meliputi sebuah penyapu mekanis dan atau penghembus mekanis, distributor aspal, peralatan untuk memanaskan bahan aspal dan peralatan yang sesuai untuk menyebarkan kelebihan bahan pengikat.

(2) Aspal Distributor-Batang Penyemprot

(a) Distributor harus dipasang pada kendaraan beroda karet dan harus mematuhi semua peraturan keselamatan jalan. Beban pada roda bila dibebani penuh harus tidak boleh

148

melalui ketentuan yang dipersyaratkan pabrik pembuat ban pada saat operasi dengan kecepatan penuh.

(b) Alat penyemprot, harus didesain, diperlengkapi, dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan aspal dengan panas yang merata dapat disemprotkan secara merata pada berbagai variasi lebar permukaan, pada takaran yang terkendali dalam batas 0,15 sampai 2,4 liter/meter persegi.

(c) Distributor harus dilengkapi dengan batang semprot yang mensirkulasikan aspal secara penuh yang dapat diatur ke arah horisontal dan vertikal. Batang semprot harus terpasang dengan jumlah minimum 24 nosel, dipasang pada jarak yang sama 10 + 1 cm. Pipa semprot tangan juga harus dipasang.

(3) Peralatan

Perlengkapan Distributor Aspal harus meliputi sebuah Tachometer (pengukur kecepatan putaran), meteran tekanan, satu tongkat celup yang telah dikalibrasi, sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tangki, dan peralatan untuk mengukur kecepatan pada kecepatan lambat.

(4) Toleransi Peralatan Aspal Distributor

Toleransi ketelitian dan ketentuan-ketentuan jarum baca yang dipasang pada Aspal Distributor dengan batang semprot harus sebagai berikut :

Ketentuan-ketentuan dan toleransi yang benar

- Tachometer pengukur + 1,5% dari skala putaran penuh kecepatan kendaraan sesuai ketentuan-ketentuan BS 3403

- Pengukur suhu + 50C, skala antara 0-2500C - Pengukur Volume + 2% dari total volume tangki

- Tongkat celup nilai maksimum garis skala tongkat celup 50 liter 6.8.1.4 Pelaksanaan Pekerjaan

149

(1) Penyiapan permukaan yang akan disemprot aspal

(a) Apabila pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan yang ada atau permukaan bahu, semua kerusakan perkerasan atau bahu harus diperbaiki

(b) Apabila pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan atau permukaan bahu yang baru, perkerasan atau bahu itu harus telah selesai dikerjakan sepenuhnya.

(c) Permukaan yang akan dilapis itu harus dipelihara menurut standar-standar (a) dan (b) di atas sehingga pekerjaan pelapisan dilaksanakan.

(d) Sebelum penyemprotan aspal dimulai, debu dan bahan kotoran lainnya harus disingkirkan terlebih dahulu dari permukaan dengan memakai sikat mekanis atau semprotan angin atau kombinasi kedua-duanya. Jika pemakaian alat ini tidak menghasilkan permukaan bersih yang rat maka bagian-bagian yang belum bersih harus dibersihkan lagi dengan sapu lidi.

(e) Pembersihan harus dilanjutkan/melewati 20 cm dari tepi bidang yang akan disemprot.

SUHU PENYEMPROTAN

JENIS BAHAN PENGIKAT BATAS PERBEDAAN SUHU SEMPROT

Cut Back-25 bagian kerosin 1100C100C Cut Back-50 bagian kerosin 700C100C Cut Back-75 bagian kerosin 450C100C Cut Back-100 bagian kerosin 300C100C

Aspal emulsi 200C700C

150

Catatan: Tindakan pencegahan untuk keamanan penuh harus dilakukan jika memanaskan aspal cut back yang sesuai dengan dokumen Bina Marga RD 0.3.6 (vol.1) Lampiran E”Langkah – lanhkah Pengamanan dalam Penanganan,Pengangkutan dan Penyimpanan Aspal”

(f) Tonjolan yang disebabkan oleh benda-benda asing lainnya harus disingkirkan dari permukaan memakai penggaruk baja atau dengan cara lainnya yang telah disetujui atau sesuai dengan perintah Direksi Teknik dan bagian yang telah digaruk tersebut harus dicuci dengan air dan disapu.

(g) Untuk pelaksanaan lapis resap pengikat di atas lapis pondasi agregat kelas A, permukaan akhir yang telah disapu harus rata, rapat, bermosaik agregat kasar dan halus, permukaan yang hanya mengandung agregat halus tidak akan diterima.

(g) Untuk pelaksanaan lapis resap pengikat di atas lapis pondasi agregat kelas A, permukaan akhir yang telah disapu harus rata, rapat, bermosaik agregat kasar dan halus, permukaan yang hanya mengandung agregat halus tidak akan diterima.