• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

6.8 Perkerasan Aspal

6.8.1 Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat 6.8.1.1 Umum

145

(1) Uraian

Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan Pelaburan Aspal atau Lapisan Campuran Aspal. Pada umumnya Lapis Resap Pengikat harus digunakan pada permukaan yang bukan beraspal (misalnya lapis pondasi agregat/batu pecahan), sedangkan lapis perekat harus digunakan pada permukaan yang beraspal.

(2) Pembatasan oleh Cuaca dan Musim

Lapisan Resap Pengikat harus dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit lembab, dan lapis perekat harus dipasang hanya pada permukaan yang benar-benar kering. Pemasangan Lapis Pengikat atau Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angina kencang, hujan atau akan turun hujan. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi teknik pekerjaan pemasangan Lapisan Resap Pengikat harus dilakukan selama musim kering.

(3) Kualitas Pekerjaan dan Perbaikan dari Pekerjaan yang Tidak Memuaskan

Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapis dan tampak merata, tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya.

Dalam hal Lapis Perekat Permukaan harus mempunyai daya lekat yang cukup pada pengerjaan pelapisan ulang. Untuk penampilan yang kelihatan bintik-bintik dari bahan pengikat yang didistribusi sebagai butir-butir tersendiri boleh diterima untuk Lapis Perekat yang lebih ringan asalkan penampilannya kelihatan rata dan keseluruhan takaran pemakaiannya benar.

Dalam hal Lapis Resap Pengikat, setelah pengeringan selama empat hingga enam jam, bahan pengikat harus meresap ke dalam lapis pondasi, meninggalkan sebagian bahan pengikat untuk menunjukkan bahwa permukaannya berwarna hitam atau abu-abu tua yang merata dan tidak porous. Tekstur untuk permukaan lapis pondasi agregat harus tidak ada genangan atau lapisan tipis bahan pengikat atau bahan pengikat yang bercampur dengan agregat halus yang cukup tebal harus dikikis dengan pisau.

(6) Pelaporan

146

Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan berikut ini kepada Direksi teknik:

(a) Lima meter contoh dari setiap bahan bitumen yang diusulkan oleh Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan dilengkapi dengan sertifikat dari pabrik pembuatnya, diserahkan sebelum konstruksi dimulai. Sertifikat tersebut harus menjelaskan bahwa bahan pengikat untuk Lapis Resap Pengikat atau lapis Perekat.

(b) Harus disiapkan catatan yang memuaskan untuk sertifikat kalibrasi dari semua instrumen dan meteran pengukur dan tongkat celup ukur untuk distributor aspal, dan diserahkan tidak boleh kurang dari 30 hari sebelum pelaksanaan dimulai. Tongkat celup ukur, alat instrument dan meteran ukur harus dikalibrasikan dengan toleransi ketelitian dan tanggal pelaksanaan kalibrasi harus tidak melebihi tiga tahun sebelum pelaksanaan dimulai.

(c) Diagram semprot yang memenuhi ketentuan diserahkan sebelum konstruksi dimulai, supaya pemeriksaan peralatan dapat dilaksanakan.

(d) Catatan-catatan harian untuk pekerjaan pelaburan yang telah dilakukan dan takaran-takaran pemakaian bahan harus memenuhi ketentuan.

(7) Kondisi Pekerjaan

(a) Pekerjaan yang harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memberi ketidaknyamanan yang minimum bagi lalu lintas dan membolehkan lalu lintas satu arah tanpa merusak pekerjaan yang sedang ditangani.

(b) Permukaan-permukaan dari struktur atau pepohonan atau harta benda disamping tempat-tempat kerja harus dilindungi dari kekotoran karena percikan.

(c) Bahan bitumen tidak boleh dibuang ke dalam sembarang selokan atau saluran air.

(d) Kontraktor harus menyediakan dan tindakan pencegahan dan pengendalian kebakaran yang memadai, dan juga pengadaan serta fasilitas pertolongan pertama pada tempat pemanasan.

6.8.1.2 Material

(1) Bahan Lapis Resap Pengikat

147

(a) Bahan aspal untuk Lapis Resap Pengikat harus dari jenis Aspal Semen AC-10 (yang kurang lebih ekivalen Aspal Pen 18/100) atau jenis AC-20 (yang kurang lebih ekivalen dengan Aspal Pen 60/70), mematuhi AASHTO M 226-80, dicairkan untuk minyak tanah.

Perbandingan Kerosene pengencer yang digunakan harus sesuai dengan Petunjuk Direksi Teknik. Kecuali diperintah lain oleh direksi teknik, perbandingan pemakaian minyak tanah pada percobaan pertama harus 80 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal semen (80 pph-kurang lebih ekivalen dengan viskositas aspal cutback hasil kilang jenis MC-30).

(b) Agregat penutup untuk lapis resap pengikat harus dari hasil penyaringan kerikil atau batu pecah, terbebas dari butiran-butiran lemah atau lunak, bahan kohesi atau bahan organik.

(2) Bahan-bahan untuk Lapis Pengikat

Bahan aspal untuk lapis perekat harus salah satu dari yang di bawah ini, seperti yang ditentukan oleh Direksi Teknik :

(a) Salah satu dari jenis aspal semen AC-10 atau AC-20 diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal.

(b) Aspal emulsi yang cepat waktu mengerasnya memenuhi ketentuan AASHTO M 140 atau M 208. Direksi Teknik boleh mengijinkan atau meminta pengenceran emulsi dengan 1 bagian air bersih per liter bagian emulsi.

6.8.1.3 Peralatan

(1) Ketentuan Umum

Perlengkapan yang digunakan oleh Kontraktor harus meliputi sebuah penyapu mekanis dan atau penghembus mekanis, distributor aspal, peralatan untuk memanaskan bahan aspal dan peralatan yang sesuai untuk menyebarkan kelebihan bahan pengikat.

(2) Aspal Distributor-Batang Penyemprot

(a) Distributor harus dipasang pada kendaraan beroda karet dan harus mematuhi semua peraturan keselamatan jalan. Beban pada roda bila dibebani penuh harus tidak boleh

148

melalui ketentuan yang dipersyaratkan pabrik pembuat ban pada saat operasi dengan kecepatan penuh.

(b) Alat penyemprot, harus didesain, diperlengkapi, dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan aspal dengan panas yang merata dapat disemprotkan secara merata pada berbagai variasi lebar permukaan, pada takaran yang terkendali dalam batas 0,15 sampai 2,4 liter/meter persegi.

(c) Distributor harus dilengkapi dengan batang semprot yang mensirkulasikan aspal secara penuh yang dapat diatur ke arah horisontal dan vertikal. Batang semprot harus terpasang dengan jumlah minimum 24 nosel, dipasang pada jarak yang sama 10 + 1 cm. Pipa semprot tangan juga harus dipasang.

(3) Peralatan

Perlengkapan Distributor Aspal harus meliputi sebuah Tachometer (pengukur kecepatan putaran), meteran tekanan, satu tongkat celup yang telah dikalibrasi, sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tangki, dan peralatan untuk mengukur kecepatan pada kecepatan lambat.

(4) Toleransi Peralatan Aspal Distributor

Toleransi ketelitian dan ketentuan-ketentuan jarum baca yang dipasang pada Aspal Distributor dengan batang semprot harus sebagai berikut :

Ketentuan-ketentuan dan toleransi yang benar

- Tachometer pengukur + 1,5% dari skala putaran penuh kecepatan kendaraan sesuai ketentuan-ketentuan BS 3403

- Pengukur suhu + 50C, skala antara 0-2500C - Pengukur Volume + 2% dari total volume tangki

- Tongkat celup nilai maksimum garis skala tongkat celup 50 liter 6.8.1.4 Pelaksanaan Pekerjaan

149

(1) Penyiapan permukaan yang akan disemprot aspal

(a) Apabila pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan yang ada atau permukaan bahu, semua kerusakan perkerasan atau bahu harus diperbaiki

(b) Apabila pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan atau permukaan bahu yang baru, perkerasan atau bahu itu harus telah selesai dikerjakan sepenuhnya.

(c) Permukaan yang akan dilapis itu harus dipelihara menurut standar-standar (a) dan (b) di atas sehingga pekerjaan pelapisan dilaksanakan.

(d) Sebelum penyemprotan aspal dimulai, debu dan bahan kotoran lainnya harus disingkirkan terlebih dahulu dari permukaan dengan memakai sikat mekanis atau semprotan angin atau kombinasi kedua-duanya. Jika pemakaian alat ini tidak menghasilkan permukaan bersih yang rat maka bagian-bagian yang belum bersih harus dibersihkan lagi dengan sapu lidi.

(e) Pembersihan harus dilanjutkan/melewati 20 cm dari tepi bidang yang akan disemprot.

SUHU PENYEMPROTAN

JENIS BAHAN PENGIKAT BATAS PERBEDAAN SUHU SEMPROT

Cut Back-25 bagian kerosin 1100C100C Cut Back-50 bagian kerosin 700C100C Cut Back-75 bagian kerosin 450C100C Cut Back-100 bagian kerosin 300C100C

Aspal emulsi 200C700C

150

Catatan: Tindakan pencegahan untuk keamanan penuh harus dilakukan jika memanaskan aspal cut back yang sesuai dengan dokumen Bina Marga RD 0.3.6 (vol.1) Lampiran E”Langkah – lanhkah Pengamanan dalam Penanganan,Pengangkutan dan Penyimpanan Aspal”

(f) Tonjolan yang disebabkan oleh benda-benda asing lainnya harus disingkirkan dari permukaan memakai penggaruk baja atau dengan cara lainnya yang telah disetujui atau sesuai dengan perintah Direksi Teknik dan bagian yang telah digaruk tersebut harus dicuci dengan air dan disapu.

(g) Untuk pelaksanaan lapis resap pengikat di atas lapis pondasi agregat kelas A, permukaan akhir yang telah disapu harus rata, rapat, bermosaik agregat kasar dan halus, permukaan yang hanya mengandung agregat halus tidak akan diterima.

(2) Takaran dan Temperatur Pemakaian dari Material Aspal

(a) Kontraktor harus melakukan percobaan lapangan di bawah pengawasan Direksi Teknik untuk mendapatkan tingkat takaran yang tepat dan percobaan tersebut akan diulangi, sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Teknik, bila tipe dari permukaan yang akan dilapisi, atau jenis dari material aspal berubah. Biasanya takaran pemakaian yang akan berada dalam batas-batas sebagai berikut :

- Lapis Resap Pengikat: 0,4 sampai 1,3 liter per meter persegi untuk pondasi kelas A, 0,2 sampai 1,0 liter per meter persegi untuk pondasi tanah semen.

- Lapis Perekat: sesuai dengan jenis permukaan yang akan menerima pelapisan dan jenis bahan pengikat yang akan dipakai.

(b) Jumlah pemanasan yang berlebihan dari yang dibutuhkan atau pemanasan yang berkelanjutan pada temperatur tinggi haruslah dihindari. Setiap material yang menurut pendapat Direksi Teknik telah rusak akibat pemanasan berlebihan harus ditolak dan harus diganti atas biaya Kontraktor.

151

TINGKAT PEMAKAIAN LAPIS ASPAL PELEKAT

(3) Pemasangan Pelapisan

(a) Panjang permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprot harus diukur dan ditandai di atas tanah. Kalau digunakan Lapis Resap Pengikat, batas-batas dari daerah yang akan disemprot harus ditandai dahulu memakai cat benang pembatas.

(b) Bahan aspal yang disemprotkan harus merata di seluruh permukaan. Pemakaian aspal secara merata sesuai jumlah takaran yang telah diperintahkan harus dilaksanakan memakai aspal distributor dengan batang semprot, pengecualian hanya dibenarkan kalu pemakaian aspal distributor tidak memungkinkan pada daerah yang kecil (sempit), dalam hal ini Direksi Teknik menyetujui pemakaian alat semprot tangan.

(c) Bila diperintahkan bahwa penyemprotan aspal sekali jalan harus setengah atau lebih kecil setengah lebar dari permukaan yang akan diselesaikan maka dalam hal diperintahkan demikian, lebar bidang penyemprotan harus dilebihkan 20 cm sebagai bidang tumpang tindih sambungan sisi-sisi jalur. Bidang sambungan memanjang ini harus dibiarkan terbuka dan hanya dapat diberi agregat penutup setelah penyemprotan sekali jalan pada jalur sebelahnya telah selesai dilaksanakan. Hal yang sama, berlaku harus lebih besar daripada lebar yang ditetapkan pada tepi permukaan perkerasan atau tepi dari bahu jalan,

JENIS BAHAN

PENGIKAT

TINGKAT PENYEMPROTAN (permukaan baru/kaya)

liters/sq.m

(permukaan porous/lama) liters/sq.m

Aspal cair(Cut Back) (25:100)

0,15 0,20-0,50

Aspal emulsi 0,25 0,25-0,60

Aspal emulsi (diencerkan 1:1)

0,50 0,50-1,20

152

hal ini dimaksudkan untuk memberi tempat bagi takaran pemakaian aspal pada tepian dimana tak terjadi tumpang tindih pengaspalan.

(d) Alur yang dilindungi/ditutup dengan kertas semen atau bahan sejenisnya yang tidak porous kenyal harus dihampar pada daerah permulaan dan akhir dari permukaan yang akan diaspal. Aliran aspal ke nosel harus dimulai dan dihentikan pada saat memasuki batas pelindung, dengan demikian seluruh nosel bekerja dengan baik pada sepanjang bidang jalan yang akan dilapisi. Lebar kertas pelindung harus sedemikian rupa sehingga sasaran tersebut di atas dapat dicapai.

(e) Harus dipersiapkan cadangan aspal pengikat sebesar 10 persen, atau sesuai dengan yang ditetapkan oleh Direksi teknik, dalam tangki aspal distributor untuk setiap semprotan lari, hal ini dimaksudkan untuk mencegah udara yang terperangkap dalam sistem penyemprotan dan sebagai cadangan untuk pemakaian aspal.

(f) Jumlah pemakaian bahan pengikat (aspal) pada setiap semprotan lari harus segera diukur memakai meteran tongkat celup ke dalam tangki distributor dan dilaksanakan sebelum dan sesudah penyemprotan.

(g) Penyemprotan harus segera dihentikan jika ternyata ada ketidaksempurnaan peralatan semprot pada saat beroperasi dan penyemprotan ulangan sama sekali tidak diperkenankan sebelum diadakan perbaikan alat.

(h) Setelah pelaksanaan penyemprotan bahan resap pengikat, setiap daerah yabg tergenangi bahan pengikat yang berlebihan harus secara menerus didistribusi ulang melintang di atas permukaan yang telah disemprot Untuk tujuan ini boleh dipakai mesin giling roda karet, sikat ijuk atau alat penyapu dari karet.

6.8.1.5 Pemeliharaan dan Pembukaan bagi Lalu Lintas (1) Pemeliharaan dari Lapis Resap Pengikat

(a) Kontraktor harus memelihara permukaan yang telah diberi lapis Aspal Resap Pengikat atau Perekat sesuai standar yang ditetapkan dalam sampai lapisan berikutnya dipasang.

Lapisan berikut tersebut hanya dapat dipasang setelah lapisan pertama dibiarkan untuk beberapa waktu untuk memberi kesempatan terserap dan mengeras secara penuh, hal ini untuk mencegah terjadinya aliran aspal ke permukaan dan pelunakan pada lapis berikutnya.

153

(b) Lalu lintas harus tidak diijinkan melintasi permukaan sampai bahan aspal telah meresap dan mengering, dan tidak akan melekat di bawah beban lalu lintas. Dalam keadaan khusus dimana perlu untuk megijinkan lau lintas melintasinya sebelum waktu tersebut, tetapi dalam segala keadaan tidak boleh lebih awal dari empat jam setelah pemasangan bahan aspal tersebut. Agregat penutup harus disebar dari truk sedemikian agar tidak ada roda yang melindas material aspal basah yang tidak tertutup. Bila pemasangan agregat penutup pada jalur yang sedang dikerjakan yang bersebelahan dengan jalur yang dikerjakan, sebuah alur yang lebarnya paling sedikit 20 cm sepanjang tepi sambungan harus dibiarkan terbuka, atau jika tertutup harus dibuka bila jalur kedua sedang dipersiapkan untuk ditangani, agar memungkinkan tumpang tindih bahan aspal.

(2) Pemeliharaan dari Lapis Perekat

Lapis perekat harus dipasang hanya sebentar sebelum pemasangan lapis aspal berikut diatasnya untuk memperoleh kondisi yang tepat dan kelengketannya lapisan aspal berikut tersebut harus dipasang sebelum lapis pengikat hilang kelengketannya melalui pengeringan yang berlebih, oksidasi, debu yang tertiup atau lainnya. Sewaktu lapis pengikat dalam keadaan tidak tertutup, Kontraktor harus melindunginya dari kerusakan dan mencegah berkontak dengan lalu lintas.

6.8.1.6 Pengendalian Mutu dan Pengujian di Lapangan

(a) Dua liter contoh bahan pengikat leburan permukaan yang telah tercampur harus diambil dari distributor, mulai dari permulaan dan dekat bagian akhir pekerjaan yang dilaksanakan tiap hari.

(b) Aspal distributor harus diperiksa dan diuji sebagai berikut :

(i) Sebelum pelaksanaan pekerjaan penyemprotan pada kontrak tersebut,

(ii) Setiap 6 bulan atau setiap 150.000 liter dari bahan pengikat yang telah disemprotkan oleh distributor, dipilih yang paling sering,

(iii)Apabila distributor mengalami kerusakan atau modifikasi, atau kejadian apa saja yang menurut pendapat Direksi Teknik perlu dilakukan pemeriksaan ulang distributor tersebut.

154

(c) Hasil percobaan ayakan basah dari agregat penutup yang diusulkan untuk dipakai harus dilaporkan kepada Direksi Teknik untuk mendapatkan persetujuan sebelum agregat tersebut digunakan.

6.8.1.7 Pengukuran dan Pembayaran

(a) Kuantitas material aspal yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah liter pada 150C diperlukan untuk memenuhi Spesifikasi dan persyaratan Direksi Teknik, atau haruslah jumlah liter yang sesungguhnya pada 150C yang digunakan dan diterima, yang mana lebih sedikit. Pengukuran volume harus diambil ketika material berada pada temperatur yang merata dalam keseluruhan volume dan bebas dari gelembung udara, kuantitas dari aspal yang digunakan harus ditentukan setelah setiap lintasan penyemprotan.

(b) Setiap agregat penutup yang digunakan harus dianggap termasuk pelengkap dalam pekerjaan untuk memperoleh lapis penyerap yang memuaskan dan harus tidak diukur atau dibayar secara terpisah.

(c) Pembersihan dan persiapan akhir pada permukaan dan pemeliharaan permukaan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang telah selesai, harus dianggap berhubungan dengan pekerjaan untuk pencapaian suatu Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang memuaskan dan tidak boleh diukur atau dibayar secara terpisah.

(d) Dasar Pembayaran Kuantitas sebagaimana ditetapkan di atas harus di bayar seperti ditunjukkan di bawah ini, dimana pembayaran tersebut harus merupakan kompensasdi penuh untuk pengadaan dan pemasangan seluruh material, termasuk agregat penutup dan juga termasuk seluruh buruh, perlengkapan dan perkakas dan pelengkap lainnya yang diperlukan untuk menyelesaikan dan memelihara pekerjaan yang diuraikan dalam Pasal ini.

6.8.2 Campuran-campuran Aspal Panas 6.8.2.1 Umum

(1) Uraian

(a) Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapis perata padat yang awet, pondasi atas lapisan atas pelindung aspal dicampuri pusat pencampur, serta menghampar dan memadatkan campuran tersebut di atas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai

155

dengan persyaratan ini dan memenuhi bentuk sesuai gambar dalam hal ketinggian, penampang memanjang dan melintangnya.

(b) Beberapa campuran dirancang menggunakan prosedur khusus yang diberikan di dalam Spesifikasi ini, untuk menjamin bahwa asumsi rancangan yang berkenaan dengan kadar bitumen efektif minimum, ronggga udara, stabilitas, fleksibilitas dan ketebalan film aspal benar-benar terpenuhi. Dalam hal ini penting diingat bahwa, dalam pembuatan campuran Lataston dan ATB, metode konvensional dalam merancang aspal beton, yang dimulai mendapatkan kepadatan agregat maksimum yang mungkin, tidak boleh digunakan karena pendekatan cara ini pada umumnya tidak akan menghasilkan campuran yang memenyhi Spesifikasi ini.

(2) Jenis Campuran Beraspal (a) Laston (AC)

Laston yang digunakan menurut spesifikasi ini setara dengan Laston (Spesifikasi Bina Marga 13/PT/B 1983) dan digunakan untuk jalan-jalan dengan lalu lintas berat, tanjakan, penemuan jalan dan daerah-daerah lainnya dimana permukaan menanggung beban roda yang berat.

(b) Asphalt Treated Base (ATB) adalah khusus diformulasi untuk meningkatkan keawetan dan ketahanan kelelehan. Penting diketahui bahwa setiap penyimpangan dari spesifikasi ini, khususnya pengurangan dalam kadar bitumen, memungkinkan tidak berlakunya rancangan perkerasan proyek dan memerlukan pelapisan ulang yang lebih tebal.

(3) Tebal Lapisan dan Toleransi

(a) Tebal dari Campuran Aspal yang dihampar harus diamati dengan benda uji inti (cores) perkerasan. Selang antara penghamparan dan lokasi pengambilan benda uji paling sedikit dua buah diambil dengan arah melintang dari masing-masing setengah lebar penampang yang diselidiki dan selang antara potongan melintang ke arah memanjang yang diselidiki tidak boleh lebih dari 200 m, dan harus sedemikian rupa sehingga jumlah total benda uji yang diambil pada setiap segmen yang diukur untuk pembayaran tidak boleh kurang dari batas-batas yang diberikan.

(b) Tebal Campuran Aspal kecuali untuk lapisan perata yang sesungguhnya dipasang di atas setiap bagian dari pekerjaan didefinisikan sebagai tebal rata-rata dari benda-benda uji inti yang diambil dari bagian tersebut.

156

(c) Tebal Campuran Aspal yang sesungguhnya dipasang, harus sama atau lebih besar dari tebal rancangan nominal untuk lapis permukaan dan lapis permukaan yang bersifat sebagai lapisan perata, dan harus sama dengan atau lebih besar dari tebal yang ditentukan.

Dalam beberapa hal, Direksi Teknik atas dasar kerataan perkerasan atau ukuran maksimum atau data rancangan yang lain boleh menyetujui atau menerima tebal rata-rata yang kurang dari tebal rancangan nominal asalkan Campuran Aspal yang dipasang pada ketebalan tersebut baik dalam segala hal lainnya, meskipun begitu sama sekali tidak ada bagian campuran aspal beton yang dipadatkan yang kekurangan ketebalannya melebihi 5 mm dari ketebalan nominal rancangannya.

(d) Untuk semua jenis campuran, yang dibayarkan menurut luas atau volume (dan bukannya berat sesungguhnya dari material yang dihamparkan), berat Campuran Aspal yang benar-benar dipakai harus dipantau oleh Kontraktor dengan menimbang setiap muatan truk pengangkut material yang meninggalkan pusat pencampur. Dalam hal bagian yang manapun yang sedang diukur untuk menentukan pembayarannya, berat material yang benar-benar dihamparkan yang dihitung dari timbangan muatan truk adalah kurang dari ataupun lebih dari lima persen lebih besar dari berat yang dihitung dari ketebalan dan rata-rata kepadatan contoh lapisan (cores), penyelidikan detail belum tentu menghasilkan nilai-nilai baru untuk dimensi geometris yang memastikan jumlah material yang harus dibayar. Meskipun begitu, dalam segala kasus, tak peduli tenggang beratnya dilampaui atau tidak, pembayaran harus didasarkan atas ukuran-ukuran nominal dari lapisan campuran.

(4) Pelaporan

Kontraktor harus melengkapi dengan :

(a) Contoh dari seluruh material yang disetujui untuk digunakan.

(b) Laporan tertulis yang memberikan sifat-sifat hasil pengujian dari seluruh material,

(c) Formula campuran kerja dan data benda uji yang mendukungnya dalam bentuk laporan tertulis,

(d) Pengukuran pengujian permukaan dalam bentuk laporan tertulis,

(e) Laporan tertulis mengenai kerapatan (density) dari campuran-campuran yang dihampar.

157

(f) Data uji laboratorium dan lapangan untuk pengendalian harian dari takaran campuran dan kualitas campuran, dalam bentuk laporan tertulis,

(g) Catatan-catatan harian dari seluruh truk yang ditimbang pada alat penimbang,

(h) Catatan-catatan tertulis dari pengukuran tebal lapisan-lapisan dan dimensi perkerasan.

(5) Pembatasan oleh Cuaca

Campuran hanya bisa dicampur bila permukaannya kering, bila tidak akan hujan dan bila dasar jalan yang sudah disiapkan dalam kondisi memuaskan.

(6) Perbaikan dari Campuran Aspal yang tidak Memuaskan

Lokasi-lokasi dengan tebal atau kepadatan yang kurang dari yang dipersyaratkan atau angka-angka yang disetujui, juga lokasi-lokasi yang tidak memuaskan dalam hal lainnya, tidak akan dibayar sampai diperbaiki oleh Kontraktor. Perbaikan dapat meliputi pembongkaran dan penggantian, penambahan lapisan Campuran Aspal dan atau tindakan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Teknik. Bila perlu telah diperintahkan maka jumlah volume yang diukur untuk pembayaran haruslah volume yang seharusnya dibayar bila pekerjaan aslinya dapat diterima. Tidak ada pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pekerjaan atau volume tambahan yang diperlukan untuk perbaikan.

(7) Pengembalian bentuk Perkerasan setelah Pengujian

Seluruh lubang uji yang dibuat dengan mengambil benda uji inti atau lainnya harus segera ditutup kembali dengan material Campuran Aspal oleh Kontraktor dan dipadatkan hingga kepadatan serta kerataan permukaan sesuai dengan toleransi yang diperkenankan yang dipersyaratkan dalam Pasal ini.

Seluruh lubang uji yang dibuat dengan mengambil benda uji inti atau lainnya harus segera ditutup kembali dengan material Campuran Aspal oleh Kontraktor dan dipadatkan hingga kepadatan serta kerataan permukaan sesuai dengan toleransi yang diperkenankan yang dipersyaratkan dalam Pasal ini.