BAB IV : ANALISIS DATA
METODE PENELITIAN
3. Pertemuan Kelompok
4.3. Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial
4.3.2. Pelaksanaan Sosialisasi Program
Tabel 13. Pertemuan Awal dan Validasi
No Tahun Jumlah Persentase
1 Sangat Efektif 94 36,29
2 Efekfif 165 63,70
3 Ragu-Ragu 0 0
4 Tidak Efektif 0 0
5 Sangat Tidak Efektif
0 0
Total 259 100
Sumber: Kuesioner 2019
Berdasarkan data di atas dijelaskan bahwa pertemuan awal dan validasi berjalan dengan efektif. Hal ini dilihat dari 165 KPM yang menjawab efektif dan ada sebanyak 94 KPM yang menjawab sangat efektif. Proses validasi berjalan dengan baik, walaupun ada beberapa warga yang tidak hadir dan juga ada warga yang bamanya tidak ada tetap hadir dan meminta untuk didaftarkan menjadi KPM. Mereka mengatakan bahwa tidak ada kendala berarti pada saat pelaksanaan validasi. Semua berjalan dengan baik.
Tabel 14. Penjelasan Mengenai Komponen Pendidikan
No Tahun Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 91 35,14
2 Baik 168 64,86
3 Ragu-Ragu 0 0
4 Tidak Baik 0 0
5 Sangat Tidak Baik 0 0
Total 259 100
Sumber: Kuesioner 2019
Tabel 14 menjelaskan bahwa ada sbanyak 168 KPM yang mengatakan bahwa penjelasan mengenai komponen pendidikan sangat baik dan ada sebanyak 91 KPM mengatakan bahwa sosialisasi komponen pendidikan dijelaskan dengan baik. Pendamping menjelaskan bahwa yang termasuk salah satu komponen yang termasuk ke dalam PKH adalah pendidikan. Yang masuk ke dalam komponen pendidikan adalah anak SD, SMP, dan SMA. Belum ada bantuan PKH untuk anak KPM yang sudah masuk ke dalam perguruan tinggi. Pendamping juga menambahkan bahwa anak sekolah wajib hadir 85% di sekolah dan harus menjadi siswa berprestasi di sekolah. Pendamping mengumpulkan raport anak sekolah dan mengatakan bahwa akan melaksanakan verifikasi ke sekolah untuk mengecek kebenaran informasi yang didapat dari KPM. KPM juga harus menggunakan uang PKH untuk membayar uang SPP serta membeli keperluan sekolah lainnya seperti tas, sepatu, buku, dll.
Tabel 15. Penjelasan Mengenai Komponen Kesehatan
No Tahun Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 79 30,51
2 Baik 180 69,49
3 Ragu-Ragu 0 0
4 Tidak Baik 0 0
5 Sangat Tidak Baik 0 0
Total 259 100
Sumber: Kuesioner 2019
Tabel 15 menjelaskan bahwa ada sebanyak 180 KPM yang mengatakan bahwa penjelasan mengenai komponen kesehatan sangat baik dan ada sebanyak 79 KPM mengatakan bahwa sosialisasi komponen pendidikan dijelaskan dengan baik. Pendamping menjelaskan bahwa yang termasuk salah satu komponen yang termasuk ke dalam PKH adalah kesehatan. Dan yang termasuk ke dalam komponen kesehatan adalah ibu hamil dan balita. Pendamping mengatakan bahwa ibu hamil dan balita wajib memeriksa kesehatannya ke fasilitas kesehatan yang ada di daerah tempat tinggal mereka. Ibu hamil wajib memeriksakan kehamilan setiap bulan ataupun minimal sebanyak 4 kali selama masa kehamilan (9 bulan). 1 kali dalam trimester pertama, 1 kali dalam trimester kedua, dan 2 kali dalam trimester ketiga. Dan bagi anak balita yang sudah lewat usianya dari 3 tahun, harus tetap mengukur tinggi badan dan menimbang berat badan karena memang itu sudah menjadi persyaratan peserta PKH.
Tabel 16. Penjelasan Mengenai Komponen Kesejahteraan Sosial
No Tahun Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 98 37,83
2 Baik 161 62,16
3 Ragu-Ragu 0 0
4 Tidak Baik 0 0
5 Sangat Tidak Baik 0 0
Total 259 100
Sumber: Kuesioner 2019
Berdasarkan tabel 16 dijelaskan bahwa ada sebanyak 161 KPM yang mengatakan bahwa penjelasan mengenai komponen pendidikan sangat baik dan ada sebanyak 98 KPM mengatakan bahwa sosialisasi komponen pendidikan dijelaskan dengan baik. Kesejahteraan sosial juga merupakan komponen yang masuk ke dalam PKH. Komponen ini ada sejak tahun 2016. Pendamping juga menjelaskan bahwa yang termasuk dam komponen kesejahteraan sosial adalah lansia dan disabilitas berat.
Tabel 17. Berkas validasi
No Tahun Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 97 37,45%
2 Baik 162 62,54%
3 Tidak Baik 0 0%
4 Sangat Tidak Baik 0 0%
Total 259 100%
Sumber: Kuesioner 2019
Tabel 17 menjelaskan bahwa ada sebanyak 162 KPM yang merasa pendamping sudah menjelaskan dengan baik dan ada sebanyak 97 KPM yang mengatakan bahwa penjelasan mengenai berkas yang harus dibawa pada saat validasi dijelaskan dengan sangat baik oleh pendamping. Adapun berkas yang harus dibawa pada saat validasi adalah, KK, KTP, raport anak sekolah, kartu bantuan lainnya, kartu posyandu, BPJS/ KIS. Banyak calon peserta yang gagal menjadi peserta PKH pada saat validasi bukan karena mereka pindah alamat ataupun tidak memiliki komponen di anggota keluarga mereka, namun karena tidak dapat memenuhi berkas seperti yang ditentukan seperti KK atau KTP. Hal ini karena mereka mengaku bahwa sudah mengurus sejak lama namun belum juga selesai. Bahkan ada pihak terkait yang meminta sejumlah bayaran agar KK atau KTP mereka cepat selesai. Namun karena KPM tidak memiliki uang, maka sampai sekarang mereka tidak memiliki KK atau KTP. Hal ini membuat mereka tidak bisa menjadi peserta PKH. Karena nantinya jika menjadi peserta PKH, bank penyalur akan meminta KK atau KTP agar bisa dibuatkan buku rekening dan
Berdasarkan tabel di atas ada sebanyak 145 KPM yang menjawab penyampaian dari pendamping baik dan ada sebanyak 114 KPM menjawab bahwa penjelasan dari pendamping sudah sangat baik. Ada pula beberapa warga yang mengatakan bahwa setiap cara penyampaian pendamping berbeda-beda, ada yang menjelaskan secara serius, ada yang menggunakan bahasa formal, bahasa sederhana, ada pula yang menggunakan guyonan ketika menjelaskan/
mensosialisasikan tentang PKH. Namun secara keseluruhan semua informasi tentang PKH sudah disosialisasikan dengan baik oleh pendamping.
Tabel 19. Adanya Sesi Tanya Jawab
No Tahun Jumlah Persentase
1 Sangat Efektif 83 32,04
2 Efektif 176 67,95
3 Ragu-Ragu 0 0
4 Tidak Efektif 0 0
5 Sangat Tidak Efektif 0 0
Total 259 100
Sumber: Kuesioner 2019
Berdasarkan tabel 19 ada sebanyak 176 KPM yang mengatakan bahwa ada sesi tanya jawab dan berjalan dengan efektif pada saat sosialisasi PKH dan ada sebanyak 83 KPM yang menjawab sosialisasi berjalan dengan sangat efektif.
Pendamping menjawab semua pertanyaan baik itu dari calon peserta yang namanya ada di validasi, maupun warga yang tidak ada.
Dengan menggunakan skala likert makan didapat hasil seperti ini mengenai: