Raden Mas Said Surakarta
Pemahaman budaya menjadi hal yang tidak dapat terpisahkan dari pembelajaran bahasa. Bahasa dan budaya adalah substansi yang berkaitan satu sama lain seperti dua sisi koin yang tidak mungkin dipisahkan. Dalam pembelajaran BIPA, bukan hanya bahasa Indonesia saja yang diajarkan kepada mahasiswa asing, tetapi juga budaya Indonesia. Andayani dan Gilang (2020) dalam penelitiannya menyatakan bahwa kurangnya pemahaman mahasiswa asing terhadap budaya dapat menghalangi kemampuannya dalam belajar bahasa Indonesia. Dengan demikian, pemahaman mahasiswa asing terhadap budaya Indonesia sangat diperlukan dalam hal ini.
Terdapat banyak cara yang dilakukan mahasiswa asing untuk memahami budaya Indonesia. Misalnya, berteman dengan orang Indonesia, banyak berbicara dengan orang Indonesia, dan tinggal berdekatan dengan orang Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk memahami kebiasaan orang Indonesia. Sejalan dengan hasil penelitian milik (Andayani & Gilang, 2020) bahwa perbedaan latar belakang budaya antara negara asal mahasiswa asing dengan budaya yang ada di Surakarta membuat mahasiswa asing menyesuaikan proses adaptasi budaya. Adaptasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan keakraban dan kedekatan. Keakrabaan dan kedekatan merupakan upaya dalam memahami budaya karena budaya
memiliki konsep yang membutuhkan waktu untuk dapat memahami secara mendalam. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat (Piechurska-Kuciel, 2011: 236) bahwa budaya adalah konsep yang memiliki kompleksitas tinggi dan membutuhkan pemahaman mendalam.
Berdasarkan hasil penelitian terkait pemahaman mahasiswa asing terhadap budaya Indonesia, hampir setiap mahasiswa asing menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan untuk memahami budaya Indonesia adalah dengan berbaur bersama orang Indonesia. Hal tersebut agar mahasiswa asing memperoleh pemahaman dasar secara langsung berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Hasil temuan tersebut sejalan dengan penelitian milik (Eriacho, 2019) dalam Journal of Psychedelic Studies berjudul Considerations for Psychedelic Therapists When Working with Native American People and Communities. Dalam penelitian tersebut (Eriacho, 2019) menjelaskan bahwa berdasarkan latar belakang kesehatan secara akademis, penyedia dan praktisi menjadi efektif ketika bekerja dengan individu dan komunitas asli Amerika, mereka membutuhkan pemahaman dasar tentang konteks filosofis dan sosial masyarakat asli Amerika. Pendekatan harus berbasis budaya dan termasuk tradisi dan budaya penduduk asli Amerika, dan penting untuk mendapatkan pemahaman tentang budaya yang dengannya seseorang akan berinteraksi.
Perbedaan penelitian terletak pada objek dan kajian penlitian.
Peneltitian tersebut berfokus pada budaya yang dimiliki penduduk asli Amerika dengan keyakinan, tradisi, dan bahasa mereka, dengan beberapa sistem kepercayaan umum mendasar yang dimiliki oleh sebagian besar budaya asli Amerika. Selain itu penelitian tersebut menggunakan pendekatan terapis dan praktisi dengan penduduk asli harus menyadari aspek-aspek mendasar dari budaya penduduk asli Amerika. Sedangkan penelitian ini berfokus pada pemahaman budaya Indonesia dalam konteks pembelajaran yakni orang asing sebagai mahasiswa dan di luar pembelajaran yakni orang asing sebagai orang yang tinggal di lingkungan Indonesia.
Penelitian lain yang memiliki relevansi dengan penelitian ini adalah (Andayani & Gilang, 2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman harta budaya mahasiswa asing dan keterampilan bahasa Indonesia mahasiswa yang menggunakan model buku teks pembelajaran integratif lebih tinggi dari buku teks konvensional; (2) pemahaman harta budaya mahasiswa asing dan keterampilan bahasa Indonesia yang memiliki minat belajar tinggi lebih tinggi daripada mahasiswa yang memiliki minat belajar rendah; (3) ada interaksi positif yang signifikan antara model buku teks berbasis pembelajaran integratif dan minat belajar terhadap keterampilan bahasa Indonesia siswa asing di Surakarta.
Persamaan penelitian terletak pada pemahaman budaya Indonesia berdasarkan buku teks. Akan tetapi penelitian tersebut lebih menekankan pada perbandingan pemahaman budaya mahasiswa asing dalam buku teks konvensional dengann buku teks pembelajaran intergratif. Sementara penelitian ini, mengkaji pemahaman mahasiswa asing terhadap budaya Indonesia dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar.
Penelitian lain yang memiliki relevansi dengan penelitian ini adalah (Andayani, 2016) berjudul Improving the Language Skills and Local Cultural Understanding with Integrative Learning in Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages (TISOL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran integratif dapat meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia dan pemahaman tentang khazanah budaya bagi mahasiswa asing dalam mengajar BIPA di Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Persamaan penelitian terletak pada kemampuan pemahaman budaya Indonesia mahasiswa asing. Akan tetapi, penelitian tersebut berfokus pada pembelajaran integratif dalam upaya meningkatkan kemampuan bahasa dan budaya Indonesia. Sementara penelitian ini mengkaji pemahaman budaya Indonesia mahasiswa asing dalam buku anjar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar di UNS dan UIN Raden Mas Said Surakarta.
Pemilihan tempat yang berbeda memiliki alasan bahwa kedua perguruan tinggi tersebut berlatar belakang beda dan memiliki ciri khusus
masing-masing. Mahasiswa asing yang mempelajari bahasa Indonesia di UIN Raden Mas Said Surakarta hampir semuanya berasal dari Thailand Selatan yang mayoritas muslim. Sedangakan mahasiswa asing yang belajar di UPT P2B UNS berasal dari banyak negara, latar belakang, serta budaya yang beragam. Maka, kedua tempat tersebut akan memberikan gambaran pemahaman yang berbeda terkait budaya Indonesia yang dipahami oleh mahasiswa asing.
Pemahaman terkait budaya Indonesia dapat diajarkan melalui materi ajar yang di dalamnya mengintegrasikan bahasa dan budaya. Seperti halnya hasil dari penelitian ini bahwa dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar terdapat materi yang menggambarkan budaya Indonesia. Materi tersebut manjadi bagian dari upaya dalam memberikan pemahaman budaya Indonesia bagi mahasiswa asing. Hal tersebut relevan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh (Nurlina, 2017) dengan judul Budaya Lokal Banyumas dalam Materi BIPA. Hasil penelitian tersebut salah satunya ialah materi BIPA yang bermuatan budaya lokal Banyumas dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan pemahaman budaya. Dengan demikian, jelas bahwa materi ajar yang menyajikan materi budaya dapat membantu mahasiswa asing dalam memahami budaya Indonesia.
Perbedaan penelitian tersebut terletak pada objek budaya yang dikaji.
Apabila penelitian ini melihat materi budaya Indonesia secara umum dalam buku ajar, maka penelitian milik (Nurlina, 2017) hanya fokus pada materi budaya lokal yakni budaya Banyumas. Namun demikian, terdapat relevansi pada hasil penelitian yakni peran materi ajar yang manyajikan budaya Indonesia dapat membantu mahasiswa asing dalam memahami budaya Indonesia.
Penelitian lain yang memiliki relevansi dengan pemahaman budaya Indonesia bagi mahasiswa asing adalah (Murtianis, Andayani, & Rohmadi, 2019a) dalam jurnal Diglosia berjudul Kendala Transfer Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa
kendala dalam mengajarkan budaya Indonesia bagi mahasiswa asing di Universitas Sebelas Maret. Salah satunya adalah adanya keterbatasan pengintegrasian budaya dalam pembelajaran. Dengan demikian, dibutuhkan materi ajar yang di dalamnya menyajikan berbagai budaya Indonesia. Seperti halnya hasil dari penelitian ini yang menunjukkan bahwa buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar memiliki peran dalam membantu pengajar dalam memberikan materi budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman budaya kepada mahasiswa asing melalui buku ajar.
Penelitian lain yang memiliki relevansi dengan penelitian ini adalah milik (Rachman, Andayani, & Suyitno, 2019) dalam International Journal of Educational Research Review dengan judul Cultural Issues in Indonesian Language Learning for Foreign Speakers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan budaya dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) memiliki peran penting. Selain digunakan untuk memperkaya bahan ajar dalam pembelajaran BIPA, konten budaya mampu memperkenalkan identitas budaya Indonesia ke ranah internasional, baik lokal maupun nasional.
Persamaan penelitian terletak pada peran materi budaya dalam pembelajaran BIPA yang dapat membantu mahasiswa asing menguasai dan memahami bahasa dan budaya Indonesia. Apabila penelitian tersebut mengkaji budaya secara umum dalam arti hanya membidik pada peran budaya, maka penelitian ini memberikan hasil terkait pemahaman mahasiswa asing pada budaya Indonesia secara umum dan yang terdapat dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar.
Penelitian lain terkait muatan budaya dalam buku ajar pernah dilakukan oleh (Murtianis, Andayani, & Rohmadi, 2019b) dalam International Journal of Educational Research Review dengan judul Text Book As a Java Culture Recognıtıon Medıa in Indonesıan Learnıng For Foreıgn Speaker (BIPA) in Sebelas Maret University. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar digunakan sebagai perantara pada aspek budaya Jawa yang tidak
mungkin ditunjukkan langsung kepada mahasiswa asing sebagai mata pelajaran pembelajaran BIPA. Budaya Jawa yang disajikan oleh buku ajar dalam pembelajaran BIPA meliputi 1) transportasi tradisional, 2) makanan dan minuman tradisional, 3) seni tradisional, 4) pakaian tradisional, dan 5) kuil kuno di Jawa.
Persamaan penelitian terletak pada buku ajar BIPA yang di dalamnya memuat materi budaya. Akan tetapi, buku yang dikaji berbeda. Selain itu, budaya yang difokuskan pada penelitian tersebut adalah budaya Jawa.
Sementara itu, materi budaya yang dikaji pada penelitian ini adalah budaya Indonesia secara umum. Materi ajar BIPA yang manyajikan budaya Indonesia dapat membantu mahasiswa asing dalam memahami budaya Indonesia.
Penelitian milik (Iskandar, Patak, & Aziz, 2020) memiliki relevansi dengan penelitian ini. Hasil penelitian tersebut memiliki relevansi dengan penelitian ini bahwa bahan ajar yang menyajikan unsur budaya sebagai wujud pengetahuan dan konten pedagogis sangat penting. Hal tersebut dapat menarik minat mahasiswa asing serta memotivasi mereka ketika pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, buku ajar dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa asing.
Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku ajar memiliki peran dalam memberikan pemahaman budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Buku ajar yang di dalamnya terdapat materi budaya dapat membantu mahasiswa asing dalam memahami budaya Indonesia sehingga mereka dapat menguasai bahasa serta budaya Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian (Andayani & Gilang, 2020: 4114) bahwa pemahaman khazanah budaya Indonesia sangat dibutuhkan oleh siapapun yang bersosialisasi di Indonesia sebab pemahaman budaya menjadi satu kesatuan dalam pembelajaran bahasa.
2. Kendala dan Solusi dalam Memahami Budaya Indonesia bagi Mahasiswa