a) Bagi Pengajar BIPA di UNS
Terdapat beberapa upaya yang dilakukan oleh pengajar untuk mengatasi kendala dalam mengajarkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing.
“Misal ada teman yang dari Kamboja yang temannya bisa bahasa Inggris. Nah ini bisa membantu menerjemahkan. Tapi kalau sendiri dan dia tidak bisa sama sekali, usahanya lebih ya, misal di luar kelas atau di luar pembelajaran kita kasih privat.”, (CLHW 05/
BT).
Kendala dalam mengajarkan bahasa adalah bahasa itu sendiri. Hal tersebut dirasakan oleh pengajar BT bahwa terdapat mahasiswa yang hanya bisa berbasa lokal dan tidak menguasai bahasa Inggris. Hal tersebut menjadi kendala dalam mengajarkan bahasa Indonesia.Upaya yang dilakukan oleh BT adalah dengan cara pendekatan teman.
Pengajar BT meminta bantuan kepada mahasiswa asing lain yang sudah mampu berbahasa Indonesia untuk menjelaskan kepada temannya, yakni mahasiswa dari negara yang sama yang hanya bisa berbahasa lokal. Upaya yang dilakukan cukup mampu memberikan pengertian dan pemahaman mahasa siswa asing tersebut ketuka belajar bahasa dan budaya Indonesia.
“Terpaksa memakai google translate perkata dari bahasa Indonesia ke Meksiko.”, (CLHW 03/ NA)
Kendala yang dihadapi pengajar NA adalah sama dengan kendala yang dihadapi oleh BT, yakni kendala bahasa. Terdapat mahasiswa asing yang tidak dapat berbahasa Inggris yang digunakan sebagai bahasa pengantar. Upaya yang dilakukan oleh pengajar NA dalam memberikan pengajaran bahasa dan budaya kepada mahasiswa tersebut adalah dengan cara menerjemahkan perkata melalaui google translate dari bahasa Indonesia ke bahasa asal mahasiswa asing.
Dalam mengajarkan budaya dan bahasa kepada mahasiswa asing tentu saja ada kendala yang harus dipecahkan. Berdasarkan hasil wawancara dengan PD terdapat upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan dalam proses pengajaran BIPA di UPT P2B UNS.
“Ada tantangan terutama menjelaskan supaya benar-benar paham.
Ya harus dengan sabar menjelaskan, bagaimana kalau tetap tidak
paham ya tetap harus dijelaskan besoknya lagi. Sulit sekali ya ketika menjelaskan budaya. Tetapi tetep harus kita jelaskan. Kamar mandi juga harus dijelaskan, ada yang cuci taangan dari kran langsung ke bak air dia mengira di bak air itu air kotor jadi harus dijelaskan itu bukan air kotor itu air bersih cara pakainya harus menggunakan gayung.”, (CLHW 04/ PD).
Kendala yang dihadapi pengajar PD adalah kemampuan mahasiswa asing dalam memahami materi yang disampaikan. Kemampuan mahasiswa asing dalam memahami materi dapat dikatakan lambat.
Target pengajaran yang seharusnya selesai dalam beberapa kali pertemuan tetapi karena mahasiswa asing belum paham akhirnya harus diulang-ulang agar mereka paham. Kesabaran dalam mengajar menjadi bagian dari upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yang dihadapi. Hal tersebut digunakan pengajar PD dalam mengajarkan materi budaya kepada mahasiswa asing adalah dengan penuh kesabaran dan pengulangan materi sampai mahasiswa tersebut paham.
b) Bagi Mahasiswa Asing di UPT P2B UNS
Kendala adalah hal mutlak yang dialami mahasiswa asing dalam memahami bahasa dan budaya Indonesia. Hal tersebut, membuat mereka mencari solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa asing berikut solusi yang mereka lakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi.
“Saya selalu bersama teman-teman dan berbaur dengan orang Indonesia, jadi tidak merasa kesulitan.”, (CLHW 08/ IA).
Berdasarkan hasil wawancara, hal yang dilakukan IA agar mudah memahami bahasa dan budaya Indonesia, IA memilih untuk berbaur dan berteman dengan orang Indonesia. Bagi IA hal tersebut dapat mempermudah dirinya dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
Hal serupa juga dilakukan oleh HG. Berikut hasil wawancara dengan HG mahasiswa asing asal Mesir.
“Mungkin satu bulan yang pertama ada kesulitan. Ini karena semua sesuatu berubah dan aku di tempat baru aku tidak punya keluarga di sana tidak ada teman-teman dan ini pasti susah dan pertama bulan tidak bisa makan. Kalau pertama bulan aku tidak suka makanan atau tidak tahu makanan yang enak dan tidak tahu aku makan di mana. Dan ini sulit sedikit dan akhirnya aku bisa hidup dan merasa nyaman aku sangat suka hidup di Indonesia dan sudah ada banyak teman dan sudah ada ibu kos yang bantu aku dan ada teman-teman dari universitas.”, (CLHW 06/ HG).
Berdasarkan hasil wawancara dengan HG, yang dilakukan agar tidak terus-menerus kesulitan dalam belajar di Indonesia adalah berteman dengan orang Indonesia. Berteman dengan orang Indonesia dapat membantu HG dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
Misalnya, ketika HG kesulitan untuk menentukan makanan Indonesia yang akan dimakan, HG akan bertanya dengan teman-temannya. Hal tersebut dapat membantunya untuk mengenali makanan khas Indonesia.
Hal lain yang dilakukan mahasiswa asing dalam mengatasi kendala adalah dengan mengamati kebiasaan orang Indonesia. Berikut hasil wawancara dengan NR terkait solusi yang dilakukan agar dapat memahami budaya Indonesia.
“Saya sudah belajar dengan melihat mengamati, misalnya tari tapi saya tidak tahu namanya. Saya sudah pernah lihat di ISI Surakarta, melihat wayang, batik. Menurut saya orang Indonesia suka menyanyi.”, (CLHW 07/ NR).
Tidak hanya itu, NR juga berteman dan berkomunikasi dengan orang Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar NR dapat lebih cepat beradaptasi dengan linngkungan orang Indonesia. Tidak hanya itu, NR juga memilih tinggal di asrama yang di dalamnya banyak orang Indonesia. Dengan demikian, NR dapat memahami dan mengerti budaya orang Indonesia. Berikut hasil wawancara dengan NR.
“Berteman, karena saya langsung ikut asrama dan sudah campur masuk ada orang asing di dalam orang asing ada orang Arab ada orang Indonesia. Saya tidak merasa kesulitan Kalau saya tidak tahu saya minta bantu dari orang Arab. Saya tiba-tiba saya sudah bisa sama orang Indonesia. Cuma kalau Anda malu bisa susah kalau Anda tidak malu bisa lancar, malu bertanya malu berkomunikasi.
Kalau saya tidak apa-apa masuk saja. Saya ajak ngobrol, biasanya jalan kaki kalau mau ke kampus ke toko dan ada yang panggil ya namanu siapa sudah sudah lancar dari mana, dan saya juga tanya tanya balik.”, (CLHW 07/ NR).
Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa solusi yang dilakukan mahasiswa asing agar dapat beradaptasi dengan kehidupan orang Indonesia adalah dengan berbaur dan berteman dengan orang Indonesia. Tidak hanya itu, mahasiswa asing juga mengamati kegiatan budaya yang kerap dilakukan oleh orang Indonesia. Hal tersebut dapat membantu mereka dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
b. Kendala dan Solusi dalam Memahami Budaya Indonesia bagi Mahasiswa Asing di UIN Raden Mas Said Surakarta
1) Urgensi Pemahaman Budaya Indonesia Mahasiswa BIPA di UIN