• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMASANGAN PIPA GALVANIS

Dalam dokumen SPESIFIKASI TEKNIS II. REFERENSI (Halaman 160-170)

BAB X.3 SPESIFIKASI TEKNIS KHUSUS

DIAMETER LUAR PIPA POLYVINYL CHLORIDE (PVC)

C.2. PEMASANGAN PIPA

B.2.8. PEMASANGAN PIPA GALVANIS

1. Pipa baja harus dibuat dari pelat atau lembaran baja dan sambungannya menggunakan pengelasan tumpul (arc-welded) atau pengelasan listrik, dikerjakan di pabrik, dites dan dibersihkan.

2. Mutu pelat-pelat baja

Lembaran atau pelat-pelat baja harus mempunyai batas keruntuhan minimum tidak kurang dari 226 N/mmz (2300kg/cm² ).

3. Penyedia jasa harus melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan pemasangan pipa sesuai dengan dokumen pelelangan dan syarat-syarat yang tercantum dalam syarat-syarat teknis pekerjaan ini.

a. Pemeriksaan Sebelum Pemasangan

- Semua pipa dan sambungan-sambungan harus diperiksa dengan teliti terhadap retak-retak dan kerusakan-kerusakan lainnya ketika pipa berada di atas galian, segera sebelum pemasangannya pada posisi terakhir.

- Ujung pipa harus diperiksa secara seksama karena bagian ini yang paling mudah rusak pada waktu pengangkutan. Pipa atau peralatan yang rusak harus diletakkan dekat galian untuk diperiksa oleh Direksi Lapangan/Teknis, yang akan menentukan perbaikan atau dibuang.

b. Pembersihan Pipa

- Semua lepuhan, gumpalan dan bahan lain yang tak berguna harus disingkirkan dari spigot setiap pipa dan bagian luar ujung spigot, dan sebelum pipa dipasang bagian dalam harus diseka sampai bersih, kering dan bebas dari lemak.

- Semua bagian dalam semua pipa yang terpasang, valve dan fitting yang telah terpasang harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari benda asing dan kotoran.

Tindakan pencegahan harus berupa pengguna kain pembersih selama pemasangan dan penyumbatan kedap air semua bukaan/celah di setiap akhir pekerjaan setiap hari.

c. Penurunan Pipa Kedalam Galian

- Peralatan seperti Crane 20-30 ton digunakan untuk memindahkan pipa dari truk.

- Semua pipa, ”Fitting, dan Valve” harus diturunkan kedalam galian satu persatu dengan menggunakan tripod/tackle, handle crane & hoist atau dengan perkakas atau peralatan lainnya yang sesuai, sedemikian rupa untuk mencegah kerusakan pada bahan tersebut maupun lapisan pelindung luar dan dalamnya.

- Bahan tersebut sama sekali tidak diperkenankan dijatuhkan atau dilemparkan kedalam galian.

- Bahan tersebut dengan alasan apapun tidak boleh dijatuhkan atau dilemparkan kedalam galian.

- Jika terjadi kerusakan pada pipa, fitting, valve, atau perlengkapan lain dalam penanganannya, kerusakan tersebut harus segera diberitahukan kepada Direksi Lapangan/Teknis.

Direksi Lapangan/Teknis harus menetapkan perbaikan atau penolakan bahan yang rusak tersebut.

d. Pemotongan Pipa

- Pemotongan pipa untuk menyisipkan ”Tee”, ”Bend” atau ”Valve”

atau tujuan lainnya, harus dilakukan dengan mesin potong yang sesuai dengan cara yang rapih dan baik, tanpa menyebabkan kerusakan pada pipa maupun lapisan pelindung dalamnya dan menghasilkan ujung yang halus pada sudut yang tepat terhadap sumbu pipa.

- Pemotongan pipa baja harus dikerjakan dengan mesin pemotong yang sesuai menghasilkan potongan yang halus pada sudut yang benar atau sudut yang diminta terhadap

sumbu pipa.

- Pemotongan perlu dijaga agar jangan sampai merusak lapisan pelindung luar maupun lapisan pelindung pipa dalam. Ujung potongan pipa yang dipotong tersebut, harus dipotong serong (Beveled) dengan ukuran yang sama sebagaimana yang ditentukan dalam spesifikasi.

- Tidak boleh ada ”fitting” seperti ”Bend”, ”Tee”, dan ”flange dan spigot” dipotong untuk pekerjaan pemasangan pipa, sejauh tidak ada instruksi tertulis yang diberikan kepada penyedia barang/jasa dari Direksi Lapangan/Teknis.

4. Pemasangan Pipa

a. Harus dijaga agar bahan-bahan lain tidak masuk ke dalam pipa ketika pipa diletakkan. Selama pekerjaan berlangsung tidak boleh ada bahan-bahan, peralatan, pakaian atau barang-barang lain yang diletakkan di dalam pipa.

b. Pada waktu peralatan pipa dalam galian, letak akhiran spigot harus tepat dengan bell dan dipasang dengan sudut yang benar. Pipa harus terletak dengan betul dan timbunan harus dipadatkan kecuali pada bagian bell. Harus dijaga agar kotoran tidak masuk ke dalam ruang antara sambungan.

c. Jika pasangan pipa berhenti pada suatu saat, ujung pipa harus ditutup dengan bahan yang disetujui oleh Direksi Lapangan/Teknis.

5. Jenis dan Macam Sambungan.

Penyambungan pipa baja dan aksesoris untuk sambungan secara mekanis dilaksanakan sesuai dengan SNI 19-6782-2002, dan penyambungan dengan cara sambungan las dilaksanakan sesuai dengan SNI 03-6405-2000;

a. Flange

• Sebelum dipasang flanges pipa

dibersihkan permukaannya, kemudian dipasang dan dibaut dengan putaran secukupnya.

• Sebelum pekerjaan pembautan, semua

baut dan mur harus diberi gemuk dengan sempurna.

• Baut-baut harus dikunci dengan kunci-kunci khusus sehingga dapat menjamin Baut-baut harus dikunci dengan kunci-kunci khusus sehingga dapat menjamin kesamarataan baut-baut pipa dengan kedudukan flens pipa, sehingga terdapat tekanan yang sama pada seluruh permukaan dari flens

b. Pengelasan

• Sebelum pengerjaan pengelasan, permukaan alur harus dibersihkan dari debu, tanah dan karat dengan menyikat dan mengasah (grinding).

• Bilaa pipa akan dipotong di lapangan, lapisan pelindung dalam maupun lapisan pelindung luar pada kedua ujung pipa, harus dikupas minimum 10 cm, kemudian ujung pipa dibuat alur sebagaimana yang ditentukan.

• Fitting tidak boleh dipotong di lapangan.

• Alas pengelasan dan kecepatan harus dijaga selama pekerjaan pengelasan, harus terus menerus (berlanjut) dari bagian dasar ke bagian atas pinggiran pipa.

• Bila pengelasan dilakukan di lapangan, Penyedia barang/ jasa harus memperhatikan keadaan cuaca seperti hujan, temperatur, kelembaban dan angin.

• Pekerjaan tidak boleh dilakukan dalam kondisi hujan tanpa perlindungan atau persetujuan dari Direksi Lapangan/ Teknis.

• Permukaan hasil pengelasan harus seragam tanpa ada sempalan yang berlebihan, tumpang tindih dan ketidak rataan

• Pengelasan pipa baja di lapangan harus disesuai dengan persyaratan yang ditentukan berikut ini. Hal-hal yang tidak dijelaskan dalam spesifikasi ini, mengacu pada standar ataupun pedoman (code) berikut ini.

- Codes of Japanese Waterworks Steel Pipes Manufactures Association (WSP).

- Codes of Welding Engineering Standard (WES), Japan

• Bila pengelasan dilakukan dalam galian, galian harus dilebarkan dan dibuat lebih dalam agar memungkinkan pengelasan sebagaimana diminta.

• Pengelasan yang diminta oleh pengguna barang/ jasa harus diuji dengan cara pengujian hasi pengelasan yang umum dipakai.

• Untuk jembatan pipa, harus diuji sepanjang seluruh pinggiran setiap sambungan, dengan cara pengujian radiografi kecuali ditentukan lain.

• Penyambungan dengan pengelasan harus dilakukan baik dengan sambungan dengan las tumpul tunggal (singgle-welded butt joint) atau las-tumpul ganda (double-welded butt joint) sesuai yang ditentukan.

• Penyedia Jasa harus memasukkan pengalaman dan kualifikasi juru las yang diusulkan untuk persetujuan pengguna barang/

jasa atau konsultan pengawas.

• Juru las tersebut harus memiliki pengalaman dan kualifikasi yang cukup bagi pekerjaan pengelasan, dan memegang sertifikat atau ijazah yang dikeluarkan oleh badan berwenang.

• Batang las harus sesuai persyaratan yang ditentukan dalam JIS Z 3211 dan 3212 atau yang memiliki kuat tarik yang setara atau lebih baik dari logam dasar bahan pipa.

• Batang las yang menyerap lengas (moisture) tidak boleh digunakan dan tingkat lengas harus lebih kecil dari 2,5 % untuk batang yang diiluminasi (illuminated rod) dan 0,5 % untuk batang yang hydrogennya rendah (low hydrogenous rod).

• Mesin las, harus mesin pengelasan busur nyala (Arc Welding Machine) dengan arus AC atau pengelasan busur nyala DC, sebagaimana yang ditentukan dalamJIS C 9301 atau pada standar yang lain yang ditentukan oleh pengguna barang/jasa atau konsultan pengawas.

• Ujung pipa seluruhnya harus mempunyai alur menyudut/ serong (bewel) yang sesuai sebelum pengelasan. Kecuali ditentukan lain atau disetujui oleh pengguna barang/

jasa atau konsultan pengawas, alur tersebut harus dibuat pada bagian permukaan luar (exterior) untuk pipa dengan diameter 700 mm dan yang lebih kecil dan pada permukaan dalam (interior) untuk pipa dengan diameter 800 mm dan yang lebih besar.

===SAMPAI SINI====

D. AKSESORIS

2.1. Ruang Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan Assesories dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan pada IPA struktur baja yang meliputi:

1) Pengadaan

2) Pengangkutan ke lapangan

3) Pemasangan di lapangan

2.2. Penyedia barang/ jasa harus menyediakan assesories dari semua material sebagaimana dirinci disini dan ditunjukkan dalam daftar kuantitas bahan. Semua pipa, fitting, valve dan perlengkapan lainnya harus sesuai untuk pemakaian di daerah tropis, beriklim lembab dan bersuhu udara 32 oC.

2.3. Penyedia barang/ jasa harus menyediakan Sertifikat Jaminan Barang dari pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Penyedia barang/ jasa juga harus menyampaikan tentang laporan hasil uji kimiawi dan fisik yang telah dilakukan di pabrik, serta melakukan pengujian setelah pipa dikirim dan sampai di lokasi.

2.4. Type dan jenis assesories:

1) Spesifikasi flange, bilind flange, elbow/ reducer/ tee dan flange adaptor sesuai tabel dibawa:

Spesifkasi Assesories Flange

➢ Material flange Steel

➢ Standard Presssure Rating PN 10 atau PN 16 Blind Flange

➢ Material Blind Flange Steel

➢ Standard Presssure Rating PN 10 atau PN 16 Elbow/Reducer/Tee

➢ Material Steel

➢ Standard ASTM A-53

Flange Adaptor

➢ Material Cast Iron atau Ductile Iron

➢ Standard Pressure Rating PN 10 atau PN 16

Flange

o Sebelum dipasang flanges pipa harus sudah bersih

permukaannya, kemudian dipasang dan dibaut dengan putaran secukupnya.

o Sebelum pekerjaan pembautan, semua baut dan mur harus diberi gemuk dengan sempurrna.

o Baut-baut harus dikunci dengan kunci-kunci khusus sehingga dapat menjamin kesamarataan baut-baut pipa dengan kedudukan flens pipa, sehingga terdapat tekanan yang sama pada seluruh permukaan dari flens.

2) Gate Valve

Spesifikasi Gate Valve sesuai tabel dibawah ini:

General Specifications

For water and neutral liquids to max.

70 oC

Seat: 1.1 x PN Body: 1.5 x PN (PN16) BS 5163-18.3 Type B

Design to EN 1074 Pt.1&2 Flange cast to EN 1092-2 PN16 Drilling to EN 1092-2: PN16 WRAS approved

Zinc coated steel 8.8 sealed with hot melt

Electrostatically applied epoxy resin – internally and externally WIS 4-52-01 class B WRAS Stainless steel, EN100088, No 1.4021

NBR wiper ring, 2 EPDM O-rings WRAS

Ductile iron, GGG-50, core fully encapsulated with EPDM rubber ESW to WRAS and having integral wedge nut of dezincification resistant brass, CZ 132 to BS 2874

Dezincification resistant brass, CZ 132 to BS

2874

Zinc coated steel 8.8 sealed with hot

melt

EPDM rubber ESW to WRAS Polyamid PA6.6

3) Butterfly Valve

Spesifikasi Butterfly Valve sesuai tabel dibawah ini:

General

Stainless steel AISI 420 (BS 431S29) Steel / PTFE lined

Test

- Hydraulic test - Function test

EN 12266-1, P10/P12

EN 1074 (for drinking water application) 1 x open and close

Actuation - Lever

- Wormgear, with handwheel - Pneumatic Actuator

4) Check Valve

Spesifikasi Check Valve sesuai tabel dibawah ini:

General Specifications

Ductile iron, GGG-50, to DIN 1693 (BS 2789 grade 500 - 7)

Electrostatically applied epoxy resin to DIN 30677 -– internally and externally Stainless steel to W. No. 1.40S7

- Shaft

- Bonnet gasket - Bushing

- Hexagon bolt, washer and pin

- Resilient seated disc

Accessory kit:

EPDM rubber with a steel insert to EN 10113: 1990 (BS 4360 :1990)

Ductile iron, GGG-50, to DIN 1693 (BS 2789 grade 500 - 7)

- Priming device (Series 41/64)

- Metal seated disc (series 41/70)

5) Air Valve

Spesifikasi Air Valve sesuai tabel dibawah ini:

Range Size and pressure

DN 40-200, 16 bar Product description

- General

- Basic Design

- Function

The valve shall be designed to

automatically vent, release and take in air in closed, liquid filled systems.

The medium can be drinking water or other neutral fluids.

The design shall be based on an automatic self- operating float that opens an escape valve every time air enters into the float chamber.

End connections shall be flanges PN 16.

The complete valve shall consist of two systems in parallel – a small for venting and a large for release/intake.

The small venting float shall be a sphere in ABS

attached to an arm hinged to the side of the valve chamber. On the arm shall be a resilient rubber

- Coating

pad that will cover a small hole to the surroundings when the float rises to shut off level.

The large release and intake float shall be a cylinder in ABS. When rising with the liquid level it shall make contact with a seal ring in the top of the chamber shutting off the air flow.

Large orifice flow rates at free outlet shall be at least:

- DN 50: release: 40 std.m³/min @ 0,9 bar, intake: 20 std.m³/min @ 0,45 bar

- DN 80: release: 90 std.m³/min @ 0,9 bar, intake: 45 std.m³/min @ 0,45 bar

- DN 100+150: release: 160 std.m³/min @ 0,9 bar, intake: 90 std.m³/min @ 0,45 bar

Small orifice shall allow for continuous air venting with min. 0.4 std.m³/min @ 10 bar.

Internal and external corrosion protection shall be

250 µm fusion bonded epoxy coating, approved for drinking water and complying with DIN 30677-2 and GSK.

Colour shall be blue RAL 5017.

No uncoated parts of the iron surfaces may be in contact with the fluid or the environment.

Surface preparation, coating material, application process and final result shall be quality checked and documented by the valve

manufacturer, approved by the GSK and frequently supervised through notified body inspections.

E. PENGADAAN DAN PEMASANGAN POMPA

Dalam dokumen SPESIFIKASI TEKNIS II. REFERENSI (Halaman 160-170)