• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN Apa itu Lesson Study ?

Dalam dokumen Prosiding Semnas Pembejaran Mat 6 Des 09 (Halaman 74-80)

Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip- prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. (Sumar Hendayana, dkk:2006)

Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan, yiatu Plan (merencanakan), Do (melaksanakan) dan See (merefleksi) yang berkelanjutan.

Untuk mempersiapkan sebuah lesson study, yang sangat penting adalah persiapan.

Tahapan awal dimulai dengan melakukan identifikasi masalah pembelajaran yang meliputi materi ajar, strategi pembelajaran dan siapa yang akan berperan menjadi guru model. Materi ajar disesuaikan dengan standar isi dan silabus yang sedang berjalan disekolah, analisis materi ajar yang dipilih dilakukan bersama-sama untuk memperoleh alternatif terbaik yang dapat mendorong proses belajar yang optimal. Dalam menganalisa materi dipertimbangkan kedalaman materi yang akan disajikan ditinjau dari tuntutan kurikulum, pengetahuan prasyarat siswa, kompetensi yang akan dikembangkan dan kemungkinan respon siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Hal ini untuk mengantisipasi respon siswa yang tidak terduga. Jika materi ajar yang dirancang terlalu sulit bagi siswa, kemungkinan alternatif entervensi guru untuk menyesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa perlu di persiapkan dengan matang, demikian juga jika terlalu mudah. Dengan demikian sebelum pembelajaran berlangsung saat lesson study mampu mengoptimalkan proses dan hasil belajar siswa sesuai yang diharapkan.

Plan dalam pembelajaran Luas Kulit Bola di SMP 2 Sewon.

Plan disekolah kami dilaksanakan pada hari MGMP Matematika yaitu hari Kamis, yang pertama dibicarakan adalah materi ajar mengenai luas kulit bola sesuai dengan materi yang ada pada silabus Tim Pengembang KTSP SMP 2 Sewon. Kita pilih

model pembelajaran penemuan terbimbing metoda pembelajaran diskusi, pemberian tugas, tanya jawab. Pembelajaran luas kulit bola yang ingin dicapai siswa menemukan rumus luas kulit bola dan menggunakan dalam menyelesaikan soal. (Matematika Kelas VIII : M. Cholik)

Untuk menemukan rumus siswa perlu percobaan, maka kami menyusun dua LKS yang pertama, cara percobaan bola plastik di iris menjadi 2 bagian yang simetris separuh bola dililit dengan benang, tidak boleh saling menutup. Benang dilepas selanjutnya dililitkan pada lingkaran yang berjari-jari sama dengan jari-jari bola dan tidak boleh saling menutup. Diskusi dalam kelompok mengkaitkan antar panjang benang pada lilitan setengah bola dengan benang yang ada pada lingkaran untuk menemukan rumus. LKS kedua, seperti LKS pertama yaitu bola diiris menjadi dua bagian yang simetris, separuh bola ditempelkan pada lingkaran yang jari-jari sama dengan bola. Dalam kelompok mendiskusikan luas kulit setengah bola dan hasil tempelan pada lingkaran untuk menemukan rumus kulit bola.

Menyusun alat evaluasi berupa soal uraian mengenai penggunaan rumus luas kulit bola, menyiapkan perlengkapan yang diperlukan seperti bola plastik, kertas manila, benang, lem, gunting, doble solatif, menggandakan LKS, soal, dan sebagainya. Pelaksanaan (do)

Sebelum pelaksanaan proses pembelajaran diadakan pertemuan singkat diantara guru model dan observer untuk menjelaskan rencana pembelajaran dan mengingatkan kepada observer untuk tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran, memilih tempat strategis sesuai rencana pengamatan masing-masing. Dalam pembelajaran guru model melaksanakan tugasnya sesuai dengan rencana, walaupun pada saat itu hadir sejumlah observer hendaknya pembelajaran dilaksanakan sealami mungkin, observer tidak melakukan intervensi apapun terhadap siswa, observer melakukan pengamatan sesuai dengan fokus perhatiannya masing- masing.

Pelaksanaan (do) pembelajaran luas kulit bola di SMP Negeri 2 Sewon.

Pembelajaran luas kulit bola hari Jum’at jam ke-5 dan 6 kelas IX A oleh guru model Siti Sumarsih. Didahului pertemuan singkat dengan observer pada jam istirahat

 15 menit untuk menyampaikan rencana pembelajaran dan mengingatkan tugas observer. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan sesuai dengan tahap-tahap yang telah direncanakan :

a. Guru membentuk kelompok siswa, setiap kelompok terdiri 3 – 4 siswa.

b. Guru memberi motivasi dan apersepsi dengan tanya jawab mengenai luas lingkaran.

c. Guru membagi LKS dan menjelaskan cara kerja masing-masing kelompok, dari tujuh kelompok empat kelompok mengerjakan LKS I dan tiga kelompok mengerjakan LKS II.

d. Beberapa siswa presentasi, guru bersama siswa membuat kesepakatan tentang rumus kulit bola,

Siswa mencoba menentukan luas kulit bola dengan rumus yang diperoleh. e. Guru memberikan tugas di rumah

Dalam pelaksanaan pembelajaran luas kulit bola observer melakukan pengamatan sesuai dengan tugasnya.

Refleksi (see)

Kegiatan refleksi harus dilakukan setelah pembelajaran, agar setiap kejadian yang diamati dapat dijadikan bukti saat mengajukan pendapat/saran dan masih bisa mengingat dengan baik rangkaian aktivitas yang dilakukan di kelas. Untuk Lesson Study MGMP dalam refleksi biasanya dihadiri tenaga ahli (dosen UNY) dan fasilitator.

Refleksi di SMP 2 Sewon

Refleksi pada pembelajaran Luas Kulit Bola di moderatori oleh ibu Lies Arifah, M.Pd., sebagai tenaga ahli ibu Kepala Sekolah yaitu Ibu Dra.Chafsoh, beliau guru Matematika sekaligus sebagai observer.

Pada tahap pertama moderator memberi kesempatan guru model menyampaikan pembelajaran yang dialami hari ini. Guru model (Siti Sumarsih, S.Pd.) menyampaikan pembelajaran materi hari ini dalam praktek melilit bola dengan benang memakan waktu, sehingga waktu siswa mencoba rumus Kulit Bola sangat sedikit, kesannya tergesa-gesa.

Pada tahap kedua moderator memberi waktu para observer untuk menyampaikan hasil pengamatan Bapak Yuni Paryana, S.Pd.mengenai kelompok 1 (Ridwan dll) dalam praktek melilitkan benang pada bola tidak penuh sehingga ketika dipasang pada daerah lingkaran, tidak dapat menutupu kedua lingkaran dengan penuh.

Bapak Bambang Tri Brojo Kusumo, S.Pd. menyampaikan hal yang sama pada kelompok III (Budi, dkk), lingkaran yang kedua juga tidak penuh (kurang satu putaran). Moderator memberi kesempatan kepada Ibu Chafsoh menanggapi, beliau menyampaikan bahwa dikelompok yang lain dua lingkaran dapat penuh karena saat melilitkan pada setengah bola dilakukan dua siswa, yang satu memegang yang lain melilit sehingga hasilnya baik, jadi untuk guru model dipertemuan berikutnya disarankan untuk mengingatkan siswa untuk bekerja sama yang baik.

Moderator membuka kembali kesempatan observer untuk menyampaikan masalah yang lain. Ibu Wagiyem, S.Pd. menyampaikan bahwa kelompok IV (Kiki, dkk) dalam mencoba menggunakan rumus sangat lamban, karena dalam memilih nilai 

tidak tepat, padahal waktu yang tersisa sangat sedikit disarankan untuk guru model bahwa dalam apersepsi diingatkan cara memilih nilai  dan memperhatikan pembagian waktu yang baik. Guru model menerima saran/usulan, dan digunakan untuk perbaikan dikelas berikutnya.

Pada pembelajaran pagi harinya di kelas 9 C jam ke 3,4 seperti terlihat pada gambar berikut ini:

Gb. 1. Guru Memberi Penjelasan Cara Kerja Kelompok

Gb. 3. Kelompok 3 Melakukan Penempelan Kulit Bola Pada Karton

Gb. 4. Observer (Wk. Sek) Mengamati Siswa Bekerja

Gb. 5. Observer Mengamati Kelompok 2 & 3

Gb. 6. Guru Memberi Pengarahan Kelompok Yang Lamban

Gb. 8. Siswa Memasang Hasil Karyanya Dipapan Tulis

Gb. 9. Kelompok 1 Presentasi

Gb. 10. Kelompok 4 Prestasi

Dari gambar yang disajikan terlihat pembelajaran lebih hidup, waktu yang direncanakan sesuai dengan pelaksanaan. Semua kelompok dapat menyelesaikan LKS dengan baik dan mempresentasikannya.

PENUTUP

Dalam dokumen Prosiding Semnas Pembejaran Mat 6 Des 09 (Halaman 74-80)