• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

Kelas yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua kelas yaitu kelas VII.5 sebagai kelas kontrol dan VII.6 sebagai kelas eksperimen. Kemudian instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa tes berbentuk pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban yaitu a,b,c, dan d. untuk setiap jawaban yang benar diberi skor 1 dan untuk jawaban yang salah diberi skor 0. Tes tersebut pada materi perkembangan kehidupan dan kebudayaan pada masa pemerintahan Kolonial Eropa di kelas VII semester dua. Pada saat penelitian, diberikan dua kali tes yaitu pre-test yang diberikan pada awal pertemuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan, dan yang kedua yaitu post-test yang yang diberikan setelah perlakuan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diberi perlakuan.

Hari pertama penelitian dilakukan di kelas eksperimen melakukan kegiatan perkenalan guru dengan siswa kemudian menjelaskan tentang tujuan pembelajaran di kelas VII.6, kemudian dengan mengerjakan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dengan model pembelajaran. Selanjutnya hari kedua penelitian guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Arends, setelah guru menjelaskan materi, guru membagi kelompok untuk berdiskusi. Hari ketiga atau hari terakhir dalam penelitian melakukan kegiatan dengan mengerjakan tes akhir yang sudah diberi model pembelajaran yaitu post-test untuk mengetahui kemampuan siswa yang setelah diberi perlakuan. Kendala yang dialami peneliti yaitu siswa yang susah diatur dan cara untuk mengatur siswa, peneliti harus tegas menghadapinya. Dengan cara tegas itulah siswa dapat diatur oleh peneliti dan tidak membuat keributan dalam menjalankan pembelajaran. Setelah melakukan penelitian di sekolah, peneliti membuat uji instrument dan uji hipotesis.

Pada saat perlakuan di kelas kontrol dan kelas eksperimen, hasil di kelas eksperimen lebih tinggi. Hal ini dikarenakan kelas eksperimen menjadikan siswa aktif dan kreatif. Siswa didorong tidak hanya belajar mengandalkan ingatan saja. Tetapi juga guru menciptakan suasana produktif dan menyenangkan. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan Time

Token Arends merupakan model pembelajaran keterampilan sosial khususnya

dalam mengemukakan pendapat. Dalam pelaksanannya siswa dituntut untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan mengungkapkan buah pikirannya untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali.

Sedangkan model konvensional di kelas kontrol, siswa hanya mendengarkan guru yang sedang menerangkan materi, sehingga siswa tidak semuanya memperhatikan guru, maka siswa kurang mendapatkan informasi tentang materi yang diajarkan guru.

Berdasarkan data hasil penelitian analisis data diatas, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Arends dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dari hasil perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana hasil belajar siswa pada kelas eksperimen jauh lebih besar dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Hal ini dapat disimpulkan, bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Arends terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII SMPN 87 Jakarta.

Hal ini terbukti pada data yang diambil dari 35 siswa kelas eksperimen, penulis dapat menjelaskan dengan singkat mengenai data yang diperoleh dari siswa sebelum dianalisis. Deskripsi kelas eksperimen memiliki rata-rata pre-test 52,57 sebelum menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time

Token Arends. Setelah diberi 3 kali perlakuan pada kelas eksperimen dengan

74

penulis memperoleh rata post-test 93. Sehingga penulis memperoleh rata-rata skor gain 0,83. Nilai terendah pada pre-test kelas kontrol adalah 30 dan nilai tertinggi adalah 75. Data menunjukkan bahwa pada post-test kelas eksperimen nilai terendah adalah 55 dan nilai tertinggi adalah 100. Dapat disimpulkan bahwa nilai terendah dan tertinggi pada post-test kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai pre-test.

Sementara itu, dari deskripsi nilai kelas kontrol yang penulis peroleh, nilai rata-rata pre-test adalah 39,72. Pada kelas ini, penulis tidak menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Arends pada pembelajaran IPS. Setelah memberikan 3 kali perlakuan tanpa menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Arends, penulis memperoleh rata-rata post-test 51,52 Penulis memperoleh rata-rata skor gain adalah 0,17. Hal ini berarti skor gain kelas eksperimen lebih tinggi daripada skor gain kelas kontrol. Nilai pre-test terendah 25 dan nilai tertinggi adalah 70. Data menunjukkan pada post-test nilai terendah adalah 20 dan nilai tertinggi adalah 90. Dapat disimpulkan bahwa nilai terendah dan nilai tertinggi pada post-test kelas kontrol juga lebih tinggi daripada nilai pre-test.

Sebelum menguji hipotesis, penulis juga menganalisis normalitas dan homogenitas data. Tujuan dari analisis normalitas ini adalah untuk mengetahui apakah data yang diperoleh di penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Hasil normalitas bisa dilihat dengan membandingkan nilai signifikansi yaitu 0.05. Sementara itu, tujuan dari analisis homogenitas adalah untuk mengetahui apakah data atau sampel di kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen atau heterogen.

Setelah itu dilakukan uji Normalitas data pretest pada kelas eksperimen. Hasil uji normalitas data pretest kelas eksperimen berada pada distribusi tidak normal dengan Sig < 0,05 (0,035 < 0,05) dengan N (jumlah responden) 35 siswa dan taraf signifikansi α = 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan sampel berdistribusi tidak normal.

Untuk uji normalitas data posttest pada kelas eksperimen berada pada distribusi tidak normal dengan Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) dengan N (jumlah responden) 35 siswa dan taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan sampel berdistribusi tidak normal.

Selanjutnya dilakukan uji normalitas data pretest pada kelas kontrol. Hasil uji normalitas data pretest kelas kontrol berada pada distribusi tidak normal dengan Sig < 0,05 (0,003 < 0,05) dengan N (jumlah responden) 36 siswa dan taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan sampel berdistribusi tidak normal.

Selanjutnya dilakukan uji normalitas data posttest pada kelas kontrol. Hasil uji normalitas data posttest kelas kontrol berada pada distribusi normal dengan Sig > 0,05 (0,386 > 0,05) dengan N (jumlah responden) 36 siswa dan taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan sampel berdistribusi normal.

Selanjutnya dilakukan uji normalitas data selanjutnya adalah pengujian homogenitas data. Dari hasil perhitungan pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol Sig < 0,05 (0,011 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi α = 0,05 (5%) H0 ditolak yang berarti variansi populasi kedua variabel tidak homogen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak homogen.

Sedangkan pada perhitungan posttest kelas eksperimen dan kontrol Sig > 0,05 (0,303 > 0,05). Hal ini menujukkan bahwa α = 0,05 (5%) H0 diterima yang berarti variansi populasi kedua variabel homogen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berasal dari populasi yang berdistribusi homogen.

76

Perhitungan akhir adalah uji hipotesis. Perhitungan ini merupakan perhitungan utama untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran dengan hasil belajar yang tidak menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Arends. Penulis menggunakan program SPSS Versi 20 dengan uji statistisk non parametrik teknik Uji Man Withney-U karena data berdistribusi tidak normal. Jika Asymp Sig (2-tailed) < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil pretest dan posttest. Jika Asymp Sig (2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil pretest dan posttest.

Selain itu, pembelajaran metode Kooperatif tipe Time Token Arends juga dapat meningkatkan pemahaman belajar IPS siswa (N-Gain). Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata peningkatan pemahaman belajar IPS siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,83 yang tergolong pada kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,17 yang tergolong pada kategori rendah.

Setelah melakukan perhitungan data dan pengujian prasyarat analisis maka diperoleh hasil bahwa terdapat data yang tidak berdistribusi normal maka selanjutnya pengujian hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan Uji Statistik Non Parametrik dengan Man Withney-U. Dan diperoleh hasil Asymp Sig (2-tailed) < 0,05 (,000<0,05), maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode Kooperatif tipe Time Token

Arends terhadap hasil belajar IPS siswa hal tersebut terlihat dari Asymp Sig

(2-tailed) < 0,05 pada taraf signifikansi 0,05.

Ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode Kooperatif tipe Time Token Arends dengan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional. Rata-rata hasil belajar siswa yang

menggunakan metode Kooperatif tipe Time Token Arends lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional. Dengan demikian metode pembelajaran dengan menggunakan metode Kooperatif tipe

Time Token Arends berpengaruh lebih tinggi daripada metode konvesional.

Adapun penerapan metode Kooperatif tipe Time Token Arends telah memberikan pemahaman tentang materi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena pembelajaran metode Kooperatif tipe

Time Token Arends ini melibatkan seluruh siswa untuk aktif dalam proses

pembelajaran dan membuat siswa lebih termotivasi karena pembelajaran terlihat sangat menyenangkan.

Hal tersebut didukung oleh hasil pengamatan selama berlangsungnya pembelajaran. Berdasarkan pengamatan tersebut, siswa terlihat antusias. Hasil penelitian di atas juga menunjukkan bahwa pembelajaran metode Kooperatif tipe Time Token Arends menjadi salah satu alternative metode dalam proses pembelajaran karena akan meningkatkan hasil belajar IPS siswa.

Dokumen terkait