BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2. Pembahasan
5.2.1. Pengaruh Performing Loan (NPL) Terhadap Pemberian Kredit
Berdasarkan uji t statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pemberian kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2019, yang berarti berarti hipotesis 1 ditolak.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prihartini & Dana (2018), yang menyatakan bahwa Non Performing Loan mempunyai berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit.Non Performing Loan (NPL) merupakan kredit bermasalah yang disebabkan karena perputaran kas yang tidak lancar, sehingga bank dapat mengalami kerugian.
Pemberian kredit tentunya mengandung risiko yang dapat mengurangi keuntungan optimal dan dapat menghambat aktivitas bank. Hasil uji dalam penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan antar NPL terhadap pemberian kredit, yang artinya berapapun NPL bank tidak akan mempengaruhi besarnya kredit yang disalurkan bank.
Tidak adanya pengaruh dari NPL terhadap pemberian kredit dalam penelitian ini disebabkan oleh baiknya manajemen dari risiko kredit, ini terbukti dari nilai rata-rata NPL hanya sebesar 1,67 % yaitu jauh dari ketentuan umum maksimum. Hasil penelitian ini memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh Hassanudin dan Prihatiningsih (2010), dan Satria dan Subegti (2010), Adzis, et al.
(2015), Rai & Purnawati (2017) yang menyatakan bahwa NPL tidak memiliki pengaruh terhadap penyaluran kredit perbankan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri & Akmalia (2016) dan Kuncahyono (2016) yang menemukan adanya perngaruh negatif antara NPL dengan penyaluran kredit, serta Gift (2017) yang menemukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan dari NPL terhadap pemberian kredit.
5.2.2. Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) Terhadap Pemberian Kredit Berdasarkan uji t statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pemberian kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2019, yang berarti berarti hipotesis 2 ditolak.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Satria dan Subegti (2010) yang menyatakan bahwa DPK tidak berpengaruh terhadap pemberian kredit. Namun
57
hasil penelitian ini bertentangan dengan teori mengenai kredit, dimana semakin tinggi Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun oleh perbankan, maka semakin tinggi pula kemampuan suatu bank dalam menyalurkan kredit, karena sumber dana terbesar yang diperoleh bank untuk penyaluran kredit yaitu dari menghimpun DPK.
Tidak adanya pengaruh dari DPK ini dikarenakan adanya perilaku kehati-hatian dari bank umum dalam menyalurkan kreditnya, dimana dalam hal ini sektor riil memiliki tingkat risiko yang lebih besar terhadap terjadinya kredit macet. Sehingga dalam hal ini, bank umum lebih memilih lebih alternatif lain dalam menyalurkan dana kreditnya seperti menempatkan dananya pada investasi jangka pendek SBI walau dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah.
Dana Pihak Ketiga (DPK) merupakan dana-dana yang dihimpun dari masyarakat dan merupakan sumber dana terbesar bagi bank, yang kemudian dana ini akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk simpanan atau kredit yang disertai dengan pembebanan bunga.Namun pada penelitian ini, DPK yang dihimpun oleh perbankan memiliki maturity (jatuh tempo) yang pendek sehingga memberikan risiko yang tinggi jika disalurkan dalam bentuk kredit, sehingga perbankan akan cenderung memilih untuk berinvestasi daan bentuk SBI yang memiliki tingkat risiko yang rendah dengan tingkat keuntungan yang lebih mengutungkan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan yang dilakukan Primasari (2015) Gift (2017) serta Rai & Purnawati (2017) yang menemukan adanya pegaruh positif dari DPK terhadap penyaluran/pemberian kredit perbankan.
5.2.3. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Pemberian Kredit Berdasarkan uji t statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pemberian kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2019, yang berarti berarti hipotesis 3 ditolak.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Maharani (2011) dan Arifati (2016) yang menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Namun hasil penelitian ini menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian Kuncahyono (2016) yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kreditperbankan. Hasil uji yang negatif dalan penelitian ini dikarenakan rata-rata nilai CAR perbankan yang cenderung mengalami peningkatan, namun tidak sebanding dengan jumlah penyaluran kredit yang cenderung menurun.
Data nilai rata-rata perbankan yang dijadikan sampel, tahun 2010-2012 menunjukkan bahwa pada saat CAR cenderung menurun, tingkat kredit bank cenderung meningkat, sedangkan untuk periode 2018 dimana pada saat CAR mengalami penurunan yang cukup signifikan, tingkat penyaluran kredit mengalami kenaikan. Hasil uji menunjukkan bahwa kenaikan atau penurunan CAR tidak sejalan dengan tingkat kenaikan atau penurunan jumlah penyaluran kredit.Sehingga dalam hal ini, CAR memiliki pengaruh yang negatif terhadap pemberian kredit bank.Hasil penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pratama (2010), Yuda (2010) dan Sari (2013) yang menyatakan bahwa CAR memiliki pengaruh negatif dan siginifikan terhadap penyaluran kredit perbankan.
59
Namun hasil penenlitian ini bertentangan dengan penelitian Carlson, et al. (2013), Prihartini & Dana (2018) sertaRai & Purnawati (2017) yang menemukan hasil bahwa CAR tidak berpengaruh terhadap pemberian kredit bank, serta penelitian Satria dan Subegti (2010), Putri & Akmalia (2016) yang menyatakan bahwa CAR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit perbankan.
5.2.4. Pengaruh Return On Asset (ROA) Terhadap Pemberian Kredit
Berdasarkan uji t statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2019, yang berarti berarti hipotesis 4 diterima.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Malahayati, dkk (2015) yang menyatakan bahwa semakin besar ROA yang diperoleh bank maka semakin besar pula jumlah kredit yang disalurkan oleh bank tersebut. Laba yang tinggi membuat bank mendapat kepercayaan dari masyarakat yang memungkinkan bank untuk menghimpun modal yang lebih banyak sehingga bank memperoleh kesempatan meminjamkan dengan lebih luas, sehingga semakin besar ROA yang diperoleh bank maka semakin besar pula jumlah kredit yang disalurkan oleh bank tersebut.
Hasil uji ini menunjukkan nilai rata-rata dari peningkatan ROA perusahaan perbankan yang dijadikan sampel, sejalan dengan peningkatan jumlah pemberian kredit yang disalurkan bank. Nilai ROA yang tinggi ini menunjukkan baiknya penyaluran kredit serta penggunaan aktiva yang optimal oleh bank dalam memperoleh pendapatan dari bunga pinjaman, dan hal ini akan memudahkan bank
dalam menyetujui pemberian kredit terhadap nasabahnya dikarenakan tingkat kemampuan bank dalam mendapatkan laba sudah lebih baik.
Hasil penelitian ini juga menguatkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Satria dan Subegti (2010), Nugrahadan Mirano ( 2013), Putri &
Akmalia (2016) yang menemukan hasil yang sama, dimana terdapat pengaruh positif antara ROA dengan pemberian kredit pada perbankan. Namun hasil penelitian ini dengan penelitian Pratiwi & Hindasah (2014), Mamahit dan Sumiyarsih (2018), Prihartini & Dana (2018) yang menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh antara ROA dengan pemberian kredit perbankan, serta Primasari (2015) dan Kuncahyono (2016) yang menyatakan bahwa ROA memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit perbankan.
5.2.5. Pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap Pemberian Kredit Berdasarkan uji t statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010- 2019, yang berarti berarti hipotesis 5 diterima.
Tingginya tingkat LDR akan menunjukkan besarnya dana kredit yang disalurkan oleh bank dalam hal membayar kewajiban jangka pendeknya, dan sebaliknya jika semakin rendah LDR maka menunjukkan semakin rendahnya kemampuan kredit yang disalurkan oleh bank dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Pernyataan ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Putra dan Wirathi (2014) dan Martin, dkk (2014) yang menyatakan bahwa LDR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit
61
Nilai LDR dari perusahaan perbankan yang diteliti memiliki nilai rata-rat 84,22 %, dimana peraturan Bank Indonesia No. 18/14/PBI/2016 telah memberikan standar untuk rasio LDR perbankan di Indonesia, yaitu pada kisaran antara 80%
sampai dengan 92%. Sehingga dalam hal ini rasio rata-rata perubahan perbankan yang terdaftar di BEI dikategorikan tinggi. Tingginya tingkat LDR ini berdampak pada tingginya tingkat penyaluran atau pemberian kredit oleh perbankan. Hasil ini didukung oleh penelitian Ganggarani dan Budiasih (2014) dan Arisandi, et al.
(2015) yang menemukan hasil yang sama. Namun penelitian ini bertentangan dengan penelitian Uyagu & Osuagwu (2015) yang menemukan pengaruh negatif antara LDR dengan pemberian kredit, serta Oktaviani (2012), Kuncahyono (2016), Putri & Akmalia (2016) yang menyatakan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh terhadap pemberian/penyaluran kredit pada perbankan.
5.2.6. Pengaruh Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap Pemberian Kredit
Berdasarkan uji t statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Operasional pada Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pemberian kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2019, yang berarti berarti hipotesis 6 diterima.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Haryanto dan Widyarti (2017) yang menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap pemberian kredit.Semakin kecil nilai BOPO maka semakin baik pemaksimalan pendapatan terhadap beban bank yang juga mengindikasikan semakin baik penyaluran kreditbank.Rasio BOPO yang menunjukkan nilai tinggi dapat membuat bank tidak
efisisen dalam memberikan kredit.Rata-rata nilai BOPO pada perusahaan yang dijadikan sampel selama periode cenderung meningkat untuk beberapa periode, atau menurun untuk periode lainnya tidak sejalan dengan arah penyaluran kredit yang dikeluarkan bank. Pada saat nilai BOPO meningkat, penyaluran kredit cenderung menurun, begitu juga sebaliknya.Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang negatif antara BOPO dengan pemberian kredit perbankan yang terdaftar di BEI selama periode penelitian.
Hasil penelitian ini menguatkan hasil yang dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu seperti Yulhasnita (2013) yang menemukan hasil yang sama yaitu terdapat pengaruh negatif antara BOPO dengan pemberian kredit pada perbankan.
Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Aljufri, dkk (2015) yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit, serta Febrianto & Muid (2013), dan Kuncahyono (2016) yang tidak menemukan adanya pengaruh antara BOPO dengan pemberian kredit.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil uraian diatas, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Non Performing Loan (NPL) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pemberian Kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2019.
2. Dana Pihak Ketiga (DPK) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pemberian Kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2019.
3. Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pemberian Kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2019.
4. Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dansignifikan terhadap Pemberian Kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2019.
5. Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pemberian Kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2019.
6. Biaya Operasional pada Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pemberian Kredit pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2019.
63
6.2. Keterbatasan Penelitian
Hasil penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan, yaitu :
1. Variabel yang diteliti hanya terbatas pada variabel independen dan dependen, sehingga tidak diketahui faktor yang mampu meningkatkan pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen.
2. Perusahaan yang dianalisis hanya terbatas pada 9 sampel dari 45 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga dianggap tidak mampu mewakili keseluruhan populasi.
6.3. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti selanjutnya, dapat menambah variabel moderasi seperti inflasi, suku bunga SBI dan lain sebagainya yang kiranya dapat memoderasi antara variabel bebas terhadap variabel terikat pada penelitian ini.
2. Peneliti selanjutnya juga dapat menambah tahun penelitian dan jumlah perbankan sebagai sampel penelitian.
3. Bagi perusahaan, diharapkan agar menjaga berbagai faktor yang dapat mempengaruhi penyaluran/pemberian kredit terutama CAR, ROA, LDR dan BOPO sehingga perusahaan dapat lebih menjaga kestabilan perusahaan dalam kegiatan penyaluran kredit.
4. Bagi Investor, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi
65
pemberian/penyaluran kredit sehingga dapat mengetahui risiko yang kemungkinan akan dihadapi oleh perusahaan yang akan di investasikan.
DAFTAR PUSTAKA
Aljufri, Fahmi Oemar, dan Dini Onasis. (2015). Pengaruh Tingkat Kesehatan Keuangan terhadap Penyaluran Kredit Pada PT. BPR Cempaka Mitra Nagori Kuansing Di Taluk Kuantan. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 12 (2), 147-156.
Ariwidanta, K.T. (2016). Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi. E-Jurnal Manajemen Unud, 5 (4), hal. 2311-2340.
Banin, Q. A. (2014).Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemberian kredit dan dampaknya terhadap non-performing loan (studi kasus pada Bank Perkreditan Rakyat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta).Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBIMA), Vol. 2, No. 1, Maret 2014, Hal. 1-19.
Carlson, M., H., Shan.,& Warusawitharana, M. (2013). Capital Ratios and Bank Lending: A Matched Bank Approach.
Dendawijaya, L. (2005). Manajemen Perbankan Edisi Kedua. Ghalia Indonesia : Jakarta.
Dewi, C. (2009). Faktor – faktor yang mempengaruhi strategi pemberian kredit dan dampaknya terhadap non perfoming loan ( studi kasus pada Bank Perkreditan Rakyat di Propinsi Jawa Tengah). Tesis. Universitas Diponegoro Semarang.
Dwiyanti, Rini. (2010). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Semarang.
Erlina. (2011). Metodologi Penelitian. Art Design, Publishing &Printing : Medan.
Faishol, A. (2007). Analisis Kinerja Keuangan Bank Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. Jurnal Bisnis Managemen, 3(2) : 1411-9366.
Gift, V. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penyaluran kredit pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Riau tahun 2006-2015.JOM Fekon, Vol. 4, No. 1, Februari 2017.
Golin, J. (2001). The Bank Credit Analysis Handbook. A guide for analysis, bankers and investors. Wiley finance : Asia.
66
67
Handayani, Si. (2018). Analisis keputusan pemberian kredit modal kerja terhadap usaha kecil dan menengah (studi kasus pada PD BPR Bank Daerah Lamongan).Jurnal penelitian Ekonomi dan Akuntansi, Volume III, No. 2, Juni 2018.
Haryanto, S.B., &Widyarti, E.T. (2017). Analisis Pengaruh NIM, NPL, BOPO, BI Rate dan CAR Terhadap Penyaluran Kredit Bank Umum Go Public Periode Tahun 2012-2016.Diponegoro Journal of Management. Volume 6(4). 1-11.
Hasyim, D. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Pada Bank Umum Periode 2008-2012.Jurnal Ekonomi. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan.
Ismail. (2010). Manajemen Perbankan : Dari Teori Menuju Ke Aplikasi. Cetakan Kedua. Jakarta: Penerbit Perdana Media.
Jogiyanto. (2014). H. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kesembilan.
BPEF. Yogyakarta.
Kasmir. (2008). Manajemen Perbankan. Edisi Revisi 2008. Jakarta: Penerbit PT.
Raja Grafindo Persada.
.(2012). Manajemen Perbankan. Cetakan Kesebelas. Jakarta: Penerbit PT.
Raja Grafindo Persada.
. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Kusnandar, E. (2012). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian kredit UMKM oleh perbankan di Indonesia. Tesis. Universitas Indonesia
Mahmoeddin. (2010). Melacak Kredit Bermasalah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Malahayati, Putri, C., & Sukmawati, K.(2015).Pengaruh BOPO, ROA, CAR, NPL, dan Jumlah SBI Terhadap Penyaluran Kredit Perbankan (Studi Kasus Pada Bank Danamon Tbk Periode 2009-2013). Prosiding Pesat Universitas Gunadarma.
Mamahit, E. Y., & Sumiyarsih. (2018). Pengaruh CAR, NPL, dan ROA Terhadap Penyaluran Kredit pada Bank Pemerintah. Jurnal Manajemen dan Akuntansi.
Martin, L. E., Saryadi, & Wijayanto, A. (2014). Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Net Interest Margin (NIM), Dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap Pemberian Kredit Studi Kasus
Pada Pd. Bpr Bkk Pati Kota Periode 2007-2012). Diponegoro Journal Of Social And Politic, Hal. 1-12 http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/.
Mulyawati, N. (2015). Analisis Variabel – Variabel Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Bank Umum Di Indonesia.Jurnal Ilmiah. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.
Merung, J. R. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan pemberian kredit pensiunan pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.
Jurnal EMBA, Vol. 1, No. 3, September 2013, Hal. 629-638.
Niode M. P., Saerang, D. P. E., &Ilat, V. (2016).Analisis penggunaan informasi akuntansi dan informasi non akuntansi dalam keputusan pemberian fasilitas kredit pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk area Manado. Jurnal Accountability, Vol. 5, No. 2.
Pangestuti, Demi, I. R.,& Oktaviani. (2012). Pengaruh DPK, ROA, CAR, NPL, dan jumlah SBI terhadap Penyaluran kredit Perbankan ( Study pada Bank Umum Go Publik di Indonesia periode 2008-2011). Diponegoro Journal of Management, 4(2), hal: 430-438.
Panggalih, Diny., & Niken, C. (2015).Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Loan (NPL), Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Dan Suku Bunga KUR Terhadap Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Jurnal Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/2/PBI/2013.
Rai I. A. A., &Purnawati, N. K. (2017).Faktor – faktor yang mempengaruhi kredit pada Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) devisa. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 6, No. 11, 2017: 5941-5969.
Ratnawati.(2013). Analisis Pengaruh ROA, CAR, NPL Dan LDR Terhadap Pemberian Kredit Sektor Perbankan.
Sakti, I . (2018).Modul Eviews 9: Ananlisis Regresi Data Panel Menggunakan Eviews.
Universitas Esa Unggul : Jakarta.
Simorangkir. (2004). Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank. Jakarta:
Ghalia Indonesia.
Situmorang, M. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemberian kredit pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, area Sumatera Bagian Utara (SUMBAGUT). Tesis. Unversitas Sumatera Utara.
69
Sugiharto.(2006). Credit Management Handbook. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Surat Edaran Bank Indonesia Peraturan Nomor 17/11/PBI/2015.
Surat Edaran Bank Indonesia No.9/24/DPbS tahun 2007.
Tantri, W. (2018). Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Pada Bank Perkreditan Rakyat Di Provinsi Sumatera Utara Dengan Rasio Return On Asset Sebagai Variabel Intervening. Tesis. Unversitas Sumatera Utara.
Trimulyanti, I. (2014). Analisis Faktor-Faktor Internal Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Pada Bank Perkreditan Rakyat Kota Semarang Periode 2009-2012). Jurnal Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.
Wahjono, S. I.(2013). Manajemen Pemasaran Bank. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Watts, R.L. and J.L. Zimmerman. (1986). Positive Accounting Theory. Englewood Cliffs. Prentice Hall. USA
Widiantari, N. M. D., Suwendra, I. W.,&Yudiaatmaja F. (2014). Pengaruh penilaian kredit terhadap keputusan pemberian kredit pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR). e-Journal Bisma Unversitas Pendidikan Ganesha Jurusan Manajemen, Vol. 2, Tahun 2014.
Widiyanti, dkk. (2014). Analisis Pengaruh CAR,ROA,NPL, BOPO, dan Penyaluran Kredit Bpr Di Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
Yulhasnita. (2013). Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap penyaluran Kredit Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Universitas Riau.
LAMPIRAN I
REVIEW PENELITIAN TERDAHULU
Nama Peneliti
Judul
Variabel Hasil Penelitian
Dewi
Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan teknik SEM menunjukkan bahwa kondisi internal BPR berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pemberian kredit, kondisi debitur berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pemberian kredit, kondisi lingkungan BPR berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pemberian kredit, dan strategi pemberian kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPL.
Hasil pengujian hipotesis pertama dana bank diperoleh hasil yang signifikan. Hasil pengujian hipotesis kedua penghasilan debitor diperoleh hasil yang tidak signifikan. Hasil pengujian hipotesis ketiga suku bunga diperoleh hasil yang tidak signifikan. Variabel dana
70
71 variabel; penghasilan debitor, dan suku bunga dapat disimpulkan tidak berpengaruh terhadap pemberian kredit pensiunan.
Secara simultan ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap kebijakan pemberian kredit pensiunan Bank BTPN. pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit,
sedangkan untuk variabel CAR dan ROA masing- masing variabel tidak mempunyai pengaruh dan bernilai
negatif terhadap penyaluran kredit. Disisi lain, untuk variabel NPL mempunyai
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan eksternal bank mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap strategi pemberian kredit pada Bank
terhadap non
Perkreditan Rakyat Propinsi DIY. Lingkungan internal bank mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap strategi pemberian kredit pada Bank Perkreditan Rakyat Propinsi DIY.
Strategi pemberian kredit mempunyai pengaruh signifikan terhadap non performing loan pada Bank Perkreditan Rakyat Propinsi DIY. bahwa penilaian kredit berpengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pemberian kredit pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
sedangkan Growth Of Gross Loans berpengaruh positif
Dependen: Bank Size dan Volume of Deposit berpengaruh positif signifikan terhadap
73
Malaysia Penyaluran pinjaman bank komersial di Commercial Kredit Malaysia, sementara
Banks likuiditas berpengaruh
negatif terhadap aktivitas Independen : pinjaman. SedangkanNon-
Performing Loan, Gross Bank Size,
Selain itu, temuan studi ini juga mengungkapkan bahwa Macroprudential Policy Measures Dummy l yang diterapkan pada tahun 2010 untuk menekan tingginya utang rumah tangga ternyata tidak memberikan pengaruh in Nigeria for the period 1994–2013
ratio, inflation, cash reserve ratio, and loan-to-deposit ratio berepengaruh negatif dan signifikan terhadap pemberian pinjaman.
Niode, dkk
Informasi Akuntansi berupa Pertumbuhan Penjualan, Profit margin, Modal sendiri, Kemampuan Membayar, Modal Usaha, Perputaran Persediaan, dan cash flow berpengaruh
signifikan dalam
pengambilan keputusan pemberian kredit pada PT.
Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Informasi non Akuntansi berupa Karakter calon debitur, laporan BI Checking, jenis agunan, lokasi usaha, lokasi agunan, jenis usaha, dan legalitas usaha juga berpengaruh
signifikan dalam
pengambilan keputusan pemberian kredit pada PT.
Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kuncahyo
sedangkam DPK, LDR dan BOPO tidak berpengaruh
CAR dan ROA berpengaruh positif dan signifikan
terhadap penyaluran kredit, sedangkan NPL
berpengaruh negatif
75
Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh positif signifikan terhadap penyaluran kredit pada Bank Perkreditan Rakyat di
Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh positif signifikan terhadap penyaluran kredit pada Bank Perkreditan Rakyat di