BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Pada dasarnya hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku.
tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam penelitian ini penilaian hasil belajar yang dimaksud adalah penilaian dalam bidang kognitif saja. Hasil belajar merupakan suatu prestasi yang ingin dicapai seseorang mengikuti proses belajar dan pembelajaran, sedangkan hakikat
dan proses belajar mengajar adalah terjadi suatu proses yang dapat merubah tingkah laku dalam diri siswa sendiri. Menurut Sudjana Hasil Belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Siswa yang berhasil dalam belajar adalah siswa yang berhasil mencapai tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional (Rasyid, 2007: 68). Menurut Binyamin S.Bloom dalam Mardianto membagikan tiga ranah tersebut ke dalam bagian-bagian pokok, yaitu: (1) ranah kognitif, yaitu: pengetahuan pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi; (2) ranah afektif, yaitu: pengenalan, pemberian respon, penghargaan terhadap nilai, pengorganisasian, danpengalaman; (3) ranah psikomotorik, yaitu: meniru, memanipulasi, ketetapan gerakan, artikulasi, dan naturalisasi (Mardianto, 2014:105).
Jadi yang di maksud dari penelitian di sini lebih melihat kepada penilaian kognitif siswa yang mana hasil belajar kognitif pada penelitian ini di batasi pada ingatan, pemahaman serta penerapan. Hasil belajar siswa diketahui melalui instrumen tes. Tinggi rendahnya hasil belajar siswa di tentukan dari tinggi rendahnya nilai hasil tes siswa.
Model pembelajaran course review horay merupakan metode pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar di wajibkan berteriak horee atau yel-yel lainnya yang di sukai. (Huda, 2013:
229). Course review horay setelah penulis modifikasi adalah menggunakan yel- yel yaitu apabila siswa menjawab benar maka mengucapkan
هّالل َناَحْبهس
(Subhaanallah) atauهرَبْكَا هّ َالل
(Allahuakbar), dan bagi siswa yang menjawab salah maka mengucapkanَمْيِظَعْلا َالل هرِفْغَتْسَا
(Astagfirullahhal‟azim) secara bersama- sama.
Kelebihan dari model course review horay ini adalah pembelajaran lebih menarik, siswa akan lebih bersemangat dalam menerima materi pembelajaran yang di sampaikan guru karena belajar di selingi bagi siswa yang menjawab benar maka mengucapkan
هّالل َناَحْبهس (
Subhaanallah) atau72
هرَبْكَا هّ َالل
(Allahuakbar), dan bagi siswa yang menjawab salah maka mengucapkanَمْيِظَعْلا َالل هرِفْغَتْسَا
(Astagfirullahhal‟azim) sambil mengangkat tangan. Mampu membangkitkan semangat siswa dalam belajar, siswa dengan guru akan mampu berkomunikasi dengan baik, dapat melatih siswa agar aktif berbicara dalam menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan.Adapun kekurangan dari model course review horay ini yaitu guru tidak bisa mongontrol semua siswannya apakah siswa ada yang menyontek atau menjawab jujur, akan menghabiskan waktu yang lama karena terlalu senang dalam belajar.
Pada kelas eksperimen penulis menggunakan model course review horay, yang menekankan pada peserta didik secara individu dan kelompok, yang sama- sama harus memahami materi sejarah perjuanagan nabi Muhammad Saw Periode Mekkah serta menyelesaikan tugas secara bersama- sama. Yang mana telah di jelaskan pada landasan teori, bahwa model pembelajaran ini melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar mengajar seperti berdiskusi, kerjasama dan saling membantu anggota kelompoknya dalam belajar.
Dalam penerapan pembelajaran, model pembelajaran course review horay terhadap hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti materi sejarah Nabi Muhammad Saw periode Makkah dibandingkan dengan sebelumnya menggunakan model pembelajaran konvensional yang lebih sering di gunakan yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru saja. Pada proses pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen, guru sudah melaksanakan semua kegiatan- kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan langkah- langkah yang ada pada model course review horay.
Langkah yang pertama yaitu pembentukan kelompok di dalam kelas, pada tahap ini guru membentuk beberapa kelompok dari jumlah siswa 25 orang siswa. Yang mana kelompok satu berjumlah 5 orang, kelompok dua sampai kelompok 6 masing- masing beranggota 4 orang. Fungsi
kelompok disini yaitu untuk mengarahkan semua anggota kelompok untuk belajar, berdiskusi, membantu anggota yang kemampuan akademiknya kurang sehingga mereka secara kelompok nantinya siap untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Kekompokan kerjasama kelompok akan mampu meningkatkan hubungan antar sesama anggota kelompok , rasa percaya diri dan keakraban antar siswa.
Langkah seterusnya yaitu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan tanya jawab. Setelah guru menjelaskan materi di depan kelas, guru memberikan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan tanya jawab tentang materi sejarah Nabi Muhammad Saw periode Mekkah yang telah di jelaskan oleh guru. Langkah seterusnya yaitu guru meminta masing- masing kelompok untuk membuat beberapa kolom, kolom tersebut kemudian di isi dengan nomor sesuai dengan kesepakatan kelompoknya masing- masing. Selanjutnya guru membacakan soal tentang sejarah Nabi Muhammad Saw periode Mekkah.
Selanjutnya guru meminta msing- masing kelompok untuk mendiskusikan jawaban dari pertanyaan yang telah di berikan guru selama 30 menit. Selanjutnya guru menyuruh siswa untuk menuliskan jawaban di dalam kertas kolom jawaban. Selanjutnya guru memerintahkan siswa untuk menukarkan lembar jawaban dengan kelompok lain seperti kelompok 1 menukarkan lembar jawaban kepada kelompok 2 dan begitu seterusnya. Selanjutnya guru bersama siswa mengoreksi jawaban dari pertanyaan yang telah di ajukan guru, guru meminta kepada perwakilan dari masing- masing kelompok untuk membacakan jawaban dari soal yang di berikan guru.
Selanjutnya bagi pertanyaan yang dijawab dengan benar, maka kelompok yang menjawab benar memberi tanda check list (√) terhadap jawaban temannya dan kelompok yang benar maka mengucapkan
هّالل َناَحْبهس
(Subhaanallah) atauهرَبْك هّ َالل َا
(Allahuakbar), dan bagi siswa yang menjawab salah maka mengucapkanَمْيِظَعْلا َالل هرِفْغَتْسَا
(Astagfirullahhal‟azim) secara bersama- sama.
74
Dengan mengucapkan
هّالل َناَحْبهس
(Subhaanallah) atauهرَبْكَا هّ َالل
(Allahuakbar) sambil mengangkat tangan akan membuat siswa termotivasi dalam belajar, maka siswa dalam proses belajar akan merasa senang dan terpacu untuk menjawab soal yang diberikan guru dengan benar. Diakhir pembelajaran bagi kelompok yang banyak mendapatkan tanda check list (√) atau mengucapkan
هّالل َناَحْبهس
(Subhaanallah) atauهرَبْكَا هّ َالل
(Allahuakbar)akan mendapatkan hadiah dari guru.Proses pembelajaran pada kelas eksperimen dengan menggunakan model course review horay diterapkan ternyata dapat di buktikan bahwa model pembelajaran course review horay mampu membuat peserta didik dalam proses pembelajaran menjadi semangat, termotivasi dan mendapatkan nilai yang memuaskan dalam belajar pendidikan agama Islam materi sejarah Nabi Muhammad Saw periode Mekkah.
Berdasarkan hasil penelitian pada kelas eksperimen dengan rata-rata 80,56 dengan jumlah kelas eksperimen sebanyak 25 orang, sedangkan pada kelas kontrol dengan rata-rata 77,00 dan jumlah kelas kontrol sebanyak 24 orang. Maka uji-t di dapat harga thitung=3,52129 sedangkan ttabel 2,021 pada taraf berarti thitung >ttabel dan H1 diterima karena thitung >ttabel (3,52129 >2,021), maka dapat di kemukakan bahwa hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran course review horay lebih baik dari pada dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Emas.
Penelitian ini di perkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Cici Riski Amelia dengan judul penerapan model pembelajaran course review horay dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pelajaran fiqih kelas VIII di MTS Nurul Islam Wayhuwi Kabupaten Lampung Selatan. Temuan penelitian ini bahwa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe course riview horay dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Fiqih kelas VIII di MTs Nurul Islam
Wahyuwi Lampung Selatan. Hasil belajar yang di peroleh adalah kenaikan hasil belajar peserta didik sesuai dengan KKM yaitu 70. Peserta didik yag mendapat nilai diatas 70 sebelum penelitian sebanyak 7 peserta didik (35%), siklus I sebanyak 12 peserta didik (60%), dan siklus II sebanyak 18 peserta didik (90%). Oleh sebab itu, dapat di simpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe course riview horay dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di MTs Nurul Islam Wayhuwi Kabupaten Lampung Selatan (Amelia, 2018).
Penilitian yang dilakukan oleh Revika dengan judul penerapan model course review horay (crh) untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Bandar Lampung tahun pelajaran 2015/2016. maka dapat di simpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Mata Pelajaran Sejarah siswa kelas XI IPS 7 di SMA Negeri 8 Bandar Lampung. Terlihat dari 40 siswa yang mengikuti 3 kali test ada peningkatan hasil belajar kognitif siswa, test pertama sebanyak 16 siswa (40%) yang nilainya mampu mencapai >71,00, test kedua sebanyak 23 siswa (57,5%) yang nilainya mampu mencapai >71,00, dan test ketiga sebanyak 33 siswa (82,5%) yang nilainya mampu mencapai >71,00 (Revika, 2016).
Penelitian yang dilakukan oleh Anugraheni dengan hasil penelitian dibuktikan dengan peningkatan persentase keaktifan siswa dari pra siklus sejumlah 38,46% yang aktif meningkat di siklus I sejumlah 50,00% yang aktif kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 84,62% yang aktif.
Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pra siklus yaitu 34,64% yang tuntas, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 73,08%
yang tuntas, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 92,31% yang tuntas (Anugraheni, 2018).
Pada kelas kontrol peserta didik diajarkan dengan model konvensional yang mana pembelajaran berpusat kepada guru. Guru hanya menerangkan materi serta memberikan soal untuk dijawab secara
76
individu. pada kelas kontrol peserta didik cenderung pasif, mengikuti urutan apa yang disampaikan guru dalam menjelaskan materi pembelajaran.
Berdasarkan deskripsi dan analisis data hasil ulangan harian terlihat bahwa hasil belajar pendidikan agama Islam dan budi pekerti siswa materi sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw pada periode Mekkah kelas eksperimen lebih baik dari pada hasil belajar pendidikan agama Islam dan budi pekerti siswa kelas kontrol. Hal ini dapat di lihat pada test, dari skor tertinggi dan terendah serta nilai rata-rata dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun skor tertinggi dari kelas eksperimen test 98. Sedangkan kelas kontrol test 96. Dan skor terendah dari kelas eksperimen 50 sedangkan, pada kelas kontrol test 45.
Sementara, nilai rata-rata kelas 80,56 sedangkan, pada kelas kontrol 77,00.
Ketuntasan kelas eksperimen lebih banyak di bandingkan kelas kontrol, yaitu kelas eksperimen terdapat 17 orang siswa yang tuntas dan 8 orang yang tidak tuntas dari 25 orang siswa. Sedangkan, kelas kontrol terdapat 16 orang siswa yang tuntas dan 8 orang siswa yang tidak tuntas dengan jumlah siswa 24 orang. Dengan demikian, ini berarti bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen lebih baik dari pada pembelajaran pada kelas kontrol.
Hasil belajar kognitif yang dicapai pada kelas eksperimen berbeda dengan hasil yang di capai pada kelas kontrol. Pada kelas kontrol, proses pembelajaran terlihat monoton, pembelajaran lebih terpusat pada guru.
Sehingga, siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran, kurangnya interaksi antar sesama siswa bahkan, siswa pun tidak terbiasa dalam mengembangkan daya fikirnya baik melalui keberanian dalam bertanya maupun dalam menjawab pertanyaan sebab, pada kelas kontrol potensi siswa tidak/kurang terkembangkan dalam proses pembelajaran. Bahkan, hasil tes belajar kognitif siswa pada kelas kontrol pun lebih rendah dari pada hasil tes belajar kognitif siswa kelas eksperimen.
Dari pembahasan di atas dapat dipahami bahwa hasil belajar kognitif kelas eksperimen lebih baik dari pada hasil belajar siswa kelas kontrol. Hal ini juga sesuai dengan hipotesis yang berbunyi : Hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran course review horay pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti pada materi sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw periode Makkah kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Emas.
D. Kendala-kendala yang Dihadapi dalam Penelitian
Meskipun dapat di katakan bahwa penerapan model pembelajaran course review horay , ini telah berhasil, tentu ada beberapa kendala yang penulis temukan di antaranya sebagai berikut:
1. Pada awal penelitian, penulis mengalami hambatan, karena pada saat penulis memulai penelitian yang mana pada saat itu cuaca buruk karena di sebabkan asap kabut yang begitu tebal dan menyebabkan siswa SMP Negeri 1 Tanjung Emas libur sekolah.
2. Peneliti mengalami kesulitan dalam mengatur siswa karena siswa belum terbiasa melaksanakan pembelajaran dengan model yang penulis terapkan namun, penulis tetap berusaha mengenal karakter siswa dalam pembelajaran, yang pada akhirnya masalah tersebut dapat teratasi.
3. Pada saat siswa saling berdiskusi dalam menjawab pertanyaan yang telah di dapat, masih ada sebagian siswa yang bercanda dan tidak serius dalam melakukan diskusi tersebut. Meskipun demikian, peneliti tetap berusaha agar mampu mengelola kelas yang baik. Dalam menerapkan model course review horay ini, di perlukan kerja sama yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa supaya tujuan pembelajaran dapat di capai dengan baik.
4. Secara umum, dari segi pelaksanaan model pembelajaran course review horay ini memerlukan waktu yang cukup panjang agar materi yang diajarkan dapat terselesaikan dengan sempurna. Oleh karena itu, guru harus mampu merancang penerapan model ini dengan baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan sebaik mungkin.
78 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa penelitian yang sudah peneliti laksanakan melalui penelitian eksperimen semu dengan judul: penerapan model pembelajaran course review horay dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tanjung Emas.Rancangan penelitian yang penulis gunakan adalah randomized control group only design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 72 orang siswa yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas VII A (23 orang) sebagai kelas uji coba VII B (25 Orang) sebagai kelas eksperimen dan VII C (24 Orang) sebagai kelas kontrol. Nilai hasil belajar kognitif siswa setelah penelitian pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.
2. Berdasarkan hasil penelitian pada kelas eksperimen dengan rata-rata 80,56 dengan jumlah kelas eksperimen sebanyak 25 orang, sedangkan pada kelas kontrol dengan rata-rata 77,00 dan jumlah kelas kontrol sebanyak 24 orang. Maka uji-t didapat harga thitung=3,52129 sedangkan ttabel 2,021 pada taraf berarti thitung >ttabel dan H1 diterima karena thitung >ttabel (3,52129 >2,021), maka dapat dikemukakan bahwa hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran course review horay lebih baik dari pada dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Emas.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh, maka peneliti dapat mengemukakan saran-saran yang di peroleh sebagai berikut:
1. Hendaknya guru SMP Negeri 1 Tanjung Emas dapat menggunakan penerapan model pembelajaran course review horay dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti siswa untuk dapat memberdayakan tanggung jawab setiap siswa dalam belajar.
2. Penelitian ini terdiri dari satu kompetensi dasar tentang sejarah Nabi Muhammad Saw periode Makkah, oleh karena itu di harapkan untuk selanjutnya di lakukan untuk kompetensi dasar yang lain ataupun pada mata pelajaran lain.
3. Penulis manyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan karena masih adanya faktor-faktor yang belum di perhatikan secara seksama. Untuk itu bagi semua pihak yang berkompeten di harapkan untuk mengembangkan penelitian ini, baik sebagai penelitian lanjutan maupun penelitian lain dari penerapan model pembelajaran course review horay dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti sehingga metode pembelajaran baru tersebut dapat berkembang di dunia pendidikan kita ini.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Augusta Fachrur. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) Pada Pembelajaran Imla’ Bahasa Arab Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Kelas X-12 MAN 1 Magelang. Skripsi Prgoram Studi Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Asing Fakultas Bahasa dan Seni.
Aksiwi, Rukmanda Dias & Endra Murti Sagoro. 2014. Implementasi Metode Pembelajaran Course Review Horay Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Jurnal Penyesuaian. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol. XII, No. 1.
Arifin, Zainal. 2017. Evaluasi Pembelajaran (Prinsip, Teknik dan Prosedur). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto. 2015. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
PT Rineka Cipta.
Aryni, Yesi Rezki. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CRH (Course Review Horay) Dengan Pendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving) Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Donri-Donri Kabupaten Soppeng.
Skripsi Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Negeri Makassar.
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Eviyanah, Eka. Umasih. Kurniawati. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe Course Review Horay Terhadap Hasil Belajar Sejarah Di Smk Negeri 31 Jakarta. Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 Januari 2018.
Faradita, Meirza Nanda. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Terhadap Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Di Sekolah Dasar.ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Volume 1 Nomor 2b Desember 2017 P-ISSN: 2581-1800 E-ISSN:
2597-4122.
Fiteriani, Ida. 2017. Analisis Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Yang Berkombinasipada Materi IPA Di MIN Bandar Lampung Jurnal
Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Volume 4 Nomor 2 Oktober 2017 p-ISSN 2355-1925 e-p-ISSN 2580-8915.
Harianto. Pengaruh Strategi Pembelajaran Course Review Horay Menggunakan Puzzle Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Elektronika Di SMK. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 02 Nomor 1, Tahun 2013, 401 – 409.
Hawi, Akmal. 2013. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam.Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada.
Huda, Miftahul. 2013. Model- Model Pengajaran dan Pembelajaran.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Ibrahim. Perpaduan Model Pembelajaran Aktif Konvensional (Ceramah) Dengan Cooperatif (Make – A Match) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. jurnal Ilmu Pendidikan Sosial, Sains dan Humaniora vol. 3 No. 2, Juni 2017.
Ilyas, Asnelly. 2006: Evaluasi Pendidikan. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.
Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.
Kasiram, Moh. 2008. Metodologi Penelitian. Malang: UIN Malang Pers.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kadir. 2015. Statistika Terapan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Lestari, Karunia Eka dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara. 2015.
Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT. Refika Aditama.
Majidah, Irlina Dwi. 2017. Studi Eksperimen Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH) Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Depok Sleman.
Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Mustika, Erma. 2015. Peningkatan Kualitas Pembelajaran PKn Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Course Review Horay dengan Media Diorama pada Siswa Kelas V SD Negeri Barukan 02 Kabupaten
82
Semarang. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Noor. Juliansyah. 2012. Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah. Jakarta. Kencana.
Nahar, Arifatun dkk. Keefektifan Model Pembelajaran Course Review Horay dengan Pendekatan Kontekstual terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Segitiga Kelas VII. Journal JKPM Volume 3 Nomor 1 April 2016.
Nasution, S. 2000. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Nureva & Siska Wulandari. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Iqra’
Kajian Ilmu Pendidikan volume 4, issue 1, Juni 2016.
Nurjannah, Koriq Atul. Course Review Horay Dipadu Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Course Review Horay Combined Mind Mapping Increase Cognitive Learning Result Seminar Nasional Biologi, IPA dan Pembelajarannya I UM Jember . Rasyid H & Mansur. 2007. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: Wacana
Prima.
Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Ridho, Akhsin. Korelasi Model Pembelajaran Course Review Horay Dalam Meningkatkan Karakter Siswa Journal Ar’rihlah: Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 3. No. 1. 2018 Fakultas Tarbiyah: IAINU Kebumen ISSN (P): 2541-402X ISSN(E): 2851-0197 .
Sari, Ika Nurvita Candra & Julianto. Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay (Crh) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Iv Sdn Gilang I Pada Materi Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya JPGSD. Volume 06 Nomor 09 Tahun 2018, 1610-1620.
Shaleh, Abdul Rachman. 2005. Pendidikan Agama & Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Shoimin, Aris. 2017. 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar Ruzz Media, Cetakan 1.
Sudijono, Anas. 2001. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2017. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sumantri, Mohamad Syarif. 2015. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: Rajawali Pers.
Suryabrata, Sumadi. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Rajawali.
Tatang. 2012. Ilmu Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Uno, Hamzah B dan Nurdin Mohamad. 2013. Belajar Dengan Pendekatan PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Undang- Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional. 8 Juli 2003. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301. Jakarta.
Undang- Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005. Guru dan Dosen.
Wahyuningsih, Putri. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay Terhadap Hasil Belajar Fiqih Kelas V Di MIS Al-Muhajirin Panjang Bandar Lampung. Lampung: IAIN Raden Intan Lampung.
Yuniyarsih. 2017. Eksperimen Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dan Course Review Horay (CRH) Terhadap Kerjasama Belajar dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIIISMP N 23 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/ 2017. Skripsi Program Studi Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo.