BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Analisa Data
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan dengan uji . Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah populasi tersebut mempunyai variansi yang homogen atau tidak.Data yang digunakan adalah kelompok yang berdistribusi normal.
Hipotesis:
Kriteria pengujian:
Jika fhitung< ftabel maka H0 diterima, yang berarti kedua varians populasi homogen.
Jika fhitung> ftabel maka H1 diterima, yang berarti kedua varians populasi tidak homogen.
a. Tulis H0 dan H1 yang diajukan
b. Tentukan nilai sebaran F dengan v1= n1-1, dan v2= n2-1 c. Tetapkan tarafnya α = 0,05
d. Tentukan wilayah kritiknya Maka wilayah kritiknya adalah
e. Tentukan nilai f bagi pengujian
f. Keputusannya:
H0 diterima jika:
62
Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis bertujuan untuk menentukan hasil belajar siswa dari kedua kelas sampel berbeda secara statistik. Oleh karena itu, dilakukan uji-t satu arah dengan hipotesis sebagai berikut : H0 :Hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model
pembelajaran course review horay tidak lebih baik dari pada dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Emas.
H1 :Hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran course review horay lebih baik dari pada dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Emas.
Berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas ada beberapa rumus untuk menguji hipotesis yaitu : jika skor hasil belajar siswa berdistribusi normal dan data berasal dari sampel yang bervariansi homogen, maka rumus yang digunakan adalah :
2
x1= Nilai rata-rata kelompok eksperimen x2 = Nilai rata-rata kelompok Kontrol n1= Jumlah siswa kelompok eksperimen
n2= Jumlah siswa kelompok Kontrol
2
s1= Variansi hasil belajar kelompok eksperimen
2
s2= Variansi hasil belajar kelompok kontrol Dengan kriteria pengujian sebagai berikut :
Jika t hitung > t tabel, maka diterima H1 dan ditolak H0.
64 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data
Deskripsi Data adalah gambaran mengenai data yang di peroleh dari instrument penelitian yaitu tes ulangan harian. Sebelum kegiatan penelitian di laksanakan, penulis menentukan materi pelajaran dan mempersiapkan instrumen penelitian. Materi yang dipilih adalah tentang sejarah Nabi Muhammad Saw periode Makkah. Alasan penulis memilih materi ini adalah karena materi tersebut tepat dan cocok untuk di terapkannya model pembelajaran course review horay. Penulis melaksanakan penelitian di kelas VII A yang berjumlah 23 orang siswa sebagai kelas uji coba, sedangkan kelas VII B berjumlah 25 orang siswa sebagai kelas Eksperimen dan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang mana jumlah siswanya 24 orang. Penulis melaksanakan penelian di SMP Negeri 1 Tanjung Emas pada semester ganjil tahun 2019/ 2020.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pembelajaran yang di laksanakan pada kelas eksperimen adalah dengan menerapkan model pembelajaran course review horay sedangkan, pada kelas kontrol di laksanakan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kegiatan penelitian ini mulai di laksanakan dari 30 Agustus 2019 sampai 04 Oktober 2019. Adapun jadwal pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat di lihat pada tabel.
Tabel: 4.1
Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran
Pertemuan Kelas Eksperimen Kelas Kontrol 1. Pertemuan I 06 September 03 September 2. Pertemuan II 13 September 10 September 3. Pertemuan III 17 September 20 September
Ulangan Harian 01 Oktober 04 Oktober
Pengumpulan data mengenai hasil belajar kognitif siswa di lakukan orang yang tuntas dan 8 orang yang tidak tuntas. Nilai yang tertinggi dari kelas kontrol 96 dan 45 nilai yang terendah.
Tabel 4.2
Nilai Ulangan Harian Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
12 Ghozy Aldi Pratama 93 Haryoseno Hadi Prawira 94
13 Hafif Andrian 89 Hidayatul Qoidah 60
66
21 Salsabila Naswah 98 Saskia Ayudia Fitri 80
22 Taufiq Firmansyah 97 Tata Susnata 70
23 Tiara Kumala Rizky 82 Tauhid Firmansyah 95
24 Wahyuningsih 82 Windy Tasya 81
25 Zikri 95 - -
Jumlah 2014 Jumlah 1848
Rata-Rata 80,56 Rata-Rata 77, 00
Nilai Tertinggi 98 Nilai Tertinggi 96
Nilai Terendah 50 Nilai Terendah 45
Jumlah Siswa 25
Orang Jumlah Siswa 24
orang
Tuntas 17
Orang Tuntas 16
orang
Tidak Tuntas 8
Orang Tidak Tuntas 8
% Tuntas 68% % Tuntas 67%
% Tidak Tuntas 32% % Tidak Tuntas 33%
Data mengenai hasil belajar siswa diperoleh dari hasil perhitungan secara statistik. Data pada kelas eksperimen dan kontrol dilakukan perhitungan skor rata-rata , simpangan baku, variansi , skor tertinggi dan skor terendah. Hasil perhitungan dapat di lihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel: 4.3
Skor Rata-Rata, Simpangan Baku, Variansi, Skor Tertinggi dan Skor Terendah
Kelas ̅ N S s2 X maks Xmin
Eksperimen 80,56 25 13,28 98 50 Kontrol 77,00 24 96 45
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya perbedaan nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa, nilai tertinggi dan terendah antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, Rata-rata yang di peroleh pada kelas eksperimen 80,56 sedangkan, pada kelas kontrol 77,00 dengan selisih 3,56 dimana,
rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Adapun nilai tertinggi pada kelas eksperimen adalah 98 dan pada kelas kontrol yaitu 96. Sedangkan, nilai terendah pada kelas eksperimen 50, dan kelas kontrol 45. Dan dari hal tersebut terlihat bahwa X maks test pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada X maks test kelas kontrol, dan Xmin test pada kelas eksperimen sama dari pada Xmin test pada kelas kontrol. Ini berarti adanya perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Hal ini menunjukan bahwa dengan penerapan model pembelajaran course review horay dapat membuat siswa terlibat aktif berfikir dalam proses pembelajaran tidak hanya siswa tertentu yang aktif tetapi siswa yang lainnya turut aktif dalam proses pembelajaran dan semua siswa lebih semangat dalam belajar karena belajar diiringi dengan yel- yel, bagi siswa yang menjawab benar maka mengucapkan
هّالل َناَحْبهس
(Subhaanallah) atauهرَبْكَا هّ َالل
(Allahuakbar), dan bagi siswa yang menjawab salah maka mengucapkanَمْي ِظَعْلا َالل هرِفْغَتْسَا
(Astagfirullahhal‟azim).Dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti siswa lebih tertarik untuk berlomba- lomba dalam menjawab pertanyaan yang di berikan guru, karena di akhir pembelajaran bagi siswa yang banyak menjawab pertanyaan dengan benar, maka siswa tersebut akan mendapatkan hadiah. Dari proses pembelajaran seperti ini, nilai hasil belajar kognitif siswa dapat lebih tinggi dari hasil belajar kognitif siswa yang di ajarkan dengan pembelajaran secara konvensional.
B. Analisis Data
Analisis data hasil belajar kognitif siswa bertujuan untuk menarik kesimpulan tentang data yang diperoleh dari tes hasil belajar kognitif. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis data tes hasil belajar statistik. Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.
68
1. Uji normalitas
Uji normalitas dilakukan dengan uji liliefors. Uji liliefors di lakukan bertujuan untuk melihat sampel berdistribusi normal atau tidak.
Adapun langkah-langkah dalam melakuakan uji liliefors pada kelas sampel adalah sama dengan melakukan uji liliefors pada kelas populasi.
Setelah dilakukan uji normalitas pada kelas sampel sesuai dengan langkah-langkah sebagaimana pada kelas populasi maka data sebagai berikut:
a. Kelas Eksperimen
Kelas VII B adalah kelas yang penulis jadikan sebagai kelas eksperimen yang mana siswa didalam kelas ini berjumlah 25 orang, yang penulis lakukan di SMP Negeri 1 Tanjung Emas. Kelas ini penulis menerapkan model course review horay dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti materi sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw pada periode Mekkah.
Tabel 4.4
Hasil Uji Normalitas Tes Akhir Kognitif
Kelas N Lo Ltabel Distribusi
Eksperimen 0,05 25 0,119257311 0,190 Normal Kontrol 0,05 24 0,116389315 0,190 Normal
Berdasarkan hasil uji normalitas di peroleh L0=0,119257311 dan berdasarkan tabel nilai kritik L untuk uji lilifors pada taraf nyata dengan jumlah 25 orang diperoleh Ltabel= 0,190.
Karena L0< Ltabel (0,119257311 <0,190), maka dapat di kemukakan bahwa kelas eksperimen berdistribusi normal karena L0 kecil dari Ltabel.
b. Kelas Kontrol
Berdasarkan hasil uji normalitas di peroleh L0 =0,116389315 dan berdasarkan tabel nilai Kritik L untuk uji liliefors pada taraf nyata dengan jumlah siswa 24 orang diperoleh Ltabel 0,161.
Karena L0< Ltabel (0,116389315<0,190), maka dapat di kemukakan bahwa kelas kontrol berdistribusi normal.
Dari tabel diatas terlihat bahwa kelas eksperimen mempunyai nilai L0,< Ltabel (0,119257311<0,190) dan kelas kontrol mempunyai nilai L0< Ltabel (0,116389315<0,190. Oleh karena L0,< Ltabel pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka hasil belajar kognitif siswa dari kelas eksperimen dan kontrol adalah berdistribusi normal.
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dengan uji f. Uji homogenitas bertujuan untuk melihat kedua sampel mempunyai variansi yang homogen atau tidak.
Setelah dilakukan uji homogenitas dengan uji f sesuai dengan langkah- langkah yang telah di tentukan maka diperoleh hasil sebagaimana yang terdapat pada tabel:
Tabel 4.5
Hasil Uji Homogenitas Data Kognitif
Kelas ̅ N s2 F Keterangan
Eksperimen 80,56 25
Homogen Kontrol 77,00 24
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa f yang diperoleh adalah berdasarkan tabel f diperoleh ) adalah dan nilai adalah oleh karena
<f< atau < < maka dapat di kemukakan bahwa data sampel memiliki variansi yang homogen.
3. Uji Hipotesis
Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas yang telah di lakukan ternyata kedua kelas berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Oleh karena itu, untuk uji hipotesis ini maka dilakukan uji-t.
70
Langkah-langkah yang dilakukan adalah yang pertama tetapkan taraf nyata adalah derajat bebas:
n1= 25
n2= 24 v =n1+ n2-2= 25+24-2=47
Setelah dilakukan uji-t sesuai dengan rumus yang telah ditentukan maka hasil pengujiannya dengan menggunakan uji-t dapat dilihat pada tabel:
Tabel 4.6
Hasil Uji Hipotesis Data Kognitif
Kelas ̅ N S thitung ttabel
Eksperimen 80,56 25 13,28
3,52129 2,021
Kontrol 77,00 24 11,72
Berdasarkan hasil perhitungan kelas eksperimen dengan rata-rata 80,56 dengan jumlah kelas eksperimen sebanyak 25 orang, sedangkan pada kelas kontrol dengan rata-rata 77,00 dan jumlah kelas kontrol sebanyak 24 orang. Maka uji-t di dapat harga thitung=3,52129 sedangkan ttabel 2,021 pada taraf berarti thitung >ttabel dan H1 diterima karena thitung >ttabel (3,52129 >2,021), maka dapat di kemukakan bahwa Hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran course review horay lebih baik dari pada dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Emas.