• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Pembahasan

Dalam penelitian ini, untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari Adversity Quotient siswa, maka dalam penelitian ini menggunakan lima indikator yaitu, (1) memberikan penjelasan dasar, (2)

79

membangun keterampilan dasar, (3) membuat kesimpulan, (4) memberikan penjelasan lebih lanjut, (5) mengatur strategi dan taktik.

Berdasarkan hasil analisis dari tes kemampuan berpikir kritis pertama dan kedua pada subjek Climbers, Campers dan Quitters yaitu sebagai berikut:

1. Kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Adversity Quotient tipe Climbers pada siswa kelas X IPA SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kota Makassar, diperoleh hasil sebagai berikut ;

Dari data yang diperoleh pada tes tertulis dan hasil wawancara diketahui bahwa di kedua tes tersebut siswa AQ tipe climbers dapat memenuhi 5 indikator kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan AQ tipe climbers mampu menentukan masalah yang terdapat pada soal yang berikan dengan baik dan benar, siswa juga mampu mengubah soal menjadi model matematika, kemudian siswa dapat menyimpulkan serta menjelaskan pekerjaannya menggunakan kata-kata sendiri dengan lancar dan siswa mampu menemukan alternatif penyelesaian soal tetapi tidak mampu menggunakan alternatif tersebut.

Stoltz mengungkapkan bahwa orang dengan AQ tipe climbers pemikir yang selalu memikirkan peluang, siap menghadapi tantangan, percaya diri dan selalu memikirkan beragam alternatif penyelesaian permasalahan.

Begitu pun yang terjadi pada siswa AQ tipe climbers sangat antusias dalam menangani masalah, berupaya mencari jawaban atas pertanyaan, dan sering bertanya kepada peneliti tentang solusi yang diambilnya.

Pada penelitian ini siswa AQ tipe climbers, Dibutuhkan waktu yang cukup singkat untuk menentukan dan memikirkan metode dan metode untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan siswa dapat menggunakan bahasa sendiri serta terdapat peningkatan dari tes 1 tes ke 2.

2. Kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Adversity Quotient tipe Campers pada siswa kelas X IPA SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kota Makassar subjek 2 (AJ), diperoleh hasil sebagai berikut ;

Dari data yang didapatkan pada tes tertulis dan wawancara diperoleh bahwa pada kedua tes, siswa AQ tipe campers mampu memenuhi 4 indikator kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan AQ tipe campers mampu menentukan masalah yang terdapat pada soal yang diberikan, siswa juga dapat mengubah soal tersebut menjadi model matematika, kemudian siswa dapat menarik kesimpulan dan menjelaskan hasilnya.

Stoltz mengungkapkan bahwa orang dengan AQ tipe campers sangat menyukai zona nyaman, mudah berpuas diri cukup senang dengan usaha yang telah dicapai, tidak ingin berusaha lebih meskipun sadar kalau ia mampu.

Begitupun yang terjadi pada siswa AQ campers memiliki inisiatif dalam memecahkan masalah, mengerjakan soal sesuai dengan kemampuannya, puas atas hasil penyelesaiannya.

Pada penelitian ini siswa dengan AQ tipe campers, membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk mengidentifikasi dan merefleksikan metode pemecahan masalah dan dapat menggunakan bahasanya sendiri. Siswa juga belum memiliki ide baru, dan mereka cukup piawai dalam menghitung dan

81

menentukan unsur-unsur yang diketahui dalam soal siswa serta terdapar sedikit peningkatan dari tes 1 ke tes 2.

3. Kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Adversity Quotient tipe Quitters pada siswa kelas X IPA SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kota Makassar subjek 3 (AK), diperoleh hasil sebagai berikut;

Dari data yang didapatkan dari tes tertulis dan hasil wawancara ditemukan bahwa dalam dua tes tersebut, siswa dengan AQ tipe quitters hanya mampu memenuhi maksimal 1 indikator kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan AQ tipe quitters hanya dapat menjelaskan hasil penyelesaiannya mesikipun hasil yang diperoleh tidak tepat.

Stoltz mengungkapkan bahwa orang dengan AQ tipe quitters cenderung pasif, merasa tidak mampu, memilih menyerah sebelum berusaha, mudah putus asa. Begitupun yang terjadi pada siswa AQ quitters, siswa tidak antusias dalam pemecahan masalah karena mereka tidak menyukai matematika, langsung mengatakan tidak bisa saat membaca soal, tidak mau mengambil risiko, sehingga mereka tidak mengerjakan dengan baik dan benar.

Dalam penelitian ini siswa tipe quitters, membutuhkan banyak waktu saat menentukan dan memikirkan cara atau metode untuk memecahkan masalah hanya menulis ulang masalah tersebut. Siswa juga tidak memiliki ide baru, dan kurang pandai menghitung dan menentukan unsur-unsur yang diketahui dalam soal serta tidak terdapat peningkatan dalam tes 1 dan 2.

Tabel 4.6 Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Adversity Quoatient Tipe

Climbers Campers Quitters

1 Memberikan

83

Climbers Campers Quitters

4 Memberikan

84 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Adapun yang dapat disimpulkan sesuai dengan rumusan masalah dan hasil penelitian di Bab IV sebagai berikut;

1. Siswa yang memiliki AQ tipe climbers dapat memenuhi 5 indikator kemampuan berpikir kritis. Siswa dapat mengidentifikasi masalah pada soal yang diberikan, dan ditanyakan dengan jawaban yang tepat, siswa juga mengubah soal tersebut menjadi model matematika dengan baik, kemudian siswa dapat dengan lancar merangkum dan menjelaskan pekerjaannya dengan kata-kata sendiri dan mencari alternatif pemecahan masalah, tetapi tidak dapat menggunakan alternatif tersebut.

Pada saat pengerjaan soal siswa AQ tipe climbers sangat antusias dalam menangani masalah, berupaya mencari jawaban atas pertanyaan, dan sering bertanya kepada peneliti tentang solusi yang diambilnya.

2. Siswa yang memiliki AQ tipe campers mampu memenuhi 4 indikator kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan AQ tipe campers dapat mengidentifikasi masalah yang terdapat dalam soal yang diajukan dengan baik, dapat juga mengubah suatu masalah menjadi model matematika, kemudian meringkas dan menjelaskan karyanya tetapi tidak mampu menemukan metode alternatif penyelesaian soal.

85

Pada saat pengerjaan soal siswa AQ campers memiliki inisiatif dalam memecahkan masalah, mengerjakan soal sesuai dengan kemampuannya, puas atas hasil penyelesaiannya.

3. Siswa yang memiliki AQ tipe quitters mampu memenuhi 1 indikator kemampuan berpikir kritis. Siswa mampu menjelaskan hasil penyelesaiannya meskipun hasil penyelesaian tidak benar.

Pada saat pengerjaan soal siswa AQ quitters, siswa tidak antusias dalam pemecahan masalah karena mereka tidak menyukai matematika, langsung mengatakan tidak bisa saat membaca soal, tidak mau mengambil risiko, sehingga mereka tidak mengerjakan dengan baik dan benar.

B. Saran

1. Melihat dari hasil yang ditemukan pada Bab IV, maka peneliti memberikan saran kepada guru demi meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa saat proses belajar mengajar sebagai berikut;

a. Dalam pembelajaran, guru harus membiasakan siswa agar dapat mengubah sebuah masalah menjadi bentuk model matematika dan menyimpulkan penyelesaian soal.

b. Guru sebaiknya memberikan perhatian lebih kepada siswa tipe Quitters dalam pembelajaran agar siswa terbiasa mengerjakan soal-soal.

2. Perlu dilakukan penelitian tentang topik-topik yang serupa tetapi menggunakan indikator yang berbeda.

3. Diharapkan adanya penelitian lain yang membahas lebih dalam mengenai perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa antara 3 tipe Advesity Quotient.

87

DAFTAR PUSTAKA

De Porter, Bobbi dan Hernacki, Mike. 2013. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa Learning

Depdiknas, 2003. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003. Tentang tujuan pendidikan nasional.

H. Raharjdo, Mudjia. 2010. Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif, (Online), https://www.uin-malang.ac.id.html, diakses 28 Juni 2019)

Hidayanti, Dwi. 2016. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Smp Kelas IX Pada Materi Kesebangunan. Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya (KNPMP 1), Diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, UMS, 12 Maret 2016

Irianti, Putri (2017). Proses Pemecahan Masalah Matematika Siswa Berdasarkan Adversity Quotient (AQ). Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017. Surabaya: Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya.

Kemendiknas, 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Jakarta: Kemendiknas-Depdiknas.

Maftukhin, M. 2013. Skripsi: Keefektifan model pembelajaran CPS berbantuan CD pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis materi pokok geometri kelas X. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Riadi, Muchlisin. 2018. Pengertian, Karakteristik dan Indikator Berpikir Kritis, (Online), (https://www.kajianpustaka.com.html, diakses 28 Juni 2019).

Samsur, Rohman Ketut. 2018. Skripsi: Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Garis Dansudut Di Kelas Vii-D Smp Negeri 7 Kendari.

Kendari : Universitas Halu oleo.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta, CV.

Surya, Hendra. 2013. Cara Belajar Orang Genius. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Widanarni, Deni., Irwansyah dan Setio Utomo. 2015. Pengaruh Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan dan Karakteristik Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Kuala

Kapuas. Jurnal Bisnis dan Pembangunan, Vol 3, No. 1, Januari – Juni 2015:35 – 41

Wulandari, Retno. 2020. Skripsi: Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sman 8 Muaro Jambi. Jambi: Universitas Jambi

L A M

P

I

R

A

N

TES KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Kelas/Semester : X/II

Pokok Bahasan : Sistem Persamaan Linear Dua variabel Waktu : 2 x 40 menit

Nama : ...

Nis : ...

Kelas : ...

PETUNJUK PENGERJAAN SOAL:

Selesaikan soal berikut untuk menjawab pertanyaan di bawah!

Patin ingin melakukan lompat tali. Misalnya, tali yang dipakai oleh Patin mempunyai panjang 70 cm lebih pendek dari tinggi Patin. Supaya tali tidak tersangkut di tubuh Patin, maka setidaknya tali yang digunakan harus mempunya panjang dua kali lebih panjang dari ukuran sebelumnya. Sehingga, jika diukur kembali, maka ukuran dua kali panjang tali akan 30 cm lebih panjang dari tinggi Patin. Tentukan berapa ukuran panjang tali yang digunakan serta tinggi badan Patin! Dan berapakah panjang tali yang di butuhkan agar tidak tersangkut di badan patin?

5. Apa yang kamu ketahui dari soal diatas?

6. Metode apakah yang kamu gunakan untuk menyelesaikan soal diatas?

7. Jelaskan jawabanmu diatas menggunakan kata-katamu sendiri!

8. Apakah ada metode atau cara lain untuk menyelesaikan soal diatas? Jika ada coba tunjukkan!

1. Tulis Nama, NIS dan Kelas pada lembar jawaban anda!

2. Baca dan pahami soal sebelum menjawab!

3. Kerjakan soal dengan menuliskan langkah-langkah secara jelas!

HASIL TES ARP

No. Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Tot. Tot.

x 2

Tipe Adversity

Quotient 1 Abdul Muhaimin 0 0 Quitters 2 Abrarshadiq Yusmaputra Salim 5 4 4 3 3 4 1 2 2 3 2 3 5 4 4 3 3 5 5 3 68 136 Campers 3 Ahmad Jilan Shadiq 3 3 5 5 5 5 1 4 2 5 1 5 5 4 5 1 5 5 5 5 79 158 Campers 4 Akbar Bintang Saputra 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 3 5 5 94 188 Climbers 5 Amjad Farros Mahdi 5 3 5 5 5 5 1 5 1 5 1 1 5 5 5 1 5 5 5 5 78 156 Campers 6 Andi Khalid Dzaki 3 3 2 2 4 3 2 1 3 3 2 3 3 4 2 5 4 3 3 2 57 114 Quitters 7 Andi Riskullah Annang Nirwan 4 3 4 2 3 3 2 5 3 3 3 1 3 5 3 5 3 5 5 5 70 140 Campers 8 Azkal Adzikia Yasin 5 3 4 3 3 5 2 4 3 5 2 1 5 4 4 5 3 5 5 3 74 148 Campers 9 Dio Radiyallahu'anhu Muttakin 1 1 1 1 1 5 5 5 1 5 1 1 1 5 2 3 5 3 5 3 55 110 Quitters 10 Dwi Fayi Arya Sakhi 5 4 3 4 3 5 2 5 2 5 4 1 5 5 5 4 4 5 5 3 79 158 Campers 11 Fatur Indra Kusmanto 0 0 Quitters 12 Kaffi Elka Zahid 3 2 4 4 3 4 1 4 4 4 2 1 5 5 3 5 3 5 5 4 71 142 Campers 13

M. Fathan Atillah Mukminin 4 2 1 3 3 2 2 5 4 2 3 1 4 5 4 5 1 5 5 5 66 132

Peralihan Quitters ke Campers 14 Muh. Dzaki Zulfahmi Mansur 4 2 5 2 5 3 1 4 3 3 5 3 5 5 5 5 1 5 5 5 76 152 Campers

15 Muh. Fahri 4 4 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 5 5 3 3 4 4 5 3 72 144 Campers

16 Muh. Fikri 0 0 Quitters

17 Muh. Fikri Dzaky 5 5 3 5 5 3 5 4 5 3 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 89 178 Climbers 18 Muh. Fiqri Fauzan Rizal 5 1 1 2 4 5 2 5 2 5 3 1 5 4 2 1 5 5 5 5 68 136 Campers 19 Muh. Ikhsan Nur Khalish 0 0 Quitters

No. Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Tot. Tot.

x 2

Tipe Adversity

Quotient 20 Muh. Raihan Alamsyah 3 4 4 3 4 4 2 5 4 2 2 1 5 5 3 2 4 5 5 2 69 138 Campers 21 Muh. Sa'ad Haris 4 5 4 3 4 4 5 4 5 4 2 2 5 4 2 4 3 5 5 3 77 154 Campers 22

Muh.Harits Al Qoyyim 5 1 5 3 3 5 3 3 1 3 1 1 5 5 3 5 3 5 5 1 66 132

Peralihan Quitters ke Campers 23 Muhammad Hafizh Al Dzikri 4 3 3 4 3 2 3 4 2 4 3 4 5 4 5 3 3 5 5 3 72 144 Campers 24

Mujaddid Baharuddin 4 5 5 5 5 4 5 5 1 5 1 1 5 5 5 5 5 5 5 1 82 164

Peralihan Campers ke Climbers 25 Sa'ad Bin Isman 3 5 3 4 1 3 5 5 3 5 5 2 5 3 5 5 2 5 5 3 77 154 Campers

DOKUMENTASI

PPT

RIWAYAT HIDUP

Arfan B, lahir pada tanggal 13 Mei 1998 di Jauh Pandang, anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Baharuddin dan St.

Aisyah. Jenjang pendidikan yang ditempuh penulis, mulai dari duduk dibangku Sekolah Dasar di SDN 330 Marannu pada tahun 2003 dan tamat pada tahun 2009, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMPN 3 Pitumpanua pada tahun 2009 dan tamat pada tahun 2012, selanjutnya penulis melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni di SMA Negeri 1 Pitumpanua pada tahun 2012 dan selesai pada tahun 2015.

Pada tahun 2015 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar dan terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Program Strata Satu (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Berkat karunia Allah SWT, dalam Menyelesaikan Program Studi di Universitas Muhammadiyah Makassar, saya mengangkat judul skripsi yaitu;

“Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Siswa Kelas X IPA SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kota Makassar”.

Dokumen terkait