METODE PENELITIAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
) ( ) ( ) ( * %+ + , + - , + -- , + ---, +%+/ + 2 %3 + 0 *% 5 Gambar 4.2
Grafik Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Matematika
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan terhadap permasalahan penelitian maupun hipotesis tindakan berdasarkan analisis data kualitatif terhadap hasil penelitian yang
diperoleh dari kerja sama antara peneliti, guru matematika dan kepala sekolah. Berdasarkan hasil refleksi dari setiap putaran ternyata dapat memberi masukan bagi guru matematika dalam melakukan perbaikan pengajaran dengan lebih banyak melibatkan siswa dalam belajar matematika melalui metode concept mapping.
Perencanaan pembelajaran dengan strategi concept mapping sebagai strategi pembelajaran yang disajikan dengan gaya mengajar terbuka. Berkaitan dengan tindak mengajar yang dilakukan guru memberitahukan topik, inti materi ajar, dan kegiatan yang dilakukan. Guru juga menjelaskan matreri ajar kapada siswa dan membangun hubungan baik yaitu menjalin rasa simpati dan saling pengertian. Dalam menyampaikan materi ajar secara sistematis, komunikatif, dan concept mapping sebagai metode pembelajaran yang dapat membantu pemahaman siswa serta memicu keaktifan dalam pembelajaran. Selain itu guru juga terus memberi motivasi yang bisa mendorong semangat siswa agar selalu aktif dalam pembelajaran yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar. Pembahasan secara rinci adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana proses pembelajaran matematika dengan metode concept mapping yang dilaksanakan sebagai upaya peningkatan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
Proses pembelajaran matematika sudah berjalan sesuai dengan rencana yakni penggunaan metode concept mapping dalam pembelajaran. Berkaitan dengan tindak mengajar yang dilakukan oleh guru matematika kelasVIII E adalah selalu memberitahukan tujuan dari pembelajaran, inti
61
materi ajar, dan kegiatan yang akan dilakukan, membimbing dan mengarahkan serta memotivasi siswa agar selalu aktif dalam menyelesaikan masalah yang muncul dengan baik dan benar dan menciptakan suasana yang membuat siswa terlibat secara aktif dengan memberikan soal latihan.
Penyampaian materi dilakukan oleh peneliti yang bertindak sebagai guru matematika menggunakan metode concept mapping yang membantu siswa dalam memahami permasalahan dan perencanaan penyelesaiannya. Dalam proses pembelajaran concept mapping siswa dibimbing bagaimana cara memahami dan perencanaan menyelesaian masalah melalui peta konsep. Hal ini dilakukan untuk melatih siswa untuk terampil menyelesaikan malasah dan membentuk pola pikir siswa sejak awal tentang pemahaman serta penyelesaian dengan cepat dan tepat. Melalui metode concept mapping ini juga siswa bisa membentuk suatu ringkasan materi dalam bentuk peta konsep sesuai bahasa dan tulisan sendiri sehingga siswa mudah mengingat kembali materi yang sudah dipelajari.
Tindak mengajar yang dilakukan oleh guru matematika adalah sebagai berikut :
1. Memberikan motivasi tentang pentingnya memahami materi dari awal. 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran sebelum materi disampaikan. 3. Pembelajaran menerapkan concept mapping yaitu menggambarkan
4. Memberikan waktu yang cukup pada siswa untuk menyusun concept mapping.
5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.
6. Memberikan bimbingan menyeluruh kepada siswa dan menciptakan iklim belajar yang menyenangkan.
7. Penyampaian materi sistematis.
8. Memberikan contoh-contoh soal dan latihan-latihan soal pada siswa untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah disampaikan.
9. Meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal di depan kelas dan menjelaskan kepada teman-temanya.
10.Membimbing siswa membuat kesimpulan materi sesuiai dengan bahasa siswa masing-masing.
11.Di akhir pembelajaran selalu mengingatkan siswa untuk mempelajari materi ajar yang akan disampaikan maupun mengulangi materi ajar yang telah disampaikan.
Tindak mengajar yang telah disebutkan di atas sebagai kunci keberhasilan atau memberikan hasil yang memuaskan dan dipandang memberikan kontribusi yang cukup bagi keberhasilan usaha meningkatkan keaktifan belajar siswa.
63
2. Adakah peningkatan keaktifan belajar siswa selama proses belajar matematika melalui metode concept mapping.
Dalam putaran pertama belum begitu nampak perubahan pembelajaran menggunakan metode concept mapping. Hal tersebut disebabkan siswa masih asing dalam pembelajaran dengan metode concept mapping selain itu juga siswa masih dalam perkenalan dengan peneliti yang bertindak sebagai guru matematika maka siswa baru menyesuaikan diri. Hal ini menyebabkan siswa masih enggan untuk bertanya, belum berani menjawab pertanyaan dari guru dan masih ragu-ragu untuk mengerjakan soal di depan kelas. Namun, guru berusaha untuk memotivasi siswa dan menjadi pembimbing yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman dalam belajar. Pada putaran pertama ini penggunaan metode concept mapping belum berjalan secara maksimal.
Pada putaran kedua suasana tampak berubah, siswa sudah merasa nyaman dengan peneliti sebagai guru matematika serta penerapan metode concept mapping sudah mulai dipahami oleh siswa. Dala putaran ini siswa sudah tidak ragu-ragu menjawab pertanyaan guru dan mengerjakan soal di papan tulis. Siswa yang terlibat aktif mengalami peningkatan dalam jumlah daripada putaran yang pertama. Namun, peningkatan ini belum sesuai dengan yang diharapkan sehingga dilakukan pembenahan yaitu guru lebih memberikan kebebasan dan motivasi yang lebih pada siswa serta pembrian reward atau pengahargaan berupa nilai tambah bagi siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran.
Pada putaran ketiga kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode concept mapping membawa perubahan ke arah yang lebih baik, terdapat peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika. Keaktifan belajar siwa yang diketahui dari empat indikator yaitu keaktifan mengajukan pertanyaan, keaktifan mengerjakan soal-soal latihan di depan kelas, keaktifan mengerjakan soal-soal latihan dan keaktifan menjawab pertanyaan sudah memenuhi target yang telah direncanakan. Sebelum dilakukan tindakan indikator-indikator tersebut masih sedikit ditemui pada saat pembelajaran, hanya siswa tertentu saja yang semangat untuk bertanya, menjawab, tampil di depan kelas, maupun menjawab pertanyaan dari guru. Hal ini disebabkan siswa kurang percaya diri hanya yang percaya diri dan memiliki kemampuan lebih yang mau aktif dalam kegiatan belajar. Keaktifan belajar siswa mulai meningkat pada tindakan I dan terus meningkat sampai putaran III. Pembelajaran yang dirancang dengan metode concept mapping terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar.
Tindakan putaran I tercatat siswa yang aktif mengajukan pertanyaan sebanyak 7 siswa (23,3%), aktif mengerjakan soal-soal latihan di depan kelas sebanyak 8 siswa (26,7%), aktif mengerjakan soal-soal latihan 10 siswa (33,3%) dan aktif menjawab pertanyaan sebanyak 7 siswa (23,3%). Data menunjukkan bahwa keaktifan siswa terhadap proses pembelajran belum meningkat secara signifikan. Hal ini disebabkan
65
kurangnya motivasi yang diberikan oleh guru serta siswa masih belum terbiasa untuk aktif dalam proses pembelajaran.
Putaran II disamping menggunakan strategi genius learning, guru berusaha memotivasi siswa tentang pentingnaya pemahaman siswa terhadap materi sejak awal karena sifat matematika yang hierarki atau berkelanjutan. Hal ini ternyata cukup efektif terbukti dari catatan lapangan didapatkan siswa yang aktif mengajukan pertanyaan sebanyak 10 siswa (33.3%), aktif mengerjakan soal-soal latihan di depan kelas sebanyak 12 siswa (40%), aktif mengerjakan soal-soal latihan 17 siswa (56.7%) dan aktif menjawab pertanyaan sebanyak 11 siswa (36.7%).
Putaran III keaktifan siswa semakin meningkat hal ini disebabkan siswa mulai tertarik dengan proses pembelajaran. Pada putaran ini guru memberikan reward atau nilai tambah bagi siswa yang akatif dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa tidak merasa bosan dengan pembelajaran seperti sebelum diadakan tindakan. Siswa terlihat bersemangat dan menikmati proses pembelajaran. Dari catatan lapangan terlihat semua indikator mengalami peningkatan. Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan sebanyak 18 siswa (60%), aktif mengerjakan soal-soal latihan di depan kelas sebanyak 20 siswa (66.7%), aktif mengerjakan soal-soal latihan sebanyak 22 siswa (73.3%) dan aktif menjawab pertanyaan sebanyak 21 siswa (70 %).
Hipotesis tindakan : “jika pembelajaran matematika melalui metode concept mapping dilakukan dengan benar dan tepat, maka kekatifan belajar
siswa dalam bertanya, mengerjakan soal di depan kelas, mengerjakan soal-soal latihan dan menjawab pertanyaan dapat meningkat”. Tindakan mengajar melalui metode concept mapping ternyata mendukung hipotesis tindakan. Tindakan-tindakan guru tersebut memenuhi teori untuk menciptakan kondisi belajar yang efektif.
67 BAB V