• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PENDIDIKAN RELIGIOSITAS YANG TELAH DILAKSANAKAN

C. Penelitian Mengenai Pendidikan Religiositas yang

5. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil jawaban siswa pada tabel 5 mengenai pelaksanaan pendidikan religiositas, menurut penulis bahwa proses pembelajaran pendidikan religiositas yang dilaksanakan di kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta berjalan dengan baik. Hal ini nampak bahwa adanya saling berbagi pengalaman antara guru dengan siswa maupun antar siswa sendiri. Selain itu juga guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. Kesempatan bertanya ini lebih

mempermudah siswa untuk mengerti dan memahami materi yang diberikan guru. Diharapkan melalui materi yang diperoleh ini siswa semakin berkembang

bukan hanya aspek kognitif saja tetapi juga berkembang dalam hal sikap dan tindakan hidup sehari-hari, sehingga proses pembelajaran pendidikan religiositas ini perlu ditingkatkan.

Sarana yang digunakan guru menurut jawaban sebagian para siswa adalah selalu berfariasi, namun ada beberapa siswa yang mengatakan bahwa guru kurang berfariasi dalam menggunakan sarana. Maka perlu peningkatan penggunaan sarana yang lebih baik demi keberhasilan proses pembelajaran terlebih sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa.

Tabel 6 hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan religiositas. Hal ini diperjelas dari hasil jawaban siswa bahwa melalui pelajaran pendidikan religiositas siswa semakin menghargai dan bekerjasama dengan teman yang berbeda agama. Siswa semakin rajin dan tekun dalam belajar serta lebih menghormati guru dan orang tua. Siswa semakin terbuka untuk berbagi pengalaman dengan teman yang berbeda agama meskipun ada beberapa siswa yang malu dan takut untuk mensharingkan pengalaman atau berbagi pengalaman mereka dengan teman ataupun guru. Karena itu diharapkan perlu adanya dorongan yang terus-menerus agar siswa semakin berani mensharingkan pengalaman mereka dengan teman yang berbeda agama. Selain itu beberapa siswa menjawab ragu-ragu terhadap pernyataan menyontek pada saat ulangan dan membolos pada saat pelajaran berlangsung. Dapat dikatakan bahwa mereka yang membolos ataupun menyontek adalah karena mudah ikut-ikutan serta terpengaruh teman. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian terhadap guru maupun pendamping agar peran pendidikan religiositas sungguh membantu perkembangan hidup siswa.

Mengenai hambatan dalam pelaksanaan pendidikan religiositas (laporan hasil penelitian, Tabel. 7) penulis menemukan banyak di antara sikap dan tindakan siswa kurang mendukung pelaksanaan pendidikan religiositas. Hal ini dapat dilihat dari

hasil jawaban siswa bahwa sebagian besar siswa terlambat atau kurang disiplin dalam pelajaran pendidikan religiositas, malas, kurang menghargai pelajaran, sering ngobrol saat pelajaran berlangsung serta mudah lalai dalam tugas. Menurut penulis, jawaban tersebut sungguh menjadi suatu tantangan bagi semua pendidik karena ketertiban dan kedisiplinan yang tertanam dalam diri siswa sungguh didukung oleh pendampingan serta perhatian guru. Justru siswa yang semacam itulah yang membutuhkan pendekatan secara personal sehingga semakin sadar akan pentingnya pendidikan religiositas dalam hidup mereka.

Penulis akan memaparkan hasil jawaban siswa terhadap kuesioner dalam bentuk essay yakni mengenai harapan, kesan, usul dan saran dari responden. Penulis juga merangkum hasil jawaban dari para responden dan hasil tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 8: Harapan, usul, saran dari responden, N=60

No Pertanyaan Jawaban Responden Jumlah %

1 Apakah anda merasa puas

terhadap proses pembelajaran Pendidikan

Religiositas, di kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta? Mengapa?

Merasa puas karena dapat mendalami pelajaran religiositas dan mengerti ajaran setiap agama.

21 35,00

Merasa puas karena dapat menambah wawasan tentang agama, dan terbuka dengan agama lain

17 28,33

Merasa senang karena cara penyampaian materi jelas

No Pertanyaan Jawaban Responden Jumlah % Merasa puas karena

pendidikan religiositas menambah kedekatan dengan Tuhan

7 11,66

Merasa puas karena guru mengajar dengan santai

2 3,33

Merasa tidak puas karena guru tidak menggunakan metode yang menarik dan fariasi.

3 5,00

Merasa puas karena tidak membuat siswa bosan.

1 1,66

Apakah anda senang terhadap metode atau cara guru dalam proses pelaksanaan Pendidikan Religiositas? Mengapa?

Senang karena guru menjelaskan dengan baik dan tidak membosankan.

21 35,00

Merasa senang karena guru berbagi pengalaman

14 23,33

Senang karena cara penyampain guru menarik, terperinci, dan mudah dipahami

14 23,33

Merasa tidak senang karena cara mengajar guru

monoton dan membosankan

5 8,33 2

Lumayan karena guru menerangkan dengan telti dan jeli

No Pertanyaan Jawaban Responden Jumlah %

Sangat senang karena

semakin terbuka dan mudah bergaul dengan teman.

2 3,33

Apa harapan anda terhadap

proses pelaksanaan pendidikan religiositas yang akan datang.

Agar siswa lebih disiplin saat pelajaran berlangsung.

17 28,33

Agar dalam pelaksanaan pendidikan religiositas lebih fariasi, tidak monoton sehingga tidak bosan.

12 20,00

Agar pelaksanaan pelajaran pendidikan religiositas tidak terlalu serius tapi santai

8 13,33

Agar dalam pelaksanaan pendidikan religiositas semua siswa diberi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman.

7 11,66

Agar siswa dapat bekerja sama dengan teman yang berbeda agama

7 11,66 3

Agar guru tidak memberi banyak tugas.

No Pertanyaan Jawaban Responden Jumlah % Apa harapan anda terhadap

teman-teman sekelas anda agar proses pelaksanaan Pendidikan religiositas dapat berjalan dengan baik dan lancar

Agar teman-teman menjaga ketenangan saat

pelajaran berlangsung, mau mendengarkan guru

51 85,00 4

Agar tidak menyepelekan pendidikan religiositas dan lebih aktif dalam mengikuti pelajaran

9 15,00

Berdasarkan tabel di atas pada item 1 menunjukkan 21 responden (35%) memberi jawaban bahwa mereka merasa puas dengan proses pelajaran religiositas karena membantu mereka untuk mengerti dan memahami ajaran dalam setiap agama. Para responden memberi alasan senang karena dapat menambah wawasan tentang agama, dan terbuka dengan agama lain. Hal ini terlihat dari 17 responden atau 28,33% yang memberi alasan tersebut di atas. Selain itu karena cara penyampaian materi jelas (15,00%), pendidikan religiositas menambah kedekatan dengan Tuhan 11,66%. Responden merasa puas karena guru mengajar dengan santai (3,33%), dan tidak membuat siswa bosan (1,66%). Dalam memberi alasan responden juga merasa tidak puas dalam proses pembelajaran karena guru tidak menggunakan metode yang menarik dan berfariasi (5,00%) dan responden merasa tidak puas (5,00 %) karena guru tidak menggunakan metode yang menarik dan variasi.

Pada item nomor 2 di atas, 35,00% responden mengatakan senang terhadap metode atau cara guru dalam proses pembelajaran pendidikan religiositas karena

guru menjelaskan dengan baik dan tidak membosankan. Guru menyampaiakn terperinci dan mudah dipahami (23,33%), saling berbagi pengalaman (23,33%), lumayan karena guru menerangkan dengan teliti dan jeli (5,00%), dan responden juga mengatakan sangat senang karena semakin terbuka dan bergaul dengan teman (3,33%).

Harapan para responden terhadap proses pelaksanaan pendidikan religiositas agar proses pelaksanaan pendidikan religiositas lebih disiplin (28,33%). Pelaksanaan pendidikan religiositas lebih fariasi, tidak monoton sehingga siswa tidak merasa bosan. Hal ini dapat dilihat ada 20% responden menginkan harapan tersebut. Selain itu responden mengharapkan agar pelaksanaan pelajaran pendidikan religiositas tidak terlalu serius tapi santai (13,33%), dapat berbagi pengalaman dengan mereka yang berbeda agama (11,66%), bisa bekerja sama dengan teman yang berbeda agama (11,66%), agar guru tidak memberi tugas yang banyak (3,33%).

Untuk item nomor 4, harapan responden terhadap teman sekelas agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar. Harapan-harapan tersebut adalah: 85,00% responden berharap agar dalam proses pelajaran berlangsung teman-teman menjaga ketenangan dan mau mendengarkan setiap penjelasan dari guru. Berdasarkan hasil tersebut penulis dapat menganalisa bahwa suasana kelas pada saat pembelajaran berlangsung ribut dan siswa kurang mendengarkan penjelasan guru. Suasana yang demikian kurang mendukung proses pembelajaran. Selain itu 15,00% responden berharap agar tidak ada sikap dimana menyepelehkan pelajaran religiositas dan diharapkan siswa aktif terlibat ketika proses pelajaran berlangsung agar pembelajaran dapat berjalan baik. Perlu adanya perhatian dan kerja sama yang

baik dari guru untuk memotivasi siswa agar siswa semakin menyadari pentingnya suasana yang baik dalam proses pembelajaran.

Untuk mengetahui kebenaran data penelitian maka penulis mengadakan wawancara baik dengan siswa maupun guru untuk mengklarifikasi data penelitian, mengecek kembali serta memferivikasi kebenaran data. Dari proses wawancara tersebut dapat dinyatakan bahwa siswa masih ribut saat pelajaran berlangsung, kurang bertanggung jawab atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan sehingga perlu usaha peningkatan proses pembelajaran pendidikan religisositas.

Oleh karena itu pada Bab IV penulis mengusulkan rencana program pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan siswa. Penulis juga berharap agar RPP ini membantu guru dalam meningkatkan pelaksanaan pendidikan religiositas dan membantu siswa dalam mengembangkan kecerdasan spiritual sehingga mampu mewujudkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumen terkait