Perilaku merupakan faktor kedua setelah lingkungan yang memengaruhi sehat tidak seseorang. Perilaku merupakan aksi dari individu terhadap reaksi atau adanya sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi. Sesuatu tersebut berupa rangsangan. Menurut Bloom dalam Suryani (2003), domain perilaku yang diklasifikasikan dibagi menjadi tiga tingkat yaitu : 1) Pengetahuan (knowledge)
adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap obyek melalui indera yang dimilikinya, 2) Sikap (attitude) merupakan respons
tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu, yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan, dan 3) Tindakan atau
praktek (practice) merujuk pada perilaku yang diekspresikan dalam bentuk tindakan, yang merupakan bentuk nyata dari pengetahuan dan sikap yang telah dimiliki.
Banyak cara dalam melakukan perubahan perilaku, salah satunya dengan ceramah yaitu suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran disertai tanya jawab sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan. Ceramah dapat disertai dengan alat bantu agar informasi yang diberikan dapat diterima.
5.1. Pengaruh Metode Ceramah dengan Audio Visual terhadap Perilaku Responden
Berdasarkan hasil penelitian dengan statistik uji Kruskal Wallis menunjukkan secara variabel metode ceramah dengan medio audio visual memberikan pengaruh terhadap perilaku ibu, Namun, secara subvariabel tidak semuanya mempengaruhi perilaku ibu. Hal ini dikarenakan banyaknya faktor-faktor lain sehingga apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan.
Berdasarkan uji Kruskal Wallis menunjukkan, ceramah dengan metode audio visual mempunyai pengaruh signifikan terhadap pengetahuan ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijaya (2008), ada pengaruh yang signifikan antara ceramah dengan penggunaan media bantu VCD dan modul terhadap peningkatan pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan pada ibu postpartum di bangsal anggrek 2 RSUP Dr. Sardjito. Hasil penelitian ini didukung oleh Suparno (2001), bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang dalam memberikan pendidikan kesehatan yaitu : 1) Metode yang digunakan, 2) Manusianya, 3) Bahan, 4) Perlengkapan, dan 5) Lingkungan belajar.
Berdasarkan uji kruskal wallis menunjukkan ada pengaruh yang signifikan ceramah dengan metode audio visual terhadap sikap ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05). Sesuai penelitian yang dilakukan oleh Pulungan (2007), ada pengaruh yang signifikan ceramah dengan menggunakan film terhadap sikap dokter kecil dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah
(PSN-DBD) di Kecamatan Helvetia. Hasil penelitian ini didukung oleh Syafrudin dan Fratidhina (2009) bahwa untuk merubah sikap seseorang metode yang digunakan adalah salah satunya dengan menggunakan metode pemutaran film yaitu audio visual. Pendidikan kesehatan melalui ceramah dengan metode audio visual akan memberikan perubahan sikap kepada sesorang.
Berdasarkan uji kruskal wallis menunjukkan ada pengaruh yang signifikan ceramah dengan metode audio visual terhadap tindakan ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05). Penelitian ini didukung oleh Syafrudin dan Fratidhina (2009), untuk mengubah seseorang agar mau bertindak diperlukan metode yang melibatkan langsung individu terhadap objek misalnya demonstrasi, eksperimen, bengkel kerja, dan latihan sendiri.
Pada penelitian ini, ceramah dengan metode audio visual yang digunakan bermanfaat terhadap perubahan tindakan ibu oleh karena metode yang digunakan lebih cenderung terhadap perubahan tindakan. Untuk itu perlu pengembangan konteks dari materi yang diberikan dengan demontrasi atau menganjurkan untuk belajar sendiri kepada ibu setelah dilakukan pendidikan kesehatan.
Media sebagai suatu alat atau sejenisnya yang dapat dipergunakan sebagai pembawa pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Pesan yang dimaksud adalah materi pelajaran, dimana keberadaan media tersebut dimaksudkan agar pesan dapat lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Bila media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun
keterampilan. Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator melalui media elektronika, sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya dapat berubah perilaku ke arah positif terhadap kesehatan (Notoatmojo, 2007).
5.2. Pengaruh Metode Ceramah dengan Poster Kalender terhadap Perilaku Responden
Berdasarkan uji Kruskal Wallis menunjukkan ada pengaruh yang signifikan ceramah dengan metode poster kalender terhadap pengetahuan ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05). Begitu juga halnya dengan sikap, berdasarkan uji kruskal wallis menunjukkan ada pengaruh yang signifikan ceramah dengan metode poster kalender terhadap sikap ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05). Penelitian ini membuktikan teori yang dikemukakan oleh Kale dalam Syafrudin dan Fratidhina (2009), untuk merubah pengetahuan dan sikap seorang dapat dilakukan menggunakan ceramah dengan metode poster kalender. Berdasarkan uji kruskal wallis menunjukkan ada pengaruh yang signifikan ceramah dengan metode poster kalender terhadap tindakan ibu dengan balita gizi kurang dan buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05). Hal ini tidak sesuai dengan teori yang dikemukaka Kale dalam Syafrudin dan Fratidhina (2009), oleh karena metode untuk merubah seseorang agar bertindak positif dilakukan metode latihan sendiri, bengkel bekerja, demonstrasi, dan eksperimen.
5.3. Efektifitas Metode Ceramah dengan Audio Visual dan Metode Ceramah dengan Poster Kalender terhadap Perilaku Responden
Berdasarkan uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan efektifitas yang signifikan antara ceramah dengan metode audio visual dan ceramah dengan metode
poster kalender terhadap pengetahuan ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05). Berdasarkan uji Mann Whitney menunjukkan ada
perbedaan efektifitas yang signifikan antara ceramah dengan metode audio visual dan ceramah dengan metode poster kalender terhadap sikap ibu balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p>0.05). Pada tindakan, berdasarkan uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan efektifitas yang signifikan antara metode ceramah dengan audio visual dan metode ceramah dengan poster kalender terhadap tindakan ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05).
Berdasarkan uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan efektifitas yang signifikan antara ceramah dengan metode audio visual dan metode poster kalender terhadap perilaku ibu dengan balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Bireuen (p<0.05) dan berdasarkan nilai Mean Rank menunjukkan nilai ceramah dengan menggunakan metode poster kalender lebih besar dari pada ceramah dengan metode poster kalender.