• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen SKRIPSI. Disusun Oleh: MEIDY SAYRANI (Halaman 86-0)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Penyajian Data

4.3.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan merupakan salah satu rumah makan dengan sajian hidangan berupa makanan-makanan tradisional khas dari Kota Sibolga yang berada di pesisir pantai pulau Sumatera Utara seperti Ikan Panggang, Ikan Gulai, Gulai Ayam Kampung, Sayur Pakis, Daun Ubi Tumbuk, serta sambal yang paling terkenal dari kota Sibolga yaitu Sambal Bawang Batak dengan menu Ikan Panggang Pacak sebagai menu terlaris di rumah makan ini.

Berdasarkan hasil penelitian terdapat faktor-faktor yang mampu mempengaruhi jalannya usaha ini, yaitu: keadaan pesaing, perkembangan teknologi, perubahan demografi, kebijakan politik dan ekonomi, sumber daya alam, segmen pasar, anggaran pemasaran, waktu serta bauran pemasaran.

Berdasarkan hasil penelitian Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan dalam penyajiannya menggunakan bahan bahan baku terbaik seperti ikan yang masih dalam keadaan fresh serta bumbu-bumbu yang dibuat oleh tangan sendiri tanpa tambahan zat kimia. Strategi ini lah yang mampu membuat rumah makan ini dapat menetapkan harga yang lebih tinggi dari rumah-rumah makan lainnya dan mendapatkan loyalitas pelanggan karena konsumen sudah percaya akan kualitas sajian makanan yang diberikan. Serta tidak adanya perubahan cita rasa dari setiap hidangan dari sejak usaha ini didirikan hingga sampai saat ini. Ini lah strategi utama yang dilakukan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan agar terus mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya.

Gambar 4.2

Strategi-Strategi yang Digunakan untuk Mempertahankan Eksistensi

Sumber: Diolah oleh Penulis (2019)

Menurut penulis strategi dalam dunia bisnis sangat diperlukan untuk mencapai visi dan misi perusahaan yang telah ditetapkan. Tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek tetap harus dibarengin dengan strategi yang matang serta dapat diterapkan di lapangan. Strategi merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan hidup suatu perusahaan untuk mencapai tujuan ataupun sasaran perusahaan dengan efektifitas dan efisiensi serta mampu mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi persaingan.

Strategi

Strategi Persaingan Strategi Pemasaran

Eksistensi

Strategi Mempertahankan Eksistensi Rumah Makan Tradisional dalam Menghadapi Masuknya Rumah Makan

Modern

Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan merupakan salah satu rumah makan dengan klasifikasi Specialties Restaurant. Specialties Restaurant adalah restoran khusus yang menyajikan hidangan-hidangan khas dari daerah atau negara tertentu, seperti Restoran Padang, Sea Food Restaurant, Chinese Food, restoran Jawa, dan sebagainya (Sugiarto dan Sulartiningrum, 2001:102). Hasil penelitian ini didukung dengan adanya data dimana menu hidangan yang disajikan pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan ini adalah menu makanan tradisional andalan bagi masyarakat Kota Sibolga yang berada di pesisir pantai pulau Sumatera Utara seperti Ikan Panggang, Ikan Gulai, Gulai Ayam Kampung, Sayur Pakis, Daun Ubi Tumbuk, serta sambal yang paling terkenal dari kota Sibolga yaitu Sambal Bawang Batak dengan menu Ikan Panggang Pacak sebagai menu terlaris di rumah makan ini.

Wheelen dan Hunger (2006:25) mengemukakan bahwa variable-variabel strategi atau faktor-faktor strategi yang dapat dikontrol berupa segmen pasar, anggaran pemasaran, waktu serta bauran pemasaran sedangkan variable atau faktor yang tidak dapat dikontrol berupa keadaan pesaing, perkembangan teknologi, perubahan demografi, kebijakan politik dan ekonomi serta sumber daya alam. Namun kenyataannya, variable-variabel strategi atau faktor-faktor strategi yang mampu dikontrol oleh perusahaan yaitu keadaan pesaing, perkembangan teknologi, anggaran pemasaran, waktu dan bauran pemasaran sedangkan variable-variabel strategi atau faktor-faktor strategi yang tidak dapat dikontrol bagi perusahaan ini yaitu: perubahan demografi, kebijakan politik dan ekonomi, sumber daya alam dan segmen pasar. Dukungan untuk bertahannya usaha ini maka variable-variabel strategi atau faktor-faktor strategi ini harus tetap mampu

diperhatikan perkembangannya oleh perusahaan agar faktor-faktor ini tidak menjadi ancaman bagi perusahaan bahkan mampu menjadi peluang bagi perkembangan perusahaan dengan terus memerhatikan variable-variabel atau faktor-faktor strategi yang ada.

Dalam Situmorang (2009: 227-234) terdapat banyak strategi persaingan yang dapat digunakan oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan dan salah satu strategi persaingan yang sesuai dilakukan oleh rumah makan ini yaitu Strategi Deferensiasi yang dikemukakan oleh Steven P Schaars dalam Situmorang (2009: 227-234). Pengembangan produk merupakan contoh dari strategi yang menawarkan keunggulan deferensiasi. Strategi deferensiasi yang sukses membuat perusahaan dapat menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produknya dan memperoleh loyalitas pelanggan karena konsumen mungkin amat mendambakan pada sifat yang membedakan. Dimana adanya strategi penggunaan bahan bahan baku terbaik seperti ikan yang masih dalam keadaan fresh serta bumbu-bumbu yang dibuat oleh tangan sendiri tanpa tambahan zat kimia yang mampu membuat rumah makan ini dapat menetapkan harga yang lebih tinggi dari rumah-rumah makan lainnya dan mendapatkan loyalitas pelanggan karena konsumen sudah percaya akan kualitas sajian makanan yang diberikan.

Dalam Maulana (1990:158-169) terdapat macam-macam strategi pemasaran dan program penerapannya. Strategi pemasaran yang sesuai bagi Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan ini adalah Strategi Kebutuhan Selektif. Strategi kebutuhan selektif dirancang untuk memperbaiki posisi persaingan suatu produk, jasa, atau bisnis. Fokus dasar dari strategi ini adalah pada bagian pasar, karena perolehan penjualan diharapkan akan datang dengan mengorbankan bentuk

produk atau kelas produk pesaing. Strategi kebutuhan selektif dapat dicapai dengan mempertahankan pelanggan lama atau dengan menjaring pelanggan baru.

Salah satu program penerapan pada strategi ini yaitu berupa memelihara kepuasan pelanggan terhadap prestasi produk dimana rumah makan ini harus mampu memelihara cita rasa masakan khas dari Kota Sibolga yang kosisten dari dulu hingga seterusnya. Menjelaskan kepada konsumen bahwa bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan masakan asli dan alami sehingga penetapan harga yang tinggi sesuai dengan prestasi produk atau citra mutu yang ada pada masakan.

Adanya perbaikan pelayanan di dalam menjalankan usaha dengan memperbaiki sistem kerja yang ada pada pegawai seperti melakukan pelayaanan dengan cepat dan tanggap serta memerhatikan hal-hal yang dibutuhkan oleh pembeli ketika berada pada rumah makan ini, sebagai contoh memberikan ekstra minuman atau pun kuah sayuran guna meningkatkan loyalitas pelanggan serta adanya penggunaan bahasa daerah kota Sibolga di antara pegawai sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk merasakan suasana tradisional di rumah makan ini. Dan mampu menciptakan design rumah makan yang lebih baik lagi untuk mampu menarik konsumen seperti adanya pelebaran tempat, pemberian taman-taman kecil di sudut rumah makan guna meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung serta adanya jaringan wifi yang turut menarik perhatiaan dari para konsumen khususnya anak-anak muda.

Program lainnya berupa menyederhanakan proses pembelian para pembeli dimana rumah makan ini bekerja sama dengan aplikasi-aplikasi pendukung dan harus terus melakukan followup terhadap aplikasi tersebut guna mempermudah pemesanan terhadap sajian yang ada pada rumah makan ini, membuat spanduk

dengan turut serta mencantumkan nama yang tertera pada aplikasi pendukung guna untuk mempermudah pembeli dalam melakukan pencarian nama rumah makan ini pada aplikasi pendukung dan adanya ulasan-ulasan pada media sosial seperti Google terkait dengan rumah makan ini.

Strategi pemasaran lainnya yaitu strategi menjaring pelanggan dengan menempatkan produk dalam posisi berbeda dimana produk yang dihasilkan tidak mudah untuk ditiru oleh rumah-rumah makan lain. Dimana sajian masakan yang ditawarkan hanya berupa sajian masakan khas dari Kota Sibolga didukung dengan bahan-bahan berkualitas yang digunakan oleh rumah makan ini sebagai usaha untuk mempertahankan usaha ini dengan posisi yang berbeda serta cita rasa yang khas pada setiap sajian masakan.

Penerapan strategi persaingan dan strategi pemasaran dengan baik pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan maka akan menghasilkan eksistensi pada rumah makan ini. Karl Jaspers (1985:119) mengatakan bahwa semua orang memiliki cara keberadaan yang khas dan unik, itulah yang dinamakan sebagai eksistensi seorang individu sehingga setiap orang yang dapat menentukan jati diri atas keberadaannya dan mampu berdiri diantara eksistensi orang lain maka mereka akan mendapatkan eksistensi yang sejati. Dimana jika usaha ini terus mempertahankan kekhasan dan keunikannya berupa sajian hidangan makanan tradisional dengan cita rasa masakan khas Kota Sibolga dengan tidak adanya perubahan cita rasa dari setiap hidangan dari sejak usaha ini didirikan hingga sampai saat ini dan terus mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya maka rumah makan ini mampu mendapatkan eksistensi yang sejati seperti yang telah dikemukakan oleh Karl Jaspers (1985:119).

Strategi Mempertahankan Eksistensi Rumah Makan Tradisional dalam Menghadapi Masuknya Rumah Makan Modern yang dilakukan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan adalah dengan menggunakan klasifikasi restoran yaitu Specialties Restaurant (Sugiarto dan Sulartiningrum, 2001:102).

Adanya variable-variabel strategi atau faktor-faktor strategi yang mampu mendukung jalannya usaha ini jika terus diperhatikan perkembangannya. Rumah makan ini menggunakan strategi persaingan yang dikemukakan oleh Steven P Schaars dalam Situmorang (2009: 227-234) yaitu Strategi Deferensiasi dan menggunakan strategi pemasaran yang ada pada Maulana (1990:158-169) yaitu strategi kebutuhan selektif dengan program penerapan seperti memelihara kepuasan pelanggan terhadap prestasi produk, menyederhanakan proses pembelian para pembeli serta strategi menjaring pelanggan dengan menempatkan produk dalam posisi berbeda. Sehingga rumah makan ini mampu mempertahankan eksistensinya seperti yang telah dikemukakan oleh Karl Jaspers (1985:119).

Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Afzalul Zikri dari Universitas Syiah Kuala dengan judul “Eksistensi Rumah Makan Tradisional terhadap Masuknya Rumah Makan Modern di Kota Banda Aceh Tahun 1980-2016” pada tahun 2018, berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Yulie A. C Hutagalung dari Universitas Sumatera Utara dengan judul

“Strategi Pengembangan Bisnis (Studi pada Rumah Makan Minang Setia Jl.

Jamin Ginting No. 326, Medan)” pada tahun 2013 dan berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Fauzan Rachman dari Institut Pertanian Bogor dengan judul “Strategi Pengembangan Usaha Restoran Tradisional Khas

Jawa Timur Pondok Sekararum, Kecamatan Ciomas, Bogor, Jawa Barat” pada tahun 2010, maka terdapat perbedaan hasil dari penelitian ini dengan penelitian terdahulu yang ada, dimana penelitian-penelitian terdahulu tidak menjalaskan secara terperinci strategi apa yang harus digunakan oleh perusahaan untuk mampu mempertahankan eksistensinya dengan membadingkan dengan teori-teori strategi baik teori dari strategi itu sendiri, strategi persaingan, strategi pemasaran dan teori eksistensi yang telah dikemukakan oleh para ahli.

Penelitian terdahulu yang ada hanya menjelaskan strategi persaingan atau strategi pengembangan usaha yang telah digunakan perusahaan yang sedang diteliti. Tidak adanya perbandingan dengan teori-teori pemasaran sebagai teori tambahan yang digunakan untuk mendukung strategi persaingan yang ada dan perbandingan dengan teori eksistensi yang ada sebagai bahan validitas bagi penelitian. Sedangkan penelitian ini mampu menjelaskan strategi seperti apa yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi masuknya pendatang baru dengan membandingkan dengan teori-teori yang ada seperti teori strategi, variable-variabel dalam stategi, strategi dalam persaingan dengan didukung dengan strategi pemasaran sehingga mendapatkan eksistensi dan mampu mempertahankan eksistensi yang ada.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis akan mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan merupakan salah satu rumah makan dengan klasifikasi Specialties Restaurant. Specialties Restaurant adalah restoran khusus yang menyajikan hidangan-hidangan khas dari daerah atau negara tertentu, seperti Restoran Padang, Sea Food Restaurant, Chinese Food, restoran Jawa, dan sebagainya.

2. Strategi yang Digunakan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan untuk Mempertahankan Eksistensinya dalam Menghadapi Masuknya Rumah Makan Modern Di Kota Medan yaitu menggunakan Strategi Deferensiasi yang dikemukakan oleh Steven P Schaars dalam Situmorang (2009: 227-234) dimana adanya penggunaan bahan bahan baku yang mampu membuat rumah makan ini dapat menetapkan harga yang lebih tinggi dari rumah-rumah makan lainnya dan mendapatkan loyalitas pelanggan karena konsumen sudah percaya akan kualitas sajian makanan yang diberikan.

3. Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan dalam pemasarannya menggunakan Strategi Kebutuhan Selektif dalam Maulana (1990:158-169) yaitu berupa memelihara kepuasan pelanggan terhadap prestasi produk seperti mampu memelihara cita rasa masakan khas dari Kota Sibolga yang konsisten dari dulu hingga seterusnya, adanya perbaikan pelayanan di dalam menjalankan usaha dan mampu menciptakan design rumah makan yang lebih

baik lagi untuk mampu menarik konsumen. Menyederhanakan proses pembelian para pembeli seperti bekerja sama dengan aplikasi-aplikasi pendukung dan harus terus melakukan followup, membuat spanduk dengan turut serta mencantumkan nama yang tertera pada aplikasi pendukung dan adanya ulasan-ulasan pada media sosial seperti Google terkait dengan rumah makan ini. Strategi pemasaran lainnya yaitu strategi menjaring pelanggan dengan menempatkan produk dalam posisi berbeda dimana produk yang dihasilkan tidak mudah untuk ditiru oleh rumah-rumah makan lain.

4. Penerapan strategi persaingan dan strategi pemasaran dengan baik pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan maka akan menghasilkan eksistensi pada rumah makan ini seperti yang telah dikemukakan oleh Karl Jaspers (1985:119) jika usaha ini terus mempertahankan kekhasan dan keunikannya berupa sajian hidangan makanan tradisional dengan cita rasa masakan khas Kota Sibolga dengan tidak adanya perubahan cita rasa dari setiap hidangan dari dulu hingga seterusnya dan terus mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya maka rumah makan ini mampu mendapatkan eksistensi yang sejati.

5. Terdapat perbedaan hasil dari penelitian ini dengan penelitian terdahulu yang ada. Penelitian ini mampu menjelaskan strategi seperti apa yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi masuknya pendatang baru dengan membandingkan dengan teori-teori yang ada seperti teori-teori strategi, variable-variabel dalam stategi, strategi dalam persaingan dengan didukung dengan strategi pemasaran sehingga mendapatkan eksistensi dan mampu mempertahankan eksistensi yang ada.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, yaitu sebagai berikut:

1. Perlu adanya pemeliharaan cita rasa masakan khas dari Kota Sibolga yang kosisten dari dulu hingga seterusnya yang dilakukan oleh rumah makan ini serta menjelaskan kepada konsumen bahwa bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan masakan asli dan alami sehingga penetapan harga yang tinggi sesuai dengan prestasi produk atau citra mutu yang ada pada masakan.

2. Perlu adanya perbaikan pelayanan di dalam menjalankan usaha dengan memperbaiki sistem kerja yang ada pada pegawai seperti melakukan pelayaanan dengan cepat dan tanggap serta memerhatikan hal-hal yang dibutuhkan oleh pembeli ketika berada pada rumah makan ini, sebagai contoh memberikan ekstra minuman atau pun kuah sayuran guna meningkatkan loyalitas pelanggan serta adanya penggunaan bahasa daerah kota Sibolga di antara pegawai sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk merasakan suasana tradisional di rumah makan ini.

3. Mampu menciptakan design rumah makan yang lebih baik lagi untuk mampu menarik konsumen seperti adanya pelebaran tempat, pemberian taman-taman kecil di sudut rumah makan guna meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung serta adanya jaringan wifi yang turut menarik perhatiaan dari para konsumen khususnya anak-anak muda.

4. Perlu adanya followup dalam penggunaan teknologi sebagai pendukung usaha terkhusus dalam hal promosi dan adanya promosi-promosi lainnya seperti pembuatan spanduk yang turut serta mencantumkan nama yang tertera pada aplikasi pendukung guna untuk mempermudah pembeli dalam melakukan pencarian nama rumah makan ini pada aplikasi pendukung dan adanya ulasan-ulasan pada media sosial seperti Google terkait dengan rumah makan ini.

5. Mempertahankan kekhasan dan keunikannya berupa sajian hidangan makanan tradisional dengan cita rasa masakan khas Kota Sibolga dengan tidak adanya perubahan cita rasa di setiap hidangan dari dulu hingga seterusnya didukung dengan bahan-bahan berkualitas yang digunakan oleh rumah makan ini sebagai usaha untuk mempertahankan usaha ini dengan posisi yang berbeda dan terus mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya untuk mampu mendapatkan eksistensi yang sejati.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zainal. 2007. Analisis Eksistensial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Agusnawar. 2000. Operasional Tata Graha Hotel: Hotel Housekeeping Operational. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Atmodjo, H Marsum Widjojo. 1991. Restoran dan Segala Permasalahannya, Edisi 4. Yogyakarta : Andi

Bagus, Lorens. 1996. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia.

Cameron, Kim S., Robert E. Quinn (1999). Diagnosing and Changing Organizational Culture: Based on the Competing Values Framework.

Reading. Massachusetts: Addison Wesley

David, Fred R. 2002. Manajemen Strategis: Konsep. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT.

Prenhallindo.

David, Fred. 2011. Strategic Management Manajemen Strategi Konsep, Edisi 2.

Jakarta: Salemba Empat

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Balai Pustaka

Endar, Sugiarto dan Sri Sulartiningrum. 2001. Pengantar Industri Akomodasi dan.

Restoran. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Grant, Robert. M. 1999. Analisis Strategi Kontemporer: Konsep, Teknik, Aplikasi.

Edisi Kedua. Terjemahan Thomas Secokusomo. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Hadiwijono, Harun. 1993. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Cet. IX. Yogyakarta:

Kanisius

Hamersma, Harry. 1985. Filsafat Eksistensi Karl Jaspers. Jakarta: PT. Gramedia

Martinus, Surawan. 2001. Kamus Kata Serapan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Maulana, Agus. 1990. Strategi dan Program Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama

Moleong, Lexi J. 2014. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Situmorang, Syafrizal Helmi. 2009. Bisnis: Perencanaan dan Pengembangan.

Jakarta: Mitra Wacana Media

Stephanie, K. Marrus. 2002. Desain Penelitian Manajemen Strategik. Jakarta:

Rajawali Press

Soekresno. 2000. Management Food and Beverage, Service Hotel. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.

Sugiyono. 2016. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Suyanto, Bagong dan Sutinah. 2011. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Kencana.

Suwandiyanto, M. 2010.Manajemen Strategi dan Kebijakan Perusahaan.

Bandung: Alfabeta

Suwandiyanto, M. 2010. Manajemen Strategi dan Kebijakan Perusahaan.

Yogyakarta: ANDI.

Tjiptono, Fandy. 2006. Manajemen Strategis: Konsep. Jakarta: Salemba Empat

Umar, Husein. 2001. Strategic Management in Action. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Wheelen, T. L dan Hunger, J. D. 2006. Manajemen Strategis. Manajemen Strategis. Yogyakarta: Andi.

Jurnal dan Skripsi

Anjastantri, Windya dan Rizki Yudhi Dewantara. 2017. Mempertahankan Eksistensi Traditional Travel Agency dalam Menghadapi Ancaman Online Travel Agency. Malang: FIA Universitas Brawijaya.

Fauza, Muflihatul. 2017. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Eksistensi Ritel Tradisional dalam Menghadapi Ritel Modern di Kecamatan Medan Amplas.

Medan: Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Hadi, Irfan Ariffianto. 2015. Eksistensi Komunitas Waroeng Keroncong Di Kota Semarang. Semarang: FBS Universitas Negeri Semarang

Hutagalung, Yulie A. C. 2013. Strategi Pengembangan Bisnis (Studi pada Rumah Makan Minang Setia Jl. Jamin Ginting No. 326, Medan). Medan: FISIP Universitas Sumatera Utara

Khutniah, Nainul. 2013. Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati Di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Semarang: FBS Universitas Negeri Semarang

Lelawati, Putri Suci. 2015. Eksistensi Pedagang Kecil Di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Pekan Baru: FISIP Universitas Riau.

Lestari, Andi Adinda. 2016. Dampak Keberadaan Pasar Modern terhadap Eksistensi Pasar Tradisional di Kota Samarinda. Samarinda: FISIP Universitas Mulawarman.

Rachman, Fauzan. 2010. Strategi Pengembangan Usaha Restoran Tradisional Khas Jawa Timur Pondok Sekararum, Kecamatan Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Bogor: FEM Institut Pertanian Bogor

Riyanto, R.Aldi dan Aris Munandar. 2016. Strategi Mempertahankan Eksistensi Perusahaan Keramik Burat Kriasta di Kasihan Bantul dalam Menyiasati Persaingan Global. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta

Syamsuddien, Muhammad Ali. 2016. Inovasi Layanan PT Pos Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan sebagai Upaya Menjaga Eksistensi di Era Persaingan Global (Studi pada Kantor Pos Bandar Lampung). Bandar Lampung: FISIP Universitas Lampung

Zikri, Afzalul. 2018. Eksistensi Rumah Makan Tradisional terhadap Masuknya Rumah Makan Modern di Kota Banda Aceh Tahun 1980-2016. Banda Aceh:

FKIP Universitas Syiah Kuala.

Internet

https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Medan akses pada 27 Januari pukul 12. 28 WIB

https://nasional.kompas.com/read/2018/05/04/20442371/indonesia-daftarkan-16056-pulau-bernama-ke-pbb akses pada 27 Januari pukul 11.25 WIB

https://sumut.bps.go.id/statictable/2018/04/09/893/jumlah-penduduk-dan-rumah-tangga-menurut-kabupaten-kota-2016.html akses pada tanggal 27 Januari pukul 13.48 WIB

https://www.bps.go.id/index.php/publikasi/index?Publikasi%5BtahunJudul%5D=

2015&Publikasi%5BkataKunci%5D=restoran&yt0=Tampilkan akses pada tanggal 20 Januari 2019 pukul 12.30 WIB

http://www.investmedan.com/?page_id=132&lang=id akses pada tanggal 27 Januari pukul 14.00 WIB

LAMPIRAN

DAFTAR PERTANYAAN UNTUK PEMILIK

A. Sejarah Perusahaan 1. Nama usaha

2. Alasan memberikan nama tersebut 3. Alamat usaha

4. Pendiri usaha 5. Tahun pendirian

6. Alasan pindah tempat usaha

7. Kelebihan dari tempat usaha yang baru

8. Kegiatan bisnis (apa yang ditawarkan/menu yang ditawarkan) 9. Alasan membuka bisnis ini

10. Jam operasional (jam buka usaha) 11. Jumlah tenaga kerja

12. Struktur usaha 13. Deskripsi jabatan

B. Wawancara

1. Apakah kelebihan yang dimiliki oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung ini dibandingkan dengan rumah-rumah makan lainnya?

2. Apakah kekurangan yang dimilki oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung ini dibandingkan dengan rumah-rumah makan lainnya?

3. Peluang seperti apa yang dimiliki oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda

3. Peluang seperti apa yang dimiliki oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda

Dalam dokumen SKRIPSI. Disusun Oleh: MEIDY SAYRANI (Halaman 86-0)