• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka

6. Pembelajaran Terpadu Tipe Connected

a. Pengertian dan karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Connected

Majid (2014:76) mengemukakan bahwa tipe keterhubungan (connected) adalah tipe pembelajaran secara disengaja dan diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan

keterampilan lain, tugas-tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas-tugas yang dilakukan pada hari berikut, bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide-ide-ide yang akan dipelajari pada semester berikut di dalam satu bidang studi.

Fogarty (dalam Trianto, 2010:39) menyatakan bahwa tipe connected adalah tipe integrasi inter bidang studi. Senada dengan Fogarty, Sukayati (dalam Kadir dan asrohan, 2014:39) mengemukakan pula bahwa tipe connected adalah model integrasi inter-bidang studi. Tipe tersebut secara nyata mengorganisasikan atau mengintergrasikan satu konsep, keterampilan atau kemampuan yang ditumbuhkembangkan dalam suatu pokok bahasan atau kemampuan pada pokok bahasan atau sub pokok bahasan lain, dalam satu bidang studi. Selanjutnya, Hadisubroto (dalam Trianto, 2010:40) menjelaskan bahwa pembelajaran terpadu tipe connected adalah pembelajaran yang dilakukan dengan mengaitkan satu pokok bahasan dengan pokok bahasan berikutnya, mengkaitkan satu konsep dengan konsep lain, mengkaitkan satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, dan juga mengkaitkan pekerjaan hari itu dengan hari yang lain atau hari berikutnya dalam suatu bidang studi.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu tipe connected adalah pembelajaran yang mengkaitkan antara mata pelajaran satu dengan mata

pelajaran yang lainnya, satu konsep dengan konsep lainya, satu keterampilan dengan yang satu keterampilan yang lain tetapi dalam bidang studi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran terpadu tipe Connected sebagai berikut:

1) Jaringan indikator sesuai dengan pembelajaran terpadu tipe connected.

2) Adanya keterpaduan antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain atau terpadunya antara materi yang satu dengan materi yang lain dalam suatu bidang studi.

3) Pembelajaran direncanakan secara sistematis/ terperinci.

4) Adanya keterkaitan indikator dalam beberapa mata pelajaran.

5) Batas mata pelajaran disatukan dan difungsikan, yaitu dengan menghilangkan batasan masing-masing mata pelajaran tersebut, dikenal dengan Broad Field (bidang studi).

b. Langkah-langkah Pengembangan Pembelajaran Terpadu Tipe Connected

Prabowo (dalam Trianto, 2010:95-90) mengungkapkan bahwa langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe connected terdapat tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sedangkan Kadir dan Asrohah (2014:40-45) menjelaskan tentang langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe connected sebagai berikut:

1) Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini guru mencermati standar kompetensi suatu mata pelajaran untuk menentukan terkaitan antar kompetensi dasar suatu mata pelajaran dalam satu tingkat kelas. Kemudian guru menjabarkan standar kompetensi ke dalam indikator. Setelah guru menentukan tema, dilanjutkan dengan menyusun dan merencanakan pembelajaran yang mengkaitkan materi satu dengan materi yang lain dalam suatu bidang studi. Kemudian dilanjutkan dengan membuat suatu bagan.

2) Tahap Pelaksanaan

Dalam tahap pelaksanaan terdiri dari 5 kegiatan yaitu:

a) Metode/ Strategi

b) Skenario KBM (kegiatan belajar mengajar) c) Kegiatan belajar mengajar

d) Media e) Penilaian

Berdasarkan kedua pendapat para ahli di atas peneliti menyimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe connected adalah model pembelajaran yang memiliki tiga tahap berupa tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi, di mana guru dapat menentukan tema dan dalam penyusun pembelajaran mengkaitan mata pelajaran satu

dengan mata pelajaran lainya tetapi masih dalam satu bidang studi kemudian dilanjutkan dengan menyajikan bagan.

c. Contoh Bagan Peta Konsep Tipe Connected

Fogarty (2009:35) menjelaskan bahwa bagan peta konsep pembelajaran terpadu tipe connected sebagai berikut:

Gambar 2.1 Peta Konsep Tipe Connected dalam Fogarty Sejalan dengan diagram peta connected yang diketemukan oleh Fogarty, maka peneliti membuat peta konsep tipe connected seperti pada diagram dibawah ini:

Mental Health Topic, unit, concept

Healthy Decision Making Concept, skill, attitude

Relationships/ Loss Topic, unit, concept

SCIENCE

Gambar 2.2 Peta Konsep Terpadu Tipe Connected Kelas IV SD Mengacu Kurikulum 2013

d. Kekuatan dan kelemahan Pembelajaran Terpadu Tipe Connected

1) Kekuatan Pembelajaran Terpadu Tipe Connected

Tim Pengembangan PGSD (2001:20) menjelaskan bahwa kekuatan dalam pembelajaran terpadu tipe connected sebagai berikut: (1) mengkaitkan ide-ide inter-bidang studi, siswa memiliki keuntungan gambaran yang besar seperti halnya suatu studi yang berfokus pada suatu aspek tertentu, (2) konsep–konsep kunci dikembangkan oleh siswa terus-menerus, sehingga terjadi internalisasi, (3) mengkaitkan

ide-ide dalam suatu bidang studi sehingga dapat memungkinkan untuk mampu mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, dan mengasimilasi ide secara berangsur- angsur dan memudahkan proses transfer ide-ide tersebut dalam memecahkan masalah.

Selanjutnya, senada Fogarty (dalam Trianto, 2010:40) memaparkan tentang kekuatan dari pembelajaran terpadu tipe connected adalah (a) dengan pengintegrasi ide-ide bidang studi, maka siswa mempunyai gambaran luas sebagaimana suatu bidang studi yang terfokus pada suatu aspek tertentu, (b) siswa dapat mengembangkan konsep-konsep kunci secara menerus, sehingga terjadi proses internalisasi, (c) mengintegrasikan ide-ide dalam interbidang studi memungkinkan siswa mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide dalam memecahkan masalah.

2) Kelemahan Pembelajaran Terpadu tipe Connected

Fogarty (dalam Trianto, 2010:41) memaparkan bahwa kelemahan dalam pembelajaran terpadu tipe connected sebagai berikut: (a) masih kelihatan terpisah interbidang studi, (b) tidak mendorong guru untuk bekerja secara tim sehingga isi pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep

serta ide-ide antarbidang studi, (c) dalam memadukan ide-ide pada satu bidang studi, maka usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan.

Selanjutnya, Daryanto (2014:108) memaparkan bahwa kelemahan pembelajaran terpadu tipe connected adalah (1) berbagai mata pelajaran di dalam tipe ini tetap terpisah dan nampak tidak terkait, walaupun hubungan dibuat secara eksplisit antar mata pelajaran (interdisplin), (2) guru tidak didorong untuk bekerja secara bersama-sama sehingga isi pelajaran tetap tidak berfokus tanpa merentangkan konsep-konsep dan ide-ide antar mata pelajaran, (3) usaha-usaha yang terkonsentrasikan untuk mengintregrasikan kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang lebih global dengan mata pelajaran.

Dokumen terkait