• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Uji Coba Terbatas

4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah kualitatif dan kuantatif.

a. Data Kualitatif

Data kualitatif berupa saran atau komentar yang diketemukan dari dua orang validator pakar pembelajaran terpadu dan dua guru kelas IV sekolah dasar yang terdapat di dalam tabel kuesioner. Kemudian hasil data tersebut langsung dianalisis oleh peneliti untuk memperbaiki dari kesalahan-kesalahan tersebut yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan.

b. Data Kuantitatif

Data kuantitatif ini terdapat dari skor penilaian oleh dua orang pakar pembelajar terpadu dan dua guru kelas IV SD. Data yang dianalisis didapatkan dari penilaian kuesioner diubah menjadi data interval. Langkah pertama ini dengan cara menghitung rata-rata dari hasil instrumen yang dinilai dengan berdasarkan berikut:

Skala dalam pedoman penilain kuesioner terhadap produk yang dikembangkan yaitu (1) sangat kurang baik, (2) kurang baik, (3) cukup baik, (4) baik, dan (5) sangat baik. Skor yang sudah diperoleh dari hasil produk tersebut kemudian dikoversikan

menjadi data kualitatif skala lima (Sukardjo, 2008:101) sebagai berikut:

Tabel 3.1 Konvensi Skala lima

Interval Skor Kriteria

X > +1,80 Sbi Sangat Baik + 0.60 SBi < X ≤ + 1,80 Sbi Baik

− 0.60 SBi < X ≤ + 1,60 Sbi Cukup + 0.60 SBi < X ≤ − 1,60 Sbi Kurang

X ≤ − 1,80 Sbi Sangat Kurang

Keterangan :

Rerata ideal ( : (Skor maksimal ideal + skor

minimal ideal)

Simpangan buku ideal (SBi)

: (Skor maksimal ideal-skor

minimal ideal)

X : Skor aktual

Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data kuantitatif untuk memperoleh data kuantitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Rumus kualitatif dalam pengembangan untuk penentuan yang dapat diterapkan dengan konvensi sebagai berikut:

Diketahui : 5

Skor maksimal ideal : 1

Skor maksimal ideal : (5+1)=3

Rerata ideal ( : (5-1) =0,67

Simpan baku ideal (SBi) : Interval skor kategori sangat baik, cukup baik,kurang baik,

sangat kurang baik

Jawaban :

Kategori sangat baik = X > +1,80 SBi = X > 3 + (1,80.0,67)

= X > 3 + (1,21)

= X> 4,21

Kategori baik = + 0.60 SBi < X ≤ + 1,80 Sbi = 3 + (0,60.0,67)X ≤ 3 + (1,80.1,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21)

= 3,40 < X ≤ 4,21

Kategori cukup baik = − 0.60 SBi < X ≤ + 1,60 Sbi = 3 – (0,60.067) < X ≤ 3 + (0,60.067) =3 – (0,40) < X ≤ 3 + (0,40)

=2,60 < X ≤ 3.40

Kategori kurang baik = + 0.60 SBi < X ≤ − 1,60 Sbi = 3 – (1,80 SBi < X ≤ 3- (0,60. 067) = 3- (1,21) < X ≤ 3 - 0,40)

= 1,79 < X ≤ 2,60

Kategori sangat kurang baik = X ≤ − 1,80 Sbi

= X ≤ 3- (1,80. 0,67)

= X ≤ 3 – (1,21)

= X ≤ 1,79

Tabel 3.2 Kriteria Skor Skala Lima Interval Skor Kriteria

4,22 - 5,00 Sangat Baik

3,41 - 4,21 Baik

2,61 - 3,40 Cukup

1,78 - 2,60 Kurang

1,00 - 1,79 Sangat Kurang

Hasil validasi produk yang diperoleh dari perhitungan skor masing-masing kemudian dicari rerata perolehan yang kemudian dapat dikoversikan dari kata kuantitatif ke data kualitatif dalam kategori seperti kriteria skor skala lima.

Peneliti melaksanakan penelitian selama 14 bulan yaitu dari bulan April 2017 sampai dengan Juni 2018. Adapun jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel 3.3 di bawah ini:

Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan Penelitian

No Kegiatan

Bulan

Apr 2017 Mei 2017 Juni 2017 Juli 2017 Agt 2017 Sep 2017 Okt 2017 Nov 2017 Des 2017 Jan 2018 Feb 2018 Mar 2018 Apr 2018 Mei 2018 Juni 2018

1 Persiapan dan

71

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kebutuhan

Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan sesuai dengan prosedur pengembangan dengan menggunakan tujuh langkah model Borg dan Gall yang dikombinasikan dengan model Dick dan Carey pada bab III halaman 59. Dalam pengembangan ini penelitian perlu dilakukan dengan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan yang digunakan peneliti dengan melakukan wawancara. Wawancara dilakukan di dua SD yaitu SD Negeri Deresan dengan ibu yang bernama W dan SDN Kintelan 1 dengan bapak P. Wawancara dilakukan agar peneliti memperoleh informasi dari lapangan terkait dengan permasalah yang dihadapi guru di lapangan.

Permasalahan terkait dengan Kurikulum 2013 yang sedang digunakan dari beberapa SD. Wawancara digunakan juga untuk melihat kesiapan guru dalam menggunakan Kurikulum 2013 terkait perangkat pembelajaran di sekolah. Dari hasil wawancara dapat menjadi acuan bagi peneliti untuk mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu yang mengacu pada Kurikulum 2013 di sekolah dasar yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan delapan daftar pertanyaan dengan melakukan analisis kebutuhan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu tipe connected.

Hasil wawancara dengan guru kelas IV di SDN Deresan yang beralamatkan Sleman Depok dan SDN Kintelan 1 yang berada pada Yogyakarta akan dijelaskan sesuai dengan tujuh daftar pertanyaan.

Pertanyaan yang pertama yaitu mengenai sejak kapan menerapkan Kurikulum 2013. Pada guru kelas IV di SDN Deresan guru tersebut memberikan jawaban dari tahun 2014 - tahun 2015 akan tetapi hanya berlangsung selama satu semester kemudian dilanjutkan pada tahun ajaran 2016-2017 namun hanya difokuskan pada kelas 1 dan kelas 4.

Sedangkan pada guru kelas IV di SDN Kintelan 1 guru memberikan jawaban pada tahun 2015/2016 hanya pada semester 1, pada semester 2 tidak menerapkan dan pada tahun 2016/ 2017 mulai menggunakan Kurikulum 2013.

Pertanyaan yang kedua yaitu mengenai apakah bapak/ ibu sudah tahu bahwa Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran terpadu.

Guru SD Negeri Deresan memberikan jawaban sudah mengetahuinya bahwa di dalam menerapkan Kurikulum 2013 haruslah menggunakan model pembelajaran terpadu sedangkan guru di SD Negeri Kintelan 1 memberikan sebuah jawaban hanya mengetahui dengan menggunakan pendekatan saintifik (5M), namun belum mengetahui adanya

pembelajaran terpadu.

Pertanyaan yang ketiga yaitu mengenai menanyakan apakah bapak/

ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Deresan memberikan jawaban bahwa sudah pernah mengikuti pelatihan terkait dengan Kurikulum 2013 untuk mengembangkan kemampuan seorang guru dalam menerapkan Kurikulum 2013 tersebut sedangkan guru SD Negeri Kintelan 1 memberikan jawaban pernah mengikuti sebanyak 2 kali di UPT dan Kota Madya. Pelatihan tersebut membahas tentang Kurikulum 2013, perangkat pembelajaran, penilaian, raport dan proses pembelajaran.

Pertanyaan yang keempat yaitu mengenai ada sepuluh jenis pembelajaran terpadu, apakah bapak/ ibu mengenal dan menguasai sepuluh tipe. Guru SDN Deresan memberikan jawaban beliau belum mengenal dan menguasai 10 jenis model pembelajaran terpadu.

Sedangkan guru di SDN Kintelan1 memberikan jawaban bahwa dalam pembelajaran terpadu sudah mengetahui yaitu terdapat sepuluh tipe, namun tidak menguasai keseluruhan tipe masing-masing.

Pertanyaan yang kelima yaitu mengenai apakah ada kesulitan dalam merencanakan pembelajaran terpadu, jika ada apa kesulitannya dan jika tidak ada mengapa. Guru SDN Deresan memberikan jawaban dalam merencanakan pembelajaran terpadu guru tersebut tidak merasa kesulitan. Sedangkan di SDN Kintelan 1 guru memberikan jawaban tentang adanya kesulitan dalam membuat karena dalam pembelajaran

dari pagi sampai siang ada beberapa muatan KI, KD dari berbagai mata pelajaran sehingga membuat guru lelah lalu dalam membuat RPP guru hanya melihat buku siswa dan buku guru.

Pertanyaan yang keenam yaitu mengenai apakah ada kesulitan dalam pelaksanakan pembelajaran terpadu jika ada apakah kesulitanya dan jika tidak ada mengapa. Guru SDN Deresan memberikan jawaban dalam pelaksanaan pembelajaran guru tidaklah kesulitan. Akan tetapi hanya saja beliau kekurangan waktu untuk dapat belajar lebih lanjut tentang Kurikulum 2013 ini. Sedangkan guru SDN Kintelan 1 memberikan jawaban prosesnya pelaksanan guru tidak begitu sulit, namun yang menjadi masalahnya adalah pada saat ulangan dikarenakan dalam melakukan penilaian cukup sulit.

Pertanyaan yang ketujuh yaitu mengenai apakah bapak/ ibu membutuhkan contoh pembelajaran terpadu. Guru SD Negeri Deresan memberikan jawaban sangat membutuhkan untuk memberikan gambaran kepada guru. Sedangkan guru SD Negeri Kintelan 1 memberikan jawaban membutuhkan karena dapat dijadikan pedoman dalam model pembelajaran.

Pertanyaan yang kedelapan yaitu mengenai salah satu jenis tipe pembelajaran terpadu adalah tipe connected yaitu pembelajaran yang dilakukan dengan mengkaitkan suatu pokok bahasan dengan pokok bahasan berikutnya, mengkaitkan satu konsep dengan konsep yang lain, mengkaitkan satu keterampilan dengan keterampilan yang lain,

dan dapat juga mengkaitkan pekerjaan hari itu dengan hari yang lain atau berikutnya dalam suatu bidang studi, apakah bapak/ ibu membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu tipe connected.

Guru SDN Deresan memberikan jawaban bahwa guru sudah pernah mendengar namun belum menguasai untuk itu dengan adanya contoh perangkat pembelajaran terpadu tersebut sangat diperlukan untuk memberikan gambaran kepada guru dalam menerapkan pembelajaran terpadu tipe connected. Sedangkan di SD Kintelan 1 guru memberikan jawaban sangat diharapkan pembelajaran terpadu tipe connected agar dapat menguasi tipe tersebut dan untuk dijadikan pedoman.

2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dibahas di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa guru sudah mengetahui adanya sepuluh pembelajaran terpadu namun belum memahami nama tipe-tipe tersebut hanya menggunakan pembelajaran yang berkaitan dengan 5M pada panduan buku guru dan buku siswa tematik. Dalam membuat RPP guru hanya melihat buku siswa dan buku guru yang dibuat pemerintah. Dalam pembelajaran terpadu guru merasa kesulitan karena kekurangan waktu untuk dapat belajar lebih lanjut tentang Kurikulum 2013 dan membuat lelah karena dalam pembelajaran dari pagi sampai siang ada beberapa muatan KI, KD dari berbagai mata pelajaran. Dalam pembelajaran terpadu tipe connected guru belum

menguasai atau memahami tipe tersebut. Guru juga belum dapat mengembangkan pembelajaran terpadu tipe connected dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut. Oleh karena itu di akhir wawancara guru membutuhkan perangkat pembelajaran terpadu tipe connected sebagai gambaran agar memudahkan dalam mengembangkan suatu pembelajaran.

B. Deskripsi Produk Awal

Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran ini peneliti melakukan beberapa langkah. Langkah awal yang dilakukan dengan membuat jaring–jaring indikator berdasarkan tema sesuai kelas. Dalam membuat jaring-jaring indikator dengan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan kata operasonal dari Taksonomi Bloom. Kemudian peneliti menentukan indikator dengan melihat keseluruhan dalam tema. Langkah selanjutnya peneliti membuat rencana pelaksanan pembelajaran terpadu tipe connected berdasarkan indikator dan tujuan dalam pembelajaran dalam muatan mata pelajaran yang telah dipilih dari jaring-jaring indikator.

Kemudian peneliti menentukan tema yang akan ditentukan sesuai dengan pembelajaran dan melanjutkan mencari materi pembelajaran yang digunakan untuk membuat RPPT sebagai produk yang dikembangkan.

Langkah selanjutnya peneliti membuat lembar kerja siswa sesuai dengan pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik yang meliputi 5M

(mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan).

Langkah selanjutnya peneliti membuat soal evaluasi, refleksi dan tindak lanjut pada akhir pembelajaran. Langkah selanjutnya peneliti membuat penilaian sesuai dengan pembelajaran.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu (RPPT) merupakan rencana pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru guna mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran terpadu digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran dengan disusun secara sistematis. Dalam RPPT terdapat beberapa komponen di antaranya;

(1) satuan pendidikan, kelas/ semester, tema, bidang studi, muatan pembelajaran yang terkait, pembelajaran terpadu tipe, pembelajaran, alokasi waktu, hari/ tanggal, (2) kompetensi inti, (3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan, (4) materi ajar, (5) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran, (6) media, alat/ bahan, dan sumber belajar, (7) kegiatan pembelajaran, (8) penilaian dalam muatan pelajaran, (9) instrumen penilaian setiap pembelajaran, (10) materi pembelajaran, (11) media pembelajaran, (12) lembar kerja siswa, (13) refleksi.

Setiap pembelajaran memiliki alokasi waktu 3 x 35 menit. RPPT ini memiliki desain yang terinci dengan sederhana yang dapat memudahkan guru memahami dalam pembelajaran. Dalam RPPT ini memiliki 3 kegiatan yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan bagian pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran ini dibuat dengan mengunakan langkah-langkah yang baik secara sistematis dan dengan

pendekatan saintifik. Kegiatan pembelajaran dibuat dengan menarik agar siswa dapat belajar secara menyenangkan dan aktif.

Lembar kerja siswa merupakan salah satu yang sangat penting dalam membuat RPPT. Lembar kerja siswa yang dikembangkan oleh peneliti mengacu pendekatan saintifik yang meliputi 5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasi). Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan untuk siswa kelas IV. Lembar kerja siswa berisi materi pokok yang mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang ditentukan. Materi dijelaskan secara singkat melalui gambar. Gambar tersebut sebagai media pembelajaran.

Lembar kerja siswa berisikan petunjuk untuk siswa, kegiatan pembelajaran, soal latihan dan kegiatan yang harus dilakukan. Soal evaluasi formatif dan refleksi terdapat pada lembar kerja siswa yang digunakan untuk akhir kegiatan pembelajaran. Evaluasi formatif bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang telah dipelajari. Dalam evalusi formatif guru dapat mengukur tingkat kesulitan dan pemahaman yang siswa alami sehingga pembelajaran memberikan penguatan yang mendalam pada materi yang belum dipahami. Setelah melakukan evaluasi kemudian dilanjutkan dengan refleksi. Refleksi bertujuan untuk mengetahui perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran, menyimpulkan manfaat serta kesulitan terkait materi pembelajaran yang telah dilakukan. Selain itu, pada akhir pembelajaran terdapat tindak lanjut yang bertujuan untuk tugas rumah yang akan

dikerjakan bersama dengan orangtua. Dengan adanya tugas rumah ini orang tua dapat bekerjasama dengan anak yaitu supaya orang tua dapat mendampingi siswa dalam belajar.

C. Validasi Asli

1. Data Validasi Pakar Pembelajaran Terpadu

Produk awal yang dibuat oleh peneliti berupa rencana pelaksanan pembelajaran terpadu, instrumen penilaian, materi pembelajaran, LKS, evaluasi sebagai soal formatif, dan refleksi. Produk tersebut diberikan kepada dua orang pakar pembelajaran terpadu yaitu dosen PGSD dan dosen Pendidikan Biologi. Validasi pakar bertujuan untuk memperoleh kritik dan komentar dalam pembelajarannya terhadap produk yang akan dikembangkan sehingga dapat memperbaiki produk tersebut. Selain itu, dengan validasi dapat memperoleh penilaian dan kelayakan dengan menggunakan instrumen penilaian.

Validasi dilakukan pada tanggal 17 september 2017 dan 20 september 2017 sebanyak satu kali. Validasi dilakukan dengan memberikan instrumen validasi kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe connected yang meliputi; (1) indentitas RPP, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) sumber belajar, (6) media pembelajaran, (7) metode pembelajaran, (8) skenario pembelajaran, (9) implementasi pembelajaran terpadu tipe connected, (10) penilaian (11) LKS, dan

(12) bahasa.

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh peneliti dari validasi pakar pembelajaran terpadu dengan bapak P berdasarkan instrumen kualitas pembelajaran terpadu tipe conneced memperoleh skor rata-rata “4,22” dengan kategori “sangat baik” dengan memberikan kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran layak digunakan pada uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Bapak P memberikan komentar dalam perangkat pembelajaran dengan beberapa komponen yaitu: 1) perumusan indikator, (2) perumusan tujuan pembelajaran, (3) skenario pembelajaran, (4) penilaian, (5) LKS. Validator pakar yang bernama bapak P memberikan komentar sebagai saran revisi sebagai berikut: (1) 1 KD tidak hanya 1 indikator, (2) kondisi tidak mencakup 5 M, (3) 5 M tidak lengkap, (4) perbaiki banyak tidak cocok dengan indikator, (5) cek sesuai dengan KD.

Selain itu ada beberapa komentar umum dan saran perbaikan di antaranya: (1) cek apa kegiatan dalam LKS sesuai dengan kegiatan inti pembelajaran, (2) rubrik penilaian.

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh peneliti dari validasi pakar pembelajaran terpadu dengan Ibu M berdasarkan instrumen kualitas pembelajaran terpadu tipe conneced memperoleh skor rata-rata “3,52” dengan kategori “Baik” dengan memberikan kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran layak digunakan pada uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu M memberikan

komentar dalam perangkat pembelajaran dengan beberapa komponen sebagai berikut: (1) perumusan indikator, (2) skenario pembelajaran, (3) karakteristik pembelajaran terpadu tipe connected, (4) penilaian, (5) LKS. Validator pakar yang bernama Ibu M memberikan komentar sebagai saran revisi sebagai berikut: (1) sebaiknya indikator dipilih yang koneksi/ hubungan detail, (2) materi pembelajaran bersusun secara sistematis, (3) kemungkinan besar waktu kurang dengan kegiatan 1, (4) perpindahan materi tidak landai, (5) instrumen tidak lengkap, (5) tidak ada rubrik, (6) format pengetikan sebaiknya semua protrait. Selain itu ada beberapa komentar umum dan saran perbaikan di antaranya: (1) keterhubungan indikator kurang landai dalam pembelajaran, (2) instrumen belum dikembangkan sesuai indikator, bahkan ada yang belum dibuat, (3) perlu menghitung ketersedian waktu dengan kegiatannya.

Berdasarkan validator kedua pakar pembelajaran terpadu dalam melakukan penilaian dengan mengisi kuesioner yang diberikan, berikut hasil rekapitulasi validasi sebagai berikut:

Tabel 4.1 Rekapitulasi Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Para Ahli No Penilaian Skor Katagori

1 Ahli 1 4,22 Sangat Baik

2 Ahli 2 3,52 Baik

Jumlah 7,74

Rata-rata 3,87 Baik

2. Revisi Produk

Berdasarkan produk yang dikembangkan oleh peneliti, peneliti mendapatkan hasil penilaian dari validasi pakar serta komentar atau saran. Saran yang diberikan dari validasi pakar kemudian peneliti melakukan revisi dalam perangkat pembelajaran terpadu tipe connected. Langkah yang dilakukan peneliti adalah melihat komentar dari pakar serta memahami maksud yang akan diperbaiki.

Kemudian peneliti merevisi pembelajaran dengan mengubah materi yang lebih cocok dengan menambah 1 KD dengan 2 indikator yang terdiri dari pengetahuan dan keterampilan.

Langkah selanjutnya peneliti mencari materi pelajaran tersebut dan mengubah LKS dengan mengacu pada pendekatan tematik intregratif dan pendekatan saintifik yang meliputi 5M serta mengubah soal evaluasi formatif sesuai dengan materi pelajaran menggunakan kemampuan dengan berpikit tingkat tinggi. LKS dibuat dengan format potrait namun untuk kegiatan keterampilan dengan format dibuat landscape. Selanjutnya peneliti melakukan perbaikan terkait dengan penilaian dengan melihat panduan Kurikulum 2013. Pengembangan perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti dari kedua pakar tersebut direvisi dengan komentar dan revisi sebagai tabel sebagai berikut:

Tabel 4.2 Komentar Pakar Pembelajaran Terpadu beserta Revisi No Aspek yang

Dinilai

Komentar Validator

Pakar Revisi

A. PERUMUSAN INDIKATOR 1 Kesesuaian

rumusan indikator KI, dan KD

1 KD hanya 1 indikator, sebaiknya indikator dipilih koneksi/

hubungan detail.

Keterhubungan

indikator kurang landai dalam pembelajaran, lebih cocok lagi materi diganti dengan bahan bakar organik.

B. PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN 2 Kelengkapan

5 M tidak lengkap Memperbaiki dengan belum disusun secara

Materi diperbaiki secara sistematis.

disajikan

D. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED

indikator kurang landai dalam pembelajaran. indikator, bahkan ada yang belum dibuat

8 Kesesuaian

Perbaiki banyak tidak cocok dengan indikator,

Tidak ada rubrik Rubrik ditambah sesuai dengan sesuai dengan kegiatan inti pembelajaran.

D. Uji Coba Terbatas

1. Data uji coba terbatas

Peneliti juga melakukan uji coba di lapangan dengan cara mengajar di kelas IV Sekolah Dasar. Peneliti juga melakukan validasi produk perangkat pembelajaran terpadu tipe connected dengan dua orang guru SD kelas IV. Kedua validator dari guru kelas IV di SDN Selomulyo yang beralamat di sembung, Ngaglik dan SDN Gentan yang beralamat di Gentan, Ngaglik. Validasi uji coba perangkat kualitas dilakukan di SD Negeri Gentan pada tanggal 26 Oktober 2017 dan SD Negeri Selomulyo pada 28 Oktober 2017 sebanyak satu kali. Validasi yang digunakan oleh guru ada beberapa komponen sebagai berikut (1) indentitas RPP, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) sumber belajar, (6) media pembelajaran, (7) metode pembelajaran, (8) skenario pembelajaran, (9) implementasi pembelajaran terpadu tipe connected, (10) penilaian (11) LKS, dan (12) bahasa.

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh peneliti dengan validator kelas IV guru SD Negeri Gentan yang bernama Bapak K dari dua belas kompeten dinilai dengan memperoleh rata-rata 3,68 dengan kategori “baik” perangkat pembelajaran dengan kesimpulan layak untuk digunakan tanpa revisi. Namun dalam melakukan uji coba dalam mengajar di kelas IV guru memberikan komentar yaitu penjelasan materi baru sekilas, siswa belum begitu memahami. Sedangkan Ibu T

dari dua belas kompeten yang dinilai dengan memperoleh rata-rata 3,98 dengan kategori “baik” perangkat pembelajaran dengan kesimpulan layak untuk digunakan tanpa revisi. Ibu T memberikan komentar dalam perangkat pembelajaran dengan beberapa kompoten sebagai berikut: (1) perumusan indikator. Validator pakar yang bernama Ibu T memberikan komentar sebagai saran revisi sebagai berikut: (1) sedikit pada kegiatan awal mengarah pengertian batok kelapa ke anak.

Berdasarkan hasil uji coba produk dilapangan telah divalidator oleh dua guru SD peneliti menyimpulkan hasil rekapitulasi validasi perangkat perangkat pembelajaran sebagai berikut:

Tabel 4.3 Rekapitulasi Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Guru

No Penilaian Skor Katagori

1 Guru 1 3,98 Baik

2 Guru 2 3,68 Baik

Jumlah 7,66

Rata-rata 3,83 Baik

2. Revisi Produk

Berdasarkan validasi kedua guru SD memberikan penilaian dan memberikan komentar. Komentar yang diberikan Ibu T di SD Negeri Selomulyo terkait dengan kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang diukur maka peneliti menyusun kata yang mudah dipahami dengan mengarah pada pengertian batok kelapa. Selanjutnya komentar bapak K di SD Negeri Gentan dalam

mengajarkan materi yang dijelaskan lebih terperinci agar siswa dapat memahami secara jelas. Pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dilakukan uji coba dari kedua guru SD tersebut direvisi dengan komentar dan revisi sebagai tabel sebagai berikut:

Tabel. 4.4 Komentar Guru Kelas IV SD Uji Coba beserta Revisi A. PERUMUSAN INDIKATOR

1 Kesesuaian

Sedikit pada kegiatan

awal mengarah

KOMETAR UMUM DAN SARAN PERBAIKAN 2 RPP

Penjelasan materi baru sekilas, siswa belum

Untuk mengetahui secara lebih detail terkait dengan revisi produk dari validasi kedua guru kelas IV di SD Negeri Selomulyo dan SD Negeri Gentan dapat dilihat pada lampiran atau pada produk halaman 16-17. Pada guru SD Negeri Selomulyo yang bernama ibu T dapat dilihat revisi pada lampiran halaman 126, sedangkan pada guru

SD Negeri Gentan yang bernama bapak K dapat dilihat revisi pada lampiran halaman 136.

E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan

Produk akhir diperoleh dari dua validasi guru sekolah dasar kelas IV sesuai saran dan komentar. Kedua validasi dari SDN Gentan yang beralamatkan di Gentan Ngaglik dan SDN Selomulyo yang beralamatkan di Sembung, Ngaglik. Peneliti melakukan revisi produk berdasarkan validasi dua pakar dari guru kelas IV SD sesuai saran dan komentar pada lembar instrumen validasi kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe connected mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV SD. Revisi dari validasi dua guru bertujuan untuk memperoleh hasil produk yang lebih baik sehingga dapat digunakan sebagai pendoman guru dalam menggunakan pembelajaran terpadu tipe connected. Produk akhir berupa buku yang berisi RPPT dengan tipe connected beserta lampiran-lampiran.

1. Kajian Produk Akhir

Produk akhir yang dihasilkan oleh peneliti adalah rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu tipe connceted yang telah direvisi sesuai dengan komentar dan saran dari dua validasi pakar dan dua validasi guru SD. Peneliti memperbaiki RPPT dengan berdasarkan komponen yaitu (1) satuan pendidikan, kelas/ semester, tema, bidang studi, muatan pembelajaran yang terkait, pembelajaran terpadu tipe,

Produk akhir yang dihasilkan oleh peneliti adalah rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu tipe connceted yang telah direvisi sesuai dengan komentar dan saran dari dua validasi pakar dan dua validasi guru SD. Peneliti memperbaiki RPPT dengan berdasarkan komponen yaitu (1) satuan pendidikan, kelas/ semester, tema, bidang studi, muatan pembelajaran yang terkait, pembelajaran terpadu tipe,

Dokumen terkait