• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat

E. Syariat Islam

1.3.1.22 Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Kinerja pelayanan urusan pemberdayaan masyarakat dan gampong dapat diukur dan dilihat rata-rata jumlah kelompok binaan PKK, Posyandu aktif dan LSM yang Aktif. Perkembangan kelompok Binaan PPK di tahun 2012 dapat dilihat pada tabel di bawah :

Tabel II-100

Kelompok Binaan PKK Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2012 NO Kecamatan 2012 Jumlah PKK Jumlah Kelompok Binaan Rata-rata Jumlah PKK (1) (2) (3) (4) (5=4/3) 1. Labuhanhaji Barat 13 0 0 2. Labuhanhaji 16 1 0,0625 3. Labuhanhaji Timur 11 2 0,1818 4 Meukek 22 1 0,0454 5 Sawang 15 1 0,0667 6 Samadua 28 1 0,0357 7 Tapaktuan 15 0 0 8 Pasie Raja 20 1 0,0500 9 Kluet Utara 19 1 0,0526 10 Kluet Tengah 13 1 0,0769 11 Kluet Timur 17 0 0 12 Kluet Selatan 7 1 0,1429 13 Bakongan 5 1 0,2000 14 Bakongan Timur 7 1 0,1429 15 Kota Bahagia 9 1 0,1111 16 Trumon 12 1 0,0833 17 Trumon Tengah 10 1 0,1000 18 Trumon Timur 8 1 0,1250 Jumlah 248 16 0,0645

Sumber : BPM Kabupaten Aceh Selatan

Semakin besar rata-rata jumlah kelompok binaan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) maka menggambarkan keaktifan masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan daerah melalui Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Besarnya rata-rata jumlah kelompok binaan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) juga menunjukkan besarnya pelayanan penunjang yang dapat diciptakan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Posyandu merupakan wadah peran serta masyarakat, dengan demikian diharapkan pula strategi operasional pemeliharaan dan perawatan kesejahteraan ibu dan anak secara dini, dapat dilakukan di setiap posyandu. Idealnya satu Posyandu melayani 100 balita. Jumlah Posyandu Aktif di Kabupaten Aceh Selatan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel II-101 Jumlah Posyandu Aktif

Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2008 – 2012

No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012

1. Jumlah posyandu 282 291 291 291 305

Sumber : Dinas Pendidikan

Perkembangan Posyandu di Kabupaten Aceh Selatan selama periode 2008-2012 menunjukkan perkembangan yang proporsional dengan perkembangan jumlah balita. Jumlah posyandu yang ada saat ini sudah sangat memadai.

Besarnya jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) aktif akan menggambarkan kapasitas yang dimiliki oleh daerah untuk mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah sebagai upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat daerah, dengan perkembangan LSM di Kab. Aceh Selatan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel II-102

Jumlah LSM Aktif Tahun 2008 s.d 2012 Kabupaten Aceh Selatan

NO Uraian 2008 2009 2010 2011 2012

1. Jumlah LSM terdaftar 33 35 42 46 49

2. Jumlah LSM tidak aktif 32 33 34 36 36

3. Jumlah LSM aktif (1-2) 1 2 8 10 13

Besarnya jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) aktif juga menunjukkan ketersediaan fasilitas penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pembangunan daerah. Secara keseluruhan kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemberdayaan masyarakat dan gampong di Kabupaten Aceh Selatan pada masing-masing indikator adalah masih kurangnya kelompok binaan Program Kesejahteraan Keluarga (PKK), dimana rasionya 0,0645, artinya rata-rata 16 PKK membina 1 kelompok binaan. Kondisi ini menunjukkan kurang aktifnya pembinaan yang dilakukan oleh PKK. Demikian juga jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) aktif, dimana dari 49 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terdaftar pada tahun 2012 hanya 13 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif.

Belum adanya data profil gampong, Kecamatan dan Kabupaten sebagai indikator pelaksanaan pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2015. Pembinaan dan gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) juga belum maksimal ditandai dengan rendahnya motivasi masyarakat untuk mengikuti event-event gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) di tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional. Masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan Pos Pelayan Teknologi (POSYANTEK) di pedesaan, sehingga sulit menumbuh kembangkan sarana prasarana dibidang teknologi di pedesaan, salah satunya pelatihan pembuatan pupuk kompos yang selama ini belum

pernah dilaksanakan. Bedah rumah kaum dhu’afa sampai saat ini sama sekali belum dilakukan dari 300 rumah yang ditargetkan.

Kondisi manjemen Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) belum mandiri dan profesional dilihat dari ketidakmampuannya mengelola ekonomi gampong. Rendahnya manajemen keuangan gampong ditandai juga dengan belum dikelolanya administrasi keuangan desa yang lengkap, pemberdayaan ekonomi pemuda gampong yang belum maksimal serta pembangunan Pasar desa belum pernah dilakukan. Rendahnya swadaya gotong royong yang ditandai dengan penurunan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial digampong-gampong.

Selanjutnya rendahnya kapasitas tuha peut gampong yang ditandai dengan belum tersedianya perdes dengan baik di gampong serta rendahnya insentif untuk kepala desa (geucik), mukim, kadus, tuha peut dan ketua pemuda gampong. Minimnya intensitas monitoring, evaluasi dan pelaporan keuangan desa serta rendahnya pemberdayaan masyarakat miskin, pesisir, pedalaman dan Daerah Aliran Sungai (DAS) ditandai dengan belum tertanya lingkungan masyarakat di daerah pesisir, pedalaman dan Daerah Aliran Sungai (DAS).

2.3.1.23 Statistik.

Perencanaan pembangunan tanpa didukung data dan informasi akan menghasilkan perencanaan pembangunan yang bias, tidak valid dan tidak akuntabel. Menyadari hal yang demikian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Selatan selaku penyelenggara urusan perencanaan pembangunan daerah dan urusan stastistik daerah berupaya menyediakan data dan informasi pembangunan yang dibutuhkan oleh stakeholders, baik berupa dokumen perencanaan pembangunan maupun dokumen data/informasi pembangunan.

Tabel II-103

Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Statistik

No Indikator Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

1. Buku ”Kabupaten Aceh Selatan Dalam Angka”

(Ada/Tidak) Ada Ada Ada Ada Ada

2. Buku ”PDRB Kabupaten”

(Ada/Tidak) Ada Ada Ada Ada Ada

Sumber : BPS kab. Aceh Selatan

Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan statistik di Kabupaten Aceh Selatan pada masing-masing indikator menunjukkan bahwa dokumen-dokumen yang berisi data dan informasi pembangunan tetap ada dan tersedia dari tahun ke tahun. Namun demikian, diperlukan tambahan kelengkapan data dan informasi, terutama untuk data-data yang bersifat khusus yang dapat mendukung kepentingan perencanaan pembangunan daerah, termasuk bagi kepentingan masyarakat (dunia usaha).

2.3.1.24 Kearsipan

Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kearsipan di Kabupaten Aceh Selatan pada masing-masing indikator dapat dilihat sebagaimana tabel berikut.

Tabel II-104

Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kearsipan

No Indikator Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

1. Pengelolaan arsip secara

baku (%) 97,87 97,87 97,87 97,87 97,87

2. Peningkatan SDM pengelola

kearsipan tidak ada tidak ada tidak ada 1 tidak ada

Sumber : Kantor Perpustakaan Daerah dan Arsip Kab. Aceh Selatan

Berdasarkan tabel di atas menggambarkan bahwa tatakelola kearsipan sudah semakin baik. Hal ini dilihat dari pengelolaan kearsipan secara baku yang sudah mencapai 97,87%. Permasalahan saat ini adalah rendahnya SDM pengelola kearsipan, belum adanya bangunan depo sebagai tempat pengolahan dan penyimpanan arsip, belum berjalannya penduplikasian dokumen arsip daerah dalam bentuk informasi, belum maksimalnya penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip serta kurangnya dilakukan sosialisasi penyuluhan kearsipan dilingkungan instansi pemerintah dan swasta.

Untuk itu perlu dilakukan peningkatan Sumber Daya manusia (SDM) pengelola kearsipan selaras dengan perkembangan teknologi serta menyediakan arsip berwujud digital yang dapat diakses secara online oleh masyarakat.

Dokumen terkait