2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
B. Persentase Penduduk Berakses Air Minum
2.3.1.16 Penanaman Modal
Sejauh ini realisasi penanaman modal berskala nasional dikabupaten hanya terfokus pada sektor pertambangan, itu pun baru sebatas kegiatan eksplorasi. Padahal potensi daerah masih cukup banyak dan menjanjikan untuk digarap lebih lanjut seperti disektor pertanian, kelautan dan perikanan, industri pengolahan, sektor kehutanan dan perkebunan serta sektor pariwisata. Kinerja pembangunan pada aspek pelayanan umum
dalam bidang penanaman modal dapat dilihat dari jumlah investor berskala nasional seperti Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang menanamkan modalnya serta jumlah nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Aceh Selatan. Oleh karenanya, diperlukan suatu Tim Penguatan Ekonomi dan Percepatan Pembangunan (TPEP2) untuk saling bersinergi dengan para investor dalam rangka memanfaatkan dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Aceh Selatan.
Tabel II-87
Jumlah Investor PMDN/PMA Tahun 2008 s.d 2012 Kabupaten Aceh Selatan
Tahun Uraian PMDN PMA Total
(1) (2) (3) (4) (5=3+4) 2008 Jumlah Investor 10 6 16 2009 Jumlah Investor 12 6 18 2010 Jumlah Investor 12 6 18 2011 Jumlah Investor 12 6 18 2012 Jumlah Investor 12 6 18
Sumber : Bagian Ekonomi Sekdakab.
2.3.1.17 Kebudayaan
Aceh Selatan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki keragaman budaya dari berbagai etnik penduduk yang mendiaminya. Namun sampai saat ini potensi tersebut relatif belum dapat dikembangkan secara maksimal sehingga belum memberikan konstribusi yang besar terhadap perekonomian daerah. Terkait pengembangan aspek pelayanan umum di bidang budaya , Kabupaten Aceh Selatan juga tercatat pernah menjadi juara umum pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-IV tahun 2004 yang lalu. Pengembangan seni dan budaya juga tidak terlepas dari keberadaan sanggar-sanggar (grup) kesenian yang ada di Kabupaten Aceh Selatan. Jenis kegiatan yang dikembangkan oleh sanggar-sanggar kesenian tersebut juga terbagi pada jenis kegiatan Tradisional (TR) dan Kreasi Baru (KB). Berikut gambaran nama-nama sanggar seni yang ada dalam Kabupaten Aceh Selatan.
Tabel II-88
Nama-nama Sanggar Seni yang Ada Dalam Kabupaten Aceh Selatan
No Kecamatan Nama Sanggar Jenis Kegiatan Alamat
Tradisional Kreasi Baru
1. Labuhanhaji Lembah piatu TR KB Labuhanhaji
2. Meukek Tunas Harapan TR KB SDN Blang tengoh
Bungong Meulu Kembang Meususon TR KB Ie Dingin
3. Sawang Putra Naga TR - Mutiara
Bungong Gampong TR KB Lhok Pawoh
4. Samadua Paluet Aulia TR KB Kuta Blang
Intan Sakti TR KB SDN 3 Samadua
5. Tapaktuan Bujang Bersama TR - Air Berudang
Cahaya Permata TR KB Air Berudang
Senam Najia - KB Hulu
Ciucem Keudidi TR KB Tepi Air
ATH Thaybbah TR - MTs Jabal Rahmah
Alang Maliuk TR - Lhok Bengkuang
Lestari Budaya TR - Lhok Bengkuang
Cempaka Putih TR KB SMKN 1 Tapaktuan
Bungong Pala Meuligo Selatan TR KB Pendopo Bupati Asel
Tanjung Meuligo TR - SDN 5 Unggul T.Tuan
Tapak Meutuah TR - Lhok Bengkuang
Srikandi Aceh TR KB Batu Itam
Khatulistiwa TR KB Lhok Bengkuang
Al- Misbah TR KB MTsN Tapaktuan
6. Pasie Raja Gunung Terbang TR - Ladang Tuha
PRJ Band Group - KB Ujung Batee
Cipta Phoen Na - KB SDN 1 Terbangan
TGK Gunong Cut TR - Ie Mirah
Kuadrat Band Group TR KB Ladang Tuha
7. Kluet Utara Putro Lam Nanggro TR KB Krueng Batu
Cilik Permata TR KB Pulo Kambing
8. Kluet Tengah Mawar Malam TR KB Malaka
9 Kluet Timur Cahayo Keluat TR - Lawe Sawah
Sebuku - KB Paya Dapur
Bungo Kluat Paya Dapur - KB Paya Dapur
10. Kluet Selatan Aprima Vista - KB Pulo Ie
Mutiara Sikati TR - Indra Damai
Rencong Pusaka Cut Ali TR - Pulo Ie
11. Trumon Timur Alam Sakti TR - Jambo Dalem
Kuta Bukti TR - Jambo Dalem
Jeumpa Keumala TR - Jambo Dalem
Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kebudayaan di Kabupaten Aceh Selatan antara lain kurangnya penyelenggaraan festival seni dan budaya, serta kurangnya sarana tempat penyelenggaraan seni dan budaya daerah. Benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan juga masih sangat kurang, yaitu baru 22 persen pada tahun 2012, artinya masih terdapat 88 persen lagi yang belum dilestarikan. Begitu pula dengan kebudayaan Aceh dan upaya pelestarian kembali adat istiadat dan budaya Aceh juga belum terlaksana secara optimal. Saat ini sosialisasi pelestarian adat dan Budaya Aceh hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun, seharusnya 36 kali dalam setahun untuk 18 kecamatan. Demikian juga pelatihan adat istiadat dan hukum adat selama ini hanya dilakukan sekali dalam setahun, seharusnya dilaksanakan 3 kali dalam setahun dengan satu angkatan terdiri dari 50 orang. Penegakan resan gampong belum dilaksanakan termasuk kurangnya sosialisasi dan dialog kebudayaan dikalangan generasi muda.
Dalam rangka meningkatkan pelestarian nilai-nilai budaya daerah dimaksud perlu meningkatkan peran Majelis Adat Aceh (MAA) bersama Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga untuk saling berkontribusi dan bersinergi dalam rangka menjaga khazanah budaya daerah.
Untuk lebih jelasnya capaian indikator pada urusan ini dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut.
Tabel II-89
Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kebudayaan
No Indikator Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
1. Penyelenggaraan festival seni dan
budaya (jumlah event) 1 - - - 1
2. Sarana penyelenggaraan seni dan
budaya 1 0 1 1 1
3. Benda, Situs dan Kawasan Cagar
Budaya yang dilestarikan (unit/buah) 9 10 9 10 11
4. Persentase benda, situs dan kawasan
budaya yang dilestarikan 20 22 20 20 22
Sumber: Disbudparpora Kab. Aceh Selatan
2.3.1.18 Pemuda dan Olahraga.
Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemuda dan olahraga di Kabupaten Aceh Selatan sampai dengan tahun 2012 adalah terdapat 273 organisasi pemuda, 311 organisasi olah raga, dan 64 kegiatan kepemudaan, lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel II-90
Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pemuda dan Olahraga
No Indikator 2008 2009 2010 Tahun 2011 2012 1. Jumlah organisasi pemuda 273 273 273 273 273 2. Jumlah organisasi olahraga 102 136 176 242 311 3. Jumlah kegiatan kepemudaan 46 48 52 59 64
4. Jumlah kegiatan olahraga 14 6 5 5 1
5. Lapangan olahraga (unit) 325 325 325 328 328 6. Rasio lapangan olahraga per 1.000 penduduk 1,57 1,54 1,61 1,59 1,34
Sumber : Disbudparpora Kab. Aceh Selatan
Dilihat dari sarana olah raga, rasionya semakin menurun. Hal ini dikarenakan jumlah lapangan olah raga yang cenderung tidak bertambah dibanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Permasalahan ke depan berkaitan dengan pelayanan olah raga dan kepemudaan adalah upaya pembinaan dini terhadap pemuda melalui pendekatan institusional baik melalui institusi pendidikan, sekolah dan pramuka maupun institusi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Karang Taruna. Sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana olah raga dengan standar nasional saat ini belum ada di Kabupaten Aceh Selatan
Permasalahan lainnya adalah masih terbatasnya peran generasi muda sebagai kekuatan pembangunan gampong untuk menghidupkan berbagai aktivitas olah raga serta meningkatkan prestasi olahraga belum berjalan dengan baik.