PENYELENGGARAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
A. URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. Pendidikan
11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Dengan mengacu MDG’s bahwa salah satu prioritas Pembangunan Nasional adalah untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender, Pemerintah Kabupaten Malang telah berupaya mewujudkan amanat
MDG’s tersebut melalui pelaksanaan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG), dimana dalam strategi PUG ini dilaksanakan melalui program/kegiatan SKPD maupun lembaga sektoral lainnya untuk menjamin bahwa seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dari seluruh kebijakan program dan kegiatan di seluruh sektor pembangunan telah memperhitungkan aspek gender; karena tujuan akhir dari PUG adalah mempersempit dan bahkan meniadakan kesenjangan gender yang mengantarkan pada pencapaian kesetaraan dan keadilan gender, selain itu tercermin pula dari komitmen kebijakan anggaran yang responsif gender.
Pemerintah Daerah terus berkomitmen untuk selalu menerapkan perencanaan yang berperspektif gender menjadi suatu gerakan bersama dalam pembangunan, dimana pengintegrasian gender merupakan strategi untuk mengurangi kesenjangan dalam pemerataan hasil pembangunan.
a. Program pembangunan yang dilaksanakan meliputi:
1). Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan;
2). Program Penguatan Kelembagaan Pengarustamaan Gender dan Anak;
3). Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan;
4). Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan.
b. Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan sebagai berikut:
Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
pada tahun 2012 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 1.397.766.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.388.539.400,-
Adapun program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai berikut : 1). Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan
Perempuan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 229.750.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 229.750.000,-
sisa Rp. 0,- dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
No Kegiatan Belanja Keluaran
Anggaran Realisasi Sisa
1 Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Perempuan di Daerah 202.750.000 202.750.000 0 Terlaksana-nya sosialisasi kepada kelompok perempuan lanjut usia, PPR, Klg TKI dan Pelaksanaan GSI 21 kec. 2 Fasilitasi Upaya Perlindungan Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan 27.000.000 27.000.000 0 Tertangani-nya perempuan dan anak yang mengalami kekerasan mlelaui institus/unit teknis penyeleng-gara perlindungan perempuan dan anak 100 %
2). Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 695.190.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 686.046.400,- sisa Rp. 9.143.600,- dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
No
Kegiatan
Belanja
Keluaran Anggaran Realisasi Sisa
1 Pengembangan Sistem Informasi Gender dan Anak
176.750.000 175.620.000 1.130.000 Tersusunnya buku hasil kajian implementasi PUG dalam perumusan kebijakan publik dan model penanggulangan kemiskinan berbasis potens ekonomi lokali 35 buku 2 Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender 257.710.000 257.710.000 0 Tersedianya forum komunikasi anggota PUG, PP dan PA 50 orang 3 Peningkatan Kapasitas dan Jaringan Kelembagaan Pemberdayaan Perempuan dan Anak 260.730.000 252.716.400 8.013.600 Tersedianya tambahan gizi berupa kudapan bagi anak SD/ MI 21 SD/MI
3). Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp..90.475.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 90.475.000,- sisa Rp. 0,- dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
No Kegiatan Belanja Keluaran
Anggaran Realisasi Sisa
1 Pelaksanaan Sosialisasi yang Terkait dengan Kesetaraan Gender Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 90.475.000 90.475.000 0 Terlaksananya komunikasi informasi edukasi PUG, PP dan PA 33 kec.
4). Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender
Dalam Pembangunan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 382.351.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 382.268.000,-
sisa Rp. 83.000,- dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
No Kegiatan Belanja Keluaran
Anggaran Realisasi Sisa
1 Kegiatan Penyuluhan bagi Ibu Rumah Tangga dalam Membangun Keluarga Sejahtera 201.136.000 201.053.000 83.000 Terlaksananya kegiatan bimbingan motivasi dan penyuluhan kepada ibu rumah tangga dalam membina hubungan keluarga yang harmonis dan sejahtera di wilayah Kabupaten Malang 200 orang 2 Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender 50.000.000 50.000.000 0 Terlaksananya keikutsertaan pada diklat peningkatan peran serta dan kesetaraan gender 40 orang 3 Kegiatan Bimbingan Manajemen Usaha bagi Perempuan dalam Mengelola Usaha 131.215.000 131.215.000 0 Mewujudkan peningkatan peran usaha perempuan 8 kelompok
Adapun hasil/outcome serta manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program pada urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai berikut:
1). Meningkatnya kapasitas kelembagaan berbasis perempuan
dalam Gabungan Organisasi Wanita yang terdiri dari 26 organisasi wanita dan lembaga perlindungan anak
sebanyak 6 lembaga berupa Lembaga Pemerintah/Non Govermental pemerhati perempuan dan anak seperti Ruang Mitra Perempuan (RUMPUN) dan lembaga/pusat-pusat studi gender di wilayah Kabupaten Malang, sedangkan jumlah lembaga kesejahteraan sosial dan anak pada tahun 2012 mencapai 1.766 lembaga yang terbagi dalam panti-panti sosial anak dan taman kanak-kanak;
2). Meningkatnya kualitas hidup dan perlindungan terhadap perempuan dimana pada tahun 2012 telah dilaksanakan upaya peningkatan kualitas melalui upaya perlindungan perempuan terhadap keluarga tenaga kerja ke luar negeri, lansia, perempuan pekerja rumahan dan fasilitasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) dan upaya peningkatan penanganan dan layanan terhadap kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh unit-unit pelayanan lintas sektor (UPPA, P2TP2A, RSUD Kanjuruhan dan LSM peduli perempuan dan anak); 3). Meningkatnya peran kelompok ekonomi perempuan produktif
dan mandiri dalam pengembangan ekonomi lokal, dimana pada tahun 2011 terdapat 398 unit koperasi wanita dan pada tahun 2012 selain 398 unit koperasi wanita yang sebelumnya telah dibentuk juga berkembang Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) sebanyak 6.439 UEP sebagai lembaga ekonomi pra koperasi berbasis perempuan yang nantinya diharapkan berkembang menjadi rintisan/unit-unit koperasi wanita;
4). Meningkatnya peran serta perempuan dalam proses pembangunan di segala bidang yang ditandai dengan kesempatan bagi perempuan berperan di lembaga pemerintahan baik eksekutif dan legislatif mencapai angka
27,09%, serta peran perempuan di lembaga non pemerintah maupun sektor informal mencapai 12.170 orang, sehingga di tahun 2012 angka partisipasi angkatan kerja perempuan sebagai rasio dari jumlah angkatan kerja perempuan dengan perempuan usia kerja mencapai 90,89%;
5). Meningkatnya peran perempuan dalam delapan fungsi keluarga menuju keluarga sehat, mandiri dan berkualitas;
6). Meningkatnya peran serta masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan gender yang ditandai dengan terlaksananya program-program pembangunan yang makin responsif gender dan peningkatan upaya mendorong implementasi kebijakan yang melalui sistem perencanaan dan penganggaran berbasis gender dan kebijakan pengarusutamaan gender di Kabupaten Malang;
7). Terwujudnya SDM yang memiliki pemahaman dan ketrampilan jurnalistik tentang kesetaraan gender, guna peningkatan peran serta perempuan dalam proses pembangunan;
8). Prestasi yang telah diraih antara lain :
a). Penghargaan Kota Layak Anak tingkat Madya tingkat Nasional, an. Pemerintah Kabupaten Malang;
b). Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tingkat Nasional, an. Pemerintah Kabupaten Malang.
c. Permasalahan dan solusi dalam urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai berikut:
1). Masih kurangnya pemahaman akan potensi diri dan lingkungan sekitar serta terbatasnya akses untuk meningkatkan taraf hidup, maka perlu dilakukan pembinaan, pelatihan, dan motivasi untuk mengembangkan potensi diri dan lingkungan sekitar secara berkelanjutan;
2). Belum terbukanya korban dalam memberikan keterangan terhadap tindak kekerasan yang dialaminya, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang intensif dan advokasi;
3). Kompetensi anggota pokja PUG relatif kurang, sehingga diperlukan pelatihan guna meningkatkan pemahaman tentang PUG;
4). Kurangnya pemahaman tentang pentingnya makanan kudapan bergizi di lingkungan sekolah, sehingga perlu dilakukannya sosialisasi dan motivasi kepada guru dan orang tua siswa guna menyediakan tambahan gizi berupa makanan kudapan kepada siswa SD/MI;
5). Pemahaman hak dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam berkeluarga, membangun keluarga sejahtera dan bermasyarakat masih kurang, maka untuk meningkatkan pemahaman tersebut perlu dilakukan pembinaan dan sosialisasi secara berkelanjutan.