KEBIJAKAN UMUM DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
A. Pengelolaan Pendapatan Daerah
2. Target dan Realisasi Pendapatan
Target Pendapatan Pemerintah Kabupaten Malang pada Tahun Anggaran 2012 sebagaimana yang tertuang dalam APBD dianggarkan sebesar
Rp..2.188.888.436.055,64 dan dapat direalisasikan sebesar
Rp..2.218.926.449.767,46 atau mencapai sebesar 101,37%, dengan
perincian rencana dan realisasi pendapatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.1
Komposisi Rekapitulasi Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 setelah perubahan Anggaran pendapatan Realisasi Pendapatan %
1 PAD 176.637.112.710,64 197.878.494.236,46,- 112,03 2 Dana Perimbangan 1.529.289.258.515,- 1.547.448.684.110,- 101,19 3 Lain-Lain Pendapatan daerah yang sah 482.962.064.830,- 473.599.271.421,- 98,06
Jumlah 2.188.888.436.055,64 2.218.926.449.767,46 101,37 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
Dari tabel tersebut terlihat bahwa realisasi PAD telah melampaui target yang diharapkan. Dalam hal ini PAD tahun 2012 realisasinya sebesar Rp..197.878.494.236,46 atau mencapai 112,03% dari target yang diharapkan. Untuk Dana Perimbangan realisasinya pada tahun 2012 sebesar Rp..1.547.448.684.110,- atau mencapai 101,19% dari target yang direncanakan dan realisasi Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah realisasinya sebesar Rp..473.599.271.421,- atau mencapai pada kisaran
98,06%.
Jika dilihat dari komposisi anggarannya, terlihat bahwa PAD menyumbang
8,92% dari total realisasi pendapatan Kabupaten Malang di tahun 2012.
Sedangkan untuk dana perimbangan memberikan kontribusi terbesar, yaitu
Kontribusi PAD Kabupaten Malang yang sebesar 8,92% di tahun 2012 ini relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan komposisi pendapatan rata-rata secara nasional yang berada di kisaran 19,82%, artinya bahwa kemampuan/kemandirian daerah masih tergantung dari dana Pusat.
a. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan pendapatan daerah yang berasal dari: (1) Pajak Daerah; (2) Retribusi Daerah; dan (3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan; serta (4) Lain-Lain PAD yang Sah.
Penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan Rp. 176.637.112.710,64 dan dapat direalisasikan lebih besar dibandingkan target semua, yaitu sebesar Rp. 197.878.494.236,46 atau penerimaannya mencapai 112,03%. Sumbangan terbesar dari PAD Kabupaten Malang adalah berasal dari hasil pajak daerah, yaitu mencapai 129,15% dari target anggaran pendapatan pajak daerah.
Adapun perincian PAD Kabupaten Malang pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2
Perincian Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
1 Pajak Daerah 55.207.000.000,- 71.301.888.447,01 129,15 2 Retribusi Daerah 50.433.899.316,- 42.776.587.434,95 84,82 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan 10.560.597.611,63 10.508.131.832,54 99,50 4 Lain - Lain PAD yang Sah 60.435.615.783,01 73.291.886.521,96 121,27
Jumlah 176.637.112.710,64 197.878.494.236,46 112,03 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
Terlihat dalam tabel tersebut di atas bahwa komponen hasil pajak daerah melampaui target realtif lebih besar dari yang direncanakan semula. Tingginya realisasi pajak daerah tahun 2012 ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kabupaten Malang terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, yang diiringi dengan usaha dalam menggali sumber-sumber potensial penerimaan pajak daerah. Tingginya realisasi dari hasil pajak daerah juga menunjukkan bahwa masyarakat dan dunia usaha Kabupaten Malang telah sadar dan berperan aktif dalam upaya pembangunan Kabupaten Malang. Melalui penguatan sumber-sumber pendapatan daerah (terutama pajak), maka diharapkan terdapat peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
1). Pajak Daerah
Jenis pajak daerah yang direncanakan menjadi bagian Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang meliputi: (1) Pajak Hotel; (2) Pajak Restoran; (3) Pajak Hiburan; (4) Pajak Reklame; (5) Pajak Penerangan Jalan; (6) Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan; (7) Pajak Parkir; (8) Pajak Sarang Burung; (9) Pajak Air Tanah; dan (10) Bea Per Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Penerimaan dari Pajak Daerah Kabupaten Malang pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan Rp. 55.207.000.000,- dan dapat direalisasikan lebih besar dibandingkan target semua, yaitu sebesar Rp. 71.301.888.447,01 atau penerimaannya mencapai 129,15%. Hal ini disebabkan oleh semakin membaiknya kegiatan perekonomian di Kabupaten Malang yang berdampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Adanya kesadaran wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak daerah dan seringnya dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi yaitu dengan meninjau kembali terhadap obyek pajak yang belum dibayar sesuai dengan Perda dan melakukan pendataan terhadap obyek pajak yang belum terpungut. dengan rincian hasil pajak daerah dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.3
Perincian Pendapatan Pajak Daerah Tahun Anggaran 2012
No Uraian
Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
1 Pajak Hotel 1.000.000.000,- 1.404.334.544,- 140,43 2 Pajak Restoran 1.000.000.000,- 1.187.235.660,- 118,72 3 Pajak Hiburan 5.000.000.000,- 5.816.167.110,- 116,32 4 Pajak Reklame 2.100.000.000,- 2.137.858.512,- 101,80 5 Pajak Penerangan Jalan 28.000.000.000,- 32.391.579.296,- 115,68 6 Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan 300.000.000,- 403.188.210,- 134,40 7 Pajak Parkir 190.000.000,- 258.092.700,- 135,84 8 Pajak Sarang Burung 17.000.000,- 17.178.750,- 101,05 9 Pajak Air Tanah 1.600.000.000,- 2.257.008.532,- 141,06 10 Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB) 16.000.000.000,- 25.429.245.133,- 158,93
Jumlah 55.207.000.000,- 71.301.888.447,01 129,15 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
Dari tabel di atas untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan komponen terbesar dalam pendapatan pajak daerah Kabupaten Malang (158,93% dari target anggaran pendapatan BPHTB). BPHTB yang semula merupakan Pajak Pusat, telah beralih menjadi pajak daerah sejak 1 Januari 2011 sesuai dengan Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sehingga menjadi salah satu komponen potensial pendapatan daerah.
Pengalihan BPHTB ke dalam kas daerah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi Pemerintah Daerah untuk membiayai pembangunan daerahnya. Adapun terjadinya over target pada penerimaan BPHTB lebih banyak didukung oleh kegiatan
perekonomian Kabupaten Malang yang semakin meningkat sehingga mengakibatkan meningkatnya transaksi jual beli tanah dan bangunan pada masyarakat Kabupaten Malang.
Begitu juga halnya dengan Pajak Air Bawah Tanah yang semula merupakan Pajak Provinsi telah beralih menjadi Pajak Daerah sejak 1 Januari 2011 dan telah melampaui target sebesar 141,06%. 2). Retribusi Daerah
Jenis retribusi daerah yang menjadi bagian pendapatan asli daerah Kabupaten Malang meliputi:
a) Retribusi Jasa Umum yang terdiri dari: (1) Retribusi Pelayanan Kesehatan; (2) Retribusi Persampahan/Kebersihan; (3) Biaya Cetak KTP dan Akte Kelahiran; (4) Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat; (5) Retribusi Parkir Ditepi Jalan Umum; (6) Retribusi Pelayanan Pasar; (7) Retribusi Pelayanan Tera; (8) Retribusi Pasar Mantung; (9) Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor; (10) Retribusi Jasa Umum (Sewa Wales); dan (11) Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi;
b) Retribusi jasa usaha yang terdiri dari: (1) Retribusi Kekayaan Daerah; (2) Retribusi Tempat Pelelangan Ikan; (3) Retribusi Terminal; (4) Retribusi Tempat Khusus Parkir; (5) Retribusi Rumah Potong Hewan; (6) Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga; (7) Sewa Tanah dan Bangunan; dan (8) Retribusi Wendit Water Park;
c) Retribusi perijinan tertentu yang terdiri dari: (1) Retribusi Izin
Mendirikan Bangunan; (2) Izin Gangguan (HO); dan (3) Retribusi Izin Trayek.
Pendapatan Retribusi Daerah pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp. 50.433.899.316,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 42.776.587.434,95 atau tingkat penerimaannya mencapai 84,82%.
Adapun perincian pendapatan dari retribusi daerah pada tahun anggaran 2012 dapat dilihat.
Tabel 3.4
Perincian Penerimaan Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
I Retribusi Jasa Umum 37.040.299.316,- 30.816.775.689,95 83,20
1 Retribusi Pelayanan
Kesehatan (Din. Kesehatan ) 25.525.299.316,- 18.120.322.089,95 70,99 2 Retribusi Persampahan
/Kebersihan ( Din. CKTR) 305.000.000,- 345.142.000,- 113,16 3 Biaya Cetak KTP dan Akte 800.000.000,- 976.342.500,- 122,04 4 Retribusi Pemakaman dan
Pengabuan Mayat 195.000.000,- 243.666.450,- 124,96 5 Retribusi Parkir Ditepi Jalan
Umum 940.000.000,- 939.328.600,- 99,93 6 Retribusi Pelayanan Pasar 4.865.000.000,- 4.919.286.650,- 101,12 7 Retribusi Pelayanan Tera 100.000.000,- - - 8 Retribusi Pasar Mantung 125.000.000,- 125.000.000,- 100 9 Retribusi Pengujian
Kendaraan Bermotor 2.400.000.000,- 2.685.337.400,- 111,89 10 Retribusi Jasa Umum
(Sewa Wales)/Bina Marga 35.000.000,- 35.050.000,- 100,14 11
Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi (Dishub)
1.750.000.000,- 2.427.300.000,- 138,70 II Retribusi Jasa Usaha 7.440.000.000,- 5.561.372.235,- 74,75
1 Retribusi Kekayaan Daerah
(Din. Pengairan) 65.000.000,- 10.856.800,- 16,70 2 Retribusi Kekayaan Daerah
(SIPER/Din. CKTR) - - -
3 Retribusi Tempat Pelelangan
Ikan (TPI) 1.650.000.000,- 1.655.966.915,- 100,36 4 Retribusi Terminal 300.000.000,- 313.302.000,- 104,43 5 Retribusi Tempat Khusus
Parkir 560.000.000,- 570.919.600,- 101,95 6 Retribusi Rumah Potong
Hewan 235.000.000,- 236.344.000,- 100,57 7 Retribusi Tempat Rekreasi
dan Olah Raga 600.000.000,- 600.468.500,- 100,08 8 Sewa Tanah dan Bangunan 30.000.000,- 28.824.620,- 96,08 9 Retribusi Wendit Water Park 4.000.000.000,- 2.144.689.800,- 53,62
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
III Retribusi Perizinan Tertentu 5.953.600.000,- 6.398.439.510,- 107,47
1 Retribusi Izin Mendirikan Bangunan 4.094.025.500,- 4.416.268.450,- 107,87 2 Izin Mendirikan Bangunan diatas Perairan - - - 3 Izin Gangguan (HO) 1.817.994.500,- 1.953.332.060,- 107,44 4 Retribusi Izin Trayek 41.580.000,- 28.086.000,- 67,55
5 Retribusi IPPT - - -
6 Retribusi Izin Ketenaga kerjaan - - - 7 Retribusi Izin Perubahan Tanah Basah Menjadi Kering - - - 8 Retribusi Izin Usaha Perikanan - 753.000,- -
Total 50.433.899.316,- 42.776.587.434,95 84,82 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
Dari tabel di atas realisasi retribusi daerah tidak mencapai 100% hal ini disebabkan, diantaranya:
a). Retribusi Pelayanan Kesehatan yang direncanakan sebesar Rp..25.525.299.316,- dan terealisasi hanya
Rp..18.120.322.089,95 atau 70,99%, tidak tercapainya Retribusi ini disebabkan karena sejak awal Dinas Kesehatan belum melaksanakan Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor.2562/MENKES/PER/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor.903/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat;
b). Retribusi Kekayaan Daerah yang direncanakan sebesar Rp. 65.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 10.856.800,-
atau 16,70%, tidak tercapainya Retribusi ini disebabkan karena asset yang dikelola oleh Dinas Kesehatan terdapat 3 kewenangan yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah, sehingga asset selain milik daerah tidak dipunguti;
c). Retribusi Sewa Tanah dan Bangunan yang direncanakan sebesar Rp..30.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp..28.824.620,- atau 96,08%, hal ini disebabkan
Penerimaan dari retribusi ini diperoleh dari sewa ruangan PT. Valor di Pusat Kerajinan Kendedes Singosari dan Sewa
Pemakaian Tanah untuk Jalan Lori PG. Krebet. Sedangkan tidak tercapainya retribusi ini dikarenakan tidak dapat terpungutnya pemakaian rumah dilokasi eks. Pasar Desa Mulyoagung, di perumahan Puskesmas Dau dan pemakaian asset Negara berupa bangunan rumah semi permanen di eks Terminal Lawang, karena aset diatas bukan termasuk asset daerah;
d). Retribusi wisata Wendit Water Park yang direncanakan sebesar Rp..4.000.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp..2.144.689.800,- atau 53,62%, tidak tercapainya retribusi ini disebabkan karena berkurangnya kunjungan saat libur panjang dan banyaknya wahana permainan yang tidak dioperasionalkan. Dan belum optimalnya daya saing Wendit Water Park terhadap Taman Rekreasi yang lain serta berkurangnya promosi dan event-event hiburan untuk meningkatkan pendapatan;
e). Retribusi Izin Trayek yang direncanakan sebesar Rp..41.580.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 28.086.000,- atau 67,55%. Tidak tercapainya ini disebabkan karena jumlah kendaraan yang mendaftarkan izin trayek lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kendaraan operasional, hal ini karena banyak kendaraan yang tidak beroperasi lagi;
3). Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan merupakan laba yang diperoleh dari penyertaan modal pada: (1) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM); (2) Perusahaan Daerah Jasa Yasa; (3) (Deviden) Bank Jatim; yang penerimaannya menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana tabel berikut:
Tabel 3.5
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
I Bagian Laba Atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik Daerah
1 PDAM 1.600.000.000,- 1.604.136.300,- 100,26 2 PD. JASA YASA 76.426.617,09 19.824.538,- 25,94 3 ( Deviden ) Bank Jatim 8.884.170.994,54 8.884.170.994,54 100 4 Deviden BPR Artha Kanjuruhan - - -
Total 10.560.597.611,63 10.508.131.832,54 99,50 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
Dari tabel di atas terdapat realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan yang tidak mencapai 100% yaitu Perusahaan Daerah Jasa Yasa yang direncanakan sebesar Rp..76.426.617,09 dan terealisasi sebesar Rp. 19.824.538,- atau 25,94%. Tidak tercapainya ini disebabkan karena penerimaan bagi hasil yang diterima sesuai dengan hasil audit independent.
4). Lain-Lain PAD yang Sah
Pos Pendapatan dari Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah terdiri dari:
a). Hasil Penjualan asset daerah yang tidak dipisahkan dengan rincian: (1) Penjualan Drum Bekas; dan (2) Bagi Hasil Pengelolaan Terminal;
b). Pendapatan Penerimaan Jasa Giro dengan rincian: (1) Jasa Giro Kas Daerah; dan (2) Penutupan Rekening Tabungan;
c). Pendapatan Badan Layanan Umum (BLUD) dengan rincian: (1) Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen; (2) Pendapatan BLUD Dana Bergulir (UMKM); dan (3) Pendapatan BLUD Lumbung Desa Modern (LDM);
d). Pendapatan Lain-Lain dengan rincian: (1) Rafting Kasembon; (2) Keju Kemal; (3) Pendapatan dari Balai Benih Ikan (BBI);
(4) Pendapatan dari Retribusi Izin Penangkapan Ikan, (5) Kontribusi Penjualan Sumber Air Bersih (ESDM); dan (6) Lain-lain.
Perincian Pendapatan dari Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp..60.435.615.783,01 terealisasi Rp..73.291.886.521,96 atau mencapai sebesar 121,27%. Adapun perincian dari pos Pendapatan dari Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.6
Perincian Realisasi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
I Hasil Penjualan Asset Daerah yang
Tidak Dipisahkan
126.500.000,- 115.039.400,- 90,94
1 Penjualan Drum Bekas 52.500.000,- 65.775.000,- 125,29 2 Penjualan Hasil
Tebang Pohon - -
3 Bagi Hasil Pengelolaan
Terminal 74.000.000,- 49.264.400,- 66,57 4 Pendapatan Wajib
Daftar Perusahaan - -
II Pendapatan Penerimaan Jasa
Giro
5.023.099.886,06 5.786.725.299,73 115,20
1 Jasa Giro Kas Daerah 5.014.387.194,15 5.748.075.618,52 114,63 2 Penutupan Rekening
Tabungan 8.712.691,91 38.649.681,21 443,60 III Pendapatan Bunga
Deposito 12.353.082.191,59 11.071.232.876,68 89,62
1 Jasa Bunga Deposito
Kas Umum Daerah 12.353.082.191,59 11.071.232.876,68 89,62 2 Jasa Bunga Deposito
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
IV Pendapatan dari
Pengembalian 37.108.616,- 2.347.652.583,84 6.326,4
1 Kerugian Barang Daerah / TP-TGR 10.771.670,- 33.405.000,- 310,12 2 Pendapatan dari pengembalian belanja 26.336.946,- 357.580.068,55 1.357,71 3 Pendapatan dari pengembalian Belanja
dan Tunjangan - 1.956.667.515,29 V Pendapatan Badan Layanan Umum (BLUD) 39.225.576.000,- 48.384.457.771,53 124,26
1 Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen 38.000.000.000,- 47.219.065.291,38 124,26 2 Pendapatan BLUD Dana Bergulir (UMKM) 261.638.500,- 334.924.727,15 128,01 3 Pendapatan BLUD Lumbung Desa
Modern (LDM) 963.937.500,- 830.467.753,- 86,15 VI Pendapatan Lain-Lain 3.670.249.089,36 5.586.778.590,18 152,22
1 Rafting Kasembon 24.000.000,- 24.000.000,- 100,- 2 Keju Kemal 25.000.000,- 25.075.200,- 100,30 3 Pendapatan dari Balai Benih Ikan ( BBI ) 12.000.000,- 12.784.650,- 106,54 4 Pendapatan dari retribusi Izin
Penangkapan Ikan 204.000,- 753.000,- 369,12 5 Kontribusi Penjualan Sumber Air Bersih
(ESDM) 1.245.237.853,- 1.317.323.618,- 105,78 6 Lain-lain 2.363.807.236,36 4.206.842.122,18 100,-
Total 60.435.615.783,01 73.291.886.521,96 121,27 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
b. Dana Perimbangan
Dana perimbangan yaitu dana yang bersumber dari dana penerimaan Angaran Pendpatan dan Belanja (APBN) yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah. Dana perimbangan/pendapatan Transfer merupakan penerimaan daerah sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Dana Perimbangan ini
terdiri dari atas: (1) Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak, (2) Dana Alokasi Umum (DAU), dan (3) Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana Perimbangan bertujuan untuk mengurangi ketimpangan sumber pendapatan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta mengurangi kesenjangan pendanaan pemerintah antar daerah.
Penerimaan dari Dana Perimbangan pada Tahun 2012 direncanakan sebesar Rp..1.529.289.258.515,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp..1.547.448.684.110,- atau mencapai target 101,19%.
Adapun perincian penerimaan dari Dana Perimbangan pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.7
Perincian Realisasi Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2012
No Uraian
Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
1 Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak 129.439.031.515,- 147.598.457.110,- 114,03 2 Dana Alokasi Umum ( DAU ) 1.281.612.867.000,- 1.281.612.867.000,- 100,- 3 Dana Alokasi Khusus ( DAK ) 118.237.360.000,- 118.237.360.000,- 100,-
Total 1.529.289.258.515,- 1.547.448.684.110,- 101,19 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
1). Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak
Pos penerimaan dari Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak terdiri atas:
a). Bagi Hasil Pajak yang meliputi: (1) DBH. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB); (2) DBH. Bea Per Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB); (3) DBH. PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 29 (WPOPDN); dan (4) DBH. PPh Pasal 21;
b). Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam yang meliputi; (1) Alokasi DBH Sumber Daya Alam Kehutanan; (2) Alokasi DBH. Sumber Daya Alam Perikanan; (3) Alokasi Kurang Bayar DBH
SDA Perikanan 2011; (4) Alokasi DBH-SDA Pertambangan Minyak dan Gas Bumi; (5) DBH. Sumber Daya Alam Pertambangan Umum; dan (6) DBH Cukai Hasil Tembakau. Penerimaan dari Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp..129.439.031.515,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp..147.598.457.110,- atau mencapai 114,03%.
Adapun perincian penerimaan dari Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.8
Perincian Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan % I Bagi Hasil Pajak 87.629.092.447,- 91.800.006.780,- 104,76
1 DBH. Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB) 68.554.956.462,- 69.014.084.185,- 100,67
1. DBH PBB Bagian Daerah 54.982.914.048,- - - 2. Alokasi PBB Bagian Pemerintah ke Daerah 3.915.742.233,- - - 3. Alokasi Pemungutan PBB Bagian Daerah 3.687.050.550,- - - 4. Insentif PBB/Pelampauan
Penerimaan dari Pusat*) 5.969.249.631,- - - 2
DBH. Bea Per Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
151.779.945,- 481.469.231,- 317,22
1. DBH BPHTB Bagian Daerah 151.779.945,- 481.469.231,- 317,22 2. Alokasi BPHTB Bagian Pemerintah ke Daerah - -
3 DBH. PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 29 (WPOPDN) 1.228.242.441,- 966.001.777,- 78,65 4 DBH. PPh Pasal 21 17.694.113.599,- 21.338.451.587,- 120,60
II Bagi Hasil Bukan Pajak
/ Sumber Daya Alam 41.809.939.068,- 55.798.450.330,- 133,46
1 Alokasi DBH Sumber Daya Alam Kehutanan 807.639.468,- 712.487.018,- 88,22 - Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) 807.530.393,- 712.487.018,- 88,23
No Uraian
Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
- Alokasi Kurang Bayar SDA Kehutanan 2011 109.075,- - - 2 Alokasi DBH. Sumber Daya Alam Perikanan 241.448.692,- 343.986.219,- 142,47 3 Alokasi Kurang Bayar DBH SDA Perikanan 2011 13.030.852,- - - 4 3 Alokasi DBH. SDA Pertambangan Minyak dan
Gas Bumi 10.128.955.668,- 17.762.585.513,- 175,36 - DBH. Sumber Daya Alam Pertambangan
Minyak Bumi 8.556.274.000,- 14.782.302.563,- 172,77 - DBH. Sumber Daya Alam Pertambangan
Gas Bumi 328.311.000,- 2.980.282.950,- 907,76 - DBH. Sumber Daya Alam Kurang Bayar 1.244.370.668,- - - 5 DBH. Sumber Daya Alam Pertambangan Umum 11.936.200,- 7.215.326,- 60,45 6 DBH Cukai Hasil Tembakau 30.606.928.188,- 36.972.176.254,- 120,80
Total 129.439.031.515,- 147.598.457.110,- 114,03 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
2). Dana Alokasi Umum (DAU)
DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Penerimaan Pemerintah Kabupaten Malang yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp..1.281.612.867.000,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp..1.281.612.867.000,- atau mencapai 100%; 3). Dari Dana Alokasi Khusus (DAK)
DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan
sesuai dengan prioritas nasional. Kebijakan transfer ke daerah terutama melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) ditujukan untuk pembangunan fisik berbagai sarana dan prasarana layanan publik di daerah.
Penerimaan Pemerintah Kabupaten Malang yang bersumber
dari DAK pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp..118.237.360.000,- dan dapat direalisasikan sebesar
Rp..118.237.360.000,- atau mencapai 100%. Adapun perincian DAK pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.9
Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
1 Dana Alokasi Khusus
Sektor Pendidikan 72.023.580.000,- 72.023.580.000,- 100 2 Dana Alokasi Khusus
Sektor Kesehatan 5.084.750.000,- 5.084.750.000,- 100 3 Dana Alokasi Khusus
Sektor Bina Marga 9.008.100.000,- 9.008.100.000,- 100 4 Dana Alokasi Khusus
Sektor Pengairan 3.384.000.000,- 3.384.000.000,- 100 5 Dana Alokasi Khusus Sektor Infrastruktur Air
Minum 2.829.110.000,- 2.829.110.000,- 100 6 Dana Alokasi Khusus Sektor Infrastruktur
Sanitasi 1.560.520.000,- 1.560.520.000,- 100 7 Dana Alokasi Khusus Sektor Kelautan dan
Perikanan 2.961.890.000,- 2.961.890.000,- 100 8 Dana Alokasi Khusus
Sektor Pertanian 7.536.080.000,- 7.536.080.000,- 100 9 Dana Alokasi Khusus Sektor Keluarga
Berencana 1.318.470.000,- 1.318.470.000,- 100 10 Dana Alokasi Khusus
Sektor Kehutanan 1.251.420.000,- 1.251.420.000,- 100 11 Dana Alokasi Khusus Sektor Perindustrian
Perdagangan dan Pasar 5.142.310.000,- 5.142.310.000,- 100 12 Dana Alokasi Khusus
Sektor Perumahan 6.137.130.000,- 6.137.130.000,- 100
Jumlah 118.237.360.000,- 118.237.360.000,- 100
c. Lain-lain Pendapatan Dearah yang Sah
Penerimaan Pemerintah Kabupaten Malang yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan yang Sah terdiri atas: (1) Pendapatan Hibah; (2) Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya; (3) Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus; dan (4) Bantuan Keuangan dari Provinsi
atau Pemerintah Daerah Lainnya. Penerimaan Lain-lain Pendapatan yang Sah pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp..482.962.064.830,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp..473.599.271.421,- atau mencapai 98,06%.
Adapun perincian Lain-Lain Pendapatan yang Sah pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.10
Perincian Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
1 HIBAH - - -
2 Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi dan Daerah
Lainnya 118.842.311.830,- 109.207.096.421,- 91,89 3 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 295.311.013.000,- 295.633.435.000,- 100,11 4 Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah
Daerah Lainnya 68.808.740.000,- 68.758.740.000,- 99,93
Total 482.962.064.830,- 473.599.271.421,- 98,06 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
1). Pendapatan Hibah
Pos penerimaan dari Pendapatan Hibah merupakan pos pendapatan yang diterima dari Pemerintah, baik dari Pemerintah Pusat, maupun dari Pemerintah Provinsi. Pendapatan dari Hibah Kabupaten Malang pada Tahun Anggaran 2012 tidak merencanakan alokasi pendapatan dari sektor hibah;
2). Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
Pos penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya terdiri atas:
a). Dana Bagi hasil Pajak dari Propinsi yang meliputi: (1) Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB); (2) Bagi Hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor; (3) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; dan (4) Bagi Hasil Pajak Air Permukaan (AP);
b). Dana Bagi hasil Bukan Pajak dari Propinsi yang meliputi: (1) Bagi Hasil Sumbangan Pihak Ketiga (SP3); (2) Penerimaan Izin Tenaga Kerja Asing; (3) Bagi Hasil Retribusi Retribusi
Pemeriksaan dan Pengujian Hasil Hutan (RP3HH); dan (4) Bagi Hasil Pungutan Karcis Tahura.
Penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp..118.842.311.830,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp..109.207.096.421,- atau mencapai 91,89%. Adapun perincian penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.11
Perincian Penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan % I Dana Bagi hasil Pajak dari Propinsi 118.684.790.527,- 109.038.129.442,- 91,87
1 Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 33.919.140.606,- 34.013.815.420,- 100,28 2 Bagi Hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 44.682.914.187,- 34.654.102.662,- 77,56 3 Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 38.970.818.342,- 39.214.555.855,- 100,63 4 Bagi Hasil Pajak Air Bawah Tanah (ABT) - - - 5 Bagi Hasil Pajak Air Permukaan (AP) 1.111.917.392,- 1.155.655.505,- 103,93
II Dana Bagi hasil Bukan Pajak dari Propinsi 157.521.303,- 168.966.979,- 107,27
1 Bagi Hasil Sumbangan Pihak Ketiga (SP3) 89.902.303,- 83.799.913,- 93,21 2 Bagi Hasil Retribusi Tera/Tera Ulang - - - 3 Penerimaan Izin Tenaga Kerja Asing 57.202.000,- 59.944.545,- 104,79 4 Bagi Hasil retribusi RP3HH 10.000.000,- 23.656.295,- 236,56
No Uraian
Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
5 Bagi Hasil Pungutan Karcis Tahura 417.000,- 1.566.226,- 375,59 6 Bagi Hasil Retribusi Kekayaan Daerah Provinsi - - - 7 Bagi Hasil Retribusi Kekayaan Daerah - Pusat - - -
8 PB Kliring dari Pusat - - -
Total 118.842.311.830,- 109.207.096.421,- 91,89 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
3). Bantuan Penyesuaian dan Otonomi Khusus
Penerimaan dari Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp..295.311.013.000,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp..295.633.435.000,- atau mencapai 100,11%. Adapun perincian penerimaan dari Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.12
Perincian Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
1 Tunjangan Profesi Guru
PNSD 273.585.013.000,- 273.585.013.000,- 100
2 Dana Tambahan
Penghasilan Guru PNSD 21.726.000.000,- 21.726.000.000,- 100
3
Dana Proyek Pemerintah Daerah dan
Desentralisasi (DP2D2)
- 322.422.000,- -
Total 295.311.013.000,- 295.633.435.000,- 100,11 *) Data sebelum dilakukan pemeriksaan BPK
4). Bantuan Keuangan dari provinsi
Penerimaan dari Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya diperoleh dari Provinsi Jawa Timur. Pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp. 68.808.740.000,- dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 68.758.740.000,- atau mencapai 99,93%. Adapun perincian penerimaan dari Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus pada Tahun Anggaran 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.13
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya
Tahun Anggaran 2012
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan % I Bantuan Keuangan Dari Provinsi Jawa Timur :
1
Peningkatan Ekonomi Produktif/Pengembangan Sapi Perah dan Peralatan di Kawasan Agropolitan Poncokusumo Malang/Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
5.000.000.000,- 5.000.000.000,- 100
2 Pembangunan Infrastruktur Jalan/Dinas Bina Marga 5.000.000.000,- 5.000.000.000,- 100 3 Penanganan Infrastruktur Kebinamargaan/Dinas Bina
Marga 22.000.000.000,- 22.000.000.000,- 100 4 Penanganan Infrastruktur Pengairan/Dinas Pengairan 7.500.000.000,- 7.500.000.000,- 100 5 Penanganan Infrastruktur Keciptakaryaan/Dinas CKTR 6.500.000.000,- 6.500.000.000,- 100
6
Penanganan Perlengkapan Jalan (marka, rambu, warning light dan traffic light)/Dinas Perhubungan dan Infokom
1.000.000.000,- 1.000.000.000,- 100
7 Penanganan Infrastruktur Desa / Dinas Pengairan 5.000.000.000,- 5.000.000.000,- 100
II Dinas Pendidikan : - -
1 Madin dan Guru Swasta (BPPDGS) 10.064.220.000,- 10.064.220.000,- 100 2 BOP MADIN 100.000.000,- 100.000.000,- 100 3 BOS SLTA 3.267.420.000,- 3.267.420.000,- 100 4 Lembaga Terpencil/Kepulauan 50.000.000,- - - 5 Community College 50.000.000,- 50.000.000,- 100
No Uraian Tahun Anggaran 2012 Setelah Perubahan Anggaran Pendapatan Realisasi Pendapatan %
6 Kantin Kejujuran SD 7.000.000,- 7.000.000,- 100 7 Kantin Kejujuran SMP 10.000.000,- 10.000.000,- 100 8 School Mapping SMK 10.000.000,- 10.000.000,- 100 9 Pengembangan Sarpras SMK Model B 1.000.000.000,- 1.000.000.000,- 100