• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberesan Harta Pailit Oleh Kurator Pada Perseroan

BAB III : PERAN KURATOR DALAM KEPAILITAN PADA

A. Proses Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit

2. Pemberesan Harta Pailit Oleh Kurator Pada Perseroan

Berdasarkan UU Kepailitan pernyataan pailit bersifat langsung mengikat dan serta merta, walaupun debitur mengajukan upaya hukum dalam bentuk kasasi maupun peninjauan kembali. Dengan demikian, seluruh tindakan yang diambil kurator mengikat harta pailit. Namun, kurator berdasarkan prinsip kewajaran dan pertimbangan profesionalnya sebaiknya mengambil tindakan yang penuh kehati-hatian dan tidak mengambil tindakan yang bersifat merugikan harta debitur jika

121

pernyataan pailit dibatalkan atau dicabut, khususnya pengalihan harta debitur pailit yang bersifat material.

Kepailitan sebenarnya dapat diselesaikan dengan cara perdamaian (akkoord) atau dengan cara pemberesan harta pailit. Penyelesaian kepailitan dengan cara perdamaian (akkoord) apabila dalam kepailitan tersebut Debitor mengajukan rencana perdamaian dan disetujui oleh Kreditor sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memperoleh pengesahan berdasarkan putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, sedang penyelesaian kepailitan dengan cara pemberesan harta pailit apabila dalam kepailitan tersebut .

Debitor tidak mengajukan rencana perdamaian, atau Debitor mengajukan rencana perdamaian tetapi ditolak oleh Kreditor, atau Debitor mengajukan rencana perdamaian dan Kreditor menerimanya tetapi tidak memperoleh pengesahan berdasarkan putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Setelah mendapat putusan pernyataan pailit dijatuhkan kepada PT, maka PT tersebut langsung kehilangan hak untuk melakukan pengurusan dan penguasaan terhadap PT yang telah dinyatakan pailit oleh pengadilan atas asset yang terdapat di dalam PT. maka yang berhak melakukannya adalah kurator yang telah ditetapkan oleh pengadilan dalam melakukan pemberesan asset PT. Pertama kali yang dilakukan

kurator dalam melakukan pemberesan harta didalam PT yaitu melakukan pemblokiran atas asset PT. 122

Dalam melakukan tugasnya kurator harus ada persetujuan hakim pengawas, dengan alasan untuk mengamankan asset PT yang pailit. Kurator yang ditetapkan dalam putusan pernyataan pailit segera bertugas melakukan pengurusan dan penguasaan harta pailit dibawah pengawasan hakim pengawas, meskipun terhadap putusan pernyataan pailit tersebut dilakukan upaya hukum baik berupa kasasi maupun peninjauan kembali (PK).123

Tabel 1: Perkara Kepailitan Perseroan Terbatas Yang Pengurusannya Dan Pemberesannya Dilakukan Kurator Dalam Hal Ini Balai Harta Peninggalan Medan

No Tahun NAMA DAN ALAMAT

PERUSAHAAN

NOMOR DAN TANGGAL

PENDAFTARAN

1 2005 PT. Aneka Surya Agung

Jl. Kebun Sayur Dusun VII no 54/9 km 18,5 Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga No2 Pailit/2005/PN Niaga Tanggal 23 Desember 2005

122

Hasil wawancara dengan Bapak Syuhada, Anggota Tekinis Hukum pada Balai Harta Peninggalan Kota Medan. Pada tanggal 24 mei 2011

123

2 2006 CV. Widya Mandiri

Jl. Brigadir Jenderal Katamso Gang Baru No 25 Medan.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga No.01/Pailit/2006/PN Niaga Medan tanggal 16 Agustus 2006

3 2007 PT. Prana Reksa Karya

Jl. Candi Prambanan No2 Medan. (kantor)

Jl. Medan Lubuk Pakam km 18,5 Desa Tanjung Morawa B dan Desa Klambir, Kabupaten Deli Serdang Medan.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga No 01/Pailit/2007/PN Niaga Medan tanggal 19 April 2007

4 2008 PT. Sumatera Rotanindo

Jl. K.L.Y Sudarsono km 10.5 KIM (Kawasan Industri Medan) Medan

Berdasarkan Putusan PN. Niaga Medan No.02/Pailit/2008/ PN.Niaga/PN Medan

Sebelum kurator melaksanakan pemberesan harta pailit dapat melakukan berbagai kegiatan antara lain :

a. Pendataan b. Pengumpulan

c. Evaluasi harta debitur, serta memasukannya kedalam budel pailit. d. Jika perlu juga kurator dapat melakukan penyegelan untuk pengamanan

Kurator baru mulai melakukan pemberesan harta pailit setelah harta pailit dalam keadaan tidak mampu membayar dan usaha PT tersebut dihentikan. 124 Kurator melakukan pemberesan harta pailit dengan selalu memperhatikan nilai terbaik dalam pemberesan. Pemberesan dapat dilakukan satu atau lebih atau masing-masing harta pailit. Hakim pengawas dapat melakukan rapat kreditur, kurator hanya dapat memperhatikan usulan rapat kreditur tersebut.

Peran kurator dalam melaksanakan pemberesan harta pailit memiki tugas antara lain :

a) Setelah dalam keadaan kepailitan maka dinyatakan dibuka kembali, kurator harus seketika memulai pemberesan harta pailit.

b) Memulai pemberesan dan menjual harta pailit tanpa perlu memperoleh persetujuan atau bantuan debitur.

c) Memutusakan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap benda yang tidak dibereskan atau tidak sama sekali tidak dibereskan.

d) Menggunakan jasa bantuan debitur pailit guna keperluan pemberersan harta pailit dengan memberikan upah.

Kurator membagikan hasil pemberesan harta pailit kepada kreditur sesuai dengan daftar pembagian. Kurator tidak perlu menunggu sampai harta pailit habis

124

Hasil wawancara dengan Bapak Syuhada, Anggota Tekinis Hukum pada Balai Harta Peninggalan Kota Medan. Pada tanggal 24 mei 2011

dijual. Dengan adanya persetujuan hakim pengawas, kurator mengadakan penilaian atas harta pailit. Kurator dapat melakukan sendiri penilaian, jika memiliki kapasitas untuk itu, atau melakukan penunjukan terhadap pihak ketiga yang kompeten sebagai penilai. Dalam hal ini kurator harus bijaksana dalam penentuan harta pailit. Kurator menggunakan hasil penilain tersebut sebagai acuan dalam melakukan dan menentukan nilai harta pailit untuk keperluan pemberesan.

Sebelum menerima penugasan, kurator atau pengurus wajib, baik jika diminta maupun tidak diminta oleh pihak manapun, memeriksa dan memastikan bahwa ia tidak memiliki benturan kepentingan dengan debitur maupun kreditur yang saat itu diketahui berdasarkan daftar kreditur yang tercantum dalam permohonan pailit maupun dokumen lain yang diajukan bersama permohonan tersebut.125 Jika diminta, kurator dan pengurus membuat pernyataan penerimaan penugasan yang menyatakan dan menegaskan bahwa ia tidak memiliki benturan kepentingan.

Jika dalam melaksanakan penugasan kurator atau pengurus mengetahui bahwa ia ternyata memiliki benturan kepentingan dengan satu atau lebih kreditur, Hakim Pengawas atau dengan anggota Majelis Hakim untuk penugasan tersebut, maka ia wajib:

1. Memberitahukan secara tertulis adanya benturan tersebut kepada Hakim Pengawas, debitur, rapat kreditur dan komite kreditur, jika ada, dengan tembusan pada Dewan

125

Kehormatan AKPI, serta wajib segera memanggil rapat kreditur untuk diselenggarakan secepatnya khusus untuk memutuskan masalah bentuan tersebut; atau

2. Segera mengundurkan diri.

Jika kurator atau pengurus memberitahukan adanya benturan kepentingan tersebut pada debitur atau rapat kreditur atau panitia kreditur , maka debitur atau rapat kreditur memutuskan untuk menerima atau menolak benturan kepentingan. Jika rapat kreditur menerima, maka kurator dan pengurus dapat tetap menjalankan tugasnya. Jika rapat kreditur menolak, maka rapat kreditur tersebut juga harus memutuskan untuk memberhentikan kurator atau pengurus yang bersangkutan. dan segera menggantinya dengan menunjuk kurator atau pengurus baru. Jika debitur menolak, maka debitur dapat meminta Pengadilan untuk mengganti kurator dan menunjuk kurator atau pengurus baru.

Apabila kurator atau pengurus mengundurkan diri, maka kurator atau pengurus wajib segera memanggil rapat kreditur untuk menunjuk kurator atau pengurus baru. Penggantian kurator atau pengurus karena adanya benturan kepentingan ini harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan UU Kepailitan.

Kurator memutus cara pemberesan harta pailit dengan selalu memerhatikan nilai terbaik waktu pemberesan. Pemberesan dapat dilakukan sebagai satu kesatuan usaha (going concern) atas masing-masing harta pailit. Kurator melakukan

pemberesan dengan penjualan dimuka umum atau apabila dibawah tangan dengan persetujuan hakim pengawas.126

Dokumen terkait