• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Dan Wewenang Kurator Dalam Kepailitan Perseroan

BAB III : PERAN KURATOR DALAM KEPAILITAN PADA

B. Tugas Dan Wewenang Kurator Dalam Kepailitan Perseroan

Kurator dalam melaksanakan tugas pengurusan dan pemberesan harta pailit tidak akan berhasil tanpa bantuan dari pihak yang terkait langsung dengan proses kepailitan tersebut. Meskipun didalam UUK-PKPU diberi kekuasaan penuh untuk melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit sejak debitur dinyatakan pailit, namun tanpa bantuan dan kerja sama pihak yang terkait langsung dengan kepailitn, maka kurator tidak akan berhasil dengan atau bahkan akan gagal sama sekali.

Dalam hal ini yang dimaksud orang ketiga yaitu hakim pengawas (Supervisory Judge) yang di angkat oleh Pengadilan Niaga. Berdasarkan Pasal 63 UUK-PKPU, hakim pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap tugas kurator dalam pengurusan dan pemberesan harta pailit, dengan tujuan agar kurator tetap bekerja sesuai aturan hukum yang telah ditetapkan oleh Undang-undang.127 Sebaliknya kurator dalam melaksanakan tugasnya harus bersifat transparan dan penuh tanggung jawab dan tidak memihak.

Hakim Pengawas tidak boleh ikut serta dalam penguasaan dan pengurusan harta pailit, tetapi tugas pengawasan itu meliputi juga memberi nasehat dan peringatan

126

Standar Profesi Kurator dan Pengurusan Indonesia

127

Pasal 63 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

kepada kurator. Dalam pelaksanaan tugasnya baik kurator maupun hakim penagawas harus sama-sama saling mengetahui tugas keduanya, sehingga keduanya saling memahami kapan harus berakhir hubungan kerja.

Hubungan kurator dan hakim pengawas layaknya bersifat regional. Keduanya harus bekerja sama dalam penanganan perkara kepailitan. Memang kurator harus meminta persetujuan hakim pengawas dalam beberapa hal, dan hal ini terkadang disalah gunakana sebagai subordinasi.128

Dalam menjalankan tugasnya kurator kurator tidak diharuskan meminta persetujuan dan menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada debitur atau salah satu organ PT. Meskipun dalam keadaan diluar kepailitan persetujuan atau pemeritahuan sedemikian syaratnya.129

Kurator dapat melakukan pinjaman dari pihak ketiga, semata-mata dalam rangka meningkatkan nilai harta pailit. Apabila dalam melakukan pinjaman dari pihak ketiga kurator perlu membebani harta pailit dengan Hak Tanggungan, Gadai, atau Hak Anggunan atas kebendaan lain, maka pinjaman tersebut harus mendapat persetujuan lebih dari hakim pengawas.

Tugas pertama yang harus dilakukan oleh kurator sejak mulai pengangkatannya, menurut Pasal 98 UUK-PKPU adalah melaksanakan semua upaya

128Ibrahim Asegaf “ Hasil Survei Kurator dan Pengurusan Praktisi” pengurus dan hakim pengawas, Jakarta 30-31 Juli 2002

129

Bernadette Waluyo, Hukum Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban pembayaran Utang , Bandung , Mandar Maju Tahun 1999, hal 11

untuk mengamankan harta pailit dan menyimpan semua surat, dokumen, uang, perhiasan, efek, dan surat berharga lainnya dengan memberikan tanda terima.

Kurator dapat meminta penyegelan harta pailit kepada pengadilan, berdasarkan alasan untuk mengamankan harta pailit, melalui hakim pengawas.130 Penyegelan dilakukan oleh juru sita ditempat harta tersebut berada dengan dihadiri oleh 2 (dua) saksi yang salah satunya adalah wakil pemerintah daerah setempat.

Dalam menjalankan tugasnya, kurator baik kurator pemerintah dan kurator swasta harus terhindar dari benturan kepentingan. Kurator hanya dapat menjalankan tugasnya jika pada setiap waktu tidak memiliki benturan kepentingan dalam penugasan tersebut, diantaranya kurator tidak menjadi masalah salah satu kreditur, tidak mempunyai hubungan kekeluargaan dengan pemegang saham dari perseroan yang dinyatakan pailit dan bukan dalam posisi sebagai pegawai, dewan komisaris ataupun direksi PT yang pailit.

Balai Harta Peninggalan sebagai kurator pemerintah atau kurator swasta dilarang untuk menyewa jasa sorang pengacara untuk beracara di Pengadilan karena seorang kurator dalam melaksanakan tugasnya dituntut untuk dapat beracara di Pengadilan.

Disamping tugas utama tersebut, kurator juga mempunyai sejumlah kewajiban yang dapat diinventarisasi dari UUK anatara lain :

130

a. Kurator dalam pengurusan dan pemberesan harta pailit.

b. Kurator wajib mengumumkan putusan atau membatalkan putusan pailit dalam Berita Negara RI dan dua surat kabar harian ( pasal 17ayat (1) UUK ). c. Kurator wajib menyelamatkan harta pailit.

d. Menyusun inventaris harta pailit.

e. Menyusun daftar utang dan piutang harta pailit f. Melanjutkan usaha debitur

g. Berwenang membuka surat yang ditunjuk pada yang pailit h. Menerima pengaduan menegenai si pailit

i. Berwenang member nafkah bagi yang pailit atas ijin hukum pengawas. j. Memindah tangankan harta paiit

k. Menyimpan harta pailit.

l. Memberikan laporan mengenai keadaan harta paiilit.

m.Memberikan pernyataan pendapat tertulis tentang rencana perdamaian dalam rapat

n. Mengumumkan perdamaian o. Membungakan unag tunai

p. Dapat melakukan pinjaman dari pihak ketiga

q. Memberikan pertanggung jawaban kepada debitur dihadapan hakim pengawas.

r. Memberikan kepastian kepada pihak yang mengadakan perjanjian timbal balik.

s. Kurator harus menyampaikan laporan bersifat terbuka untuk umum mengenai keadaan harta pailit dan pelaksanaan tugasnya setiap 3 bulan.131 Dalam hal melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit kurator mempunyai hak untuk menjual asset dengan persetujuan hakim pengawas. Penjualan asset yang pailit yang berbentuk benda bergerak dilakukan terbuka untuk umun dengan cara pelelangan, tetapi benda tidak bergerak tidak dilakukan terbuka untuk umum.132 Sepanjang untuk meningkatkan harta pailit. Selama menjalankan tugasnya kurator dapat diganti dengan kurator lain setiap waktu oleh pengadilan dimana pengadilan terlebih dahulu memanggil dan mendengar keterangan kurator tersebut.

131

Jono , Hukum Kepailitan, PT Sinar Grafika, Jakarta 2008 hal 144-146

132

Hasil wawancara dengan Bapak Syuhada, Anggota Tekinis Hukum pada Balai Harta Peninggalan Kota Medan. Pada tanggal 24 mei 2011

Dalam melaksanakan penjualan penjualan harta pailit, kurator harus memperhatikan hal sebagai berikut :133

1) Harus menjual untuk harga yang paling tinggi.

2) Harus memutuskan apakah harta tertentu harus dijual segera dan harta yang lain harus disimpan terlebih dahulu karena nilainya akan meningkat dikemudian hari.

3) Harus kreatif dalam mendapatkan nilai tertinggi atas harta debitur pailit.

Tanggung jawab yang dibebankan kepada Balai Harta Peninggalan selaku kurator pemerintah dalam mengurus dan atau membereskan harta pailit cukup berat, namun disatu sisi juga tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan tugas dan wewenang tersebut. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu pengaturan yang jelas tentang tanggung jawab Balai Harta Peninggalan selaku kurator pemerintah.

Pengertian kewenangan sebagai kekuasaan yuridis dari suatu jawaban, karena sifat jabatan terletak dalam hukum public. Dengan kata lain wewenang kurator merupakan hak, dalam arti kekuasaan yang diberikan oleh Undang-Undang untuk menjalankan tugasnya. Secara umum kurator mempunyai kewenangan untuk melaksanakan tugas dan pengurusan dan atau pemberesan atas harta pailit sejak tanggal putusan pailit diucapkan.

133

Hasil wawancara dengan Kurator swasta Deni Purba sebagai kurator swasta pada tanggal 20 juni 2011

Kewenangan untuk melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit diserahkan kepada kurator, karena sejak adanya pernyataan pailit, demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaan yang dimasukan dalam kepailitan.134 Kemudian ditentukan bahwa jika debitur atau kreditur tidak mengajukan pengangkatan kurator lain pada pengadilan, maka BHP yang akan bertindak selaku kurator.

Kurator yang akan mengurus dan membereskan harta PT yang pailit harus diangkat oleh pengadilan atas permohonan pailit. Oleh karena itu kurator tidak hanya harus bertindak untuk kepentingan yang terbaik bagi kreditur, tetapi kurator juga harus memerhatikan kepentingan debitur yang pailit. Kepentingan-kepentingan ini tidak boleh diabaikan sama sekali. Kurator wajib memastikan bahwa semua untuk kepentingan harta pailit.

Kurator mempunyai kekuasaan atas kekayaan milik debitur. Untuk melaksanakan tugas dan kewenangan yang dimilikinya berdasarkan Undang-Undang Kepailitan :

a. Kewenangan yang dapat dilakukan tanpa harus memberitahukan atau mendapat persetujuan terlebih dahulu dari debitur atau salah satu organ debitur. Meskipun untuk tindakan tersebut jika dalam keadaan diluar kepailitan persetujuan atau pemberitahuan demikian tidak dipersyaratkan.

134

Pasal 22 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

b. Kewenangan yang dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari pihak lain, dalam hal ini hakim pengawas.

c. Melanjutkan kegiatan usaha atau operational debitur pailit, apabila dipandang menguntungkan dan memaksimalkan budel pailit.

d. Melakukan pencocokan terhadap utang piutang.

e. Mewakili debitur pailit baik didalam maupun diluar penagadilan.

f. Melakukan pinjaman dan, apabila diperluan yaitu samata-mata dalam rangka meningkatkan harta pailit.

g. Menjual budel pailit semata-mata untuk mempertahankan dan membayar biaya-biaya kepailitan

h. Kurator mempunyai hak untuk menjual asset sebelum diadakan rapat para kreditur.

i. Membagikan hasil penjualan asset kepada kreditur.

Hal yang penting yang harus dilakukan oleh para kreditur dalam rangka menyukseskan tugas kurator adalah membantu kurator secara terbuka untuk menunjukan keberadaan harta pailit yang diketahuinya. Kemudian kreditur senantiasa mengukuti aturan yang telah ditentukan oleh Undang-Undang atau berdasarkan hasil putusan rapat panitia kreditur. Hal ini dilakukan bertujuan agar penyelesaian kepailitan terlaksana sesuai jadwal yang telah direncanakan dan juga menghindari terjadinya sengketa antara kreditur dengan kurator.

Dokumen terkait