• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. KESIAPSIAGAAN DAN RESPONS

4.1. DETEKSI

4.1.3. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Sebagai penentu diagnosis, laboratorium perlu disiapkan untuk mampu melakukan pemeriksaan avian influenza dan influenza pandemi lainnya secara cepat dan tepat. Untuk pemeriksaan spesimen maka setiap laboratorium harus sudah mempunyai kemampuan pemeriksaan. Untuk pemeriksaan virus influenza baru memerlukan sarana dan kemampuan laboratorium yang khusus, sehingga harus diperiksa di laboratorium rujukan Emerging Infectious Diseases (EID) berdasarkan Permenkes Nomor 658/Menkes/PER/VIII/2009.

Tugas laboratorium rujukan nasional antara lain:

a) Menerima specimen untuk pemeriksaan atau konfirmasi hasil pemeriksaan dari laboratorium pemeriksa VIRUS HXNY;

b) Menyusun standar operasional prosedur mengenai pengambilan, pengelolaan dan pemeriksaan spesimen VIRUS HXNY;

c) Menyusun rekapitulasi hasil pemeriksaan dari seluruh laboratorium pemeriksa VIRUS HXNY dan melaporkan kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebagai Focal Point International Health Regulation dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dengan tembusan kepada Menteri Kesehatan;

d) Melakukan uji validasi secara sampling terhadapa specimen positif dan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh laboratorium pemeriksa VIRUS HXNY

e) Mengirimkan tes panel pemeriksaan VIRUS HXNY ke laboratorium pemeriksa VIRUS HXNY dalam rangka pemantauan mutu eksternal (Quality Assurance/Quality Control);

f) Melakukan supervisi dan pembinaan teknis ke laboratorium pemeriksa VIRUS HXNY Tugas laboratorium pemeriksa antara lain:

a) Menerima spesimen untuk pemeriksaan VIRUS HXNY dari rumah sakit/dinas kesehatan/laboratorium kesehatan lainnya;

b) Melakukan pemeriksaan screening pada spesimen VIRUS HXNY menggunakan form dan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan;

Kemenkes menetapkan jejaring laboratorium pemeriksaan yang terdiri atas:

a. Laboratorium Rujukan Nasional Pemeriksaan (Balitbangkes melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan BIomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan);

b. Laboratorium Pemeriksa

Laboratorium pemeriksa merupakan laboratorium yang memenuhi standar Biosafety Level 2 (BSL-2) dan memiliki alat pemeriksaan, yang terdiri atas:

1) Laboratorium yang memiliki fungsi surveilans; dan 2) Laboratorium yang tidak memiliki fungsi surveilans

102 c) Mengirimkan seluruh spesimen untuk uji validitas ke laboratorium rujukan nasional

VIRUS HXNY dengan segera tanpa menunggu hasil pemeriksaan;

d) Mengirimkan hasil pemeriksaan positif dan negatif VIRUS HXNY kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Kepala Pusat Penelitian dan

Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan;

e) Menginformasikan hasil pemeriksaan positif dan negatif kepada rumah sakit pengirim untuk keperluan diagnosis dan tatalaksana kasus serta dinas kesehatan domisili pasien untuk kepentingan penyelidikan epidemiologi; dan

f) Memberikan feedback kepada rumah sakit/dinas kesehatan/laboratorium kesehatan lainnya apabila terdapat kekeliruan dalam penggunaan material atau media pada spesimen yang diterima.

Strategi dan Aktivitas Pengendalian Fase Kesiapsiagaan

Ada kasus potensi PHEIC / pandemi di negara lain, belum ada kasus di Indonesia

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Penguatan Jejaring Laboratorium

Pelibatan jejaring nasional

laboratorium pemeriksaan ditambah Eijkman (Ristekbrin), Kementerian Pertanian , laboratorium RS Pendidikan dll

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

kapasitas

laboratorium rujukan nasional untuk melakukan deteksi emerging patogen

Melakukan pelatihan penyegaran kepada petugas laboratorium untuk pengambilan, pengepakan, pengiriman dan pemeriksaan spesimen.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Menyiapkan SOP penatalaksanaan spesimen

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Melakukan Pelatihan pemeriksaan spesemien untuk influenza

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Mempersiapkan SOP pelatihan

pemeriksaan Lab (termasuk inventaris

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

103

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

reagen, alat dan bahan habis pakai untuk pemeriksaan)

Meminta primer ke WHO CC

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan koordinasi Pusat dan Daerah

Berkoordinasi dengan RS dalam pelatihan APD

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Melakukan Pemantapan Mutu eksternal untuk laboratorium rujukan nasional dan jejaring.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Pelatihan keamanan dan keselamatan laboratorium Biomedis.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Assessment kesiapan laboratorium jejaring

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Menyiapkan dan merencanakan reagen, bahan habis pakai dan bahan pengambilan serta pengiriman

spesimen untuk laboratorium

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan sistem informasi

pencatatan pelaporan

terintegrasi dan real time

Menyiapkan sistem pencatatan dan laporan kasus terintegrasi dan real time termasuk SDM, teknologi informasi (mencakup informasi NIK, riwayat perjalanan, gejala klinis, demografi dasar (umur, sex)) serta sarana dan prasarana

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Membuat regulasi

(permenkes/kepmenkes) terkait penunjukan pengampu jejaring Lab Kesmas

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

104

Fase Siaga Darurat

Deteksi kasus awal di Indonesia

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Penguatan Jejaring Laboratorium

Pelibatan jejaring nasional

laboratorium pemeriksaan Covid-19 ditambah Eijkman (Ristekbrin), Kementerian Pertanian , laboratorium RS Pendidikan dll

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Membuat surat edaran kesiapsiagaan lab jejaring terkait virus baru

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Membuat surat edaran keseluruh dinas kesehatan, rumah sakit, tentang jenis spesimen yang diperlukan untuk diagnosis.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan kapasitas

laboratorium rujukan nasional untuk melakukan deteksi emerging patogen

Menyediakan media (primer), reagen dan bahan habis pakai untuk

laboratorium. Dan control positif

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Uji coba SOP pemeriksaan

menggunakan reagen dan bahan yang sesuai dengan organisme penyebab pandemi

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Distribusi SOP pemeriksaan ke lab jejaring

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Distribusi primer dan reagen ke lab jejaring

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

koordinasi Pusat dan Daerah

Ketersediaan anggaran pusat dan daerah serta proses pengadaan dalam waktu singkat untuk pembelian reagen dan APD agar tidak kadaluarsa.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Pengiriman specimen dari Lab.

Jejaring ke Rujukan untuk konfirmasi.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

105

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Melakukan pemeriksaan untuk diagnosis organisme penyebab pandemi

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Lab. Nasional melakukan isolasi virus dan karakterisasi genetik untuk mengetahui strain organisme penyebab pandemi

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Memberikan secara cepat hasil lab.

Konfirmasi ke RS pengirim dan Ditjen P2P secara pararel

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Mempublikasikan hasil karakterisasi genetik dari strain organisme

penyebab pandemi

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan sistem informasi

pencatatan pelaporan

terintegrasi dan real time

Uji coba sistem pencatatan dan laporan kasus terintegrasi dan real time termasuk SDM, teknologi informasi (mencakup informasi NIK, riwayat perjalanan, gejala klinis, demografi dasar (umur, sex)) serta sarana dan prasarana

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Fase Tanggap Darurat Kasus Sporadik

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Penguatan

Jejaring Laboratorium

Mengaktifkan seluruh jejaring laboratoium untuk melakukan pemeriksaan specimen dalam 24 jam.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Membuat surat edaran untuk laboratorium jejaring

memeriksa specimen dan mengirimkan hasil dan

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

106

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

specimen dalam 24 jam ke laboartorium rujukan.

Penguatan kapasitas laboratorium rujukan

nasional untuk melakukan deteksi emerging patogen

Pembelian reagen dan bahan habis pakai untuk

pemerikasaan serta APD.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Distribusi reagen dan bahan habis pakai untuk

pemerikasaan serta APD.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan koordinasi Pusat dan Daerah

Ketersediaan anggaran pusat dan daerah serta proses pengadaan dalam waktu singkat untuk pembelian reagen dan APD agar tidak kadaluarsa.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Pengiriman specimen dari Lab.

Jejaring ke Rujukan untuk konfirmasi.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

sistem informasi pencatatan pelaporan terintegrasi dan real time

Operasional sistem pencatatan dan laporan kasus terintegrasi dan real time termasuk SDM, teknologi informasi (mencakup informasi NIK, riwayat

perjalanan, gejala klinis, demografi dasar (umur, sex)) serta sarana dan prasarana

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

107

Kasus Klaster

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Penguatan

Jejaring Laboratorium

Mengaktifkan seluruh jejaring laboratoium untuk melakukan pemeriksaan specimen dalam 24 jam.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Membuat surat edaran untuk laboratorium jejaring

memeriksa specimen dan mengirimkan hasil dan specimen dalam 24 jam ke laboartorium rujukan.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

kapasitas laboratorium rujukan

nasional untuk melakukan deteksi emerging patogen

Pembelian reagen dan bahan habis pakai untuk

pemerikasaan serta APD.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Distribusi reagen dan bahan habis pakai untuk

pemerikasaan serta APD.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

koordinasi Pusat dan Daerah

Ketersediaan anggaran pusat dan daerah serta proses pengadaan dalam waktu singkat untuk pembelian reagen dan APD agar tidak kadaluarsa.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Pengiriman specimen dari Lab.

Jejaring ke Rujukan untuk konfirmasi.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

sistem

Operasional sistem pencatatan dan laporan kasus terintegrasi

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

108

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

informasi pencatatan pelaporan terintegrasi dan real time

dan real time termasuk SDM, teknologi informasi (mencakup informasi NIK, riwayat

perjalanan, gejala klinis, demografi dasar (umur, sex)) serta sarana dan prasarana

Kasus Transmisi di Komunitas

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Penguatan Jejaring Laboratorium

Laboratorium jejaring dan laboratorium rujukan nasional siap melakukan pemeriksaan selama 24 jam dalam 7 hari.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Laboratorium jejaring harus mengirimkan ke Laboratorium nasional hasil pemeriksaan dan specimen klinis dalam 24 jam setelah specimen diterima.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

kapasitas laboratorium rujukan

nasional untuk melakukan deteksi emerging patogen

Pembelian reagen dan bahan habis pakai untuk

pemerikasaan serta APD.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Distribusi reagen dan bahan habis pakai untuk

pemerikasaan serta APD.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

koordinasi

Ketersediaan anggaran pusat dan daerah serta proses pengadaan dalam waktu singkat untuk pembelian

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

109

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Pusat dan Daerah

reagen dan APD agar tidak kadaluarsa.

Lab. Nasional melakukan isolasi virus dan karakterisasi genetic untuk mengetahui strain virus influenza baru.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Memberikan secara cepat hasil lab. konfirmasi ke RS pengirim dan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) secara paralel.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Penguatan

sistem informasi pencatatan pelaporan terintegrasi dan real time

Operasional sistem pencatatan dan laporan kasus terintegrasi dan real time termasuk SDM, teknologi informasi (mencakup informasi NIK, riwayat

perjalanan, gejala klinis, demografi dasar (umur, sex)) serta sarana dan prasarana

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Fase Transisi Darurat

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Deeskalasi respon laboratorium

Pendokumentasian kejadian pandemi .

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Pendokumentasian lesson learn pandemi.

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Pendokumentasian respon pandemi (termasuk penelitian-penelitian)

Koordinator Sub Klaster Laboratorium

110

Strategi Aktivitas Penanggungjawab

Monitoring dan evaluasi. Koordinator Sub Klaster Laboratorium

Pemangku Kepentingan Yang Terlibat

Dalam rangka meningkatkan pemeriksaan laboratorium, maka daerah dengan berkolaborasi antar berbagai institusi di daerah tersebut melakukan kerjasama untuk pelayanan pemeriksaan PCR (misalnya SDM, fasilitas laboratorium, sarana dan prasana). Berikut adalah pemangku kepentingan yang terlibat dalam respon laboratorium.

Kementerian/Lembaga:

1. BNPB

2. Lab Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi 3. Lab. Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN

4. Lab. Pemerintah Daerah

5. Lab. Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) 6. Lab. Badan POM

7. Lab. Kementerian Pertanian 8. Lab. BUMN

9. Lab. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) 10. Lab. Tentara Nasional Indonesia (TNI) 11. Lab. Kementerian Agama

12. Lab. Yayasan KORPRI

13. Mitra Pembangunan: WHO, CDC, APHL, IDDS, UNICEF, UNOPS, FAO, ADB

Indikator Kegiatan Laboratorium

Indikator Target Verifikasi Pencapaian Indikator

Waktu Pengukuran

Penanggung Jawab

Rapat Koordinasi antar Lembaga pemerintah, Laboratorium pemeriksa dan mitra pembangunan

100% Review dokumen hasil pertemuan (notulensi) mingguan,

disebarluaskan dan ditindaklanjuti

Bulanan Balitbangkes

111 Indikator Target Verifikasi

Pencapaian Indikator

Waktu Pengukuran

Penanggung Jawab

Turn Around Time (TAT) pemeriksaan PCR COVID-19 mulai dari

pengambilan sampel hingga hasil diterima oleh fasyankes pengirim kurang dari 48 jam

100% Laporan pemeriksaan Lab PCR lewat NAR

Bulanan Balitbangkes

Memastikan

ketersediaan logistik dan tidak terjadi stock out reagensia di Laboratorium Pemeriksa PCR

90% Laporan bulanan logistik serta laporan stock opname

Bulanan BNPB

Ketersediaan sumber daya manusia untuk pemeriksa PCR COVID-19, petugas entri data dan pelatihan petugas

80% Laporan bulanan tools kapasitas laboratorium

Berkala PPSDM

Balitbangkes

Terjaminnya mutu pemeriksaan PCR yang dilakukan oleh laboratorium pemeriksa

95% Laporan hasil validasi pemeriksaan PCR dan Laporan hasil

Pemantapan Mutu Eksternal

Semester Balitbangkes

Regulasi

pemeriksaan PCR baik mobile maupun statis serta

penggunaan untuk surveilans atau pemeriksaan atas permintaan sendiri (medical checkup, pelaku perjalanan)

100% Tersusunnya regulasi terkait mobile PCR dan mekanisme pembiayaan

Berkala Balitbangkes, P2P, Yankes, Biro hukor

112