Pada pasal sebelumnya, anda telah memahami bagaimana Pemerintahan yang baik. Saya yakin dan selalu berharap di dalam Doa agar kita semua boleh mengalami Pemerintahan yang baik. Jika boleh kali ini, anda akan dibawa lebih progress lagi dalam menyikapi model Pemerintahan yang lebih jauh dalam kedewasaan.
Satu prinsip yang mesti anda nampak bahwa sesuatu yang Baik belum tentu Benar. Prinsip ini sama halnya dengan Pekerjaan Jiwa dan Pekerjaan Roh. Pekerjaan Roh jauh lebih kuat dari Pekerjaan Jiwa, dengan kata lain, Kebenaran jauh lebih kuat dari Kebaikan. Jika anda rindu mengalami suatu tatanan Pemerintahan yang sesungguhnya, anda perlu nampak tentang KEBAIKAN dan KEBENARAN. Secara umum, Baik dan jahat adalah satu kelompok, sementara Benar dan Salah juga sekelompok. Kebaikan dan Kejahatan lalu kemudian Kebenaran dan Ketidakbenaran.
KEBAIKAN dan KEBENARAN
Mari melihat pasangan Kebaikan dan Kebenaran. Hampir semua orang menganggap bahwa Baik dan Benar itu sama saja, perbedaan mereka tidak lebih dari
50
setipis silet, namun pada kenyataannya ada makna yang sangat mendasar yang membuat keduanya berbeda.
Di dunia ini banyak orang yang baik bahkan sangat baik perawakannya, kelakuannya sungguh baik di pandangan manusia sehingga terkadang mendapatkan apresiasi. Banyak orang yang berkata, Oh, dia memang baik, perbuatannya sangat mengagumkan dan menyentuh hati kami. Memang seharusnya demikian; perbuatan kita mesti baik terhadap semua orang, bagaimanapun jahatnya orang terhadap anda, tetapi jiwa anda yang di dalamnya terdapat pikiran, perasaan, dan tekad akan senantiasa membalas kejahatan dengan kebaikan yang anda miliki. Berbuat baik bukan karena orang itu baik terhadap anda, bukan karena hanya pantas, tetapi berbuat baik kepada orang lain berarti anda sementara berbuat baik kepada diri anda sendiri. Sebab kebaikan itu seperti awan hujan musim semi, kebaikan itu seperti embun yang turun ke atas rumput, menyejukkan dan memberi kesegaran kepada orang lain sekalipun mereka jahat. Pemerintah telah diberikan kepada kita untuk kebaikan kita semua, jika anda sebagai rakyat rindu melihat kebaikan demi kebaikan terjadi di negeri anda maka dimanapun ada jalan yang baik, tempuhlah itu. Berilah yang terbaik atas apa yang Pemerintah kehendaki untuk kebaikan anda. Jangan menahan kebaikan itu, tetapi hendaklah kebaikan hatimu diketahui oleh semua orang. Siapa yang menahan gandum, ia dikutuki orang. Tetapi berkat akan
51
turun ke atas orang yang menjual gandum. Kejarlah apa yang baik bagi Pemerintah supaya mereka berkenan kepada anda, kejarlah apa yang baik bagi rakyat anda agar anda dikenan oleh rakyat anda sendiri. Sebab siapa yang mengejar kejahatan akan ditimpa dengan kejahatan pula. Ini bukan TEORI belaka, tetapi UJILAH.
Ada tiga hal di dalam diri kita yang patut diperhatikan:
HATI yang BAIK
Hati adalah sumber terpancarnya
KEHIDUPAN. Apa yang ada di dalam akan terpancar ke luar, bagaimana keadaan Hati anda maka demikian pula yang akan terekspresi ke luar diri anda. Tidak seorangpun yang dapat berkata bahwa dirinya baik jika terkadang masih ada hal yang jahat yang ia ekspresikan ke luar. Ini berbicara masalah prinsip. Semua manusia di bawah kolong langit ini, tidak seorangpun yang baik jika diukur dari kelakuan kita sehari-hari. Olehnya itu hanya ada satu yang baik – Tuhan semesta alam. Tidak ada satupun hal yang jahat di dalam diri-Nya. Jadi jika kita merasa bahwa kita „baik‟ tetapi di mata Tuhan sebaliknya, maka betapa kerasnya kita harus berbuat baik agar dapat dikatakan baik di mata-Nya. Mintalah Hati yang Baik dari Dia yang adalah baik agar apa
52
yang anda lakukan merupakan standar yang baik di mata-Nya.
Jangan pernah berkata untuk tidak dapat berbuat baik kepada Pemerintah yang di atasmu hanya karena anda melihat kelakuan Pemerintah anda tidak sesuai dengan yang anda harapkan, padahal anda dapat melakukannya. Sebaliknya, tidak ada alasan bagi Pemerintah untuk tidak dapat berbuat Kebaikan kepada rakyatnya. Ini bukan masalah dapat atau tidaknya anda melakukan kebaikan kepada rakyat, tetapi ini berbicara masalah keharusan karena sadar bahwa anda semua adalah Hamba atau Pelayan. Olehnya itu, masing-masing kita, baik sebagai Pemerintah maupun sebagai rakyat agar Kebaikan Hati kita diketahui semua orang bukan karena hanya ingin memperlihatkan saja, tetapi karena memang Kebaikan itu dengan sendirinya terpancar dari dalam Hati lalu terekspresi ke luar. Kebaikan Hati di sini mengacu kepada memperlakukan orang dengan patut, tenggang rasa, memperhatikan orang lain, tidak kaku dalam menuntut hak absah seseorang dan memperlakukan orang lain berdasarkan apa yang dianggap baik dan patut dipuji. Ini bertentangan dengan bersungut-sungut, berbantah-bantahan, ambisi yang egoistis dan kemuliaan yang sia-sia. Jika matamu baik, maka teranglah seluruh
53
tubuhmu. Jika Hatimu Baik, maka teranglah seluruh jiwamu.
PERKATAAN yang BAIK
Apa yang keluar melalui mulut, meluap dari hati. Dengan perkataan kita bisa dibenarkan, namun dengan perkataan pula kita dapat dihukum.
Dengan dasar hati yang baik, maka perkataan kita yang keluarpun akan baik adanya. Mungkin ada orang yang berkata, „Oh, yang saya katakan tadi hanya pura-pura, yang saya katakan tadi tidaklah lebih dari bercanda saja‟. Sesungguhnya, apa yang sudah anda katakan yang keluar melalui mulut anda maka itulah yang meluap dari dalam hati anda yang secara tidak langsung menggambarkan siapa diri anda sebenarnya. Jika yang keluar dari mulut anda adalah rongrongan, kritikan dengan nada merendahkan, mengatakan bodoh, tolol dan tidak becus terhadap Pemerintah atau siapa saja, maka sebenarnya demikianlah apa adanya anda. Yang sebenarnya, anda adalah perongrong, pengkritik yang bodoh, tolol dan tidak becus.
Logisnya, dengan beberapa pertanyaan
sederhana; apakah negeri ini akan jauh lebih baik di tangan anda? Bagaimanakah keadaan negeri ini jika anda yang memerintah? Mengapa anda mengatakan bahwa pemerintah incumbent tidak
54
becus? Kapan anda akan memerintah dengan cara yang becus?
Mungkin anda dapat menjawab semua pertanyaan ini dengan baik, tetapi apakah itu benar? Jangan menjadi sombong tetapi rendah hatilah. Semua lontaran di atas adalah perkataan-perkataan yang putus asa, perkataan-perkataan yang tanpa pengharapan, perkataan yang tanpa rasa kepercayaan, perkataan yang sebenarnya sedang menggambarkan diri anda yang sebenarnya sesaat setelah anda melontarkannya kepada Pemerintah anda atau orang lain. Perkataan yang baik seperti madu bagi orang yang mendengarkan, tetapi perkataan yang putus asa seperti paku yang tertancap di hati lalu dilumuri dengan cuka. Tahukah anda bahwa dengan semua perkataan yang jahat tadi akan menghukum diri anda sendiri. Ini bukan TEORI belaka, tetapi UJILAH.
Lebih baik berdiam diri dan dikatakan bodoh daripada berbicara lalu membuktikan bahwa memang anda bodoh.
Pepatah Arab menggambarkan Empat Jenis Manusia berdasarkan perkataannya:
Ia tidak tahu jika ia tidak tahu Ia tahu jika ia tidak tahu
55
Ia tidak tahu jika ia tahu Ia tahu jika ia tahu
Analisalah kalimat-kalimat di atas jika ingin tahu jenis manakah diri anda.
AKAL BUDI yang BAIK (Yang telah diubahkan)
Salah satu hal yang sangat mendasar agar anda dapat melihat dan mengenal kebaikan dan kejahatan adalah dengan Akal Budi. Namun, tidak cukup sampai di sini saja, Akal Budi yang anda miliki mesti dibaharui sedemikian rupa. Olehnya itu berubahlah oleh pembaharuan budi anda sehingga anda dapat mengetahui mana yang baik dan yang berkenan di hadapan Tuhan.
Pemerintah yang Akal Budinya telah
diperbaharui, pasti dapat mengetahui mana yang baik dan sekaligus berkenan atau BENAR bagi Tuhan. Takut akan Tuhan itulah Hikmat dan menjauhi kejahatan itulah Akal Budi. Jika anda telah diubah oleh pembaharuan Akal Budi, maka anda dengan spontan akan menjauhi kejahatan. Membicarakan masalah Korupsi, suap-menyuap,
ketidakadilan, kesewenangan, perseteruan,
percekcokan, pertengkaran, kepentingan diri sendiri, iri hati, dengki, dendam dan sebagainya hanyalah merupakan hal-hal yang sangat merugikan, apa lagi jika sampai melakukannya.
56
Orang yang telah mengalami pembaharuan oleh Akal Budi akan menganggap semua hal itu adalah sampah belaka. Memiliki Akal Budi yang telah dibaharui merupakan sumber kehidupan, tetapi orang bodoh mati Karena kurang akal Budi. Dengan kata lain, orang yang tidak berakal budi adalah orang bodoh, dan orang bodoh mati karena kurang akal Budi. Kematian bukan hanya bicara fisik, tetapi kematian bisa berarti kematian dalam sistem Pemerintahan, kematian dalam hubungan antara Pemerintah dengan rakyat, kematian dalam menemukan solusi atas akar permasalahan, kematian dalam perekonomian Negara, kematian dalam perkembangan industri dan teknologi dan sebagainya. Mungkin beberapa tahun terakhir ini, anda – Pemerintah dan rakyat, merasa ada bau kematian yang sangat menyengat di sekitar anda, cobalah untuk sesekali merenung, kemungkinan sumber kehidupan – Akal Budi, tidak ada hingga hanya kematian yang mendominasi dalam negeri anda. Anda tidak akan pernah memiliki pengharapan akan adanya Pemulihan Pemerintahan di negeri anda jika tidak memiliki Akal Budi yang sehat. Sebab itu, siapkanlah Akal Budi anda untuk suatu Restorasi yang signifikan.
Kebaikan yang anda lakukan tidak lebih dari penilaian diri sendiri, sementara Kebenaran
57
adalah penilaian yang berstandar Tuhan sendiri. Mungkin yang anda sudah kerjakan adalah kebaikan yang besar, namun apakah semua itu benar menurut pandangan-Nya? Perlu anda nampak bahwa tiada satupun di bawah kolong langit ini yang benar kecuali Dia yang adalah benar. Agar semua kebaikan yang anda sudah kerjakan menjadi benar di mata-Nya, maka anda
harus mengejar Kebenaran itu hingga anda
mendapatkan dan tidak akan melepaskannya. Melakukan Kebaikan itu harus dan akan dikenan manusia, tetapi yang melakukan kebenaran akan dikenan-Nya dan dikasihi-Nya. Kemudian, belilah Kebenaran dan jangan menjualnya. Mungkin di antara anda sedang atau akan menjual kebenaran untuk mendapatkan ketidakadilan. Mungkin ada
yang telah menjual kepercayaan untuk
mendapatkan posisi atau jabatan yang
diinginkannya, ada juga yang menjual nama baiknya untuk mendapatkan materi belaka dan mungkin ada yang menjual Pemerintah atau rakyatnya untuk tujuan kepentingan pribadi atau golongan. Nampaklah bahwa Kebenaran akan meninggikan derajat bangsa sebab Tuhan memberkati kediaman Kebenaran. Tahta akan kokoh oleh Kebenaran. Kebenaran akan mendatangkan kedamaian sebab kebenaran seperti sungai yang terus mengalir membasahi tempat-tempat yang dilaluinya. Jika kebenaran
58
mengalir dan membasahi perekonomian Negara anda maka perekonomian negeri anda akan melaju bertumbuh sampai stabil, jika kebenaran mengalir membasahi sistem Pemerintahan, maka sistem hirarkisnya akan menjaga keutuhan prinsip yang benar, betapa indahnya jika kebenaran mengalir dan membasahi hubungan antara Pemerintah dan rakyatnya hingga terjadi pemulihan hubungan dan kedamaian tercipta di antara mereka, anda akan senantiasa menemukan solusi dari setiap akar permasalahan yang ada, teknologi dan industri pun akan bertunas menandakan ada kehidupan di dalamnya, hingga Negara anda bukan lagi menjadi Negara yang konsumtif terhadap teknologi bangsa lain yang hanya mengakibatkan banyak korban di negeri anda, tetapi justru bangsa anda yang akan menjadi inspirasi bangsa lain, bangsa lain akan melihat kebenaran di negeri anda hingga menjadi berkat bagi bangsa lain jika kebenaran itu mengalir deras seperti sungai yang tidak pernah kering.
KEJAHATAN dan KETIDAKADILAN
Di semua tempat yang berpenghuni di muka bumi ini, tidak satupun tempat yang di dalamnya tidak terdapat suatu kejahatan. Tidak
59
dapat disangkali bahwa inilah sifat kejatuhan yang telah diwariskan oleh manusia pertama – Adam. Sifat yang di dalam inilah yang membuat manusia cenderung berbuat apa yang jahat. Namun apa kata Kebenaran tentang Kejahatan?
Ada seorang pengusaha perbengkelan di Kalimantan dan kehebatannya sangat diakui dalam permesinan. Ia menguasai semua jenis mesin dan semua itu diperolehnya tanpa melalui sistem pendidikan formal. Suatu hari, sambil menatap sebuah pesawat yang sedang melintas di angkasa, ia mengomentari mesin pesawat itu bahwa ada beberapa bagian mesin yang sudah rusak tetapi dipaksa untuk digunakan, alat ini dan itunya sudah rusak. Entah pilot dan co-pilot mengetahui atau tidak, namun yang pasti bahwa ada beberapa sistem yang telah rusak dalam mesin. Kejahatan sama seperti gambaran cerita ini, terkadang kita tidak sadar bahwa ada kejahatan yang sementara kita lakukan bahkan terkadang ada di antara kita sadar bahwa dirinya sementara berbuat jahat. Tetapi yang pasti, bahwa ketika anda sementara berbuat jahat entah sadar atau tidak, langsung atau tidak langsung namun Tuhan mengetahui semuanya karena tidak satupun yang tersembunyi di hadapan-Nya. Dalam gelap yang paling gelap sekalipun, jika sebuah lilin dinyalakan, maka terang akan muncul
60
dan gelap menyingkir. Demikian pula halnya kejahatan hanya dapat disingkirkan dengan terang – Kebenaran. Minimal, anda boleh menjadi garam bagi kejahatan, memperlambat proses pembusukannya. Mungkin Instansi dimana
anda ditempatkan sementara melakukan
beberapa kejahatan personal maupun korporat, tetapi cobalah minimal untuk berfungsi sebagai garam, paling tidak anda sementara menyalakan sebuah lilin di tengah-tengahnya. Cepat atau lambat pasti akan nampak terang dan niscaya kejahatan itupun pergilah. Anda dengan hati nurani yang murni tidak mengikuti pergerakan itu karena anda nampak bahwa siapa yang membajak kejahatan, ia akan menuai kejahatan pula. Orang yang mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan. Orang yang melakukan kejahatan tetapi sementara itu pula ia mengharapkan yang baik dalam hidupnya, maka justru kejahatanlah yang akan datang ganti harapannya. Jika Pemerintah melakukan apa yang jahat, anda sebagai rakyat tidak boleh menghakimi mereka, serahkan penghakiman itu kepada yang berhak dalam Pemerintahan, tetapi jika para hakim di dunia ini juga berbuat apa yang jahat, berbuat ketidakadilan, anda tidak perlu marah atau kecewa lalu membalas pula dengan kejahatan, tetapi serahkan mereka semua kepada Dia yang menghakimi secara adil dan Ia
61
akan mengembalikan hakim-hakim seperti sedia kala – menghakimi dengan adil. Membalas kejahatan dengan kejahatan tidak akan mendatangkan berkat bagi anda, apa lagi membalas kebaikan dengan kejahatan, ini akan membuat kejahatan tidak akan menghindar dari rumah anda. Jika anda rindu bangsa dan Negara anda diberkati, maka belajarlah untuk membalas setiap kejahatan dengan Kebaikan. Ini bukan TEORI belaka, tetapi UJILAH.
Anda berbuat ketidakadilan karena anda adalah orang jahat, sebab hanya orang jahatlah yang tidak mengerti keadilan. Keadilan hanya ada di dalam Tuhan. Jika orang yang tidak mengenal Tuhan bisa berbuat adil, lebih lagi anda semua yang mengetahui dan mengenal Tuhan. Anda yang duduk sebagai staf administratif kehakiman, panitera, pengacara dan hakim, berhikmatlah untuk menetapkan keputusan. Anda para pembela atau pengacara, bukalah mata hati anda dan berubahlah oleh pembaharuan budi agar anda dapat mengetahui mana yang benar dan yang salah lalu memperjuangkan yang benar, bukan sebaliknya memperjuangkan yang salah dengan alasan komersil. Ingat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jangan menjual kebenaran dengan ketidakadilan atau dengan materi apapun. Ingatlah bahwa kelak semuanya akan
62
kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Sebenarnya, anda tidak punya hak untuk menghakimi sesama anda. Akan tetapi karena anda dipilih untuk merepresentasikan Tuhan, maka anda diberi hak dalam Pemerintahan untuk
menghakimi perkara-perkara dan
mempertahankan keadilan. Jangan
mengkommersilkan profesi anda, tetaplah berlaku adil. Jika tahu yang salah, tidak perlu membelanya atau mempertahankan haknya dalam hukum walaupun memang undang-undang telah mengatur bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukannya dalam Hukum dan Pemerintahan, seharusnya ini berlaku hanya kepada mereka yang patut dibela haknya saja, bukannya kepada orang yang nyata bersalah. Dalam proses hukum, kedua belah pihak bersamaan kedudukannya secara administratif, namun jika berbicara perihal pembelaan, maka itu hanya diperuntukkan kepada mereka yang patut dibela, tidak kepada mereka yang setelah melalui proses administratif Hukum ternyata bersalah. Katakan ya jika ya dan tidak jika tidak. Jangan kuatir karena anda sudah menghabiskan banyak uang dalam perkuliahan dan setelah mendapat pekerjaan lalu tidak menggunakannya untuk mendapatkan uang. Anda mesti nampak bahwa berkat datang ke atas orang yang berlaku adil dan benar, seperti embun yang dari bukit
63
Hermon mengalir ke bukit Sion demikianlah berkat-berkat Tuhan mengalir atas orang-orang yang berlaku adil dan benar. Ini bukan TEORI belaka, tetapi JANJI. Sebab itu UJILAH.
64