YANG SEMULA
PIJAKAN YANG BENAR
Setiap manusia pasti selalu berdiri di atas suatu pijakan yang membuat mereka tetap berdiri kokoh. Pijakan itu akan membawa mereka ke tempat dimana mereka akan capai. Apapun rintangannnya mereka akan tetap maju dengan pijakan selangkah demi selangkah. Pijakan itulah yang menguatkan mereka untuk terus berjalan tanpa henti untuk menemukan apa yang diharapkan. Dalam struktur anatomi manusia, kaki adalah alat tubuh yang tepat dalam perkara ini. Kaki
158
adalah alat untuk berpijak bagi manusia untuk berdiri kuat, tanpanya kita tidak dapat berdiri dan berjalan ke suatu tempat tujuan.
Dalam dunia Pemerintahan, tempat berpijak yang benar adalah Dasar dan Konstitusi Negara. Keduanya telah ditetapkan untuk menjadi patokan bertindak dalam suatu sistem Pemerintahan. Anda tidak akan dapat berjalan dengan baik dalam lingkup Pemerintahan jika anda tidak menurut pada kedua hal itu. Dasar Negara merupakan substansi dan citra dari suatu Negara untuk berdiri menjadi suatu bangsa yang beradab. Bangsa yang beradap adalah bangsa yang memiliki Dasar Negara dan bertindak sesuai dengannya. Dasar Negara merupakan pondasi bangunan Pemerintahan yang kuat untuk menghalau badai agar tetap eksis di dunia. Dasar suatu Negara adalah alas bagi kaki Negara untuk terhindar dari setiap jenis infeksi yang dapat melumpuhkan Negara itu sendiri. Juga, Dasar Negara merupakan tanah yang subur bagi benih-benih yang memiliki kualitas Nasionalis agar dapat bertumbuh hingga mencapai taraf kedewasaan suatau Negara yang nantinya dapat dijadikan icon bagi bangsa-bangsa lain. Sementara, Konstitusi adalah tiang pancang, tembok atau pelindung dan atap dari suatu Negara untuk mengatur dan membina rumah tangga Pemerintahan menuju Pemerintahan yang harmonis dan bersahaja di mata bangsa-bangsa lain. Konstitusi juga merupakan tali kekang suatu Negara agar ia dapat tetap berjalan
159
berdasarkan pada Dasar atau Pondasi yang telah ada. Konstitusi juga merupakan aturan-aturan yang di-baku-kan untuk dijadidi-baku-kan batasan-batasan Hak dan Perilaku masyarakat suatu bangsa agar tidak menyimpang dari misi berdasarkan visi yang telah ada. Singkatnya, bahwa baik Dasar maupun Konstitusi suatu Negara adalah hal yang sangat substansial bagi suatu Negara untuk terus diperhatikan selama Negara itu ada berdiri.
Tempat yang paling aman bagi suatu Negara untuk berpijak adalah di atas kedua hal ini – Dasar Negara dan Konstitusi Negara. Hanya saja, sering kali kita lalai hingga melupakan keduanya dan kemudian kita mulai berjalan di atas tanah liat yang basah untuk mencapai suatu tujuan, akhirnya yang terjadi adalah munculnya suatu keadaan dimana kita sedang tenggelam ke dalam tanah liat dan kemudian anda akan melihat adanya usaha untuk menyelamatkan diri sendiri. Jika keadaan seperti ini yang dialami, maka tidak heran, banyak yang ingin mencapai tujuan pribadi dan mengenyampingkan tujuan bersama. Rasa panik, takut, dan kuatir akan membuat anda untuk tidak lagi berpikir tentang keselamatan orang lain. Anda sebagai Pejabat Pemerintahan tidak lagi berpikir tentang keselamatan dan kepentingan rakyatnya. Yang dipikirkannya hanyalah urusan di tangan sendiri. Demikian pula anda yang sebagai rakyat tidak lagi berpikir yang sehat dalam merespon setiap kejadian dalam Negara anda, yang dipikirkan hanyalah usaha untuk menuntut kepuasan diri
160
atau kelompok, kebutuhan diri atau kelompok dan bahkan berpikir bagaimana cara agar Pemerintahan yang ada dapat tenggelam di tanah liat itu agar „saya‟ atau „kami‟-lah yang dapat mengambil alih semuanya. Terlalu sering anda berpikir untuk bertindak tergesa-gesa dalam mengkritisi Pemerintahan di atas anda sehingga hasilnya akan berakhir pada tindakan yang anarkis. Seringkali anda menganggap bahwa Pemerintahan yang ada sekarang tidak memiliki kapabilitas dalam bekerja sehingga yang anda anggap mampu untuk bekerja adalah orang yang lain lagi – yang anda senangi – atau bahkan diri anda sendiri. Ingatlah, bahwa hanya orang-orang yang bodohlah yang menganggap orang-orang lain itu bodoh. Hanya orang-orang yang tidak berhikmatlah yang menganggap orang lain itu tidak berhikmat. Hanya orang-orang yang tidak memiliki kemampuanlah yang menganggap orang lain itu tidak memiliki kemampuan yang cukup. Tidak satupun manusia atau Pemerintahan yang „sempurna‟ sebelum tiba waktunya bagi Pemerintahan yang akan datang itu. Oleh karenannya, jika anda melihat adanya kekurangan-kekurangan, andalah yang menjadi pelengkap bagi kekurangan-kekurangan itu. Saling bertolong-tolonglah dalam melakukan apa yang baik menurut anda dan orang yang lain pada umumnya. Kesampingkan jauh-jauh pikiran-pikiran yang sekalipun baik adanya namun hanya sebatas apa yang baik di mata anda pribadi, karena belum tentu baik bagi orang lain.
161
Mengapa ketika anda bertindak selalu melupakan kedua hal yang penting itu? Apakah anda pernah berpikir bagaimana seandainya jika anda telah kehilangan kedua kaki anda. apa anda pernah berpikir bagaimana perasaan anda ketika anda dikatakan cacat seumur hidup karena kehilangan kedua kaki? Demikianlah jika anda memiliki suatu Negara tetapi mengenyampingkan kedua hal yang penting itu dalam mengatur Rumah Tangga Pemerintahan anda. Jika anda melakukan hal itu, maka berarti anda tidak mengasihi diri anda sendiri. Jika anda dapat hidup dalam suatu Negara, itu berarti Negara sangat mengasihi anda sehingga ia memberi anda kesempatan untuk lahir dan bereksistensi di Negara itu. Oleh karena itu, lakukanlah apa yang terbaik bagi Bangsa dan Negara anda. Jika anda ingin bertumbuh, selalulah memperhatikan akar-akar yang ada di dalam tanah, yang sekalipun tidak kelihatan namun justru merekalah yang membuat anda dapat tetap berdiri dan bertumbuh. Dasar Negara yang ada dalam Negara anda haruslah senantiasa diperhatikan, jangan hanya menjadikannya sebagai logos belaka, tetapi tanamkan itu dalam jiwa anda sehingga ia akan menjadi kekuatan pijakan anda. Hargailah jasa-jasa pendahulu anda yang telah memberi anda suatu dasar bagi Negara anda agar anda yang sekarang ini boleh menikmati hasil jerih lelah mereka semua. Usahakanlah agar anda tidak selalu menaruh perhatian anda pada kekurangan-kekurangan, tetapi justru ketika anda melihat ada kekurangan-kekurangan
162
maka anggaplah itu sebagai suatu kesempatan untuk membalas budi atas kebaikan para pendahulu anda.
Hal lain yang sering kali terlupakan pula adalah Konstitusi. Semua aturan atau batasan tercakup di dalam kantong Konstitusi. Sebenarnya, anda tahu semua isi kantong itu, tetapi ketika anda akan bekerja, anda melupakan kantung itu, padahal semua yang anda butuhkan ada di dalamnya. Makanya jangan heran, ketika anda menghadapi masalah barulah anda mengingat kantungnya lalu tergesa-gesa mengambil dari dalamnya, alhasil, kebanyakan anda hanya sebatas menjadi “Komentator” handal dalam perkara-perkara tertentu. Waktu anda melakukan kesalahan barulah berharap agar anda melalui perundangan yang berlaku dapat memiliki kesempatan untuk membela diri, alhasil, beberapa di antara anda – pengacara – melakukan pembelaan hanya berdasar pada profesionalisme belaka tanpa melihat dan menganalisa lebih dahulu mana yang benar dan yang salah dan mana yang patut dibela dan yang diabaikan. Lagi-lagi didasarkan pada Hak-Hak Asasi Manusia dalam Hukum dan Pemerintahan. Inilah juga yang menjadi salah satu kesempatan emas bagi para Pengacara yang bersifat Komersil untuk bertindak sebagai Pahlawan dalam batasan membela “perkara” – salah maupun benar, bukannya membela perkara yang benar. Umumnya, pembelaan perkara dalam dunia hukum tidak dapat lagi memilah perkara mana yang semestinya dibela dan mana yang diabaikan, biasanya
163
hanya berpatokan pada panggilan kebutuhan semata. Jika dibutuhkan, segera bekerja tanpa melihat secara administratif mana yang dinyatakan bersalah dan mana yang benar. Asalkan bayaran sesuai, maka jadilah urusan pembelaan.
Pijakan yang benar adalah tumpuan yang semula. Apa yang pernah disepakati bersama dan telah dituangkan dalam bentuk konstitusi maka itulah yang menjadi pijakan yang tepat dan benar. Tidak peduli bagaimanapun keadaan yang menekan, anda akan tetap berdiri tegap karena anda sedang berpijak pada tumpuan yang tepat dan benar. Ketika ada hal yang ingin merusak tumpuan anda, anda tidak akan rela mengangkat satu kaki dan membiarkan kaki yang satu tetap berdiri sendiri. Jika hal itu terjadi, mungkin saja anda dapat melakukannya, namun cepat atau lambat anda akan merasa lelah dan akhirnya menyerah. Tetapi jika anda tetap memiliki komitmen maka anda akan segera semakin kuat bertumpu pada pijakan anda sehingga hal-hal yang dapat melemahkan pijakan anda segera lenyap. Selama anda mengenal kekuatan pijakan anda dan menghargainya maka itu berarti anda mengenal kekuatan kaki anda dan menghargai kaki anda sendiri sehingga anda benar-benar mengetahui dasar dan konstitusi Negara anda dan menghargainya. Binatang saja tahu bagaimana mengatur langkah kakinya dan tahu bagaimana agar kakinya tidak sampai kena jerat yang dapat membawanya kepada kematian. Tidakkah
164
manusia jauh lebih lagi dalam perkara ini? Anda memiliki jiwa yang dengannya anda bereksistensi hingga dapat membedakan manusia dengan ciptaan yang lainnya. Sebuah pohon sangat bergantung pada akar yang dimilikinya untuk tetap hidup. Ia tidak dapat melepaskan akar-akarnya lalu berusaha berdiri sendiri tetapi justru ia tidak dapat hidup tanpa akarnya. Sekeras apapun badai yang menerpa pohon itu, ia tak akan mudah tumbang sebab ia memiliki akar yang kuat dan sanggup menembus lapisan-lapisan tanah yang keras sekalipun. Demi suatu pertumbuhan yang signifikan, ia akan berusaha untuk tetap bertumpu pada akar-akarnya untuk mencari hara dalam tanah. Demikian pula suatu Negara, jika ia tidak bertumpu pada akar konstitusi maka ketika badai datang segera ia kacau-balau dan roboh. Secara khusus, jika Pemerintah maupun rakyat bertindak tanpa bertumpu pada akar konstitusi maka jangan heran jika akan ada banyak di antara anda yang akan melepaskan akar-akar itu lalu mulai bertumpu pada perkara yang lain, mungkin itu kepentingan pribadi, cinta akan uang (philarguria), pendapat pribadi,
profesionalisme komersil, spekulasi, konspirasi,
ketidakpuasan atau apapun itu di luar dari Dasar dan Konstitusi Negara anda. Semuanya itu yang membuat Negara anda umumnya dan Pemerintah serta rakyat khususnya tidak bertumbuh mencapai taraf kedewasaan penuh. Dari segi umur, anda termasuk ukuran dewasa, namun dari segi kejiwaan atau karakter, masih belum dewasa. Misal saja, Jika merasa tidak puas, segera
165
menuntut sambil merasa seakan ia jauh lebih baik atau pantas dari orang lain. Ada juga, sedikit disinggung segera bereaksi emosional, jika dihalau segera mencari lubang atau cela untuk masuk balik menyerang. Jika merasa belum mendapatkan apa yang diinginkan, segera berusaha untuk tetap mempertahankan jabatan hingga apa yang diinginkan tercapai. Jika ada tawaran
gula-gula, segera mengulurkan tangan untuk
mendapatkannya; Jika ada tawaran suap, segera menghadapkan kantung ke atas sambil berkata “kapan lagi”. Jika merasa sukar dalam biro administrasi, segera menawarkan suap sambil berkata “saling membantulah”. Singkatnya, segala hal di atas sangat melemahkan tumpuan anda jika anda tidak tetap bertumpu pada pijakan yang tepat dan benar. Anda akan seperti anak-anak yang hanya terus merangkak karena tumpuan anda masih lemah untuk bertumpu sekalipun tempat pijakan anda sudah tepat dan benar. Adalah hal yang lucu jika melihat orang yang sudah berkumis dan berjanggut tetapi masih berjalan sambil merangkak, padahal kakinya sudah cukup besar dan berbulu lebat. Bukannya ia tidak dapat berdiri, tetapi ia enggan untuk berdiri pada pijakan yang sudah ada, ia masih lebih memilih merangkak daripada belajar untuk berdiri tegak. Ia masih senang dituntun, dipegang, dimanja sampai minum susupun masih dibantu dengan dot. Hanya orang dewasa yang sedang mengalami gangguan jiwa saja yang masih melakukan hal-hal demikian.
166
Belajarlah untuk terus berdiri di atas pijakan yang sudah disepakati bersama, belajarlah untuk tidak mengandalkan satu kaki saja dalam berdiri, tetapi belajarlah mengangkat satu kaki untuk menendang bola yang akan memasuki gawang anda, bukannya mengangkat satu kaki tanpa menghalau bola dan membiarkan bolanya masuk ke gawang, anda pasti kalah. Ingatlah bahwa tempat pijakan anda sudah ada dan sangat keras sehingga anda tidak mudah terpeleset dan jatuh. Bawa sertalah kantung konstitusi anda agar setiap kali anda akan bertindak dalam Negara anda maka anda akan mengeluarkan semua yang dibutuhkan untuk mendasari tindakan yang akan anda lakukan. Bagaimanapun indahnya tawaran dari luar, tetapi jika hal itu tidak memiliki dasar yang sesuai yang ada di dalam kantung konstitusi maka anda akan menolaknya dengan tegas, maka sejak saat itu, anda akan melihat bahwa tali kekang anda masih berfungsi dengan baik.
MENJALANKAN PENERAPAN YANG SAMA