• Tidak ada hasil yang ditemukan

RATAKAN TANAH YANG BERGELOMBANG

Dalam dokumen BAB 1 ETIMOLOGI PEMERINTAHAN (Halaman 179-184)

YANG SEMULA

RATAKAN TANAH YANG BERGELOMBANG

Jalan-jalan raya yang ada dalam suatu daerah dapat menggambarkan bagaimana pola pikir Pemerintah setempat. Memang agak aneh jika pernyataan ini dikemukakan, namun satu hal yang jelas bahwa Pemerintah setempat boleh dilihat pola pikirnya dari kondisi jalan-jalan raya yang ada di daerahnya. Seharusnya Pemerintah nampak bahwa urgensi jalan raya tidak lepas dari peran pikiran Pemerintah dalam merealisasikannya. Jangan pernah berpikir bahwa urusan jalan raya adalah urusan Instansi tertentu. Anda mesti nampak bahwa apapun yang menjadi kepentingan suatu daerah merupakan kepentingan bersama dan urusan bersama. Tidak ada yang menjadi urusan pribadi, kelompok atau Instansi tertentu, semuanya dipikirkan dan dilakukan dalam suatu urusan kesatuan. Semua orang tahu jika jalan raya sangat penting bagi kehidupan manusia pada umumnya dan pengguna jalan pada khususnya, mereka semua tidak dapat untuk tidak berkata bahwa mereka sangat membutuhkan jalan raya yang memadai dan bagus untuk dilalui. Pikiran seperti

180

ini adalah salah satu kesan bahwa mereka memiliki estetika di dalam hati, mereka tidak menghendaki keadaan jalan yang bergelombang apalagi berlubang-lubang, olehnya itu adalah hal yang tepat untuk dikatakan jika perihal jalan raya merupakan kesan dari pola pikir suatu Pemerintahan. Namun dalam bagian ini kita tidak membahas perihal jalan raya secara infrastruktur tetapi lebih kepada karakter jalan yang di dalam hati.

Ketika anda berjalan di atas jalan yang rata dan mulus, tentu anda akan sedikit memberi komentar bahwa jalan ini sangat indah, bagus, dan menyenangkan untuk dilalui. Namun jika anda melalui jalan yang tidak rata dan berlubang maka tentu anda juga akan berkomentar jika jalan ini tidak baik untuk dilalui dan sangat tidak menyenangkan. Dalam jiwa manusia terdapat tiga unsur yang berperan penting dalam eksistensi manusia, salah satunya disebut dengan PIKIRAN. Dalam bagian jiwa ini terdapat banyak hal yang memampukan manusia untuk bereksistensi dalam perkara berpikir dan sekaligus akan memberikan kesan tentang bagaimana manusia itu. Hal-hal yang ada dalam pikiran manusia itulah yang disebut dengan JALAN-JALAN RAYA atau JALAN-JALAN-JALAN-JALAN PIKIRAN. Dalam kehidupan manusia, seringkali kita mengalami masalah yang seringkali pula membawa manusia ke jalan yang buntu. Jalan ini tidak memiliki terusan sehingga jika anda berusaha untuk terus berjalan maka pada akhirnya

181

anda akan terbentur dan merasa sakit sekali. Jalan pikiran manusia terkadang seperti angin yang tidak ditahu darimana asalnya dan kemana ia pergi, masih sangat labil, namun bagaimanapun, jalan pikiran manusia sungguh mudah untuk diterka dan dimengerti jika dipelajari. Hal ini sama sekali bertolak belakang dengan jalan pikiran Tuhan yang sangat stabil, rata, lurus, dan menyenangkan bagi mereka yang hanya berjalan di jalan-Nya.

Satu hal yang perlu manusia pahami bahwa tidak satupun jalan pikiran manusia yang sifatnya baik, semuanya bejat dan merusak dan jika ada bentuk pikiran yang bai, itu hanya sebatas manusiawi saja.

Semuanya telah mengkonsumsi sekaligus buah

Pengetahuan yang baik dan yang jahat sehingga manusia terkadang sukar memisahkan mana yang baik dan mana yang jahat. Oleh sebab itu ada banyak orang yang menyangka bahwa jalan yang dilaluinya adalah lurus, tetapi sesungguhnya jalan itu bengkok dan membawa kepada maut. Ada pula jalan pikiran manusia yang bergelombang sehingga ia tidak tenang dan gelisah ketika ia melalui jalan yang ditempuhnya. Ada juga jalan pikiran manusia yang berlubang-lubang sehingga ia harus berjalan dengan sangat pelannya dan terkadang ia terjerumus masuk ke dalam lubang jalan itu hingga dapat merusak kendaraan yang digunakannya. Bagaimana kondisi pikiran anda akan sangat menentukan bagaimana kondisi jalan yang yang anda

182

akan buat dan lalui. Jika saja anda tahu dan pahami bahwa memberi suap dan menerima suap adalah hal yang tidak benar maka tentu anda tidak akan menempu jalan itu dan sungguh-sungguh menolak untuk melalui jalan itu. Jika saja anda tahu dan pahami bahwa merongrong Pemerintah justru akan membawa keadaan bangsa anda ke muara yang penuh dengan buaya, tentu saja anda tidak akan melalui jalan itu dan mencari jalan yang sudah diberikan berdasarkan koridor konstitusi yang ada. Jika saja anda tahu dan pahami bahwa kegiatan demonstrasi yang anda dasari atas nama Hak Asasi Manusia namun sementara itu pula anda melanggar Hak Asasi Manusia yang lain dengan tindakan anda yang anarkis maka tentu anda akan segera menghindar dari cara atau jalan itu dan lebih menghargai Hak Asasi Manusia yang lainnya. Jika saja anda tahu dan pahami bahwa pendirian partai adalah bentuk dari perpecahan yang selalu menjadi dasar bagi aktifisnya untuk menunjukkan rasa bangga diri, rasa lebih dari orang lain, rasa lebih mampu dari yang lain, sikap yang tidak puas dengan Pemerintah yang menjabat pada saat itu, sikap yang menganggap bahwa Pemerintahan yang ada telah gagal dan seolah-olah merekalah (partisan) yang akan membawa perubahan yang didasarkannya pada Visi dan Misi yang dianggapnya jauh lebih baik maka tentu anda akan mempertimbangkan kembali dan apa yang menjadi ide atau pikiran yang baik menurut anda, anda akan lakukan sesuai dengan koridor konstitusi dalam hal

183

penyampaian aspirasi, bukannya mendirikan lagi partai yang baru.

Dalam dunia Pemerintahan, ada satu hal penting yang mesti anda perhatikan bahwa ketika anda masuk dalam Pemerintahan maka anda harus siap untuk menjadi seorang Hamba untuk melayani dan bukan dilayani, lalu anda sebagai rakyat yang menjadi tuan

dalam Pemerintahan seharusnya dengan bijak

memperhatikan pelayan-pelayan anda dam memberikan yang terbaik kepada pelayan-pelayan masyarakat. Jika anda melihat ada jalan yang bergelombang yakni jalan yang mungkin saja halus namun tidak rata maka anda sebagai Pemerintah segera memperbaikinya dengan cara

menggeser gelombang-gelombangnya dan

meratakannya. Jenis jalan ini mengkhiaskan bahwa adanya jalan pikiran yang tidak stabil, jalan pikiran yang sebentar naik dan sebentar turun dan akhirnya membuat rakyat kelelahan untuk tiba di tempat tujuan karena mereka tidak mengerti dengan baik apa yang Pemerintah inginkan, apa yang menjadi tujuan Pemerintah dan kemana Pemerintah akan membawa bangsanya. Kemudian, jika anda melihat ada jalan yang berlubang, pikiran yang berlubang-lubang, Pemerintah segera menimbunnya dan meratakannya. Jenis pikiran ini adalah pikiran yang benar-benar rusak, pikiran yang

menjerumuskan dan dapat mencelakakan.

Kesimpulannnya adalah bahwa baik jalan yang bergelombang (pikiran yang tidak stabil) maupun jalan

184

yang berlubang (pikiran yang merusak dan

mencelakakan) mesti diratakan dan ditimbun agar segala macam bentuk pikiran yang tidak stabil dan mencelakakan bangsa anda akan lenyap atau minimal berkurang.

Dalam dokumen BAB 1 ETIMOLOGI PEMERINTAHAN (Halaman 179-184)