Pilihan lokasi
Kecamatan Pantai Elok menjadi salah satu lokasi studi berdasarkan pertimbangan bahwa UPK di Kecamatan Pantai Elok pernah meraih predikat sebagai UPK Terbaik tingka nasional untuk kategori pemetaan UPK dengan nilai A (2009) artinya bahwa kesehatan UPK masuk dalam kriteria cukup sehat –sehat. Selain itu UPK Kecamatan Pantai Elok juga diakui sebagai UPK terbaik II di tingkat provinsi pada tahun 2010. Disamping itu proses musyawarah dan partisipasi masyarakat dalam rapat-rapat
dinilai cukup aktif dan baik. Secara geografis, Kecamatan Pantai Elok dipilih untuk mewakili wilayah
Indonesia bagian timur khususnya pulau Sulawesi.
Untuk tingkat desa, lokasi studi yang dipilih adalah Desa Berbakti di Kecamatan Pantai Elok. Pemilihan Desa Berbakti dilakukan pada saat dilakukan wawancara dan diskusi dengan para pelaku di tingkat kecamatan. Desa Berbakti disebut-sebut sebagai salah satu desa yang memiliki kelembagaan yang bagus di tingkat desa. Penilaian ini didasarkan pada bahwa TPK dan KPMD yang bagus dan kuat adalah yang
memiliki komunikasi baik dengan pemerintah desanya, tepat waktu dalam penyelesaian pekerjaan fisik
dan juga memiliki tingkat pengembalian dana bergulirnya bagus atau rata-rata 90 persen (per Mei 2013 tingkat pengembalian dana bergulir sebesar 97 persen). Dalam hal penanganan keluhan dan pengaduan dari masyarakat, Desa Berbakti dinilai cepat dalam menanganinya. Pengakuan atas prestasi TPK nya ditunjukkan dengan diberikannya kesempatan kepada TPK Desa Berbakti untuk menjadi pelatih dalam pelatihan penyegaran bagi TPK di tingkat Kecamatan Pantai Elok. Meskipun tidak terdapat pengakuan secara tertulis atas prestasi dari TPK sebagai TPK terbaik namun beberapa pihak di UPK, BKAD dan KPMD maupun TPK sendiri menyatakan bahwa TPK Desa Berbakti pernah masuk sebagai 10 besar TPK terbaik tingkat nasional pada tahun 2008 dan TPK terbaik tingkat kabupaten pada tahun 2005 dan 2007.
Karakteristik Kecamatan Pantai Elok dan Desa Berbakti
Kecamatan Pantai Elok
Kecamatan Pantai Elok terletak di Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Kabupaten Donggala dan berjarak sekitar kurang lebih 200 km dari ibukota Provinsi Sulawesi Tengah - Palu. Kecamatan Pantai Elok merupakan salah satu dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala yang terdiri dari 13
desa (pemekaran dari 12 desa menjadi 13 desa sejak 2013). Secara geografis Kecamatan Pantai Elok
berupa dataran rendah, perbukitan dan berada di sepanjang garis pantai yang dilintasi jalan utama trans Sulawesi dari arah kota Palu ke Toli-toli di arah utara.
Jumlah penduduk Kecamatan Pantai Elok pada tahun 2012 adalah sebesar 29.031 jiwa dengan jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) penerima program raskin sebanyak 1942 RT atau 9100 jiwa (31 persen dari total penduduk). Mata pencaharian utama penduduk Kecamatan Pantai Elok adalah sebagai petani untuk perkebunan cokelat, kopi, cengkih, dan juga sebagai nelayan dan buruh perkebunan. Namun sejak lima tahun terakhir komoditas cokelat di Pantai Elok khususnya mengalami penurunan produksi dan kualitas akibat dari rusaknya tanaman cokelat atau disebut ‘kanker cokelat’ yang menyebabkan cokelat sudah tidak berbuah lagi. Selain itu juga harga yang rendah menjadikan para petani beralih kepada perkebunan cengkih. Pada saat cokelat masih menjadi primadona di Kecamatan Pantai Elok dan
menjadi andalan penghasilan utama sebagian besar penduduk Pantai Elok maka telah meningkatkan taraf hidup penduduk Kecamatan Pantai Elok. Dilihat dari kondisi rumah tempat tinggal yang sudah berdinding permanen dan berlantai di sekitar kota kecamatan dan di Desa Berbakti maka cokelat memang telah menunjukkan buktinya sebagai komoditas yang meningkatkan perekonomian warga. Mulai tahun 2003 Kecamatan Pantai Elok menerima Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang setelah melalui sosialisasi maka kegiatan dimulai 2004 setelah adanya pencairan dana BLM sebesar Rp1 milliar. Sejak tahun 2007, Kecamatan Pantai Elok menerima program PNPM-PPK yang kegiatannya dimulai pada tahun 2008. Pada tahun 2006 Kecamatan Pantai Elok sempat tidak mendapat BLM atau dikatergorikan sebagai kecamatan yang masuk masa phasing-out. Para pelaku PNPM di Kecamatan Pantai Elok tidak mengetahui alasan dari tidak diterimanya BLM pada tahun 2006 tersebut dan mengapa pada tahun 2007 kecamatan menerima PNPM-PPK yang kemudian menjadi PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) dari tahun 2008 hingga tahun 2013 ini. Alokasi BLM yang pernah diterima oleh Kecamatan Pantai Elok selama ini adalah pada tahun 2007 sebesar Rp1,25 miliar, tahun 2008 menjadi Rp1 miliar, pada tahun 2009 meningkat menjadi Rp3 miliar kemudian turun menjadi Rp1,5 miliar dan selanjutnya menurun dari rata-rata setiap tahunnya Rp1 miliar maka pada tahun 2011 menjadi Rp450 juta, lalu tahun 2012 Rp800 juta, dan 2013 sebesar Rp1,2 miliar. Alasan dan pertimbangan dari bervariasi dan menurunnya BLM tidak diketahui oleh para pelaku di kecamatan bahkan menimbulkan pertanyaan dasar penentuan besarnya BLM tersebut.
Desa Berbakti
Desa Berbakti terdiri dari enam dusun yang terbagi dalam 22 RT, dan merupakan wilayah dataran rendah, perbukitan dan hampir 70 persen wilayahnya adalah pegunungan. Dengan luas wilayah sebesar 12,74Km2 jumlah penduduk Desa Berbakti sebesar 4039 jiwa adalah desa yang memiliki jumlah penduduk terbesar di kecamatan Pantai Elok atau sekitar 317 jiwa per kilometernya3. Dari total 985
Kepala Keluarga (KK) sekitar 196 nya adalah RTM per 2013 (20 persen). Hampir semua keluarga di desa Berbakti adalah keturunan dari keluarga transmigran yang telah menempati desa Berbakti dari sejak tahun 1976. Dari enam dusun maka setiap dusun mewakili daerah asal dari para keluarga transmigran, contohnya dusun pertama biasa dikenal dengan Dusun Bali karena banyak warganya berasal dari Bali, dusun dua banyak dihuni oleh keluarga dari Lombok, dusun tiga berasal dari Jawa Tengah, dusun empat dari Madura dan dusun lima banyak berasal dari wilayah Jawa Timur.
Desa Berbakti mendapatkan program PPK pertama kali pada tahun 2003 dan pada tahun 2007 mendapatkan PNPM PPK kemudian tahun 2008 PNPM Mandiri Perdesaan. Pada tahun 2011 dan 2013, Desa Berbakti tidak masuk peringkat dalam pembagian BLM PNPM Mandiri Perdesaan sehingga diikutsertakan dalam pengajuan program pada PNPM Mandiri Integrasi atau P2SPP (Program Pembangunan Sistem Perencanaan Partisipatif). Sedangkan pada tahun 2012, Desa Berbakti tidak mendapatkan BLM dari PNPM Mandiri Perdesaan maupun dari pengajuan program di P2SPP.