• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian mengenai analisis hubungan modal sosial, efektivitas progran CSR ANTAM dan taraf hidup masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bantarkaret Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor selama tiga bulan terhitung mulai Bulan Februari-April 2015. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan berbagai pertimbangan, yaitu:

1. Berdasarkan hasil membaca literatur dan informasi terkait dengan keberadaan perusahaan ANTAM Pongkor yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Aneka Tambang (Persero), Tbk yang bergerak di bidang pengelolaan emas dan perak. Perusahaan telah memanfaatkan sumberdaya alam untuk produksi tambang yang mereka jalankan. Keberadaan perusahaan ditengah- tengah masyarakat mempunyai tanggung jawab sosial kepada lingkungan dan masyarakat sekitar perusahaan, sehingga menjadi relevan terhadap penelitian efektivitas program CSR khususnya dalam bentuk pemberdayaan terhadap kelompok masyarakat sekitar perusahaan.

2. Berdasarkan hasil observasi, Desa Bantarkaret merupakan daerah Ring 1 karena lokasi kantor administrasi ANTAM berada di desa ini. Daerah ring 1 merupakan penerima manfaat terbesar yaitu sekitar 50%.

3. Terdapat hubungan efektivitas program CSR dengan taraf hidup masyarakat karena masyarakat Desa Bantarkaret adalah penerima manfaat terbesar. Jadwal pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 1.

Teknik Pemilihan Informan dan Responden

Terdapat dua subjek dalam penelitian ini yaitu informan dan responden. Informan untuk memperoleh data kualitatif, sedangkan responden untuk data kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga. Berdasarkan data yang diperoleh, Desa Bantarkaret memiliki 13 RW, 38 RT atau 34 kampung dengan jumlah penduduk 10 329 jiwa. Penelitian ini membutuhkan responden yang merupakan penerima manfaat program CSR Kemitraan ANTAM. Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang tinggal di Desa Bantarkaret. Pengambilan sample atau responden dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pada awalnya, teknik ini dilakukan dengan cara mengumpulkan jumlah populasi masyarakat penerima manfaat program CSR Kemitraan sebanyak 82 orang di Desa Bantarkaret lalu dikategorikan sesuai jenis usaha dan tahun mengikuti program kemudian dilakukan metode simple random sampling. Unit contoh penelitian ini adalah rumah tangga dan unit sasaran pengamatannya adalah kepala rumah tangga (atau salah satu anggota rumah tangga). Unit sasaran pengamatan (responden) seluruhnya berjumlah 45 orang. Responden tersebut adalah penerima manfaat atau partisipan program CSR Kemitraan ANTAM Pongkor dan yang dipilih secara acak yang selanjutnya disebut dalam analisis laporan ini sebagai masyarakat desa atau warga desa

Sementara data kualitatif dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam kepada informan. Pemilihan informan, sebagai sumber informasi primer untuk memperoleh data kualitatif, dengan menggunakan Teknik bola salju (snowball samping) dipilih dalam pengumpulan data dari infoman. Pengumpulan data dari informan melalui teknik ini digambarkan dengan perolehan dari satu informan ke informan lain. Pengumpulan data berhenti ketika informan lain tidak lagi menghasilkan pengetahuan dan informasi baru, sehingga dikatakan data berada pada titik jenuh. Dalam penelitian ini, informan yang diperlukan dalam pengumpulan infomasi adalah aparat desa, tokoh masyarakat, pihak CSR ANTAM Pongkor dan juga masyarakat penerima program CSR ANTAM Pongkor. Jika memungkinkan, beberapa responden yang telah mengisi kuesioner juga akan di wawancara lebih lanjut.

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Berikut teknik pengumpulan data disajikan dalam Tabel 5.

Tabel 5 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian

No. Data Metode

Wawancara terstruktur Pengamatan Data Sekunder Wawancara Mendalam 1. Profil Desa dan Pola-Pola Adaptasi Dokumen monografi desa Aparat Desa, Tokoh Masyarakat dan Responden 2. Profil perusahaan Dokumen ANTAM Pongkor Manager diwakilkan staf perusahaan 3. Kekuatan Modal Sosial Responden Dokumen monografi desa Aparat desa, Masyarakat dan Tokoh masyarakat 4. Tingkat Efektivitas Program CSR Responden Usaha Responden Pihak CSR ANTAM, Responden 5. Tingkat Taraf Hidup Responden Kondisi sosial dan ekonomi Aparat desa, Masyarakat, dan Tokoh Masyarakat

Data primer diperoleh langsung dari lapang melalui survei dengan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam dengan informan dan pengamatan. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen tertulis di kantor desa, kecamatan, pemerintah daerah Kabupaten Bogor, dan ANTAM Pongkor. Selain itu juga dapat diperoleh dari buku, Undang-Undang, dan jurnal-jurnal hasil penelitian terkait modal sosial, efektivitas program CSR, taraf hidup dan data monografi serta profil desa.

Data primer kuantitatif dikumpulkan melalui wawancara terstruktur kepada 45 responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Sedangkan data primer kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam (indepth interview) kepada sejumlah informan yang diarahkan dengan panduan pertanyaan wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan dengan cara

“direkam” dalam suatu manuskrip catatan harian menurut tematik. Setelah pengumpulan data primer kualitatif selesai kemudian, dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kepada 45 responden.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan jenis datanya, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan aplikasi microsoft excel 2010 dan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 20.0 dalam bentuk tabel frekuensi, grafik, serta tabel tabulasi silang untuk melihat data dari masing-masing variabel dan hubungan antar variabel. Berdasarkan uji reliabilitas pada seluruh pertanyaan dalam kuesioner dihasilkan Cronbach's Alpha sebesar 0.8 dalam 64 pertanyaan total (lihat Lampiran 4). Menurut standar statistika ditetapkan Cronbach's Alpha >0.5 berarti reliabel.

Taraf nyata yang digunakan dalam pengolahan data kuantitatif adalah 95%

atau nilai α sebesar 5%. Kemudian untuk melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antar dua variabel, digunakan pendapat dari Sarwono (2009) dalam Rahmah (2014) dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

a. 0 : Tidak ada korelasi antara dua variabel b. > 0 – 0.25 : Korelasi sangat lemah c. > 0.25 – 0.5 : Korelasi cukup kuat d. > 0.5 – 0.75 : Korelasi kuat

e. > 0.75 – 0.99 : Korelasi sangat kuat f. 1 : Korelasi sempurna

Pengolahan data kualitatif dianalisis melalui tiga tahap. Pertama tahap reduksi data, dimulai dari proses merangkum, memilih hal-hal pokok, menyederhanakan, abstraksi, hingga transformasi data hasil wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Reduksi data bertujuan untuk mempertajam, menggolongkan, mengarahkan, dan membuang data yang tidak perlu. Kedua penyajian data dalam bentuk uraian singkat yang mudah dibaca untuk mempermudah penelitian dalam mengorganisir data, menyusun pola dan memahami data yang diperoleh. Ketiga penarikan kesimpulan dari hasil yang telah diolah.