• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Lampiran 7. Tematik catatan harian

Profil Desa

Berdasarkan hasil pemetaan partisipatif pada tahun 2014, luas wilayah Desa Bantarkaret adalah 841.04 Ha. Desa Bantarkaret dibagi menjadi 7 Dusun, 13 RW, dan 46 RT. Penduduk Desa Bantarkaret berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk pada tahun 2012, tercatat 9.297 jiwa. Jumlah rumah tangga yaitu sebanyak 2.987 rumah tangga/KK. Pada awal sebelum hadirnya PT.ANTAM di tengah-tengah masyarakat Bantarkaret, mata pencaharian mayoritas masyarakat Bantarkaret adalah petani (sekitar 80%). Sekarang mayoritas mata pencaharian masyarakat sekitar 70% penambang dan 30% petani. -ASP

Mayoritas mata pencaharian masyarakat Bantarkaret saat ini yaitu ke gunung, biasanya ada yang gurandil, pembantu gurandil (tukang pikul dan lainnya). Di kampung ini sendiri tidak banyak yang menjadi gurandil, tapi ada beberapa yang menjadi kuli pikul. Menurut EKS banyak juga gurandil yang berasal dari luar desa, kebetulan dulu pas zaman di gunung emasnya masih banyak sekali, orang-orang luar kota banyak yang sampai tidur dimushola- mushola.-EKS

Mata pencaharian sebagai petani yang memang semenjak dahulu digeluti oleh warga asli Desa Bantarkaret hingga kini pun masih bertahan walaupun dengan semakin sedikitnya lahan pertanian. Menurut HLM, mayoritas penambang liar merupakan pendatang dan sebagian kecilnya merupakan warga asli. -HLM

Budaya dan Pola-Pola Adaptasi

Keberadaan PT.ANTAM secara tidak langsung melunturkan budaya- budaya yang ada pada masyarakat. Contohnya terjadi perubahan gaya hidup masyarakat, dalam segi konsumsi makanan yang lebih ke kotaan. ANTAM juga menarik para pendatang dari berbagai tempat seperti cianjur, sukabumi dan lainnya, sehingga persetase pendatang setiap tahunnya semakin tinggi. Oleh karena itu, budaya gotong royong ditengah masyarakat semakin memudar karena banyaknya benturan-benturan budaya antara pendatang dan warga asli. Hal ini juga ditunjukan dengan sulit dikumpulkannya masyarakat. ASP mengatakan

“Budaya-budaya kalo dibilang sirna sih ngga. Untuk budaya gotong royong sih Alhamdulillah, sekalipun ini hanya berlaku di beberapa titik. kebersamaan

masyarakat bahkan di beberapa titik sudah susah dilakukan.“ -ASP

ASP juga menambahkan bahwa Bantarkaret tidak lagi seperti “desa” yang kita tahu, sudah banyak yang mempunyai mobil mewah seperti orang kota bahkan jika kita ke Kampung Ciguha saat malam gemerlap dan saat siang bisa dilihat kemewahan bangunannya, hal ini menunjukan gaya hidup sebagian besar masyarakat Desa Bantarkaret layaknya orang kota . Munculnya penambang liar yang semakin banyak dikarenakan tuntutan gaya hidup, orientasi yang mereka pikirkan hanyalah mendapatkan uang. Mereka tidak lagi memikirkan hambatan dan resiko yang akan terjadi. –ASP

Kepadatan penduduk yang tinggi ini menurutnya dapat dilihat dari semakin sempitnya lahan sawah sebagai salah satu usaha pertanian utama di Desa Bantarkaret. Lahan-lahan pertanian tersebut berubah menjadi lahan pemukiman dengan semakin padatnya penduduk. HLM secara pribadi menyatakan ketidaksukaannya terhadap pendatang, karena menurutnya, pendatang menimbulkan banyak terjadinya “kawin kontrak” antara pendatang dengan warga asli. -HLM

Adanya perusahaan tambang tersebut turut berperan dalam melunturkan nilai-nilai budaya masyarakat Desa Bantarkaret. Sebagai contoh, sebelum adanya PT. ANTAM, jumlah warga yang mengikuti kerja bakti yang diadakan sangat banyak, bahkan pernah mencapai 2000 orang lebih ketika ada kerja bakti pembangunan jalan di Desa Bantarkaret. Namun, saat ini warga cenderung lebih memilih untuk membantu dalam bentuk uang. -II

PRN menyatakan bahwa sebelum adanya PT. ANTAM, warga sekitar bermata pencaharian sebagai petani. Lahan pertanian warga sebagian besar tadah hujan dan penggarapan masih menggunakan teknik tradisional, sehingga hasilnya

pun “pas-pas an”. Semenjak adanya PT. ANTAM, warga mulai mengetahui bahwa di Desa Bantarkaret kaya akan sumberdaya alam emas. Hal ini menyebabkan warga banyak beralih profesi menjadi penambang emas liar atau sering disebut warga sekitar sebagai gurandil. Ada pula petani yang juga mengerjakan pekerjaan membantu gurandil seperti memikul tanah saja atau menumbuk tanah saja. Hasil dari memikul tanah saja 3 ribu rupiah/kilo dan menumbuk tanah saja 40 ribu rupiah/karung. Hal ini sudah sangat menguntungkan untuk para petani yang menunggu panen namun, masih bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-harinya. Lahan pertanian juga banyak beralih fungsi menjadi wilayah ANTAM dan pemukiman tapi tetap masih cukup banyak lahan pertanian. Menurut PRN, hal ini merubah gaya hidup masyarakat, masyarakat

berfikir “instant”, dibuktikan dengan banyaknya gurandil. -PRN

Saat ini usaha pertanian di Desa Bantarkaret dinilai kurang oleh HDY karena adanya usaha tambang baik secara ilegal maupun legal. Padahal menurut HDY, lahan pertanian yang ada di Desa Bantarkaret tidak banyak berkurang. Hal ini disebabkan oleh kemauan warga yang kurang dalam usaha pertanian. -HDY

Modal Sosial

Modal sosial dibagi menjadi tiga unsur yaitu jaringan, kepercayaan dan hubungan sosial. Secara keseluruhan modal sosial di Desa Bantarkaret cukup kuat. Hal ini disebabkan oleh unsur jaringan pada masyarakat Desa Bantarkaret yang cukup kuat, serta unsur kepercayaan yang cukup kuat. Namun pada unsur hubungan sosial dirasa lemah. Unsur Jaringan yang kuat dapat terlihat dari pengalaman informan yang memberikan kutipan sebagai berikut

Rdn dan istri banyak memiliki jaringan pengusaha karena mereka dulunya sering diminta membantu berjualan sehingga berjalannya usaha mereka juga tidak lepas dari peran dan masukan dari teman-teman pengusahanya. “kemajuan usaha kita juga karena dibantu masukan dari temen-temen seprofesi Bapak”. RDN tidak pernah bertanya dan berdiskusi mengenai usahanya dengan pihak CSR ANTAM menurutnya ia lebih senang bertukar pikiran dengan pengusaha lainnya dan sering bikin forum atau sekedar kumpul-kumpul. “Ikut pelatihan menurut

saya sebagai ajang memperluas jaringan dengan pengusaha lain yang lebih berpengalam jadi bisa nanya-nanya dan tuker pikiran malahan kita suka buat

pertemuan kaya forum neng biar silaturahmi juga”-RDN

Jaringan yang dibangun oleh PT. ANTAM terhadap masyarakat sudah dapat dikatakan cukup baik. Biasanya ada duta desa yang datang ke beberapa warga untuk memberikan informasi terkait program dan berita perusahaan. –HDY Pihak CSR mempunyai duta desa yang berfungsi untuk membentuk jaringan sosial di masyarakat. Jaringan sosial ini sangat penting untuk keberlangsungan perusahaan juga sebagai jembatan perusahaan dan masyarakat.

“Pada akhirnya CSR ini menjadi sebuah benteng, pilar untuk mendekatkan

perusahaan dan masyarakat sehingga peran CSR sangat penting sekali baik

sebagai kewajiban maupun untuk keamanan perusahaan”-KSR

Unsur jaringan yang lemah dapat terlihat dari kutipan beberapa informan sebagai berikut

Menurut PRN, banyak warga yang belum mengetahui program-program CSR PT. ANTAM. Sosialisasi yang dilakukan PT. ANTAM dirasa masih kurang sehingga masyarakat yang harus aktif bertanya ke perusahaan. PRN sendiri melihat sosialisasi yang dilakukan oleh PT. ANTAM hanya dilakukan ketika MUSREMBANG Desa yang hanya dilakukan setahun sekali. Sosialisasi yang dilakukan PT. ANTAM terkait dengan program CSR-nya pun hampir sebagian besarnya dilakukan hanya pada lingkup aparatur desa. –PRN

Sosialisasi program CSR dari pihak ANTAM menurut EKS tidak ada, beliau hanya tahu dari mendengar kata orang saja. “mungkin kalau orang yang sering jalan ya tahu juga tentang program-programnya, kalau undangan ke desa tentang sosialisasi program sih ngga ada tapi ngga tahu mungkin saya ngga ke

undang”- EKS

Sosialisasi terkadang banyak berkunjung ke rumah warga atau pun ke kantor desa. Maka dari itu banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai informasi program maupun ANTAM, mungkin karena pihak desa tidak menyampaikan kembali ke masyarakat atau ada masyarakat yang tidak bertemu pihak ANTAM di lapang. Namun, pihak ANTAM memiliki jaringan yang akan terus memperluas jaringan dengan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh ulama agar ada kedekatan dan kepercayaan walaupun di antara tokoh tersebut masing ada yang tidak percaya dan tidak memperdulikan ANTAM. –RYN

Pada unsur kepercayaan kuat di buktikan dari pernyataan informan berikut Secara umum, masyarakat masih percaya terhadap PT. ANTAM. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih banyaknya proposal-proposal bantuan yang diajukan oleh warga kepada PT. ANTAM. -II

Pada program kemitraan, usaha yang di ajukan di kecamatan nanggung sendiri banyaknya warung. Menurut survey tahunan, usaha warung sangat rentan terkena bangkrut sehingga pihak ANTAM sangat selektif memilih mitra nya. Adapun syarat penerima program CSR yaitu pendirian usaha minimal 1 tahun, jenis usaha dan mempunyai jaminan surat tanah. Tidak hanya syarat tersebut, jika calon penerima manfaat terkait dengan gurandil melalui survey maka pengajuan pun tidak diterima. Ketatnya prosedur untuk penerima manfaat program kemitraan karena pengalaman ANTAM yang sudah terlalu banyak mengalami kemacetan

dana. Sampai tahun 2013 sekitar 8 Milyar dana CSR ANTAM macet total, sehingga ini menjadi pengalaman untuk ANTAM lebih selektif dan membuat kebijakan menggunakan jaminan. –RYN

Warga yang tidak mendukung adanya PT. ANTAM ini adalah warga yang terlibat dalam usaha gurandil. Warga tersebut berdalih usaha gurandil-nya adalah

untuk “eusi beuteung”, sebuah istilah bahasa sunda yang berarti mengisi perut. Padahal menurut HDY, keberadaan PT. ANTAM itu secara hukum adalah legal dan merupakan perusahaan negara yang bertujuan untuk membangun Negara. - HDY

Kepercayaan lemah disampaikan oleh informan sebagai berikut

Namun ada kekecewaan yang diungkapkan oleh ASP, walaupun PT.

ANTAM berdalih bahwa kondisi perusahaannya saat ini sedang “collapse”,

namun transparansi mengenai dana CSR tersebut kepada pihak desa dan masyarakat tidak terbuka. –ASP

Menurut HLM bantuan-bantuan yang diajukan oleh masyarakat tidak pernah dikabulkan dengan jumlah nominal yang diharapkan. Bahkan seringkali

sangat jauh dari jumlah yang diajukan warga. “kalau saya sih males ikut program,

prasyaratannya banyak menurut saya sih ribet dan juga dikasihnya sedikit, kalaupun warga saya butuh bantuan misalnya rumah jompo saya lebih

mengandalkan iuaran warga dibanding harus minta bantuan tambang”. –HLM

“Sedikit persoalan adalah pada ketransparanan dana CSR dari PT.

ANTAM. Selama ini belum ada rincian tentang penggunaan dana CSR tersebut. Harusnya pihak ANTAM memberi tahu rincian dana CSR untuk desa dan sudah

dialokasi untuk apa saja. Itu saja”.-PPN

Namun saat ini bantuan dari ANTAM sudah sulit, bahkan sudah tidak ada lagi bantuan untuk guru honorer di SDN 1 Bantarkaret. Beberapa kali PRN juga memohon bantuan seperti untuk WC siswa di SD namun sampai sekarang tidak ada tanggapan. PRN sudah memberi proposal bahkan menghubungi pihak CSR langsung. Menurutnya, pihak CSR yang dihubungi merupakan murid SD nya

dahulu. Bahkan PRN mengatakan “kalau sekarang dipersulit, enakan jaman Pak

Puryono dan Pak Maryono”. -PRN

Menurut SBN “bantuan CSR ke masyarakat sekarang sudah sangat

berkurang tanggapannya. Bantuan biasanya sangat diprioritaskan. Mungkin ini karna anggarannya atau pimpinan manajemen yang tidak royal”. –SBN

Lingkungan Kampung sekarang tidak diperhatikan ANTAM, SBN juga sudah memfoto daerah sini yang dilewati irigasi, disana tidak dirawat dan memprihantinkan namun, sudah setahun lebih tidak ada tanggapan apapun dari pihak ANTAM. Hal ini menyebabkan berkurangnya rasa kepercayaan warga terhadap ANTAM.-SBN

Unsur hubungan sosial yang masih tinggi dipaparkan oleh warga kampung yang berada di atas gunung. Di beberapa kampung tersebut, antar warga masih sangat terasa kedekatannya. Di buktikan oleh kutipan wawancara berikut

Sosialisasi yang dilakukan pihak CSR ANTAM lebih sering secara informal dengan adanya perwakilan 1 orang ke 3 desa. Sosialisasi terkadang banyak berkunjung ke rumah warga atau pun ke kantor desa. Maka dari itu banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai informasi program maupun

ANTAM, mungkin karena pihak desa tidak menyampaikan kembali ke masyarakat atau ada masyarakat yang tidak bertemu pihak ANTAM di lapang.- RHY

Menurut SBN gotong royong masyarakatnya masih cukup tinggi, biasanya masyarakat yang memiliki uang lebih, menyumbangkan uang untuk keperluan gotong royong , SBN sendiri baru saja ikut membantu pembuatan rumah tetangganya karena hanya bisa menyumbang tenaga. –SBN

“Alhamdulilah kampung ini masih aman, hubungan antar warga disini

cukup dekat jadi kalau mau minta bantuan juga mudah, kerja bakti lingkungan

pun masih kita galakan bersama disini”-EKS

Unsur hubungan sosial rendah banyak ditemukan di kampung yang berada di pinggir jalan umum. Banyaknya masyarakat pendatang membuat kampung dipinggir jalan rentan kejahatan, banyak usaha warga dan rumah yang dibobol maling serta pembegalan disejumlah jalan gelap. Hal ini disebabkan tidak adanya ronda atau hansip yang menjaga. Kerja bakti dan gotong royong pun sudah hampir jarang sekali ditemui. Bahkan beberapa warga mengaku tahu siapa RT dan RW nya namun tidak mengenal dekat. Berikut bukti kutipan informan

Hubungan masyarakat yang terbangun baik pada masa kejayaan PT. ANTAM 7 tahun yang lalu program-program CSR yang diluncurkan bernilai besar dan terlihat cepat tanggap pada masyarakat. Namun saat ini hubungan ANTAM dengan masyarakat semakin renggang seiring berjalannya waktu sudah jarang pihak ANTAM yang ke desa. -ASP

Saat ini warga sudah jauh hubungannya dengan ANTAM, hampir sebulan 2 kali ada demo dan pernah sampai membakar kantor admin ANTAM karena banyak gurandil yang ditangkap. -PRN

“sekarang sih lingkungan kurang aman neng, yah maklum ronda ya udah ngga ada, hansip juga paling mau jaga kalo ada kondangan doang. Sesekali kalo ada kemalingan yang heboh baru ada ronda itu juga cuma 2 hari selebihnya ngga

ada lagi”. -RDN

Efektivitas Program

Efektivitas program dapat dinilai melalui tingkat manfaat, tingkat kesesuaian, tingkat keberdayaan, tingkat dampak, tingkat dampak dan tingkat partisipasi. Program kemitraan dapat disimpulkan kurang efektif. Bukti wawancara mendalam mengenai efektivitas program sebagai berikut

Menurut RYN efektivitas program sangat tergantung oleh penerima program. Namun, usaha yang banyak di ajukan di kecamatan nanggung adalah warung. Menurut survey tahunan, usaha warung sangat rentan terkena bangkrut.

“Pelatihan penerima program kemitraan biasanya dilakukan per tiga bulan setelah masuk menjadi mitra, tapi kadang enam bulan sekali. Antusiasme untuk pelatihan pun masih cukup tinggi, persentase ketidakhadiran pun sedikit hanya 2-3 orang dalam 30 orang. Pelatihan ini juga menekankan pada kehadiran agar ada peningkatan pengetahuan mengenai rumus-rumus usaha”. Menurut RHY dana program CSR yang direalisasikan bergantung kepada banyaknya pengajuan proposal bantuan dari masyarakat, namun tetap mengacu kepada total anggaran dana setiap program.

Menurut ASP orientasi CSR ANTAM adalah pengembalian uang bukan peningkatan ekonomi masyarakat. dapat dilihat dari dua orang di desa ini yang menerima bantuan program (Peternakan Domba) yaitu orang-orang besar sehingga masyarakat berpikir mengapa bantuan diberikan kepada orang yang justru terlihat tidak memiliki kesulitan ekonomi. –ASP

“kalo ada pelatihan sih Bapak ikut terus neng tapi ngga ngerti isi yang dibahas, kan yang ngomong juga doktor da Bapak mah kan lulusan SD”. Program Kemitraan juga telah memberikan manfaat untuk UJG, “ya alhamdulilah di kasih lagi modal, Bapak ini udah yang kedua kali ikut program tambang manfaatnya

juga ada, ini kan dulunya warung cuma nyewa tapi sekarang udah Bapak beli”. - UJG

Kelemahan dari program CSR ANTAM adalah kurangnya pelatihan padahal masyarakat menunggu adanya pelatihan. “pelatihan sih ada namun tidak berkelanjutan, padahal jika program benar-benar fokus saya yakin bisa sukses” , beliau juga menambahkan semua program harusnya ada monev tapi kenyataanya tidak ada. PRN menjelaskan bahwa kemarin ada program penanaman manggis, tapi kelompok tani nya tidak jelas, tidak ada monitoring dan evaluasi seminggu atau sebulan sekali padahal program sudah berjalan setahun lebih.-PRN

Masyarakat sendiri belum banyak yang tahu mengenai program CSR ANTAM, EKS mengatakan jika masyarakat ingin tahu biasanya ke desa atau ke rumah Pak Haji Sama. Haji Sama adalah pengusaha domba yang bekerja sama dengan ANTAM. Menurut EKS manfaat program secara umum hanya sedikit manfaatnya karena tidak merata dan penerima nya juga hanya beberapa saja.- EKS

Menurut SBN ada beberapa program yang salah sasaran, contohnya program perikanan, warga Sidempok yang sebagian besar memiliki kolam ikan tidak diikut sertakan tapi beberapa warga yang dipilih yang tidak punya kolam ikan. SBN tidak tahu alasannya tapi menurut beliau mengapa tidak merata dan Sidempok tidak diberitahu.-SBN

Pada kasus ARM, ARM bercerita bahwa budidaya lele yang ia kembangkan sejak 2008, sudah lama mengalami kebangkrutan. Saat ini ARM hanya membayar hutang cicilannya pada ANTAM. ARM yang hanya mempunya sedikit sawah untuk makan, sebenarnya tidak mampu membayar angsuran. Namun, ARM bekerja serabutan di Jakarta untuk melunasi cicilannya.

Menurutnya “kolam sih masih ada, saya juga masih mau ngembangin lagi, waktu

itu saya sampe ikut pelatihan budidaya lele di leuwiliang tapi belum juga berhasil.

Disini juga kalo mau jual lele susah neng”

“kalau dibilang bermanfaat sih gimana ya neng, uang 5 juta tuh

sebenarnya ga cukup tapi balik lagi gimana niat kita ya dicukup-cukupin. Dagang buah begini kan rentan busuk kadang malah rugi tapi ya alhamdulilah juga ada yang mau kasih pinjeman. Alhamdulilah sampe sekarang masih jalan terus dagang

buahnya”. Ditanya mengenai pelatihan menurut RDN pelatihan yang ANTAM

berikan sangatlah umum dan kurang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

“pelatihan itu membahasnya yang umum aja, menurut saya masih kurang sesuai

sama kebutuhan usaha saya intinya sih penjelasnya itu ibarat keran kalau mau

airnya deres ya kita harus gedein lobang kerannya ya begitu”. Mengenai pelaporan menurut RDN, tidak pernah melaporkan langsung ke pihak perusahaan mengenai perkembangan usahanya namun penagih angsuran yang setiap bulan

datang akan menanyakan perkembangan usahanya. “tapi kadang yang nagih ngga

dateng neng, ya bapak aja ke kantor bilang kalo bisa sih yang nagih dateng setiap bulan. Ya memang modalnya masih tidak sesuai sama usaha tapi enaknya angsurannya juga ringan neng, mana bisa nunggak dulu nanti di double bulan

depan. Kalo ngajuin di bank kan agak lumayan bunganya”-RDN

RDN yang aktif dalam kelompok masyarakat juga memberikan dampak

terhadap lingkungannya “karena saya termasuk kelompok masyarakat mungkin,

jadi kalau usaha lancar ya peduli sama lingkungan sih udah pasti kaya kemarin

bikin peralon di depan tuh”- RDN

Program CSR sangat bermanfaat bagi warga Desa Bantarkaret. Bantuan- bantuan yang bersifat charity atau sumbangan langsung berupa materi banyak diluncurkan oleh PT. ANTAM. Contoh dari bantuan-bantuan tersebut adalah seperti bantuan biaya pembuatan jalan, pembuatan tempat ibadah, beasiswa anak sekolah, bantuan honor guru, dan bantuan pembangunan rumah jompo. Namun bantuan-bantuan yang bersifat sumbangan tersebut semakin berkurang, karena menurut kabar yang didengar II, PT. ANTAM saat ini sedang mengalami pengurangan produksi disebabkan sumberdaya tambang yang semakin susah didapat. Selain program CSR yang bersifat sumbangan tersebut, II juga mengetahui adanya program yang bersifat pelatihan seperti program kemitraan. Program tersebut telah berjalan lama di Desa Bantarkaret. Banyak warga yang telah dibantu usahanya dengan peminjaman modal dari PT. ANTAM. Namun modal yang dipinjamkan oleh PT. ANTAM ini seringkali disalahgunakan oleh warga, bahkan digunakan untuk modal usaha gurandil. Terdapat pelatihan- pelatihan terhadap mitra usaha PT. ANTAM, namun beliau tidak mengetahui pasti frekuensi pelatihan tersebut.-II

Dengan hidup yang “pas pasan”, MRY dan suami yang bekerja berjualan serabutan dari mulai pisang, durian dan lainnya. MRY mengatakan manfaat program yang kurang karena modal yang pinjamkan sangat sedikit. Anak pertama dan kedua mereka putus sekolah sehingga hanya lulus SMP. “saya jualan muter aja ya paling satu kampung, ya lumayan sehari bisa 2 kali ambil dagangan. Saya sih biasa jualan apa aja keliling yang penting modal muter terus untuk makan

sehari hari”-MRY

“Modal yang di kasih ngga seberapa tapi jaminannya surat rumah yah itu

kan ngga sesuai neng” -MRY

Adanya tambang pinjemin modal ya sekarang makin banyak aja yang buka usaha jadi kita di desa aja kalo mau ini itu, ngejait sampe ngebengkel ngga

jauh ya gampanglah” -HDY

Taraf Hidup

Taraf hidup merupakan tingkat perubahan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Sebelum hadirnya ANTAM, Desa Bantarkaret masih merupakan desa tertinggal, belum masuknya listrik dan tidak adanya jalan mempersulit masyarakat untuk keluar masuk desa. ANTAM meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Bantarkaret dengan membangun fasilitas umum dan membuka peluang kerja untuk masyarakat desa. Taraf hidup masyarakat desa di buktikan dalam kutipan wawancara kepada informan sebagai berikut :

Kini RDN sudah mempunyai 4 orang anak buah dan sedang membesarkan