• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Metode penelitian adalah bagian terpenting pada sebuah penelitian, karena metode penelitian memiliki peran penting dalam sebuah penelitian, yaitu sebagai media yang digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari lapangan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang mendeskripsikan mengenai sejumlah variabel yang berkaitan dengan masalah yang ingin diteliti, mencari, dan menguraikan sifat-sifat atau karakteristik dari suatu keadaan serta mengumpulkan fakta-fakta dari suatu keadaan dan kejadian (Idrus, 2009:24). Dalam pendekatan penelitian deskriptif ini, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana peran komunitas musik dalam pelestarian kesenian tradisional musik patrol. Karena itulah laporan penyajian penelitian yang digunakan oleh peneliti berupa kutipan data-data yang berasal dari wawancara,catatan lapangan, foto dan dokumen- dokumen penting lainnya. Dengan menggunakan metode kualitatif ini peneliti ingin mendapatkan pemahaman mengenai peran komunitas musik dalam kaitannya dengan pelestarian kesenian musik tradisional.

3.2 Setting Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan akhir bulan September 2014. Lokasi atau daerah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu di sejumlah wilayah kecamatan Patrang kabupaten Jember. Penelitian ini dilaksanakan di sejumlah wilayah yang berada di wilayah kecamatan Patrang, antara lain:

1. Dusun Krajan kelurahan Jember Lor kabupaten Jember dengan pertimbangan bahwa di wilayah tersebut komunitas musik patrol AKOR (Asosiasi Kesenian Patrol Jember) dan Rebloker, dan keduanya kerap mengikuti berbagai event, baik di kabupaten Jember dan luar Jember.

2. disamping itu pula dikarenakan lokasi penelitian tersebut tidak jauh dari Universitas Jember, sehingga dalam penelitian ini peneliti dapat meminimalisir biaya atau pengeluaran terkait dengan penelitian yang dilakukan peneliti;

3. Dusun Puring kelurahan Slawu, dengan pertimbangan, bahwa di dusun tersebut merupakan lokasi komunitas musik patrol Putra Perkasa;

4. Dusun Krajan Timur kelurahan Slawu, dengan pertimbangan bahwa Krajan Timur adalah dusun di mana komunitas patrol Arsela berlokasi; 5. Dusun Krajan Barat kelurahan Slawu, dengan pertimbangan, bahwa dusun

Krajan Barat merupakan komunitas musik patrol SMP Mitra berlokasi; 6. Dusun Kedawung kelurahan Gebang, peneliti menggunakan lokasi

tersebut dengan pertimbangan, bahwa komunitas musik patrol Kharisma berlokasi di dusun Kedawung.

3.3 Penentuan Informan

Penetapan informan berdasarkan teknik purposive sampling dimana teknik sampling ini digunakan pada penelitian-penelitian yang lebih mengutamakan tujuan penelitian daripada sifat populasi dalam menentukan sampel penelitian. Menurut Idrus (2009:96) purposive sampling merupakan teknik sampling yang digunakan oleh peneliti jika memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampelnya. Peneliti menentukan informan secara sengaja dengan pertimbangan dan kriteria-kriteria tertentu. Informan yang dianggap kunci dalam penelitian ini adalah pengelola komunitas musik patrol dan para staf karyawan pemerintah kabupaten, yaitu:

a. Rahmat Agung, Kasubag Kerja sama Media, HUMAS PEMKAB Jember;

b. Nefie Sulistyaningsih, KTU kantor Pariwisata; c. Hendro, Pengelola komunitas musik patrol Rebloker; d. As’ad, pengelola komunitas musik patrol Arsela;

e. Ghufron, pengelola komunitas musik patrol SMP Mitra; f. Slamet, pengelola komunitas musik patrol Putra Perkasa;

g. Slamet, pengelola komunitas musik patrol Kharisma; h. Ponco, penggemar kesenian tradisional musik patrol.

3.4 Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti untuk mendeskripsikan ”Peran Komunitas Musik dalam Pelestarian Kesenian Tradisional” peneliti akan menggunakan beberapa metode, diantaranya. 3.4.1 Observasi

Peneliti mengumpulkan data dengan cara observasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung untuk memperoleh informasi dan data- data yang diperlukan dalam penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi nonpartisipatif dengan menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai bagaimana peran komunitas musik dalam pelestarian kesenian tradisional musik patrol di dalam masyarakat, sehingga peneliti dapat memahami mengenai Peran Komunitas Musik dalam Pelestarian Kesenian Tradisional. Metode ini digunakan oleh peneliti karena peneliti ingin mengamati secara langsung bagaimana informan di dalam masyarakat berinteraksi sebagai bagian dari Peran Komunitas Musik dalam Pelestarian Kesenian Tradisional dan mengamati dokumentasi video. Sehingga peneliti memiliki gambaran yang lebih luas dan mendalam serta data-data yang dimiliki peneliti benar-benar valid.

Observasi dilakukan peneliti dengan mendatangi komunitas Rebloker dan komunitas musik patrol lainnya yang berlokasi di wilayah kecamatan Patrang kabupaten Jember, dan mendatangi sejumlah event terkait dengan kesenian tradisional musik patrol pula, yang berlokasi di kabupaten Jember. Dalam melakukan observasi, peneliti tidak begitu mengalami kesulitan karena lokasi penelitian berdekatan dengan tempat tinggal peneliti sehingga lebih efisien dan lebih mudah dalam menggali informasi.

3.4.2 Wawancara Mendalam (In Depth Interview)

Wawancara mendalam merupakan suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan, dengan maksud mendapatkan gambaran lengkap tentang topik yang diteliti (Bungin, 2007:157- 158). Metode wawancara mendalam ini dilakukan dengan menggali informasi secara dalam dan lengkap secara intensif untuk mendapatkan data yang akurat. Wawancara dilakukan secara langsung dan mendalam kepada informan. Jenis wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara tidak terstruktur, sebab jenis wawancara tidak terstruktur ini memberi peluang terhadap peneliti untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan penelitian (Idrus, 2009:107). Dengan menggunakan wawancara tidak terstruktur ini peneliti dapat menggali data dari informan secara mendalam dan tidak terkesan kaku. Wawancara yang dilakukan bersifat informal, sehingga diharapkan informasi yang didapat benar benar fakta yang keluar dari hati mereka, tidak dibuat-buat dan tanpa ada rasa canggung, disini peneliti memanfaatkan pedoman wawancara (guide interview), meski wawancara yang digunakan oleh peneliti tidak terstruktur namun peneliti tetap berpedoman pada topik penelitian melalui pedoman wawancara. Hal ini bertujuan agar wawancara yang dilakukan teratur dan tidak melebar, sehingga sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Wawancara ini dilakukan dengan mendatangi rumah informan dan tempat informan bekerja, dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan informan agar memudahkan dalam bertemu dan tidak mengganggu aktivitas informan. Wawancara ini seringkali dilakukan mulai pagi mulai pukul 09.00 WIB hingga adzan dzuhur dan mulai jam 09.00 WIB sampai 10.00 WIB pada saat wawancara di tempat informan bekerja. Wawancara tidak dilakukan pada malam hari karena informan memiliki sejumlah kegiatan pada waktu malam hari. Saat wawancara, informan mengetahui tema dari penelitian sehingga menjadi mudah dalam mengumpulkan data yang diperlukan oleh peneliti. Peneliti mengalami kesulitan dalam menggali data dan informasi dari informan karena informan yang kurang

memahami pertanyaan dari peneliti sehingga jawaban dari informan kerap kali keluar dari topik penelitian.

3.4.3 Studi Pustaka

Studi pustaka dimana peneliti membaca sumber-sumber yang berhubungan dengan pembahasan ini sebagai pedoman dalam memaparkan suatu masalah mengenai peran komunitas musik dalam pelestarian kesenian tradisional. Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari beberapa literatur dan referensi seperti buku, artikel, dan jurnal yang berkaitan dengan obyek penelitian guna menambah pengetahuan dan konsep yang dipakai sebagai dasar dalam mengadakan penelitian.

3.4.4 Dokumentasi

Metode dokumentasi ini dilakukan oleh peneliti untuk melengkapi data yang sudah diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, sehingga peneliti mendapatkan data yang benar-benar valid. Selain menggunakan buku-buku maupun jurnal yang terkait, peneliti juga menggunakan dokumentasi berupa foto seperti foto kegiatan wawancara peneliti dengan informan.