• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan Public Relations Politik Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum

Dalam dokumen Oleh : Muhammad Ade Tri Syah Putra (Halaman 53-67)

Dalam pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan pada tahun 2018 lalu, pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum telah menyiapkan tim gabungan yang terdiri dari kader-kader partai politik pengusung. Tim gabungan yang diketuai oleh Saan Mustopa dari partai Nasdem selaku partai politik pengusung pertama ini memiliki tugas untuk melakukan beberapa aktivitas-aktivitas pendekatan serta interaksi langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.

Berdasarkan buku Komunikasi Politik yang dibuat oleh Gun Gun Heryanto, setidaknya terdapat delapan jenis pendekatan public relations politik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat pendekatan public relations politik

42

dalam menjelaskan studi atas pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum, yaitu pendekatan Persuasi Politik, Manajemen Reputasi Politik, Paradigma Politik Grunigian, dan Relasi Politik dengan Publik.38

Pendekatan yang paling pertama kali dilakukan oleh tim gabungan partai koalisi Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum menurut Teja, selaku anggota tim gabungan dari partai Nasdem yang menjabat sebagai bendahara tim adalah dengan melakukan pendekatan Persuasi Politik.39 Sesuai dengan namanya, persuasi merupakan suatu bentuk ajakan yang ditujukan kepada seseorang serta memiliki tujuan untuk mempengaruhi. Untuk menarik perhatian masyarakat umum, biasanya tim public relations politik dari setiap pasangan kandidat yang maju dalam pemilihan kepala daerah akan melakukan serangkaian kegiatan kampanye politik dengan cara menemui langsung masyarakat tersebut. Seperti halnya dengan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum yang maju dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat dengan mengerahkan tim public relations politiknya dengan menemui setiap masyarakat.

Partai Nasdem selaku partai politik pertama pengusung pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum melakukan tindakan inisiatif dengan mengerahkan setiap kader Partai Nasdem untuk langsung turun ke lapangan dan berbincang langsung dengan masyarakat secara “empat mata” mensosialisasikan pasangan

“Rindu”. Hal ini berlaku di setiap wilayah Provinsi Jawa Barat termasuk wilayah

38 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik (Sebuah Pengantar), hal. 119.

39 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik (Sebuah Pengantar), h. 119.-120.

43

Kabupaten Sumedang, sesuai dengan yang dikatakan oleh Teja yang merupakan kader dari Partai Nasdem :

“Siapapun yang merasa dirinya merupakan kader dari Partai Nasdem, itu wajib hukumnya untuk melakukan kegiatan sosialisasi memperkenalkan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini kepada masyarakat secara langsung, dari satu orang ke orang lainnya. Hal ini dilakukan secara tatap muka, tidak dirangkai dalam sebuah acara kampanye tertentu, dan setiap kader itu harus melakukan kegiatan sosialisasi tersebut minimal kepada 10 orang berbeda setiap harinya secara terus menerus serta dilakukan dari sebelum hingga masa kampanye berlangsung. Kegiatan ini tidak dibiayai oleh pasangan dan murni merupakan inisiatif dari Partai Nasdem itu sendiri”.40

Kegiatan seperti ini dianggap oleh Teja merupakan cara yang paling efektif untuk memperkenalkan kepada masyarakat Jawa Barat termasuk masyarakat Kabupaten Sumedang itu sendiri, karena tidak terikat dengan waktu kampanye berlangsung dan bisa dilakukan kapan saja setiap hari. Kegiatan ini juga dirasa penting untuk dilakukan karena tidak setiap masyarakat di Kabupaten Sumedang itu mengenal sosok Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, sehingga perlu dilakukan kegiatan sosialisasi semacam ini.

Selain dengan melakukan kegiatan seperti itu, menurut Teja, setiap kader Partai Nasdem di seluruh wilayah Jawa Barat termasuk Kabupaten Sumedang juga melakukan kegiatan persuasi politik yang lainnya, yakni dengan memasang baliho-baliho yang berisi dukungan terhadap Ridwan Kamil untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. Cara seperti ini juga mempunyai pengaruh kepada masyarakat, karena dengan menempatkan

40 Wawancara dengan Teja.

44

baliho di setiap jalan, masyarakat akan lebih mudah mengingat serta tau siapa sosok dari Ridwan Kamil.

“Selain kita melakukan kegiatan sosialisasi secara langsung dengan masyarakat, kami khususnya dari Partai Nasdem juga melakukan kegiatan lainnya untuk memperkenalkan sosok Ridwan Kamil kepada masyarakat, yakni kami menugaskan kepada setiap kader Partai Nasdem untuk memasang baliho-baliho yang berisi dukungan kepada Ridwan Kamil.

Kegiatan ini juga merupakan inisiatif dari Partai Nasdem dan menggunakan biaya dari Partai Nasdem itu sendiri”.41

Gambar 2. Baliho dari Partai Nasdem yang berisi dukungan terhadap Ridwan Kamil

Sumber: bekasi.pojoksatu.id

Pendekatan yang selanjutnya dilakukan oleh tim public relations politik pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini adalah pendekatan Manajemen Reputasi Politik.42 Pendekatan yang bertujuan untuk memberikan reputasi positif kepada publik sehingga dapat mengarahkan opini publik agar sesuai dengan harapan dari institusi politik ini, dianggap sebagai salah satu pendekatan yang dilakukan tim public relations politik oleh peneliti.

41 Wawancara dengan Teja.

42 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik (Sebuah Pengantar), h. 119.-120.

45

Seperti yang kita ketahui, Ridwan Kamil merupakan mantan walikota Bandung pada periode 2013-2018 yang sukses merubah Bandung menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dengan melakukan beberapa pembenahan-pembenahan sehingga kota tersebut menjadi rapih dan sesuai dengan julukannya yakni, Kota Kembang. “Kang Emil” begitu sapaan akrab dari Ridwan Kamil sehari-hari ini dianggap sukses menjalankan kepemimpinannya dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan juga penataan kota seperti taman-taman kota dan infrastruktur jalan yang dirancang seindah mungkin.43

Suksesnya Ridwan Kamil dalam memimpin Kota Bandung selama 5 tahun menjabat sebagai walikota juga berdampak kepada dirinya dalam meraih penghargaan-penghargaan nasional maupun internasional. Seperti contohnya pada tahun 2015, Ridwan Kamil mendapat penghargaan Kota Desain Dunia (City of Design) dari UNESCO PBB dan pada tahun 2016 kembali mendapat penghargaan Tata Kelola Pemerintah Terbaik dari Kementerian PAN-RB.

43 https://autobiografi.id/talenta/6ada16c735/ridwan-kamil?page=1 diakses pada tanggal 10 Maret 2020.

46

Gambar 3. Profil dan sederet prestasi dari Ridwan Kamil

Sumber: pikiranrakyat.com

Sederet prestasi yang telah dihasilkan oleh Ridwan Kamil, lantas membuatnya percaya diri untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018 yang didukung oleh Partai Nasdem, PPP, dan PKB. Sosok yang mendampingi Ridwan Kamil, yakni Uu Ruzhanul Ulum juga tak kalah bagusnya dengan Ridwan Kamil. Uu Ruzhanul Ulum yang merupakan lulusan pesantren serta merupakan cucu dari ulama besar di Jawa Barat sekaligus pendiri salah satu Pondok Pesantren di Jawa Barat, Miftahul Huda Choir Affandy ini dianggap sangat pantas untuk mendampingi Ridwan Kamil.

Dengan banyaknya prestasi yang dihasilkan dari Ridwan Kamil, serta sosok ulama dari Uu Ruzhanul Ulum, seakan membuat pekerjaan dari tim public relations politik pasangan “Rindu” ini terasa begitu mudah. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Ade yang merupakan kader dari Partai PPP yang pada

47

saat Pilgub 2018 yang lalu ikut turut serta bergabung dalam tim kemenangan dan membantu pasangan “Rindu” menang di wilayah Kabupaten Sumedang.44

“Sekarang apabila kita melihat sosok dari Ridwan Kamil, siapa sih yang tidak mengenal beliau, tidak hanya masyarakat Jawa Barat bahkan masyarakat di luar Jawa Barat juga tau siapa Ridwan Kamil itu. Sudah banyak sekali kemajuan-kemajuan yang dirasakan oleh masyarakat Bandung selama beliau menjabat sebagai walikota. Lalu juga Bapak Uu Ruzhanul Ulum yang merupakan kader terbaik yang dimiliki PPP saat ini dan cucu ulama besar Jawa Barat ini, seakan membuat pekerjaan kita sebagai tim sukses lebih mudah”.

Selain daripada itu, sosok Ridwan Kamil yang berasal dari kalangan non-partisipan partai, membuat masyarakat di Kabupaten Sumedang yakin untuk memilih beliau. Pada saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 yang lalu akan berlangsung, masyarakat Kabupaten Sumedang sedang dilanda krisis rasa percaya terhadap partai politik. Hal ini karena pada saat tahun 2013 yang lalu terjadi kasus korupsi yang dilakukan oleh Bupati Sumedang saat itu, yakni Ade Irawan yang merupakan kader Partai Demokrat. Disaat seperti itulah, Ridwan Kamil yang merupakan dari kalangan non-partisipan hadir dan membawa beberapa program perubahan untuk masyarakat Jawa Barat.

“Waktu Pilgub kemarin itu sebenarnya masyarakat Sumedang sedang dilanda krisis rasa percaya terhadap partai politik. Kemudian disaat seperti itu, Ridwan Kamil ini hadir dengan membawa program-programnya.

Biarpun Ridwan Kamil ini didukung oleh partai politik, tapi kan masyarakat tahunya kalau Ridwan Kamil ini dari kalangan non-partai. Disitu saya rasa yang membuat masyarakat Sumedang yakin untuk memilih Ridwan Kamil”.45

Pendekatan public relations politik yang ketiga dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini adalah Paradigma Politik

44 Wawancara dengan Ade.

45 Wawancara dengan Ade.

48

Grunigian.46 Pendekatan yang bertujuan untuk menciptakan pemahaman bersama di antara organisasi dengan publik ini adalah dengan mengembangkan tindakan yang memunculkan suatu keuntungan bersama (mutual benefit).

Melalui tagline “Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum membawa visi, misi, serta program pembangunan yang tidak melupakan nilai-nilai keagamaan. Seperti misalnya melalui salah satu visi dari pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini, yaitu Menghadirkan Jawa Barat Juara Lahir Batin yang Memiliki Manusia Beriman, Bahagia dan Berkualitas. Visi yang terinspirasi dari peristiwa Isra Mi‟raj ini dianalogikan oleh Ridwan Kamil sebagai urusan dunia yang tidak melupakan urusan batin atau spiritualitas.47

Sebagai seseorang yang pernah mengemban ilmu pendidikan di pondok pesantren, Ridwan Kamil maupun Uu Ruzhanul Ulum ingin menegaskan kepada masyarakat Jawa Barat, bahwa kita sebagai manusia tidak boleh mementingkan urusan duniawi saja, maka daripada itu, disamping program pembangunan infrastruktur juga terdapat program Maghrib Mengaji, Subuh Berjamaah, dan kegiatan keagamaan yang lainnya. Pondok pesantren yang dalam hal ini merupakan wadah dalam melahirkan manusia-manusia yang agamis pun turut menjadi perhatian dari pasangan “Rindu”. Hal ini sesuai dengan apa yang

46 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik (Sebuah Pengantar), h. 119.

47 Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, “Ridwan Kamil: Visi Misi Jabar Terinspirasi Isra Mi‟raj”, dalam https://jabarprov.go.id/index.php/news/32575/2019/04/04/

Ridwan-Kamil-Visi-Misi-Jabar-Terinspirasi-Isra-MirajRidwan diakses pada tanggal 10 Maret 2020.

49

dikatakan oleh Totong Sudrajat yang merupakan kader Partai PPP yang mempunyai pondok pesantren di wilayah Kabupaten Sumedang :

“Dari segi program yang ditampilkan oleh Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum ini, selain membawa program-program yang sasarannya adalah infrastruktur juga terdapat program-program yang sasarannya adalah di bidang keagamaan. Banyak pesantren-pesantren yang telah dibantu dan juga guru-guru agama yang mengajar di pesantren pun sekarang ada uang insentifnya, jadi lebih diperhatikan saja kalau sekarang ini. Saya dapat mengatakan hal ini karena saya punya pesantren di wilayah Sumedang ini dan Alhamdulillah saya merasakan hal tersebut juga”.48

Gambar 4. Ridwan Kamil sedang berkunjung ke Ponpes Alhikmussalafiyah, Jawa Barat

Sumber: mediaindonesia.com

48 Wawancara dengan Totong Sudrajat.

50

Gambar 5. Ajakan Ridwan Kamil untuk Subuh berjamaah dalam akun sosial media pribadinya

Sumber: winnetnews.com

Selain program dalam bidang keagamaan, tak lupa juga pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini memberikan program dalam bidang infrastruktur.

Hal ini tercantum dalam salah satu misi dari pasangan “Rindu” ini, yaitu Membangun Infrastruktur Wilayah/Desa dan Kota di Jawa Barat yang Mampu Mempercepat Pertumbuhan dan Ekonomi, serta Meningkatkan Konektivitas baik antar Kota/Kabupaten di Jawa Barat maupun Jawa Barat dengan Provinsi lainnya di Indonesia.

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, tentu permasalahan infrastruktur merupakan hal yang cukup sensitif karena dengan infrastruktur yang memadai tentunya akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan nantinya. Ridwan Kamil yang sebelumnya berhasil dalam

51

memimpin Kota Bandung dengan sejumlah program-program yang berkaitan dengan infrastrukturnya lantas membawa hal tersebut untuk diterapkan di Provinsi Jawa Barat. Beberapa proyek infrastruktur telah dilaksanakan salah satunya adalah proyek Tol Cisumdawu yang menghubungkan wilayah Cileunyi-Sumedang-Dawuan ini diharapkan dapat mempermudah akses bagi warga Jawa Barat yang ingin menuju atau dari Bandara Kertajati. Meskipun ini merupakan proyek nasional, akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya peran pemerintah daerah dalam melobi pemerintah pusat.

Gambar 6. Proyek Tol Cisumdawu

Sumber: katadata.co.id

Untuk wilayah Kabupaten Sumedang itu sendiri, perlahan Ridwan Kamil mulai melakukan perubahan dengan memperbaiki jalan-jalan rusak yang sekiranya digunakan sebagai penghubung dari atau menuju Sumedang. Hal ini

52

seperti apa yang dikatakan oleh Ade pada saat peneliti mewawancarainya di Kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai PPP Kabupaten Sumedang :

“Kalau dulu itu jalanan-jalanan yang menuju Sumedang atau bahkan jalanan yang ada di Sumedang itu sendiri keadaannya cukup memprihatinkan.

Bahkan kalau bisa diibaratkan, dulu orang buta saja bisa membedakan mana wilayah Sumedang dan mana wilayah Bandung. Kalau misalkan jalanan yang tadinya mulus lalu tiba-tiba jalanannya rusak, nah itu berarti sudah memasuki wilayah Sumedang. Makanya itu, sekarang ini Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sumedang untuk membangun jalanan yang mulus atau istilah programnya Jamu (Jalanan Mulus)”.

Gambar 7. Jalur Cadas Pangeran yang merupakan salah satu akses menuju Kabupaten Sumedang

Sumber: m.tribunnews.com

Pendekatan public relations politik yang terakhir dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini adalah melalui pendekatan Relasi Politik dengan Publik.49 Langkah dalam pendekatan ini adalah dengan membangun relasi yang sekuat mungkin kepada masyarakat dan hal ini sifatnya

49 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik (Sebuah Pengantar), h. 119.-120.

53

bebas, dalam arti tidak terikat dengan acara kampanye yang telah dijadwalkan KPUD Provinsi Jawa Barat dari tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018.

Dalam membangun relasi dengan publik atau masyarakat, seringkali pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini hadir dalam acara-acara yang digelar oleh masyarakat umum. Seperti halnya dalam acara pengajian yang rutin diadakan setiap minggunya. Meskipun tidak hadir secara berpasangan, akan tetapi masyarakat umum di Jawa Barat sangat senang dengan hadirnya pemimpin daerah mereka. Kegiatan semacam ini selain dapat menambah keakraban dengan masyarakat sekaligus dapat dijadikan ajang perkenalan diri mereka kepada khalayak umum.

“Pernah suatu waktu Kang Emil hadir dalam acara pengajian mingguan yang rutin diadakan oleh masyarakat di wilayah Jatinangor sana. Kan kalau kandidat pemimpin lainnya mungkin mengadakan pengajian atau acara-acara keagamaan itu secara dadakan, nah kalau ini pengajian rutin yang memang diadakan setiap minggunya, jadi kesannya lebih beda dan lebih dapetlah rasa silaturahmi kepada rakyatnya”.50

Sepakat dengan visi dan misi yang telah dibuat bersama dengan Ridwan Kamil, Uu Ruzhanul Ulum juga kembali menegaskan, bahwasanya di masa pemerintahan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini, Pemprov Jabar tidak hanya mengakselerasi pembangunan lahiriyah atau fisik saja, akan tetapi pembangunan akhlak manusia pun juga akan turut dikembangkan.

“Sehingga bukan hanya lahiriyah yang akan kita perjuangkan, akan tetapi kita juga berupaya untuk mensukseskan dari segi batin, akhlak melalui kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW semacam ini, dan diharapkan juga kegiatan ini dapat dijadikan momen bagi kita semua untuk sukses menuju Jabar Juara Lahir dan Batin”. Ungkap Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri

50 Wawancara dengan Ade.

54

kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Raudhatul Irfan Kabupaten Sukabumi.51

Gambar 8. Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad

Sumber: jabarprov.go.id

Kegiatan keagamaan seperti ini ternyata tidak hanya dilakukan selama masa kampanye saja, akan tetapi setelah pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini dinyatakan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, masih sering melakukan kegiatan semacam ini. Seperti misalnya Uu Ruzhanul Ulum yang pernah suatu waktu hadir dalam kegiatan Shalat Jumat di Masjid Agung Sumedang.

“Pernah juga waktu itu Pak Uu ini hadir dalam kegiatan Shalat Jumat seperti biasa. Tidak ada iring-iringan pengaman yang mengawal Pak Uu, tau-tau sudah hadir lalu Shalat Jumat di Masjid Agung. Beliau sendirian datang ke Masjid Agung Sumedang ini menggunakan sepeda motor, dan masyarakat pun pada akhirnya terkejut ada Pak Uu hadir di tengah-tengah mereka yang lantas kemudian mengimami Shalat Jumat pada waktu itu”.52

51 Website resmi pemerintah Provinsi Jawa Barat, “Maulid Nabi, Uu: Hari Kasih Sayangnya Umat Islam”, dalam https://jabarprov.go.id/index.php/news/30853/Maulid_Nabi_

Uu_Hari_Kasih_Sayangnya_Umma_Islam diakses pada tanggal 10 Maret 2020.

52 Wawancara dengan Ade.

55

B. Peran Partai Politik Pengusung dalam Pemenangan Pasangan Ridwan

Dalam dokumen Oleh : Muhammad Ade Tri Syah Putra (Halaman 53-67)