i
PUBLIC RELATIONS POLITIK DAN PARTAI
POLITIK
(Studi atas Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Provinsi
Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Sumedang)
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)
Oleh :
Muhammad Ade Tri Syah Putra 11151120000026
PROGRAM STUDI ILMU POLITIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2020
i
PUBLIC RELATIONS POLITIK DAN PARTAI
POLITIK
(Studi atas Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Provinsi
Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Sumedang)
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)
Oleh:
Muhammad Ade Tri Syah Putra NIM: 11151120000026
Dosen Pembimbing,
Dr. Iding Rasyidin, M.Si NIP: 19701013 200501 1 003
PROGRAM STUDI ILMU POLITIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2020
ii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME Skripsi yang berjudul
PUBLIC RELATIONS POLITIK DAN PARTAI POLITIK (Studi atas Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten
Sumedang)
1. Merupakan karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 (S1) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya saya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 14 April 2020
M. Ade Tri Syah Putra
iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI Dengan ini, pembimbing skripsi menyatakan bahwa mahasiswa:
Nama : Muhammad Ade Tri Syah Putra NIM : 11151120000026
Program Studi : Ilmu Politik
Telah menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul:
PUBLIC RELATIONS POLITIK DAN PARTAI POLITIK (Studi atas Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Sumedang)
Memenuhi persyaratan untuk diuji.
Jakarta, 14 April 2020
Mengetahui, Mengetahui,
Ketua Program Studi Pembimbing
Dr. Iding Rosyidin, M.Si Dr. Iding Rosyidin, M.Si NIP: 19701013 200501 1 003 NIP: 19701013 200501 1 003
iv
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI
SKRIPSI
PUBLIC RELATIONS POLITIK DAN PARTAI POLITIK (Studi atas Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten
Sumedang) Oleh
Muhammad Ade Tri Syah Putra 11151120000026
Telah dipertahankan dalam sidang ujian skripsi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) pada Program Studi Ilmu Politik.
Ketua, Sekretaris,
Dr. Iding Rasyidin, M.Si Suryani, M.Si
NIP: 19701013 200501 1 003 NIP: 19770424 200710 2 003
Penguji 1, Penguji 2,
Dr. Burhanudin Muhtadi, MA Adi Prayitno, M.IP NIP: 197712152011012002 NIP: -
v ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai pendekatan public relations politik yang diterapkan oleh pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum pada pemilihan kepala daerah Jawa barat di Kabupaten Sumedang, untuk meraih suara dari khalayak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan pendekatan public relations politik yang efektif dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Kabupaten Sumedang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah public relations politik, dengan menggunakan 4 pendekatan utama yaitu Persuasi Politik, Manajemen Reputasi Politik, Paradigma Politik Grunigian, Relasi Politik dengan Publik. Alasan saya memilih menggunakan jenis pendekatan tersebut adalah berdasarkan hasil pengamatan saya melalui beberapa sumber informasi yang berasal dari artikel berita di internet serta hasil wawancara yang telah saya lakukan dengan beberapa kader partai. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis, yaitu menggunakan sumber data primer berupa hasil wawancara dengan tim sukses dari Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum yaitu Teja selaku kader dari Partai Nasdem, Ade selaku kader dari PPP, Totong Sudrajat selaku kader dari PPP, dan Angga selaku kader dari PKB.
Dari analisis teori tersebut dapat disimpulkan bahwa kelebihan pasangan ini terletak pada penggunaan pendekatan public relations politik yang tepat dilakukan oleh tim gabungan membuat masyarakat Jawa Barat khususnya Sumedang mengenal siapa sosok dari Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Kemudian adanya isu yang menerpa Ridwan Kamil tidak membuat masyarakat Sumedang mengalihkan pilihannya dikarenakan Ridwan Kamil yang berasal dari kalangan non-partisipan parpol.
Kata kunci: Pendekatan Public Relations Politik, Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kabupaten Sumedang, Masyarakat Sumedang.
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang memberikan rahmat dan karunianya serta memberikan kemudahan, kesabaran, serta kelancaran penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “PUBLIC RELATIONS POLITIK DAN PARTAI POLITIK (Studi atas Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Sumedang)” dapat terselesaikan tepat waktu. Shalawat serta salam tak lupa dipanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW.
penulis sadar betul bahwa skripsi ini masih terdapat benyak kekurangan dari segala sisi baik penulisan maupun isi dari skripsi.
Penulis menyadari bahwa begitu banyak hambatan dan cobaan dalam proses penulisan skripsi ini namun syukur alhamdulillah berkat doa dan dukungan seluruh pihak, skripsi ini dapat terselesaikan. Dalam kata pengantar ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Prof. Dr. Amany Lubis, M.A, selaku Rektor UIN Syrif Hidayatullah Jakarta.
2. Dr. Ali Munhanif, M.A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Dr. Iding Rosyidin, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang selalu memberikan arahan dan masukan serta dukungan untuk segera menyelesaikan skripsi penulis.
4. Bapak Idris Thaha, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selama perkuliahan dengan sangat terbuka untuk memberi solusi yang penulis keluhkan semasa perkuliahan.
5. Dr. Iding Rosyidin, M.Si, selaku Ketua Program Studi Ilmu Politik serta Suryani, M.Si selaku Sekretaris Prodi Ilmu Politik.
6. Seluruh dosen Program Studi Ilmu Politik yang telah memberikan amat banyak ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.
vii
7. Ayahanda Nani Suryatin dan Ibu Sriatun Supriyatiningsih yang selalu memberikan semangat, dukungan, serta doa kepada saya supaya diberikan kelancaran dalam mengerjakan skripsi ini.
8. Bapak Teja selaku kader dari Partai Nasdem, Bapak Ade dan Bapak Totong Sudrajat selaku kader dari Partai PPP, serta Angga selaku kader dari Partai PKB yang masing-masing ikut berpartisipasi dalam tim pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum. Terimakasih telah menyempatkan waktunya sebagai narasumber dan memberikan banyak sekali informasi dan data untuk kepentingan skripsi ini.
9. Habi Sultoni, Faizal Fikri yang telah menjadi sahabat selama bertahun- tahun serta menjadi tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah tentang skripsi ini.
10. Fajar Eko Nurcahyo, Kevin Rivadistira, Fikri Ramdhani, Fauzan Azhima, Prisma Anandifa, Roby Zularham, Maulana Mahdi, Alissa Januar, dan Intan Suci Utari yang sudah menjadi teman sekaligus sahabat yang baik selama masa kuliah.
11. Muhammad Cahya Nugraha, Helma Liyani, Inaas Azizah, Audy Saphira, Naswah, Aulia Rahman, dan Desi Ayu yang sudah menjadi teman selama masa perkuliahan dan juga banyak membantu dan memberikan dukungannya kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini.
12. Fajar Fachrian, Indra Surya, dan Alm. Rizki Ahmad Januar yang telah memberikan inspirasi perihal skripsi yang telah dibuat ini kepada penulis.
13. Kawan-kawan prodi Ilmu Politik angkatan tahun 2015 yang sudah menjadi teman berproses selama masa perkuliahan.
14. Teman-teman HMI Komfisip Alaskafinier yang telah menjadi teman berproses dan berdiskusi segala hal yang bertujuan untuk mengembangkan diri penulis agar menjadi lebih baik lagi.
15. Teman-teman KKN 188 Gemas, Nabil, Faiz, Fazrin, Fadhil, Fakih, Anwar, Khairunisa, Fairuz, Suryatul, Bella, Nadia, Redita, Oby, dan teman-teman yang lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
viii
16. Mujiati Astuti, yang telah banyak membantu proses pengerjaan skripsi ini, selalu memberikan dukungan dan doa kepada penulis, selalu sabar dengan segala sifat penulis, dan banyak kebaikan lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan semuanya. Terimakasih banyak untuk semuanya dan semoga kamu selalu menginspirasi penulis dalam banyak hal lainnya.
Penulis berharap semoga Allah SWT membalas segala kebaikan atas doa dan dukungan yang diberikan kepada penulis. Terimakasih untuk segala pihak yang turut berkontribusi dalam penyelesaian skripsi ini, mohon maaf penulis tidak sebutkan satu per satu. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi seluruh kalangan.
Jakarta, 14 April 2020
M. Ade Tri Syah Putra
ix DAFTAR ISI
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI ... iii
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI ...iv
ABSTRAK ... v
KATA PENGANTAR ...vi
DAFTAR ISI... ix
DAFTAR GAMBAR ... xi
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Pertanyaan Penelitian ... 7
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8
D. Tinjauan Pustaka ... 9
E. Metode Penelitian ... 13
F. Sistematika Penulisan ... 16
BAB II ... 18
KERANGKA TEORETIS ... 18
A. Public Relations Politik ... 18
1. Definisi ... 18
2. Tujuan ... 19
B. Aktivitas Public Relations Politik ... 20
1. Jenis Pendekatan Public Relations Politik ... 21
C. Partai Politik ... 23
1. Fungsi Partai Politik ... 24
BAB III ... 26
GAMBARAN UMUM PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2018 DAN PROFIL RIDWAN KAMIL – UU RUZHANUL ULUM ... 26
A. Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat 2018 ... 26
B. Profil Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ... 28
x
C. Visi, Misi, dan Program Pembangunan ... 32
1. Visi Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum untuk Jawa Barat... 32
2. Misi Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum untuk Jawa Barat. ... 35
3. Program Pembangunan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum untuk Jawa Barat. 38 BAB IV ... 41
Pendekatan dan Peran Partai Politik Pengusung Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Sumedang ... 41
A. Pendekatan Public Relations Politik Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum ... 41
B. Peran Partai Politik Pengusung dalam Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ... 55
C. Analisis Pendekatan Public Relations Politik Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum 66 BAB V ... 75
PENUTUP ... 75
A. Kesimpulan ... 75
B. Saran ... 78
DAFTAR PUSTAKA ... 80
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Tabel Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Sumedang ... 3 Gambar 2. Baliho dari Partai Nasdem yang berisi dukungan terhadap Ridwan Kamil ... 44 Gambar 3. Profil dan sederet prestasi dari Ridwan Kamil ... 46 Gambar 4. Ridwan Kamil sedang berkunjung ke Ponpes Alhikmussalafiyah, Jawa Barat ... 49 Gambar 5. Ajakan Ridwan Kamil untuk Subuh berjamaah dalam akun sosial media pribadinya ... 50 Gambar 6. Proyek Tol Cisumdawu ... 51 Gambar 7. Jalur Cadas Pangeran yang merupakan salah satu akses menuju
Kabupaten Sumedang... 52 Gambar 8. Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad ... 54 Gambar 9. Penyerahan SK dukungan dari Partai Nasdem kepada Ridwan Kamil 56 Gambar 10. Deklarasi yang dilakukan PPP atas penunjukkan Uu Ruzhanul Ulum untuk mendampingi Ridwan Kamil ... 59 Gambar 11. 9 Agenda “Jabar Lahir Batin” dari PKB untuk Ridwan Kamil... 64 Gambar 12. Hasil Pilgub Jabar 2018 di setiap wilayah Jawa Barat ... 73
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti yang telah dikatakan dalam berbagai warta berita acara, pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum secara resmi pada tanggal 8 Juli 2018 ditetapkan oleh KPU Jawa Barat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat untuk periode 2018-2023. Pengesahan yang dilakukan di Aula Setya Permana, yaitu Kantor dari KPU Jawa Barat itu sendiri dibacakan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 oleh Teppy Darmawan selaku Kabag Hukum, Teknis, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat.1
Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum berhasil mendapatkan perolehan suara sah sebanyak 7.226.254 suara (32,88%) dengan unggul di beberapa kawasan seperti, Kabupaten Tasikmalaya (363.470 suara), Kabupaten Sumedang (253.744 suara), Kabupaten Kuningan (180.231 suara), Kota Cirebon (56.676 suara), Kota Cimahi (135.268 suara), Kota Banjar (37.766 suara), Kota Bandung (656.090 suara), Kabupaten Indramayu (309.230 suara), Kabupaten Garut (435.652 suara), Kabupaten Cirebon (306.712 suara), Kabupaten Cianjur
1 Rochmanudin dalam Idntimes.com, “KPU Tetapkan Pemenang Pilgub Jabar 2018 Paslon Rindu”, dalam https://www.idntimes.com/news/indonesia/amp/rochmanudin-wijaya/kpu-tetapkan- pemenang-pilgub-jabar-2018-paslon-rindu diakses pada tanggal 1 November 2018.
2
(338.346 suara), Kabupaten Ciamis (251.287 suara), Kabupaten Bandung Barat (350.243 suara), Kabupaten Bandung (743.156 suara).2
Bila melihat sejarah dari beberapa Gubernur Jawa Barat yang lalu, Ridwan Kamil merupakan Gubernur pertama non-partisipan yang memimpin Provinsi Jawa Barat. Terhitung pasca reformasi sampai sekarang (1998-2008), Gubernur Jawa Barat selalu dipimpin dari kalangan partai politik, seperti misalnya Gubernur Jawa Barat yang sebelumnya yaitu Ahmad Heryawan yang merupakan kader PKS yang memimpin Provinsi Jabar selama 2 periode.3 Padahal apabila kita melihat peta persaingan partai politik Jabar pada Pilgub Jabar 2018 ini, Ridwan Kamil memiliki beberapa pesaing yang bisa dibilang sangat diperhitungkan elektabilitas maupun kapabilitasnya di Provinsi Jabar.
Pertama, dari pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu yang mendapatkan dukungan 27 kursi legislatif DPRD Jabar yang terdiri dari Gerindra (11 kursi), PKS (12 kursi), PAN (4 kursi). Kedua, dari pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi yang mendapatkan dukungan 29 kursi legislatif DPRD Jabar yang terdiri dari Golkar (17 kursi), dan Demokrat (12 kursi). Ketiga, dari pasangan TB Hasanudin – Anton Charliyan yang mendapatkan dukungan 20 kursi legislatif DPRD Jabar yang diusung oleh PDIP. PDIP mungkin tidak berkoalisi dengan
2 Mukhlis Dinillah dalam Detik.com, “Menang di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil-Uu Kuasai 14 Daerah”, dalam https://m.detik.com/news/berita-jawa-barat/d-4105482/menang-di-pilgub- jabar-ridwan-kamil-uu-kuasai-14-daerah diakses pada tanggal 6 November 2018.
3 Ani Nursalikah dalam republika.co.id, “Gubernur Jawa Barat dari masa ke masa”, dalam https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/09/06/pelgiy366-gubernur-jawa-barat-dari- masa-ke-masa diakses pada tanggal 31 Juli 2019.
3
partai politik manapun dalam Pilgub Jabar 2018 ini, akan tetapi perlu diingat PDIP merupakan pemenang dalam Pileg 2014 untuk wilayah Jabar.4
Melihat peta persaingan tersebut, tentu bukanlah hal mudah bagi pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam memenangkan kontestasi politik di Pilgub Jabar 2018 ini, mengingat Ridwan Kamil yang merupakan gubernur non- partisipan pertama di Jabar dan pasangannya Uu Ruzhanul Ulum yang merupakan kader PPP yang notabene bukan merupakan partai besar di Provinsi Jabar.
Lantas yang membuat permasalahan di atas menjadi penting untuk dibahas, adalah dikarenakan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini unggul perolehan suara untuk wilayah Kabupaten Sumedang. Padahal apabila melihat jumlah dukungan kursi DPRD Kabupaten Sumedang itu sendiri, pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum ini hanya mendapatkan dukungan sebanyak 7 kursi dengan komposisi PPP (5 kursi), PKB (2 kursi), dan Nasdem (0 kursi). Bila dibandingkan dengan 3 pasangan lainnya, jumlah ini terbilang sangat kecil.
Perbandingan tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Gambar 1. Tabel Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Sumedang Periode
Fraksi
2009-2014 2014-2019
Demokrat 6 kursi 4 kursi
Golkar 10 kursi 10 kursi
PKS 6 kursi 6 kursi
4 Herzaky Mahendra Putra dalam kompas.com, “Menakar Peta Politik Pilkada Jabar 2018”, dalam https:// regional.kompas.com/read/2018/01/02/07070011/menakar-peta-politik-pilkada- jabar-2018?Page= all diakses pada tanggal 1 November 2018.
4
PDIP 13 kursi 12 kursi
PAN 3 kursi 3 kursi
PPP 6 kursi 5 kursi
PKB 1 kursi 2 kursi
Hanura 2 kursi 1 kursi
Gerindra 1 kursi 6 kursi
PDS 0 0
PBB 2 kursi 1 kursi
PKPB 0 0
Nasdem 0 0
Jumlah 50 kursi 50 kursi
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com Hal ini menjadi pertanyaan besar apabila kita melihat tabel di atas, pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum hanya mendapatkan dukungan yang terbilang sedikit bila dibandingkan dengan 3 pasangan calon lainnya, sehingga disini peneliti dapat menduga adanya peran yang cukup signifikan dari public relations politik yang diterapkan oleh partai politik pengusung yakni, PPP, PKB, dan Nasdem dalam menaikkan citra politik pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum di wilayah Kabupaten Sumedang.
Romy Frohlich memaknai public relations politik sebagai sebuah pekerjaan atau aktivitas pelayanan kepada publik dengan mengusung beberapa isu yang dapat menarik perhatian khalayak untuk memperoleh simpati maupun dukungan
5
terhadap pihak tertentu.5 Secara tidak langsung, dalam penerapannya public relations politik memerlukan perencanaan yang telah tersusun secara sistematis, terencana, dan terarah yang mana hal ini melibatkan pihak internal dan eksternal agar nantinya dapat memperoleh kesepemahaman pemikiran.
Bila melihat pernyataan di atas, Romy Frohlich ingin menjelaskan bahwasanya public relations politik ini memerlukan sebuah wadah yang dapat menampung hasil dari apa yang telah dikerjakannya. Di sini, partai politik lantas hadir untuk memanfaatkan public relations politik itu sendiri, semata-mata dengan tujuan agar dapat memperoleh simpati serta dukungan yang mana hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya citra positif dari partai politik ataupun seseorang yang mewakili partai politik tertentu.
Dengan banyaknya partai politik baru yang bermunculan pada masa reformasi, membuat public relations politik ikut berkembang pesat yang juga pada saat itu menjadi ilmu terapan baru yang makin dilirik oleh berbagai kalangan akademisi, khususnya akademisi politik. Didukung oleh media massa, jasa konsultan dan taktik serta strategi komunikasi politik membuat public relations politik banyak diterapkan oleh pihak tertentu.6 Dengan demikian dapat dikatakan, sejak saat itu public relations politik dengan partai politik menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena pada dasarnya public relations politik merupakan kegiatan komunikasi politik dua arah yang saling berkesinambungan serta menguntungkan kedua belah pihak yang mana kegiatan ini juga bertujuan
5 Heryanto & Zakarsy, Public Relations Politik, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2012), hal. 7.
6 Heryanto & Zakarsy, Public Relations Politik, hal. 6.
6
untuk menaikkan citra politik seseorang agar dapat memperoleh simpati dari khalayak.
Suksesnya Joko Widodo terpilih sebagai Presiden Indonesia saat ini dapat dikatakan sebagai salah satu contoh dari penerapan public relations politik yang telah didukung dengan perkembangan teknologi media massa dan juga sosial media yang memang akhir-akhir ini seringkali diakses oleh siapapun dari berbagai kalangan masyarakat. Sosok Joko Widodo yang tergambar sebagai sosok yang sederhana, merakyat, dan juga memiliki rekam jejak yang bagus merupakan hal yang wajar kalau karier politik Joko Widodo dapat meningkat sangat pesat.
Penelitian ini menjadi menarik untuk diteliti, karena peneliti menemukan beberapa data dan fakta yang menarik untuk dibahas. Pertama, Ridwan Kamil merupakan Calon Gubernur pertama yang berkontestasi dalam Pilgub Jabar yang berasal dari non-partisipan. Kedua, Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum memiliki jumlah dukungan partai politik koalisi yang kecil di DPRD Sumedang bila dibandingkan dengan pesaing lainnya dan juga bila dibandingkan dengan periode sebelumnya jumlah dukungan partai politik koalisi Ridwan Kamil tidak mendapatkan kenaikan yang signifikan dengan periode saat ini. Ketiga, Kabupaten Sumedang tidak memiliki basis partai politik yang jelas, karena berdasarkan 2 periode kemarin, PDIP selalu memenangi kontestasi politik legislatif di Kabupaten Sumedang akan tetapi tidak ada satupun dari Bupati maupun Gubernur yang didukung oleh PDIP memenangi kontestasi politik di Kabupaten Sumedang. Keempat, penelitian yang membahas tentang pemilihan
7
umum kepala daerah mungkin sudah banyak, akan tetapi yang mengaitkannya dengan teori public relations politik masih belum terlalu banyak pembahasannya.
Berdasarkan fakta dan beberapa data yang telah dipaparkan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang bagaimana peran dari partai politik pengusung pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum yakni, PPP, PKB, dan Nasdem dalam memanfaatkan public relations politik guna menaikkan citra pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dan memenangkan kontestasi pemilihan gubernur Jawa Barat tahun 2018 di wilayah Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu, peneliti mengambil sebuah judul penelitian yakni, “PUBLIC RELATIONS POLITIK DAN PARTAI POLITIK (Studi atas Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Sumedang)”.
B. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan uraian pernyataan masalah yang telah peneliti jelaskan, terdapat beberapa pertanyaan penelitian yang kemudian peneliti rumuskan sebagai berikut :
1. Apa pendekatan public relations politik yang paling dominan diterapkan oleh partai politik pengusung dalam pemenangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Sumedang?
8
2. Bagaimana peran partai politik pengusung dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Sumedang?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Tujuan Penelitian
a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pendekatan Public Relations Politik seperti apa yang paling dominan yang digunakan oleh partai politik pengusung dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pilgub Jabar 2018.
b. Selain daripada itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dari partai politik pengusung itu sendiri selama masa kampanye Pilgub Jabar dalam proses pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Sumedang.
2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Akademis
Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah pada kajian tentang public relations politik maupun partai politik yang membahas tentang pemilihan kepala daerah.
9 b. Manfaat Praktis
Peneliti mengharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan suatu bentuk sumbangsih pemikiran yang dapat digunakan dalam studi keilmuan untuk khalayak umum maupun mahasiswa FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
D. Tinjauan Pustaka
Terdapat beberapa karya ilmiah maupun literature yang peneliti temukan dalam bentuk jurnal, skripsi, maupun tesis yang sekiranya berkaitan dengan penelitian yang akan peneliti buat. Beberapa karya ilmiah yang peneliti temukan ini, untuk selanjutnya akan peneliti susun di dalam sebuah tinjauan pustaka.
Tinjauan pustaka yang peneliti susun ini agaknya supaya dapat menjadi pembanding serta dapat memberikan keberagaman perspektif yang sekiranya dapat menjadi pertimbangan peneliti dalam melakukan penelitian.
Pertama, karya Ilyas Lampe.7 Jurnal yang mengambil judul “Konsep dan Aplikasi Public Relations Politik pada Kontestasi Politik di Era Demokrasi” ini berusaha untuk menjelaskan permasalahan tentang pengaplikasian dari public relations politik yang mana dalam era demokrasi ini mulai marak digunakan oleh partai-partai politik dalam mendapatkan simpati massa serta untuk mendulang suara. Adapun teori yang digunakan dalam jurnal ini adalah teori public relations politik, teori opini publik, dan teori citra politik. Penelitian ini selanjutnya
7 Ilyas Lampe, “Konsep dan Aplikasi Public Relations Politik Pada Kontestasi Politik di Era Demokrasi (Pemilihan Langsung)”, (Jurnal Academica FISIP Untad, Vol. 2 No. 02, Oktober 2010), hal. 469-485, https://media.neliti.com.
10
menemukan bahwasanya public relations politik yang diterapkan oleh berbagai macam partai politik yang ada sekiranya dapat berperan dalam membentuk sebuah opini publik maupun citra politik.
Kedua, karya Inri Inggrit Indrayani.8 Jurnal yang mengambil judul
“Mengkaji PR Politik : Sebuah Tinjauan Teoritis dan Empiris” ini berusaha untuk menjelaskan permasalahan PR Politik itu sendiri baik secara teoritis maupun secara empiris dalam usaha untuk mengidentifikasi dirinya dalam bagian dari kajian public relations. Adapun teori yang digunakan dalam jurnal ini adalah teori public relations politik dan teori komunikasi politik. Penelitian ini kemudian menemukan suatu hasil bahwasanya terdapat perbedaan yang cukup signifikan diantara public relations politik dengan komunikasi politik, yaitu terletak pada relationship dan management function.
Ketiga, karya George Towar Ikbal Tawakkal.9 Tesis yang mengambil judul
“Peran Partai Politik dalam Mobilisasi Pemilih : Studi Kegagalan Parpol pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Demak 2009” ini berusaha menjelaskan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Demak perihal perubahan sistem pemilu yang mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 2009. Perubahan ini agaknya membawa dampak pada perubahan perilaku para aktor serta adanya mobilisasi pemilih yang dilakukan aktor itu sendiri. Adapun teori yang digunakan dalam tesis ini adalah teori partai politik dan teori mobilisasi. Metode penelitian yang
8 Inri Inggrit Indrayani, “Mengkaji PR Politik: Sebuah Tinjauan Teoritis dan Empiris”, (Jurnal Ilmu Politik, Vol. 4 No. 02, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra, Januari 2015), hal. 54-60 http://repository.petra.ac.id.
9 George Towar Ikbal Tawakkal, “Peran Partai Politik dalam Mobilisasi Pemilih: Studi Kegagalan Parpol pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Demak 2009”, (Semarang: Tesis Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Program Pascasarjana 2009), hal. 6 http://davidefendi.staff.umy.
ac.id.
11
digunakan dalam tesis ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dalam menentukan partai politik yang menjadi obyek penelitian. Penelitian ini selanjutnya menemukan beberapa temuan yang mana salah satunya adalah bentuk-bentuk mobilisasi yang digunakan oleh setiap caleg terbagi dua kriteria, yakni melalui hubungan emosional, dan bantuan-bantuan.
Keempat, karya Baharuddin.10 Tesis yang mengambil judul “Optimalisasi Peran Partai Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilu Legislatif Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, Studi Kalimantan Barat” ini berusaha untuk menjelaskan permasalahan rendahnya partisipasi politik masyarakat dalam pemilu legislatif yang diselenggarakan di Kalimantan Barat yang disebabkan gagalnya optimalisasi peran yang dilakukan oleh partai politik. Tesis yang menggunakan metode penelitian hukum normatif ini juga menggunakan teori partai politik dan teori partisipasi politik. Dari penelitiannya ini, terdapat beberapa temuan-temuan yang mana diantaranya yaitu dengan adanya egosentris, arogansi partai politik serta rendahnya pendidikan politik memberikan anggapan bahwasanya partai politik belum optimal dalam menjalankan perannya untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat Kalimantan Barat.
Kelima, karya Rizki Ahmad Zainuri.11 Skripsi yang berjudul “Strategi Public Relations Politik Pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief pada
10 Baharuddin, “Optimalisasi Peran Partai Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilu Legislatif Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (Studi di Kalimantan Barat), (Kalimantan Barat: Tesis Studi Ilmu Politik), hal. 2 https://media.neliti.com.
11 Rizki Ahmad Zainuri, “Strategi Public Relations Politik Pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief Pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Provinsi Banten 2017”, (Tangerang:
12
Pemilihan Kepala Daerah Serentak Provinsi Banten tahun 2017” ini sekiranya berusaha untuk menjelaskan permasalahan mengenai penerapan strategi public relations politik yang digunakan oleh pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi dan teori public relations politik. Penelitian ini kemudian menemukan bahwasanya pasangan ini mempunyai kelebihan dalam penggunaan pendekatan Paradigma Grunigian yang kuat, akan tetapi pasangan ini kiranya terlambat dalam menghalau isu komunis yang menerpa Rano Karno.
Terdapat beberapa perbedaan fokus permasalahan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian ini. Pada penelitian Pertama, fokus permasalahannya adalah bagaimana pengimplementasian dari Public Relations politik itu sendiri di era demokrasi sekarang ini, sedangkan penelitian ini lebih fokus terhadap satu permasalahan dan tidak terlalu umum yakni dengan hanya mengambil studi kasus pada Pemilihan Gubernur Jabar tahun 2018.
Pada penelitian Kedua, dalam segi fokus permasalahan, penelitian karya Inri Inggrit Indyrani ini lebih berusaha menjelaskan PR Politik itu sendiri dari segi teoritis maupun empiris, sedangkan penelitian ini lebih fokus terhadap pengimplementasian dari PR Politik itu sendiri.
Pada penelitian Ketiga, fokus permasalahannya adalah lebih kepada usaha dalam melihat reaksi yang diberikan oleh Partai Politik dalam menanggapi perubahan sistem pemilu yang dipakai pada pemilu 2009, sedangkan penelitian ini
Skripsi Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Sarjana Sosial 2017), hal. 1-10.
13
lebih fokus terhadap peran Partai Politik yakni PPP, PKB, dan Nasdem pada pemenangan pasangan “Rindu” dalam Pilgub Jabar di Kabupaten Sumedang.
Pada penelitian Keempat, fokus permasalahannya adalah lebih kepada usaha untuk melihat bagaimana peran Partai Politik di Kalimantan Barat dalam sebuah upaya untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai politik, sedangkan penelitian ini lebih fokus kepada peran partai politik pengusung yakni, PPP, PKB, dan Nasdem dalam mengimplementasikan Public Relations Politik terhadap pemenangan pasangan
“Rindu” dalam Pilgub Jabar di Kabupaten Sumedang.
Pada penelitian Kelima, fokus permasalahannya adalah dengan mengambil studi kasus pada Pemilihan Gubernur yang dilakukan di Provinsi Banten pada tahun 2017 yang lalu, sedangkan penelitian ini mengambil studi kasus pada Pemilihan Gubernur yang dilakukan di Provinsi Jawa Barat tahun 2018, selain itu penelitian ini mengambil teori Partai Politik disamping teori Public Relations Politik.
E. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang berarti jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya dan bertujuan mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami
14
dengan menempatkan diri sebagai instrumen kunci dari penelitian ini.12 Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan berdasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, hasil yang dijelaskan lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Kedua, adanya interaksi langsung antara peneliti dan informan yang membuat hubungan diantara kedua belah pihak menjadi lebih dalam.
2. Teknik Pengumpulan Data
Setelah sumber data telah didapatkan, maka langkah selanjutnya yang harus peneliti lewati adalah menentukan bagaimana teknik pengumpulan datanya.
Dalam penelitian kualitatif ini, terdapat banyak cara supaya peneliti dapat memperoleh data yang akan mereka ambil, yaitu13 :
a. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang seringkali digunakan oleh peneliti yang menggunakan metode kualitatif di dalam penelitiannya. Wawancara sendiri memiliki arti yaitu sebuah bentuk komunikasi yang melibatkan dua orang yang biasanya terdiri dari pewawancara dan informan. Dalam penelitian ini, peneliti sudah mewawancarai tim sukses dari Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum yang berasal dari partai politik pengusung, pengamat ataupun akademisi politik dan kemudian selanjutnya peneliti telah menganalisis pendekatan public relations politik apa yang paling dominan digunakan.
12 Eko Sugiarto, Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis, (Yogyakarta:
Suaka Media, 2015), hal. 8.
13 I Wayan Suwendra, Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan, (Bali: Nilacakra Publishing House, Agustus 2018), hal. 55-66.
15 b. Dokumentasi
Dokumentasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang akan digunakan oleh peneliti di dalam penelitian ini. Dokumentasi pada umumnya dapat berbentuk buku, jurnal, ataupun aktivitas kampanye yang dilakukan oleh pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pilgub Jabar tahun 2018.
3. Teknik Analisis Data
Pada bagian teknik analisis data, peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dikarenakan dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat memberikan penggambaran objek secara tepat supaya tidak terlalu banyak membuang waktu.
Data yang disajikan pun disusun dalam bentuk naratif sehingga lebih cepat dalam penarikan kesimpulan. Proses ini terdiri dari tiga bagian yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan14 :
a. Reduksi data diartikan sebagai suatu proses pemilihan ataupun pemusatan perhatian yang mana hal tersebut muncul berdasarkan catatan-catatan tertulis yang ada di lapangan. Kegiatan reduksi itu sendiri terdiri dari beberapa tahap seperti, membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, serta menulis memo.
b. Penyajian data diartikan sebagai sekumpulan informasi yang tersusun dan memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan serta pengambilan tindakan. Penyajian data ditampilkan dalam bentuk teks
14 Ariesto Hadi Sutopo & Adrianus Arif, Terampil Mengolah Data Kualitatif dengan NVIVO, (Jakarta: Prenada Media Group, 2010), hal 7-10.
16
naratif yang menggabungkan berbagai informasi yang tersusun secara sistematis.
c. Penarikan kesimpulan merupakan tahapan terakhir yang peneliti gunakan dalam menganalisis data. Akhir dari kesimpulan ini bergantung pada besarnya kumpulan-kumpulan catatan lapangan yang telah peneliti dapatkan sebelumnya.
F. Sistematika Penulisan
Dalam pemaparan hasil penelitian, peneliti membaginya ke dalam beberapa bab yang terdiri dari lima bab. Adapun sistematika dari penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bab I adalah pendahuluan. Bab ini membahas pokok permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tersebut. Pada bab ini juga dijelaskan tentang tujuan dan manfaat, beberapa literature review, dengan metode dan sistematika penulisan terkait public relations politik dan partai politik dalam konteks pemilihan umum.
Bab II adalah kerangka teoretis. Dalam bab ini dijelaskan teori public relations politik dan partai politik yang menjadi landasan dari penelitian yang peneliti gunakan dalam menjawab permasalahan penelitian.
Bab III adalah gambaran umum Pemilihan Gubernur Jawa Barat serta profil dari Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Selain daripada itu, peneliti juga
17
membahas mengenai visi dan misi dari pasangan “Rindu” ini serta beberapa program pembangunan yang telah direncanakan oleh mereka.
Bab IV adalah temuan dan analisis. Dalam bab ini, peneliti memberikan temuan-temuan dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yang kemudian peneliti analisis tentang bagaimana strategi public relations politik yang dilakukan oleh partai PPP, PKB, dan Nasdem dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum serta peran dari masing-masing partai politik pengusung tersebut.
Bab V adalah kesimpulan. Sebuah kesimpulan umumnya diperlukan agar para pembaca dapat lebih mudah memahami isi dari penelitian ini. Selain untuk memudahkan pembaca, di dalam kesimpulan ini peneliti juga memberikan sedikit masukan serta saran yang harus dilakukan oleh para elite politik apabila ingin menerapkan strategi public relations politik dengan semestinya.
18 BAB II
KERANGKA TEORETIS
Sekiranya dalam menyusun penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori yang berupaya untuk menjelaskan pokok permasalahan yang sebelumnya sudah dipaparkan di dalam pertanyaan penelitian. Ada sekiranya dua teori yang peneliti bahas di dalam penelitian ini, yaitu teori public relations politik dan teori partai politik. Untuk menjelaskan kedua teori tersebut, peneliti mengambilnya dari beberapa literature yang sekiranya berkaitan dan cukup untuk menjelaskan kedua teori tersebut.
A. Public Relations Politik
1. Definisi
Dewasa ini, public relations politik merupakan sebuah cara yang seringkali digunakan oleh para elite politik dalam membentuk sebuah citra positif demi menarik simpati dari rakyat. Berbeda dengan propaganda, agitasi, maupun iklan politik yang umumnya menggunakan komunikasi satu arah, public relations politik lebih mengutamakan komunikasi dua arah yang mana hal ini berarti public relations politik lebih menghargai masukan serta pendapat yang umumnya hadir dari suara rakyat.
Dalam menjalankan prakteknya, public relations politik dengan periklanan politik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling keterkaitan satu dengan yang lainnya. Bila periklanan politik merupakan bentuk dari hard selling, public relations politik lebih berupa soft selling. Artinya adalah, periklanan politik
19
ini umumnya selalu berbicara tentang sebuah produk atau merek tertentu, sementara public relations politik dapat memfokuskan diri dengan kesan umum yang akan dicapai.15
2. Tujuan
Kegiatan public relations politik semata-mata dilakukan bukan tanpa maksud dan tujuan tertentu. Sekiranya terdapat beberapa tujuan utama yang ingin dicapai oleh public relations politik itu sendiri selain daripada tujuan utamanya yakni untuk memperoleh dukungan politik dari berbagai pihak seperti dari publik internal maupun eksternal.
Pertama, public relations politik secara jelas akan berusaha untuk mendapatkan beberapa penemuan maupun penyimpulan yang berasal dari rekomendasi atas sejumlah isu yang sedang berkembang.
Kedua, setelah mengetahui apa-apa saja isu yang sedang berkembang, selanjutnya public relations politik akan membuat sebuah komunikasi yang dapat menghubungkan organisasi dengan pihak eksternal agar dapat menciptakan kesepahaman pemikiran serta memperoleh simpati dan dukungan dari pihak eksternal tersebut.
Ketiga, setelah tercapainya suatu kesepahaman pemikiran, maka public relations politik ini akan membuat seluruh komponen serta sumber daya politik
15 Ilyas Lampe, “Konsep dan Aplikasi Public Relations Politik Pada Kontestasi Politik di Era Demokrasi (Pemilihan Langsung)”, hal. 478, https://media.neliti.com.
20
dari organisasi tersebut menjadi solid supaya nantinya dapat mewujudkan tujuan dari organisasi tersebut.16
B. Aktivitas Public Relations Politik
Pada dasarnya, kegiatan public relations politik itu sendiri bukanlah suatu kegiatan yang hanya terbatas pada masa sebelum ataupun sesudah pemilihan umum saja. Banyak kegiatan yang umumnya sudah menjadi agenda wajib yang harus dilakukan dalam public relations politik agar nantinya dapat memuluskan jalan yang akan ditempuh untuk tercapainya tujuan dari suatu organisasi tertentu.
Sebagai salah satu kajian dari komunikasi politik, umumnya kegiatan- kegiatan yang dilakukan dalam public relations politik selalu berkaitan dengan yang namanya komunikasi. Adapun tujuan dari komunikasi itu sendiri adalah untuk mendapatkan dukungan yang seluas-luasnya serta sebanyak-banyaknya agar nantinya dapat membuat sebuah jaringan yang kuat dan terorganisir. Maka, usaha dalam memperoleh dukungan ini dapat dikatakan sebagai salah satu aktivitas yang terdapat dalam public relations politik.
Selain untuk memperoleh dukungan, seorang humas yang menjalankan peran public relations politik itu sendiri juga harus mumpuni dalam mempengaruhi opini media. Memang hal ini terkesan mirip dengan apa yang dilakukan oleh propaganda, akan tetapi seperti yang telah peneliti jelaskan sebelumnya, propaganda tidak terlalu memperdulikan komunikasi dua arah
16 Gun Gun Heryanto & Irwan Zakaria, Public Relations Politik, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2012), h. 9.
21
sedangkan public relations politik sangat memperhatikan betul komunikasi dua arah yang dilakukan antara pihak internal dengan pihak eksternal.
Komunikasi yang dilakukan antara pihak internal dengan pihak eksternal dilakukan bukannya tanpa tujuan dan maksud tertentu. Akan tetapi, hal ini dilakukan supaya tidak adanya kesalahpahaman diantara satu sama lainnya, sehingga seorang humas politik harus dapat memberikan informasi yang sekiranya penting untuk diberitahukan kepada para pendukungnya khususnya mengenai program politik yang akan dijalankan. Di era modern sekarang ini, banyaknya media sosial maupun media tulis yang tersedia, harus dimanfaatkan dengan sebenar-benarnya oleh para humas politik dalam memberikan informasi kepada pendukungnya agar mereka dapat mengetahui program apa yang sedang maupun akan dilaksanakan.17
1. Jenis Pendekatan Public Relations Politik
Di dalam menjalankan aktivitas public relations politik, biasanya terdapat pendekatan-pendekatan tertentu yang digunakan oleh humas. Di bawah ini, peneliti menjabarkan beberapa jenis pendekatan public relations politik yang peneliti dapatkan dari buku Komunikasi Politik karya Gun Gun Heryanto18, yaitu : a) Relasi Politik dengan Publik. Pendekatan ini pada dasarnya berkembang di Amerika Serikat dan umumnya terpengaruh oleh praktik public relations yang terjadi di negara tersebut. Pendekatan ini
17 Ilyas Lampe, “Konsep dan Aplikasi Public Relations Politik Pada Kontestasi Politik di Era Demokrasi (Pemilihan Langsung)”, hal. 480-483, https://media.neliti.com.
18 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik (Sebuah Pengantar), (Bogor: Ghalia Indonesia, 2013), hal. 119.
22
umumnya berfokus kepada proses identifikasi, pencarian serta pengaturan dengan beberapa orang.
b) Paradigma Politik Grunigian. Pendekatan yang umumnya seringkali digunakan di Benua Eropa yang mana pendekatan ini memiliki tujuan untuk menciptakan suatu pemahaman bersama diantara organisasi dengan khalayak dan secara tidak langsung pendekatan ini mengandalkan interaksi dua arah atau two way symmetrical communication.
c) Political Hype. Pendekatan ini menggunakan pendekatan publisitas serta memiliki rumusan yaitu “to make noise”.
d) Persuasi Politik. Merupakan suatu pendekatan pluralis yang mana power relationship tidaklah sama.
e) Manajemen Hubungan Politik. Merupakan suatu pendekatan yang memiliki tujuan untuk memberikan tekanan serta untuk melobi dalam hal mempengaruhi kebijakan pemerintah.
f) Manajemen Reputasi Politik. Merupakan suatu pendekatan yang umumnya menggunakan tindakan persuasif dalam memberikan opini untuk publik serta lebih menekankan kepada manajemen lintas hubungan.
g) Hubungan Publik Politik. Fokus dari pendekatan ini sendiri adalah
“working in public” yaitu dengan memberikan perhatian lebih kepada kebebasan berbicara terlebih dalam penanganan isu HAM.
23
h) Pembangunan Komunitas Politik. Fokus dari pendekatan ini umumnya untuk menciptakan serta mengatur rasa dalam memiliki komunitas dan biasanya pendekatan ini dianggap cocok dalam mengurangi konflik.
Pada penelitian ini, peneliti mengambil beberapa pendekatan dari delapan pendekatan public relations politik dalam menjelaskan studi atas pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam pemilihan gubernur Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Sumedang, yaitu pendekatan Persuasi Politik, Manajemen Reputasi Politik, Paradigma Politik Grunigian, dan Relasi Politik dengan Publik.
C. Partai Politik
Di era demokrasi sekarang ini, berkembang pesatnya partai politik merupakan sebuah hal yang wajar. Adanya hak untuk berpolitik yang diatur di dalam undang-undang membuat setiap orang merasa perlu untuk menyuarakan aspirasinya masing-masing. Kebanyakan dari mereka tak lebih dan tak kurang menyuarakan adanya kehidupan yang lebih baik yang didukung oleh pemerintahan yang baik pula. Adanya partai politik dalam lingkungan hidup bermasyarakat ini, tentu membawa misi serta kewajiban untuk memperbaiki kehidupan masyarakat tersebut. Partai politik berperan sebagai wadah yang menampung berbagai macam aspirasi masyarakat yang mana nantinya akan diimplementasikan dalam sebuah kebijakan.
Seperti yang dikatakan oleh Miriam Budiardjo di dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Ilmu Politik ini menjelaskan bahwasanya :
24
“Partai politik merupakan sarana bagi warga negara untuk turut serta atau berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara. Dewasa ini partai politik sudah sangat akrab di lingkungan kita. Sebagai lembaga politik, partai bukan sesuatu yang dengan sendirinya ada. Kelahirannya mempunyai sejarah cukup panjang, meskipun juga belum cukup tua. Bisa dikatakan partai politik merupakan organisasi yang baru dalam kehidupan manusia, jauh lebih muda dibandingkan dengan organisasi negara. Dan ia baru ada di negara modern.”19
1. Fungsi Partai Politik
Di dalam sebuah negara yang berdemokrasi, partai politik merupakan suatu elemen penting dalam menampung aspirasi masyarakat dan juga sebagai sebuah upaya agar masyarakat dapat ikut aktif dalam menjalankan perpolitikan. Selain daripada itu, partai politik juga memiliki beberapa fungsi yang mana beberapa fungsi tersebut diantaranya sebagai berikut :
a. Sebagai Sarana Komunikasi Politik
Dalam kaitannya sebagai sarana komunikasi politik, partai politik berfungsi sebagai perantara yang besar yang menjadi penghubung antara kekuatan dan ideologi sosial dengan lembaga pemerintah yang resmi. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, fungsi komunikasi politik ini terkadang menghasilkan sebuah informasi yang dianggap berat sebelah.
b. Sebagai Sarana Sosialisasi Politik
Dalam menjalankan fungsi sosial ini, partai politik mempunyai peran dalam pembentukan budaya politik yang ada di masyarakat melalui sebuah proses yang dinamakan sosialisasi politik. Sosialisasi politik itu sendiri merupakan proses yang dilalui seseorang dalam memperoleh sikap serta orientasi terhadap fenomena
19 Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2013), hal. 397.
25
politik. Sosialisasi politik juga dianggap sebagai suatu proses yang dilalui masyarakat dalam membentuk sebuah budaya politik.
c. Sebagai Sarana Rekrutmen Politik
Seperti yang telah dijelaskan oleh peneliti bahwasanya partai politik merupakan sebuah wadah yang menampung aspirasi dari masyarakat, agaknya fungsi rekrutmen politik itu sendiri sudah sangat melekat dengan partai politik.
Partai politik berhak untuk merekrut masyarakat yang dianggap mempunyai kualitas untuk ikut berperan aktif dalam perpolitikan serta dapat memberikan aspirasinya tersebut.
d. Sebagai Sarana Pengatur Konflik
Sebuah konflik biasanya terjadi di dalam masyarakat yang heterogen.
Perpecahan yang terjadi ini biasanya disebabkan oleh perbedaan-perbedaan yang ada, entah itu perbedaan etnis, ras, maupun agama. Disini fungsi partai politik adalah untuk menekan munculnya konflik yang terjadi di masyarakat itu sendiri.
Para elite partai dapat memberikan semacam pendidikan sosial maupun politik agar tidak terjadi gesekan-gesekan yang dapat memecah belah masyarakat.
Pada penelitian ini, peneliti mengambil tiga partai politik dari sekian banyaknya partai politik yang ada di Indonesia untuk menjelaskan mengenai studi atas pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam pemilihan gubernur di Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Sumedang, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang menjadi partai politik pengusung dari pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum.
26 BAB III
GAMBARAN UMUM PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2018 DAN PROFIL RIDWAN KAMIL – UU RUZHANUL
ULUM
Pada Bab III ini, peneliti sedikit menjelaskan tentang gambaran umum dari Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat tahun 2018 yang lalu sekaligus bagaimana peta persaingan politiknya. Selain daripada itu, adanya profil dari Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum juga melengkapi isi dari bab III ini, tidak lupa dengan visi, misi, serta beberapa program kerja yang telah dicanangkan.
A. Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat 2018
Mengacu kepada Undang-Undang No. 10 Tahun 201620, banyak daerah Provinsi maupun Kabupaten di Indonesia yang telah melaksanakan kegiatan pemilihan umum pergantian kepala daerah di wilayahnya masing-masing termasuk di Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan rapat pleno yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, maka ditetapkanlah Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018, Penetapan Rekapitulasi DPT sebagai Dasar Penghitungan Jumlah Minimum Dukungan Persyaratan Pasangan Calon Perseorangan, dan Penetapan Syarat Mengajukan Pasangan Calon
20 Lihat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang- Undang.
27
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018.21 Untuk wilayah Jawa Barat sendiri, pemungutan dan penghitungan suara di TPS dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 dengan berdasarkan Peraturan KPU No. 1 Tahun 2017.22
Untuk penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, KPU Jawa Barat mengeluarkan Surat Keputusan KPU Provinsi Jawa Barat No.
43/PL.032-Kpts/32/Prov/II/2018 yang ditandatangani oleh Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat. Dalam Surat Keputusan tersebut, KPU Jawa Barat menetapkan empat pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yakni, Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum (diusung oleh PKB, PPP, dan Nasdem), Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi (diusung oleh Golkar dan Demokrat), Mayjend. TNI Purn. Sudrajat - Ahmad Syaikhu (diusung oleh PKS, Gerindra, PAN), Mayjend. TNI Purn. Tb Hasanuddin - Anton Charliyan (diusung oleh PDIP).23
Sehari setelah menetapkan empat pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur atau lebih tepatnya pada haxri Selasa, 13 Februari 2018 malam hari, dilakukan pengundian nomor urut pasangan yang digelar oleh KPU Jabar di Gedung Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Bandung. Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum mendapatkan nomor urut 1, pasangan Hasanuddin – Anton
21 Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, “Rapat Pleno Penetapan Surat Keputusan KPU Provinsi Jawa Barat” dalam https://jabar.kpu.go.id/2017/09/penetapan-surat-keputusan-kpu- provinsi-jawa-barat-tentang-penetapan-hari-pemungutan-suara-pemilihan-gubernur-dan-wakil- gubernur-jawa-barat-tahun-2018-penetapan-rekapitulasi-daftar-pemilih-tetap-dpt/ diakses pada tanggal 23 Juli 2019.
22 Lihat Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018.
23 Nancy Junita dalam kabar24.bisnis.com, “Pilgub Jabar 2018 : Malam Ini, Pengundian Nomor Peserta”, dalam https://kabar24.bisnis.com/read/20180213/15/738198/pilgub-jabar-2018- malam-ini-pengundian-nomor-peserta diakses pada tanggal 23 Juli 2019.
28
Charliyan mendapatkan nomor urut 2, pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu mendapatkan nomor urut 3, dan terakhir pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi yang mendapatkan nomor urut 4.24
B. Profil Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum
Deklarasi pasangan yang akrab disapa pasangan “Rindu” sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat untuk periode 2018-2023 dilakukan pada tanggal 14 Januari 2018. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Tim Pemenangan Pasangan Rindu, Saan Mustofa, dalam wawancara yang dilakukan pada hari Senin, 8 Januari 2018.25
Untuk lokasi deklarasi pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum mengambil dua tempat yang sekiranya bisa dijadikan pilihan, yakni antara Bandung Convention Center atau Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. Namun, sebelum menentukan tempat deklarasi, pasangan Rindu akan berangkat menuju Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat di Bandung untuk mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada tanggal 9 Januari 2018.26
24 Novianti Nurulliah dalam pikiran-rakyat.com, “Ditetapkan, Ini Nomor Urut Pasangan Calon Pilgub Jabar 2018”, dalam https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/02/13/
ditetapkan-ini-nomor-urut-pasangan-calon-pilgub-jabar-2018-419477 diakses pada tanggal 23 Juli 2019.
25 Sesmawati dalam netralnews.com, “Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Deklarasi Tanggal 14 Januari 2018”, dalam https://www.netralnews.com/news/politik/read/122414/
ridwan.kamil.dan.uu.ruzhanul.ulum.deklar diakses pada tanggal 2 Oktober 2019.
26 Adi Marsiela dalam beritasatu.com, “Pasangan Rindu Pendaftar Pertama di Pilgub Jabar”, dalam https://www.beritasatu.com/nasional/472412/pasangan-rindu-pendaftar-pertama-di- pilgub-jabar diakses pada tanggal 2 Oktober 2019.
29
Sebelum berangkat menuju KPU Jawa Barat, pasangan yang mendapatkan dukungan dari tiga partai koalisi, yakni Partai Nasdem, PKB, dan PPP ini, sebelumnya telah melaksanakan shalat hajat27 bersama para pendukungnya dengan maksud untuk memudahkan langkah mereka dalam memenangkan kontestasi perpolitikan Jawa Barat tersebut.
Sebelum menjadi politisi seperti sekarang ini, Ridwan Kamil memulai pendidikannya sebagai lulusan Institut Teknologi Bandung dengan mengambil gelar Sarjana Teknik. Ridwan Kamil pada awalnya hanya berniat menjadi seorang arsitek yang mana hal tersebut dia buktikan dengan kembali melanjutkan pendidikannya di University of California dengan mengambil gelar Master of Urban Design. Sejak saat itulah, anak dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju Sukaesih ini mulai merintis kariernya sebagai arsitek, hingga pada saatnya pria yang akrab disapa “Kang Emil” ini berhasil menunjukkan tajinya di mata dunia sebagai arsitek yang patut untuk diperhitungkan.
Disaat kariernya sebagai arsitek sedang „melejit‟, pada tahun 2012 Ridwan Kamil mulai mencoba peruntungannya dalam dunia perpolitikan Jawa Barat.
Ridwan Kamil yang pada saat itu tidak mempunyai „basic‟ dalam dunia politik, didaftarkan sebagai calon walikota Bandung mendampingi Oded M. Danial sebagai wakilnya pada tahun 2013 yang lalu. Hingga pada akhirnya pasangan Emil – Oded dapat memenangkan pemilihan walikota Bandung untuk periode 2013-2018.
27 Sesmawati dalam netralnews.com, “Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Deklarasi Tanggal 14 Januari 2018”, dalam https://www.netralnews.com/news/politik/read/122414/
ridwan.kamil.dan.uu.ruzhanul.ulum.deklar diakses pada tanggal 2 Oktober 2019.
30
Di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, kota Bandung secara perlahan mulai ditata kerapihannya sehingga menjadi kota yang sesuai dengan julukannya yakni, Kota Kembang. Dalam memimpin Bandung, Ridwan Kamil lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan juga penataan kota seperti taman-taman kota dan juga infrastruktur jalan yang di desain seindah mungkin.28 Kepemimpinan Ridwan Kamil pada saat itu dapat dikatakan sukses hingga kemudian menaikkan namanya di mata masyarakat Bandung, Jawa Barat, dan juga sekitarnya.
Dalam menuju kontestasi pemilihan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memerlukan sosok pendamping yang sekiranya dapat menemaninya untuk berjuang, bertarung, dan untuk memimpin masyarakat Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum merupakan sosok pendamping tersebut yang dipilih oleh Ridwan Kamil.
Pria yang lahir pada tanggal 10 Mei 1969 ini selain mengenyam pendidikan di sekolah umum, juga mengenyam pendidikan di beberapa pondok pesantren.
Sebut saja Pondok Pesantren Bantar Gebang, Pondok Pesantren Miftahul Huda Ustmaniyah, Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkoneng Salopa, dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya pernah diembannya.
Berangkat dari pondok pesantren, karier Uu berlanjut di kursi DPRD Tasikmalaya setelah sebelumnya mengenyam pendidikan bangku kuliah di Universitas Siliwangi dan pada periode 2004-2009, Uu mulai mengemban tugas yang lebih besar lagi yakni sebagai ketua DPRD Tasikmalaya.
28 https://autobiografi.id/talenta/6ada16c735/ridwan-kamil?page=1 diakses pada tanggal 2 Oktober 2019.
31
Karier politik pria yang mulai bergabung menjadi kader PPP sejak umur 18 tahun ini terus meningkat setelah dirinya dipercaya oleh warga Tasikmalaya untuk memimpin wilayah Tasikmalaya pada periode 2011-2016, bahkan pada periode selanjutnya, Uu kembali dipercaya untuk memimpin Tasikmalaya yang mana pada saat itu, ia merupakan calon tunggal yang terpilih dengan mekanisme pemungutan suara setuju atau tidak setuju.
Selama meniti karier di dunia perpolitikan, telah banyak prestasi yang dicapai oleh Uu Ruzhanul Ulum, dengan total 32 penghargaan di berbagai bidang.
Salah satunya adalah pada tahun 2012, yang mana Uu mendapatkan penghargaan atas komitmen dan dukungannya dalam penyelenggaraan layanan e-KTP. Di bidang pertanian, Uu dianugerahi penghargaan dari Menteri Pertanian atas perannya dalam peningkatan pembangunan di bidang pertanian pada 2014, dan hal ini berlanjut atas dianugerahinya Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI kepada Uu Ruzhanul Ulum.29
Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum maju dalam kontestasi perpolitikan Jawa Barat setelah sebelumnya mendapatkan dukungan dari tiga partai politik koalisi, yakni Nasdem, PPP, dan PKB. Dengan terpenuhinya syarat minimal pengusungan pasangan calon 20 persen dari 100 kursi telah tercapai, pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum mulai melangkah maju dalam kontestasi Pilkada Jabar.
29 Fitrah Ardiansyah dalam pikiran-rakyat.com, “Uu Ruzhanul Ulum, dari Pesantren untuk Kemanfaatan Umat”, dalam https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/01/10/uu-ruzhanul- ulum-dari-pesantren-untuk-kemanfaatan-umat-417558 artikel diakses pada tanggal 2 Oktober 2019.
32
Dengan latar belakang serta pengalaman yang dimiliki, pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum melalui visinya yang diberi tagline “Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”, bertekad untuk menciptakan provinsi Jawa Barat yang maju dalam segala bidang, unggul dalam segala sektor, tanpa menghilangkan nilai-nilai keagamaan dalam diri masyarakat Jawa Barat.
C. Visi, Misi, dan Program Pembangunan
Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum memiliki visi, misi, dan beberapa program pembangunan selama periode 5 tahun masa kepemimpinan mereka (2018-2023) demi “Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”.
1. Visi Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum untuk Jawa Barat.
“Menghadirkan Jawa Barat Juara Lahir Batin yang Memiliki Manusia Beriman, Bahagia dan Berkualitas, Membangun Ekonomi yang Berdaya Saing, Berkelanjutan, dan Merata Sejahtera di Desa maupun Kota, serta Menerapkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik” merupakan visi yang dipilih oleh pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum.30
Setidaknya terdapat 3 hal utama yang ingin disampaikan oleh pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam visi tersebut, yakni :
30 Diah Harni dalam kumparan.com, “Memahami Visi Misi Ridwan Kamil-Uu yang Beri Perhatian ke Pesantren, dalam https://kumparan.com/@kumparannews/memahami-visi-misi- ridwan-kamil-uu-yang-beri- perhatian-ke-pesantren diakses pada tanggal 23 Juli 2019.