• Tidak ada hasil yang ditemukan

Public Relations Politik

Dalam dokumen Oleh : Muhammad Ade Tri Syah Putra (Halaman 22-32)

opini publik maupun citra politik.

Kedua, karya Inri Inggrit Indrayani.8 Jurnal yang mengambil judul

“Mengkaji PR Politik : Sebuah Tinjauan Teoritis dan Empiris” ini berusaha untuk menjelaskan permasalahan PR Politik itu sendiri baik secara teoritis maupun secara empiris dalam usaha untuk mengidentifikasi dirinya dalam bagian dari kajian public relations. Adapun teori yang digunakan dalam jurnal ini adalah teori public relations politik dan teori komunikasi politik. Penelitian ini kemudian menemukan suatu hasil bahwasanya terdapat perbedaan yang cukup signifikan diantara public relations politik dengan komunikasi politik, yaitu terletak pada relationship dan management function.

Ketiga, karya George Towar Ikbal Tawakkal.9 Tesis yang mengambil judul

“Peran Partai Politik dalam Mobilisasi Pemilih : Studi Kegagalan Parpol pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Demak 2009” ini berusaha menjelaskan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Demak perihal perubahan sistem pemilu yang mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 2009. Perubahan ini agaknya membawa dampak pada perubahan perilaku para aktor serta adanya mobilisasi pemilih yang dilakukan aktor itu sendiri. Adapun teori yang digunakan dalam Kegagalan Parpol pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Demak 2009”, (Semarang: Tesis Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Program Pascasarjana 2009), hal. 6 http://davidefendi.staff.umy.

ac.id.

11

digunakan dalam tesis ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dalam menentukan partai politik yang menjadi obyek penelitian. Penelitian ini selanjutnya menemukan beberapa temuan yang mana salah satunya adalah bentuk-bentuk mobilisasi yang digunakan oleh setiap caleg terbagi dua kriteria, yakni melalui hubungan emosional, dan bantuan-bantuan.

Keempat, karya Baharuddin.10 Tesis yang mengambil judul “Optimalisasi Peran Partai Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilu Legislatif Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, Studi Kalimantan Barat” ini berusaha untuk menjelaskan permasalahan rendahnya partisipasi politik masyarakat dalam pemilu legislatif yang diselenggarakan di Kalimantan Barat yang disebabkan gagalnya optimalisasi peran yang dilakukan oleh partai politik. Tesis yang menggunakan metode penelitian hukum normatif ini juga menggunakan teori partai politik dan teori partisipasi politik. Dari penelitiannya ini, terdapat beberapa temuan-temuan yang mana diantaranya yaitu dengan adanya egosentris, arogansi partai politik serta rendahnya pendidikan politik memberikan anggapan bahwasanya partai politik belum optimal dalam menjalankan perannya untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat Kalimantan Barat.

Kelima, karya Rizki Ahmad Zainuri.11 Skripsi yang berjudul “Strategi Public Relations Politik Pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief pada

10 Baharuddin, “Optimalisasi Peran Partai Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilu Legislatif Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (Studi di Kalimantan Barat), (Kalimantan Barat: Tesis Studi Ilmu Politik), hal. 2 https://media.neliti.com.

11 Rizki Ahmad Zainuri, “Strategi Public Relations Politik Pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief Pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Provinsi Banten 2017”, (Tangerang:

12

Pemilihan Kepala Daerah Serentak Provinsi Banten tahun 2017” ini sekiranya berusaha untuk menjelaskan permasalahan mengenai penerapan strategi public relations politik yang digunakan oleh pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi dan teori public relations politik. Penelitian ini kemudian menemukan bahwasanya pasangan ini mempunyai kelebihan dalam penggunaan pendekatan Paradigma Grunigian yang kuat, akan tetapi pasangan ini kiranya terlambat dalam menghalau isu komunis yang menerpa Rano Karno.

Terdapat beberapa perbedaan fokus permasalahan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian ini. Pada penelitian Pertama, fokus permasalahannya adalah bagaimana pengimplementasian dari Public Relations politik itu sendiri di era demokrasi sekarang ini, sedangkan penelitian ini lebih fokus terhadap satu permasalahan dan tidak terlalu umum yakni dengan hanya mengambil studi kasus pada Pemilihan Gubernur Jabar tahun 2018.

Pada penelitian Kedua, dalam segi fokus permasalahan, penelitian karya Inri Inggrit Indyrani ini lebih berusaha menjelaskan PR Politik itu sendiri dari segi teoritis maupun empiris, sedangkan penelitian ini lebih fokus terhadap pengimplementasian dari PR Politik itu sendiri.

Pada penelitian Ketiga, fokus permasalahannya adalah lebih kepada usaha dalam melihat reaksi yang diberikan oleh Partai Politik dalam menanggapi perubahan sistem pemilu yang dipakai pada pemilu 2009, sedangkan penelitian ini

Skripsi Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Sarjana Sosial 2017), hal. 1-10.

13

lebih fokus terhadap peran Partai Politik yakni PPP, PKB, dan Nasdem pada pemenangan pasangan “Rindu” dalam Pilgub Jabar di Kabupaten Sumedang.

Pada penelitian Keempat, fokus permasalahannya adalah lebih kepada usaha untuk melihat bagaimana peran Partai Politik di Kalimantan Barat dalam sebuah upaya untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai politik, sedangkan penelitian ini lebih fokus kepada peran partai politik pengusung yakni, PPP, PKB, dan Nasdem dalam mengimplementasikan Public Relations Politik terhadap pemenangan pasangan

“Rindu” dalam Pilgub Jabar di Kabupaten Sumedang.

Pada penelitian Kelima, fokus permasalahannya adalah dengan mengambil studi kasus pada Pemilihan Gubernur yang dilakukan di Provinsi Banten pada tahun 2017 yang lalu, sedangkan penelitian ini mengambil studi kasus pada Pemilihan Gubernur yang dilakukan di Provinsi Jawa Barat tahun 2018, selain itu penelitian ini mengambil teori Partai Politik disamping teori Public Relations Politik.

E. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang berarti jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya dan bertujuan mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami

14

dengan menempatkan diri sebagai instrumen kunci dari penelitian ini.12 Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan berdasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, hasil yang dijelaskan lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Kedua, adanya interaksi langsung antara peneliti dan informan yang membuat hubungan diantara kedua belah pihak menjadi lebih dalam.

2. Teknik Pengumpulan Data

Setelah sumber data telah didapatkan, maka langkah selanjutnya yang harus peneliti lewati adalah menentukan bagaimana teknik pengumpulan datanya.

Dalam penelitian kualitatif ini, terdapat banyak cara supaya peneliti dapat memperoleh data yang akan mereka ambil, yaitu13 :

a. Wawancara

Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang seringkali digunakan oleh peneliti yang menggunakan metode kualitatif di dalam penelitiannya. Wawancara sendiri memiliki arti yaitu sebuah bentuk komunikasi yang melibatkan dua orang yang biasanya terdiri dari pewawancara dan informan. Dalam penelitian ini, peneliti sudah mewawancarai tim sukses dari Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum yang berasal dari partai politik pengusung, pengamat ataupun akademisi politik dan kemudian selanjutnya peneliti telah menganalisis pendekatan public relations politik apa yang paling dominan digunakan.

12 Eko Sugiarto, Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis, (Yogyakarta:

Suaka Media, 2015), hal. 8.

13 I Wayan Suwendra, Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan, (Bali: Nilacakra Publishing House, Agustus 2018), hal. 55-66.

15 b. Dokumentasi

Dokumentasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang akan digunakan oleh peneliti di dalam penelitian ini. Dokumentasi pada umumnya dapat berbentuk buku, jurnal, ataupun aktivitas kampanye yang dilakukan oleh pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum dalam Pilgub Jabar tahun 2018.

3. Teknik Analisis Data

Pada bagian teknik analisis data, peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dikarenakan dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat memberikan penggambaran objek secara tepat supaya tidak terlalu banyak membuang waktu.

Data yang disajikan pun disusun dalam bentuk naratif sehingga lebih cepat dalam penarikan kesimpulan. Proses ini terdiri dari tiga bagian yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan14 :

a. Reduksi data diartikan sebagai suatu proses pemilihan ataupun pemusatan perhatian yang mana hal tersebut muncul berdasarkan catatan-catatan tertulis yang ada di lapangan. Kegiatan reduksi itu sendiri terdiri dari beberapa tahap seperti, membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, serta menulis memo.

b. Penyajian data diartikan sebagai sekumpulan informasi yang tersusun dan memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan serta pengambilan tindakan. Penyajian data ditampilkan dalam bentuk teks

14 Ariesto Hadi Sutopo & Adrianus Arif, Terampil Mengolah Data Kualitatif dengan NVIVO, (Jakarta: Prenada Media Group, 2010), hal 7-10.

16

naratif yang menggabungkan berbagai informasi yang tersusun secara sistematis.

c. Penarikan kesimpulan merupakan tahapan terakhir yang peneliti gunakan dalam menganalisis data. Akhir dari kesimpulan ini bergantung pada besarnya kumpulan-kumpulan catatan lapangan yang telah peneliti dapatkan sebelumnya.

F. Sistematika Penulisan

Dalam pemaparan hasil penelitian, peneliti membaginya ke dalam beberapa bab yang terdiri dari lima bab. Adapun sistematika dari penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Bab I adalah pendahuluan. Bab ini membahas pokok permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tersebut. Pada bab ini juga dijelaskan tentang tujuan dan manfaat, beberapa literature review, dengan metode dan sistematika penulisan terkait public relations politik dan partai politik dalam konteks pemilihan umum.

Bab II adalah kerangka teoretis. Dalam bab ini dijelaskan teori public relations politik dan partai politik yang menjadi landasan dari penelitian yang peneliti gunakan dalam menjawab permasalahan penelitian.

Bab III adalah gambaran umum Pemilihan Gubernur Jawa Barat serta profil dari Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Selain daripada itu, peneliti juga

17

membahas mengenai visi dan misi dari pasangan “Rindu” ini serta beberapa program pembangunan yang telah direncanakan oleh mereka.

Bab IV adalah temuan dan analisis. Dalam bab ini, peneliti memberikan temuan-temuan dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yang kemudian peneliti analisis tentang bagaimana strategi public relations politik yang dilakukan oleh partai PPP, PKB, dan Nasdem dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum serta peran dari masing-masing partai politik pengusung tersebut.

Bab V adalah kesimpulan. Sebuah kesimpulan umumnya diperlukan agar para pembaca dapat lebih mudah memahami isi dari penelitian ini. Selain untuk memudahkan pembaca, di dalam kesimpulan ini peneliti juga memberikan sedikit masukan serta saran yang harus dilakukan oleh para elite politik apabila ingin menerapkan strategi public relations politik dengan semestinya.

18 BAB II

KERANGKA TEORETIS

Sekiranya dalam menyusun penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori yang berupaya untuk menjelaskan pokok permasalahan yang sebelumnya sudah dipaparkan di dalam pertanyaan penelitian. Ada sekiranya dua teori yang peneliti bahas di dalam penelitian ini, yaitu teori public relations politik dan teori partai politik. Untuk menjelaskan kedua teori tersebut, peneliti mengambilnya dari beberapa literature yang sekiranya berkaitan dan cukup untuk menjelaskan kedua teori tersebut.

A. Public Relations Politik

1. Definisi

Dewasa ini, public relations politik merupakan sebuah cara yang seringkali digunakan oleh para elite politik dalam membentuk sebuah citra positif demi menarik simpati dari rakyat. Berbeda dengan propaganda, agitasi, maupun iklan politik yang umumnya menggunakan komunikasi satu arah, public relations politik lebih mengutamakan komunikasi dua arah yang mana hal ini berarti public relations politik lebih menghargai masukan serta pendapat yang umumnya hadir dari suara rakyat.

Dalam menjalankan prakteknya, public relations politik dengan periklanan politik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling keterkaitan satu dengan yang lainnya. Bila periklanan politik merupakan bentuk dari hard selling, public relations politik lebih berupa soft selling. Artinya adalah, periklanan politik

19

ini umumnya selalu berbicara tentang sebuah produk atau merek tertentu, sementara public relations politik dapat memfokuskan diri dengan kesan umum yang akan dicapai.15

2. Tujuan

Kegiatan public relations politik semata-mata dilakukan bukan tanpa maksud dan tujuan tertentu. Sekiranya terdapat beberapa tujuan utama yang ingin dicapai oleh public relations politik itu sendiri selain daripada tujuan utamanya yakni untuk memperoleh dukungan politik dari berbagai pihak seperti dari publik internal maupun eksternal.

Pertama, public relations politik secara jelas akan berusaha untuk mendapatkan beberapa penemuan maupun penyimpulan yang berasal dari rekomendasi atas sejumlah isu yang sedang berkembang.

Kedua, setelah mengetahui apa-apa saja isu yang sedang berkembang, selanjutnya public relations politik akan membuat sebuah komunikasi yang dapat menghubungkan organisasi dengan pihak eksternal agar dapat menciptakan kesepahaman pemikiran serta memperoleh simpati dan dukungan dari pihak eksternal tersebut.

Ketiga, setelah tercapainya suatu kesepahaman pemikiran, maka public relations politik ini akan membuat seluruh komponen serta sumber daya politik

15 Ilyas Lampe, “Konsep dan Aplikasi Public Relations Politik Pada Kontestasi Politik di Era Demokrasi (Pemilihan Langsung)”, hal. 478, https://media.neliti.com.

20

dari organisasi tersebut menjadi solid supaya nantinya dapat mewujudkan tujuan dari organisasi tersebut.16

Dalam dokumen Oleh : Muhammad Ade Tri Syah Putra (Halaman 22-32)