HASIL PENELITIAN
4.2. Analisis Univariat
4.2.3. Pendidikan dalam Keluarga
Pendidikan dalam keluarga siswa dalam penelitian ini diukur dengan beberapa indikator yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu: agama, moral, demokrasi, sosial, pendidikan seks. Pendidikan dalam keluarga siswa yang menyangkut pendidikan agama dalam penelitian ini diukur dengan beberapa indikator seperti pertanyaan (1), Shalat lima waktu akan melindungi kita dari perbuatan yang merugikan diri dan orang lain. Responden yang menjawab ya 81 orang (90,0%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 9 orang (10,0%). Pertanyaan (2), Mempelajari, memahami dan mentaati ajaran agama dengan Ya akan membentuk kepribadian yang baik. Responden yang menjawab Ya sebanyak 58 orang (64,4%) sedangkan responden yang menyatakan Tidak sebanyak 32 orang (35,6%). Pertanyaan (3) Shalat lima waktu merupakan tanggung jawab yang tidak boleh di lupakan jika sudah sampai masa baliq, responden yang menjawab Ya sebanyak 46 orang (51,1%) sedangkan responden yang menjawab Tidak sebanyak 44 orang (48,9%). Pertanyaan
(4) Penting bagi orang tua untuk mengajarkan beberapa kewajiban pokok dalam agama bila remaja sudah akil baliq, responden yang menjawab Ya sebanyak 43 orang (47,8%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 47 orang (52,2%). Pertanyaan (5) Ajaran dalam Agama mengatur tentang tata cara pergaulan pasangan yang bukan muhrimnya, responden yang menjawab Ya 43 orang (47,8%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 47 orang (52,2%).
Jawaban responden mengenai pertanyaan tentang pendidikan agama dalam keluarga siswa SMA Negeri 2 Peusangan Matangglumpang Dua Kabupaten Bireuen dapat dilihat pada Tabel 4.14. berikut ini:
Tabel 4.14. Distribusi Responden tentang Rendidikan Agama dalam Keluarga
No Keterangan Ya Tidak Total
n % n % n %
1. Shalat lima waktu akan melindungi kita dari perbuatan yang merugikan diri dan orang lain
81 90,0 9 10,0 90 100
2. Mempelajari, memahami dan mentaati ajaran agama dengan Ya akan membentuk kepribadian yang baik
58 64,4 32 35,6 90 100
3. Shalat lima waktu merupakan tanggung jawab yang tidak boleh di lupakan jika sudah sampai masa baliq
46 51,1 44 48,9 90 100
4. Penting bagi orang tua untuk mengajarkan beberapa kewajiban pokok dalam agama bila remaja sudah akil baliq
43 47,8 47 52,2 90 100
5. Ajaran dalam Agama mengatur tentang tata cara pergaulan pasangan yang bukan muhrimnya
43 47,8 47 52,2 90 100
Hasil pengukuran Responden tentang pendidikan agama dalam keluarga kemudian dikategorikan dan ditemukan 44 orang (48,9%) responden mendapatkan pendidikan agama dalam keluarga dengan baik, selebihnya tidak mendapatkan pendidikan agama dalam keluarga dengan baik, seperti pada tabel berikut:
Tabel 4.15. Distribusi Responden tentang Pendidikan Agama dalam Keluarga Responden
Lingkungan n %
a. Baik 44 48,9
b. Tidak Baik 46 51,1
Jumlah 90 100,00
Pendidikan dalam keluarga siswa yang menyangkut pendidikan moral dalam penelitian ini diukur dengan beberapa indikator seperti pertanyaan (1), Saling menyapa terutama dalam keluarga dapat menciptakan keakraban dan suasana yang nyaman. Responden yang menjawab ya sebanyak 82 orang (91,1%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 8 orang (8,9%). Pertanyaan (2), Saling menghargai penting diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Responden yang menjawab Ya sebanyak 70 orang (77,8%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 20 orang (22,2%). Pertanyaan (3) Sikap atau perilaku yang menyimpang dari norma-norma kehidupan, baik dalam keluarga atau lingkungan masyarakat perlu Perlu ditegur dengan dengan cara yang lembut dan sopan, responden yang menjawab Ya sebanyak 52 orang (57,8%) sedangkan responden yang menjawab Tidak sebanyak 38 orang (42,2%). Pertanyaan (4) Orang tua akan mengingatkan jika ada dari anggota keluarga yang melanggar norma yang telah ditetap dalam keluarga, responden yang
menjawab Ya sebanyak 53 orang (58,9%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 37 orang (41,1%). Pertanyaan (5) Orang tua perlu menerapkan kedisiplinan dalam keluarga, responden yang menjawab Ya sebanyak 50 orang (55,5%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 40 orang (44,4%).
Jawaban responden mengenai pertanyaan pendidikan moral dalam keluarga siswa SMA Negeri 2 Peusangan Matangglumpang Dua Kabupaten Bireuen dapat dilihat pada Tabel 4.16. berikut ini:
Tabel 4.16. Distribusi Pendidikan Moral dalam Keluarga
No Keterangan Ya Tidak Total
n % n % n %
1. Saling menyapa terutama dalam keluarga dapat menciptakan keakraban dan suasana yang nyaman
82 91,1 8 8,9 90 100
2. Saling menghargai penting diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat
70 77,8 20 22,2 90 100
3. Sikap atau perilaku yang menyimpang dari norma-norma kehidupan, baik dalam keluarga atau lingkungan masyarakat perlu Perlu ditegur dengan dengan cara yang lembut dan sopan
52 57,8 38 42,2 90 100
4. Orang tua akan mengingatkan jika ada dari anggota keluarga yang melanggar norma yang telah ditetap dalam keluarga
53 58,9 37 41,1 90 100
5. Orang tua perlu menerapkan kedisiplinan dalam keluarga
50 55,6 40 44,4 90 100
Hasil pengukuran pendidikan moral dalam keluarga kemudian dikategorikan dan ditemukan 40 orang (44,4%) responden mensapatkan pendidikan moral dalam
keluarga dengan baik, selebihnya tidak mendapatkan pendidikan moral dalam keluarga dengan baik, seperti pada tabel berikut:
Tabel 4.17. Distribusi Pendidikan Moral dalam Keluarga
Lingkungan n %
a. Baik 40 44,4
b. Tidak Baik 50 55,6
Jumlah 90 100,00
Pendidikan dalam keluarga siswa yang menyangkut demokrasi dalam penelitian ini diukur dengan beberapa indikator seperti pertanyaan (1), Orang tua perlu melibatkan anggota keluarga dalam mengambil Sebuah keputusan. Responden yang menjawab ya sebanyak 80 orang (88,9%) sedangkan responden yang menjawab Tidak sebanyak 10 orang (11,1%). Pertanyaan (2), Kebersamaan perlu diterapkan dalam keluarga. Responden yang menjawab Ya sebanyak 59 orang (65,6%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 31 orang (34,4%). Pertanyaan (3) Keputusan yang bijaksana dalam keluarga diambil berdasarkan mufakat, responden yang menjawab Ya sebanyak 50 orang (55,6%) sedangkan responden yang menjawab Tidak sebanyak 40 orang (44,4%). Pertanyaan (4) Mufakat dalam keluarga akan menciptakan keharmonisan, responden yang menjawab Ya sebanyak 54 orang (60,0%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 36 orang (40,0%). Pertanyaan (5) Anak perlu mendapatkan kesempatan dalam keluarga untuk mengemukakan pendapat, responden yang menjawab Ya sebanyak 35 orang (38,9%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 55 orang (61,1%).
Jawaban responden mengenai pertanyaan pendidikan demokrasi dalam keluarga siswa SMA Negeri 2 Peusangan Matangglumpang Dua Kabupaten Bireuen dapat dilihat pada Tabel 4.18. berikut ini:
Tabel 4.18. Distribusi Pendidikan Demokrasi dalam Keluarga
No Keterangan Ya Tidak Total
n % n % n %
1.
Orang tua perlu melibatkan anggota keluarga dalam mengambilSebuah keputusan
80 88,9 10 11,1 90 100 2. Kebersamaan perlu diterapkan dalam
keluarga 59 65,6 31 34,4 90 100
3.
Keputusan yang bijaksana dalam keluarga diambil berdasarkan mufakat
50 55,6 40 44,4 90 100 4. Mufakat dalam keluarga akan
menciptakan keharmonisan 54 60,0 36 40,0 90 100 5.
Anak perlu mendapatkan kesempatan dalam keluarga untuk
mengemukakan pendapat
35 38,9 55 61,1 90 100
Hasil pengukuran pendidikan demokrasi dalam keluarga kemudian dikategorikan dan ditemukan 48 orang (53,3%) responden mendapatkan pendidikan tentang demokrasi dalam keluarga dengan baik, sedangkan selebihnya tidak mendapatkan pendidikan tentang demokrasi dalam keluarag dengan baik, seperti pada tabel berikut:
Tabel 4.19. Distribusi Pendidikan Demokrasi dalam Keluarga
Lingkungan n %
a. Baik 48 53,3
b. Tidak Baik 42 46,7
Jumlah 90 100,00
Pendidikan dalam keluarga siswa yang menyangkut sosial dalam penelitian ini diukur dengan beberapa indikator seperti pertanyaan (1), Anak perlu mendapatkan pengawasan dari keluarga dalam interaksi dengan lingkungan. Responden yang menjawab ya sebanyak 77 orang (85,6%) sedangkan responden yang menjawab Tidak sebanyak 13 orang (14,4%). Pertanyaan (2), Orang tua perlu memberikan bimbingan pada remaja dalam kegiatan organisasi di lingkungan msyarakat.
Responden yang menjawab Ya sebanyak 53 orang (58,9%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 37 orang (41,1%). Pertanyaan (3) Keluarga perlu menanamkan rasa simpati dan empati pada anggotan keluarga dengan lingkungan, responden yang menjawab Ya sebanyak 42 orang (46,7%) sedangkan responden yang menjawab Tidak sebanyak 48 orang (53,3%). Pertanyaan (4) Remaja perlu mendapatkan dukungan keluarga dalam interaksi dengan lingkungan yang bersifat membangun, responden yang menjawab Ya sebanyak 48 orang (53,3%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 42 orang (46,7%). Pertanyaan (5) Sikap saling menolong sesama perlu di mulai dari keluarga, responden yang menjawab Ya 31 orang (34,4%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 59 orang (65,6%).
Jawaban responden mengenai pertanyaan pendidikan sosial dalam keluarga siswa SMA Negeri 2 Peusangan Matangglumpang Dua Kabupaten Bireuen dapat dilihat pada Tabel 4.20 berikut ini:
Tabel 4.20. Distribusi Pendidikan Sosial dalam Keluarga
No Keterangan Ya Tidak Total
n % N % n %
1. Anak perlu mendapatkan pengawasan dari keluarga dalam interaksi dengan lingkungan
77 85,6 13 14,4 90 100
2. Orang tua perlu memberikan bimbingan pada remaja dalam kegiatan organisasi di lingkungan msyarakat
53 58,9 37 41,1 90 100
3. Keluarga perlu menanamkan rasa simpati dan empati pada anggotan keluarga dengan lingkungan
42 46,7 48 53,3 90 100
4. Remaja perlu mendapatkan dukungan keluarga dalam interaksi dengan lingkungan yang bersifat membangun
48 53,3 42 46,7 90 100
5. Sikap saling menolong sesama perlu di mulai dari keluarga
31 34,4 59 65,6 90 100
Hasil pengukuran pendidikan sosial dalam keluarga kemudian dikategorikan dan ditemukan 33 orang (36,7%) responden mendapatkan pendidikan tentang sosial dalam keluarga dengan baik, sedangkan selebihnya tidak mendapatkan pendidikan tentang sosial dalam keluarga dengan baik, seperti pada tabel berikut:
Tabel 4.21. Distribusi Pendidikan Sosial dalam Keluarga
Lingkungan n %
a. Baik 33 36,7
b. Tidak Baik 57 63,3
Jumlah 90 100,00
Pendidikan dalam keluarga siswa yang menyangkut pendidikan seks dalam penelitian ini diukur dengan beberapa indikator seperti pertanyaan (1), Orang tua perlu memberikan pendidikan sek pada remaja. Responden yang menjawab ya sebanyak sebanyak 82 orang (91,1%) sedangkan responden yang menyatakan Tidak
sebanyak 8 (8,9%). Pertanyaan (2), Remaja perlu mendapatkan pendidikan pengetahuan tentang resiko dari hubungan sek bebas. Responden yang menjawab Ya sebanyak 64 orang (71,1%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 26 orang (28,9%). Pertanyaan (3) Remaja penting mendapat pengetahuan tentang ciri – ciri dari akil baliq wanita dan laki - laki, responden yang menjawab Ya sebanyak 57 orang (63,3%) sedangkan responden yang menjawab Tidak sebanyak 33 orang (36,7%). Pertanyaan (4) Orang tua berkewajiban menyampaikan ciri – ciri dari akil balig wanita dan laki – laki serta resiko bila melakukan hubungan sek bebas, responden yang menjawab Ya 57 orang (63,3%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 33 orang (36,7%). (5) Guna menghindari prilaku sek bebas,orang tua perlu menyeleksi pendidikan sek yang didapatkan dari media dan lingkungan oleh remaja, responden yang menjawab 44 orang (48,9%), sedangkan yang menyatakan Tidak sebanyak 46 orang (51,1%).
Jawaban responden mengenai pertanyaan pendidikan seks dalam keluarga siswa SMA Negeri 2 Peusangan Matangglumpang Dua Kabupaten Bireuen dapat dilihat pada Tabel 4.22. berikut ini:
Tabel 4.22. Distribusi Pendidikan Seks dalam Keluarga
No Keterangan Ya Tidak Total
N % N % n %
1. Orang tua perlu memberikan pendidikan sek pada remaja
82 91,1 8 8,9 90 100 2. Remaja perlu mendapatkan
pendidikan pengetahuan tentang resiko dari hubungan sek bebas
64 71,1 26 28,9 90 100
Tabel 4.22 (Lanjutan) 3. Remaja penting mendapat
pengetahuan tentang ciri – ciri dari akil baliq wanita dan laki – laki
57 63,3 33 36,7 90 100
4. Orang tua berkewajiban
menyampaikan ciri – ciri dari akil balig wanita dan laki – laki serta resiko bila melakukan hubungan sek bebas
57 63,3 33 36,7 90 100
5. Guna menghindari prilaku sek bebas,orang tua perlu menyeleksi pendidikan sek yang didapatkan dari media dan lingkungan oleh remaja
44 48,9 46 51,1 90 100
Hasil pengukuran pendidikan sek dalam keluarga kemudian dikategorikan dan ditemukan 41 orang (45,6%) responden mendapatkan pendidikan tentang seks dalam keluarga dengan baik, sedangkan selebihnya tidak mendapatkan pendidikan tentang seks dalam keluarag dengan baik, seperti pada tabel berikut:
Jawaban responden mengenai pertanyaan pendidikan seks dalam keluarga siswa SMA Negeri 2 Peusangan Matangglumpang Dua Kabupaten Bireuen dapat dilihat pada Tabel 4.23. berikut ini:
Tabel 4.23. Distribusi Pendidikan Seks dalam Keluarga
Lingkungan n %
a. Baik 41 45,6
b. Tidak Baik 49 54,4
Jumlah 90 100,00
4.3. Bivariat
4.3.1. Analisis Bivariat Pengetahuan tentang Hukum Syariat Mesum