• Tidak ada hasil yang ditemukan

II.3. ASPEK PELAYANAN UMUM

II.3.1. FOKUS LAYANAN URUSAN WAJIB

II.3.1.1. PENDIDIKAN

II.3.1.1.1. RASIO KETERSEDIAAN SEKOLAH PER PENDUDUK USIA SEKOLAH

Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu sekolah untuk menampung penduduk usia sekolah. Rasio ini membandingkan jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan.

Rasio ketersediaan sekolah di Kota Bogor pada selang waktu tahun 2009 hingga tahun 2013 pada jenjang pendidikan SD/MI maupun untuk jenjang SMP/MTs mengalami fluktuasi. Seperti tersaji pada Tabel II. 49 rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang SD/Mi pada tahun 2009 sebesar 287,67;

kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2010 menajdi 311,51; akan tetapi terjadi penurunan di tahun 2011 dan tahun 2012 menjadi 309,37 untuk tahun 2011 dan 307,55 di tahun 2012; dan mengalami kenaikan di tahun 2013 menjadi 316,86; yang artinya bahwa satu sekolah SD/MI menampung 252 siswa. Fluktuasi yang terjadi pada rasio ketersediaan sekolah untuk tingkat SD yaitu karena peningkatan jumlah penduduk sekolah dasar (usia 7-12 tahun) yang tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah gedung sekolah.

Rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang SMP/MTs juga mengalami fluktuasi, yaitu pada tahun 2009 sebesar 326,29; kemudian terjadi peningkatan di tahun 2010 menjadi 354,53; akan tetapi terjadi penurunan di tahun 2011 dan 2012 menjadi 350,20 di tahun 2011 dan 345,50 di tahun 2012; kemudian terjadi kenaikan yang cukup besar di tahun 2013 menjadi 411,59; angka ini artinya bahwa satu sekolah SMP/Mts dapat menampung 411 siswa. Peningkatan jumlah penduduk sekolah (usia 13-15 tahun) tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah SMP/MI sehingga menyebabkan rasio ketersediaan sekolah terutama di tahun 2013 begitu tinggi.

Pada jenjang pendidikan SMA/MA rasio ketersediaan sekolah terus mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2009 sebesar 631,49; pada tahun 2010 menjadi 611,76; terjadi penurunan di tahun 2011 menjadi 593,22; di

65

tahun 2012 menjadi 593,22; dan terus mengalami penurunan di tahun 2013 hingga menjadi 493,71; angka ini berarti bahwa satu sekolah SMA/MA dapat menampung 494 siswa. Penurunan yang terjadi pada rasio ketersediaan sekolah di Kota Bogor pada selang waktu tahun 2009 hingga tahun 2013 dikarenakan adanya peningkatan jumlah sekolah SMA/MA setiap tahunnya.

Tabel II. 49 Rasio Ketersediaan Sekolah Kota Bogor Tahun 2009-2013 NO JENJANG PENDIDIKAN 2009 2010 2011 2012 2013 1 SD/MI

1.1. Jumlah gedung sekolah 341 338 340 342 343

1.2. jumlah penduduk kelompok

usia 7-12 tahun 98.096 105.289 105.185 105.185 108.684

1.3. Rasio 287,67 311,51 309,37 307,55 316,86

2 SMP/MTs

2.1. Jumlah gedung sekolah 146 144 147 149 149

2.2. Jumlah penduduk kelompok

usia 13-15 tahun 47.639 51.053 51.480 51.480 61.327

2.3. Rasio 326,29 354,53 350,20 345,50 411,59

3 SMA/MA

3.1 Jumlah gedung sekolah 124 128 132 132 138

3.2 Jumlah penduduk kelompok

usia 16-19 tahun 78.305 78.305 78.305 78.305 68.132

3.3 Rasio 631,49 611,76 593,22 593,22 493,71

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Bogor, 2013

Seperti tersaji pada Tabel II. 49 kecamatan yang memiliki rasio ketersediaan sekolah tertinggi untuk jenjang pendidikan SD/MI, yaitu Kecamatan Tanah Sareal dengan rasio 354,58; yang artinya satu sekolah SD/MI menampung 354 siswa. Untuk jenjang pendidikan SMP/MTs rasio ketersediaan sekolah tertinggi terdapat di Kecamatan Bogor Utara dengan rasio sebesar 528,72; angka ini berarti satu sekolah SMP/MTs menampung 529 siswa. Untuk jenjang pendidikan SMA/MA rasio ketersediaan sekolah tertinggi terdapat di Kecamatan Tanah Sareal dengan rasio sebesar 638,05 yang artinya satu sekolah SMA/MA menampung 638 siswa. Salah satu penyebab utama yang menjadikan Kecamatan Tanah Sareal dan Kecamatan Bogor Utara memiliki rasio ketersediaan sekolah tertinggi untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA adalah jumlah penduduk yang tinggi dengan tidak diimbangi oleh jumlah gedung sekolah yang memadai.

Tabel II. 50 Rasio Ketersediaan Sekolah per kecamatan Kota Bogor Tahun 2013

NO KECAMATAN

SD/MI SMP/MTS SMA/MA

JUMLAH GEDUNG SEKOLAH

JUMLAH PENDUDU

K USIA 7-12 TH

RASIO

JUMLA GEDUNH SEKOLG

AH

JUMLAH PENDUD UK USIA 13-15

TH

RASIO JUMLAH GEDUNG SEKOLA H

JUMLA PENDUH USIADUK 16-19 TH

RASIO

1 BOGOR BARAT

72 23.125 321,18 28 10.900 389,28 28 14.260 509,29

2 BOGOR TIMUR

39 10.902 279,54 12 5.316 443,00 19 6.926 364,53

3 BOGOR UTARA

51 19.470 38,18 18 9.517 528,72 24 12.115 504,79

4 BOGOR SELATAN

65 22.612 347.88 32 11.044 345,13 23 13.843 601,87

5 BOGOR TENGAH

54 10.591 196.13 28 5.164 184,43 22 6.951 315,95

6 TANAH SAREAL

62 21.984 354.58 31 10.690 34,48 22 14.037 638,05

Jumlah 343 108.684 316.86 149 52.631 353,23 138 68.132 493,71

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Bogor, 2013

66 II.3.1.1.2. RASIO GURU : MURID

Rasio guru dan murid merupakan perbandingan antara jumlah guru dan murid pada suatu jenjang tertentu. Rasio guru murid ini dapat menggambarkan beban tanggungan yang harus dijalani oleh seorang guru pada suatu daerah. Rasio ini juga dapat mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar juga mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran. Semakin kecil nilai rasionya, maka akan semakin kecil juga beban tanggungan seorang guru. Sebaliknya semakin besar nilai rasionya, maka akan semakin besar juga beban tanggungan seorang guru diduga akan semakin berkurang pengawasan/perhatian guru terhadap murid sehingga kualitas pengajaran akan cenderung semakin rendah.

Selama kurun waktu tahun 2009 hingga tahun 2013 rasio guru terhadap murid untuk jenjang pendidikan SD/MI mengalami turun naik. Dari rasio sebesar 23,38 pada tahun 2009; terjadi kenaikan di tahun 2010 menjadi 23,97; kemudian terjadi penurunan di tahun 2011 menjadi 22,02; kemudian terjadi kenaikan di tahun 2012 menjadi 23,70; hingga turun kembali di tahun 2013 menjadi 23,08. Angka ini mengartikan bahwa satu guru mengajar 23 siswa SD. Tidak stabilnya jumlah guru maupun jumlah murid SD/MI menyebabkan tidak stabilnya pula rasio guru terhadap murid untuk jenjang pendidikan SD/MI di Kota Bogor pada selang waktu tahun 2009 hingga tahun 2013.

Rasio guru terhadap murid untuk jenjang pendidikan SMP/MTs pada selang waktu tahun 2009 hingga tahun 2012 terus mengalami kenaikan. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2009 rasio guru terhadap murid sebesar 13,75;

mengalami kenaikan di tahun 2010 menjadi 14,57; kemudian kembali naik di tahun 2011 menjadi 15,46; naik kembali di tahun 2012 menjadi 15,99; hingga tahun 2013 kembali mengalami kenaikan menjadi 17,11. Angka ini menunjukan bahwa satu guru mengajar 17 siswa SMP/MTs. Salah satu penyebab rasio guru terhadap murid pada jenjang pendidkan SMP/MTs terus mengalami kenaikan di Kota Bogor pada selang waktu tahun 2009 hingga tahun 2013, yaitu jumlah murid yang terus meningkat setiap tahunnya yang tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah guru.

Untuk jenjang pendidikan SMA/MA rasio guru terhadap murid terus mengalami perubahan pada tahun 2009 hingga tahun 2013. Dimana rasio guru terhadap murid sebesar 13 pada tahun 2009 dan 2011, sedangkan rasio guru dan murid sebesar 14 terjadi di tahun 2010, 2012, dan 2013. Pada tahun 2013 rasio guru terhadap murid sebesar 14, artinya bahwa satu guru mengajar 14 siswa SMA/MA. Perubahan yang terjadi pada rasio guru terhadap murid untuk jenjang pendidikan SMA/MA dikarenakan selain oleh terjadinya perubahan jumlah murid setiap tahunnya juga oleh perubahan jumlah guru setiap tahunnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota, bahwa setiap SD/MI tersedia satu orang guru untuk setiap 32 peserta dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang, maka rasio guru terhadap murid di Kota Bogor masih dapat dikatakan ideal.

Tabel II. 51 Rasio Guru terhadap Murid Kota Bogor Tahun 2009-2013 NO JENJANG PENDIDIKAN 2009 2010 2011 2012 2013

1 SD/MI

1.1. Jumlah Guru 5.060 4.804 5.176 5.292 5.386

1.2. Jumlah Murid 118.305 115.176 113.955 125.452 124.339

1.3. Rasio 1 : 23,38 1 : 23,97 1 : 22,02 1 : 23,70 1 : 23,08

2 SMP/MTs

67

2.1. Jumlah Guru 3.642 3.458 3496 3.431 3.218

2.2. Jumlah Murid 50.086 50.415 54.063 54.876 55.086

2.3. Rasio 1 : 13,75 1 : 14,57 1 : 15,46 1 : 15,99 1 : 17.11

3 SMA/MA

3.1 Jumlah Guru 4.183 4.057 4.350 4.347 4.448

3.2 Jumlah Murid 57.653 57.668 58.576 60.047 61.787

3.3 Rasio 1:13 1:14 1:13 1:14 1:14

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Bogor, 2013

Seperti tersaji pada Tabel II. 52, kecamatan yang memiliki rasio guru terhadap murid tertinggi untuk jenjang pendidikan SD/MI yaitu Kecamatan Bogor Selatan dengan rasio 25.29; yang artinya satu guru mengajar 25 siswa.

Sedangkan untuk jenjang pendidikan SMP/MTs rasio ketersediaan sekolah tertinggi terdapat di Kecamatan Bogor Tengah dengan rasio sebesar 23.35;

angka ini mengartikan bahwa satu guru mengajar 23 siswa. Salah satu penyebab utama yang menjadikan Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Tengah memiliki rasio guru terhadap murid tertinggi untuk jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs adalah jumlah penduduk yang tinggi dengan tidak diimbangi oleh jumlah guru yang ada.

Tabel II. 52 Rasio Guru Terhadap Murid Berdasarkan Kecamatan Tahun 2013

NO KECAMATAN SD/MI SMP/MTS

JUMLAH

GURU JUMLAHMURID RASIO JUMLAHGURU JUMLAH

MURID RASIO

1 Bogor Barat 1.193 25.425 21,31 629 10.108 16,06

2 Bogor Timur 601 13.586 22,60 222 2.930 13,19

3 Bogor Utara 733 17.097 23,32 433 6.580 15,19

4 Bogor

Selatan 920 23.274 25,29 666 11.001 16,51

5 Bogor

Tengah 856 20.835 24,33 598 13.968 23,35

6 Tanah Sareal 1.083 24.122 22,27 670 10.499 15,67 Jumlah 5.386 124.339 23,08 3.218 55.086 17,11 Sumber: Dinas Pendidikan Kota Bogor , 2013