c) Himpunan Keramik Indonesia
C. Pendidikan Keramik
e) Panitia Nasional Mineral dan Alumunium Silikat
Pada tahun 1986 telah terbentuk Panitia Nasional Mineral dan Alumunium Silikat, yang berpusat di BPPT dan bekerjasama dengan Departemen Perindustrian (sekarang Deperindag) dan Depdikbud ( sekarang Depdiknas) serta Depdagri.
C. Pendidikan Keramik
Pendidikan keramik sebenarnya telah dilakukan yakni dimulai dari Taman Kanak-kanak (membentuk dengan tanah liat atau plastisin), pendidikan Sekolah Dasar (keterampilan / prakarya), Sekolah Lanjutan Pertama (SMP) dan Sekolah Lanjutan Atas (SMA)
yang dimasukkan dalam mata pelajaran ―membentuk‖ atau ―keterampilan‖ atau ―senirupa‖, baik dalam kurikulum maupun dalam
bentuk ekstra kurikuler. Disamping itu, juga terdapat sekolah lanjutan atas kejuruan yang khusus dibidang ini yaitu Sekolah Menengah Industri Keramik (SMIK) dan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) yang sekarang masuk kelompok Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Gambar: 40
Aktivitas Praktek Membentuk Dengan Alat putar di SMKN2 (SMIK) Batu-Bulan-Gianyar Bali
Penciptaan bentuk / wujud keramik ada hubungannya dengan
konsep ―Seni‖ khususnya ―senirupa‖, karena menyangkut cara
penyusunan unsur – unsur sat – mata (element visual) dan latar belakang atau tujuan dari pembuatan keramik yang menyangkut fungsi, bahan, ekspresi dan kreativitas. Berdasarkan hal tersebut keramik juga merupakan pendidikan ketrampilan atau kriya, seni dan desain.
Dari sudut ilmu pengetahuan (Iptek), keramik bisa digolongkan dalam lingkup Silika Enjinering (Teknik Kimia) karena bahan materialnya merupakan titik pusat perhatian dan karakteristiknya. Bisa digolongkan dalam lingkup Fisika Enjinering (Fisika Teknik) bila ditinjau dari cara pemanasan/pembakaran. Dengan demikian pengetahuan ilmu keramik telah masuk dalam lingkup bidang Teknik dan MIPA tetapi tidak secara khusus dan merupakan bagian kecil dari ilmu kimia dan fisika. Iptek material yang kini meneropong berbagai segi keramik modern, dari bahan mentah, bahan baku, pemrosesan sampai dengan analisis dan penerapannya untuk rekayasa teknologi mutakhir. Juga menyangkut teknik mikroskopi, sinar, analisis permukaan atas pemrosesan dan simakan
retakan – patahan, serta berbagai terapannya. Pendidikan tinggi keramik di Indonesia cenderung berada dalam lingkup pendidikan senirupa, karena ilmu bahan dan teknologi keramik di indonesia tertinggal jauh dengan Dunia Barat serta kurang menonjol. Disamping itu ilmu senirupa yang cukup kaya dengan seni tradisional Indonesia sangat lumrah memasukan keramik kedalam lingkup perguruan tinggi seni, senirupa, kriya dan desain. Disamping itu dalam ilmu pendidikan, keramik dimasukan dalam lingkup sastra dan seni. Perguruan tinggi yang mengelola program studi keramik diantaranya adalah ITB, ISI Yogya, STSI Denpasar, PSSRD Universitas Udayana Denpasar, Universitas Trisakti Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta, IKIP Bandung, IKIP Padang, IKIP Semarang, IKIP Jakarta, IKIP surabaya, IKIP medan, IKIP Malang, IKIP Ujung Pandang, IKIP Singaraja –
Bali, ISI Denpasar (gabungan STSI Denpasar dengan PSSRD Universitas Udayana), STISI Bandung.
1) Institut Teknologi Bandung (ITB)
Bermula dari tahun 1947 yang dirintis oleh Simon Admiral dan Ries Mulder (Seniman Belanda) sebagai usulan untuk menebus tindakan Belanda diwaktu lalu dalam penjajahan kolonial. Konsep Admiral dianggap cocok untuk bangsa Indonesia maka Ia ditugaskan untuk mempersiapkan pendidikan tersebut. Tepatnya tanggal 1
Agustus 1947 diresmikanlah dengan nama ―Universitaire Leergang Voor de Opleiding van Tekenleraren‖ yang kemudian diganti dengan nama ―Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar‖, ditempatkan
pada: Faculteit Voor de Technische Wetenschappen‖ atau Fakultas
Ilmu Pengetahuan dan Teknik Universitas Indonesia di Bandung, dibantu oleh tenaga pengajar Ries Mulder, Jack Zeylemaker, Hopinan, Piet Pijpers, Hans Frans, Prof. Frielman dan Prof. Bernett Kempers, serta Prof. Sjafei Sumardja. Pendidikan ini berkembang dan menyandang nama baru sebagai Seksi Seni Rupa, Bagian Arsitektur dan Seni Rupa dari Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, yaitu pada tahun 1956 di ketuai oleh Prof. Sjafei Sumardja dan berkedudukan di Bandung. Keabsahan pendidikan
guru gambar ini berlanjut dan perkembangan berikutnya diintegrasikan kedalam Fakultas Keguruan (IKIP) jurusan senirupa, di berbagai daerah. Menyesuaikan dengan institusi yang baru sebagai lembaga yang mandiri, maka pada tanggal 2 Pebruari 1959 diresmikanlah Institut Teknologi Bandung. Perkembangan selanjutnya tahun 1973 Dpartemen Seni Rupa menjadi Jurusan Senirupa ITB dibawah Fakultas Teknik Sipil dan Percanaan. Seni Rupa ITB yang telah mengalami berbagai status dari Balai menjadi Seksi, kemudian menjadi Bagian, Departemen dan Jurusan. Bidang keahlian seni keramik mulai dikembangkan di Seni Rupa ITB pada tahun 1963 yang dibina oleh Prof. Drs. Edie Kartasubarna dan Drs. Angkama S, waktu itu sebagai Jurusan Keramik. Dan tahun 1973
Jurusan diganti menjadi ―studio‖, mengkuti reorganisasi di ITB menggunakan waktu studi 4½ tahun. Berdasarkan PP.No. 5 tahun 1980 dan SK. Mendikbud No. 0211/4/1982 status Seni Rupa ITB ditingkatkan menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain - ITB dengan Dekan Prof. Drs. A. D. Pirous. Keramik di ITB termasuk dalam kelompok jurusan seni murni, PS. Seni Keramik, cenderung mengolah bentuk untuk tujuan ekspresi dan penelitian. Selain di Seni Rupa ITB, ilmu keramik juga masuk dalam bagian teknik kimia dan teknik fisika serta planologi. Alamat : Jl. Ganesha 10 Bandung 2) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Gambar 41 Kampus ITB Bandung
Akademi Seni Rupa Indonesia dengan SK. Menteri PP. dan K Nomor 32/Kebudayaan tanggal 15 Desember 1949 dan peresmiannya pada tanggal 15 Januari 1950 langsung oleh Menteri P.P. dan K.S., Mangunsarkoro, yang disingkat “ASRI”. Pemrakarsa pendiriannya adalah S.Mangunsarkoro dan R.J.Katamsi, Direktur
Kursus Guru Gambar yang memiliki ―Middlebare Akte‖ dari negeri
Belanda seperti halnya Syafei Sumardja dari Bandung dan Soemarno dari Jawa Timur. R.J.Katamsi dibantu oleh Djayeng Asmara yang waktu itu sebagai ketua dari Persatuan Tenaga Pelukis Indonesia. Perkembangan selanjutnya dengan SK. Menteri P dan K No: 100/1968, tanggal 4 Nopember 1968, stautusnya meningkat menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia dan nama ASRI masih melekat atau disingkat STSRI”ASRI”. Program Studi Keramik masuk
pada Jurusan Desain Kriya. Kini STSRI‖ASRI‖ meningkat statusnya
menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan PS. Keramik dibawah Jurusan Kriya dari Fakultas Seni Rupa dan Desain.
3) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar
Institut Seni Indonesia Denpasar adalah gabungan dua intitusi pendidikan tinggi seni yang ada di Bali yaitu Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) setingkat fakultas di Universitas Udayana dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar.
Pada tanggal 1 Agustus 1965 didirikan Fakultas Tenik Seni Rupa yang bernaung di bawah Universitas Udayana. Tanggal 20 Oktober 1965 dengan SK Menteri PTIP R.I. No:240/Sek/PU/1965 Jurusan Senirupa bersama Jurusan Arsitektur disyahkan menjadi Fakultas Teknik dengan Dekan pertama Drs. A.A. Rai Kalam. Lalu Seni Rupa dan Desain dipisahkan menjadi PSSRD sebagai progran studi antar fakultas atau embrio Fakultas Senirupa dan Desain yang pengelolaannya di bawah Rektor dengan SK. 482/SKPT.17/R/VIII/1983, tanggal 16 Mei 1983 dan SK. Dirjen Dikti No.55/Dikti/Kep/1984. Dan Program Studi Keramik di bawah Jurusan Kriya Seni, PSSRD Universitas Udayana. Para pendiri dan pemrakarsa Seni Rupa Unud adalah Prof. DR. I B Mantra, Prof. Dr. R
Moerdowo, Abdul Azis, dll. Pada tahun 1980 lembaga ini dipimpin Prof. Drs. A.A. Rai Kalam.
Pada tanggal 28 Januari 1967 didirikan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar dengan SK. Gubernur Bali No: 2/PEM/5/I/A/1967 atas prakarsa Listibya Bali. Departemen P dan K dengan No: 066/1969, tanggal 17 Agustus 1969 dinyatakan sebagai salah satu Jurusan dari ASTI Yogyakarta. Dengan Kepres R.I. No. 22 tahun 1992 ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia ( STSI ) Denpasar dan memiliki empat jurusan yaitu Seni tari, Kerawitan, Pedalangan, Seni Rupa dan Kriya yang dipimpin oleh Prof. Dr. I Made Bandem, dilanjutkan oleh Prof. DR. Dibya dan Prof. DR. I Wayan Rai. S., MA. Studi keramik pada STSI Denpasar masuk pada bidang keahlian Kriya.
Melalui keputusan Presiden RI, No: 33/2003, tertanggal 26 Mei 2003, STSI Denpasar berintegrasi dengan PSSRD Universitas Udayana Denpasar menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Peresmian ISI Denpasar pada tanggal 28 Juli 2003 oleh Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. Drs. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. Dan Rektor ISI Denpasar pertama dijabat adalah Prof, DR. I Wayan Rai S., MA. Alamat Kampus: Jl. Nusa Indah Denpasar, Telp. 0361-227316 / Fax. 0361-236100. Gambar: 42 Foto Gedung Rektorat Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar -
4) Universitas Trisakti Jakarta
Jurusan Seni Rupa, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti yang berlokasi di Jakarta ini didirikan pada tahun 1969. Pada saat diresmikan bernama Departemen Seni Rupa. Universitas ini adalah swasta dibawah Yayasan Trisakti. Pemrakarsa Jurusan Seni Rupa adalah Drs. Ferry Sonnevile sebagai ketua Yayasan, Ir.Pujono Hardjoprakoso dan Drs. Pamudji Suptandar serta Drs. Soekarno. Ketua pertamanya adalah Drs. Soekarno. Studi keramik masuk dalam program Desain Produk Industri, dimana salah satu programnya adalah memanfaatkan bahan keramik untuk produk-produk industri yang sedang berkembang . Alamat : Jl. Kyai Tapa, Grogol, Jakarta.
5) Institut Kesenian Jakarta
Pada tanggal 26 Juni 1978 Departemen Seni Rupa ini di bawak Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ). Pemrakarsa pendidikan ini datang dari seniman Jakarta dan secara resmi oleh Dewan Kesenian Jakarta sehingga keluarlah SK. Gubernur D.K.I. Jakarta No: Cb 14/4/70, tertanggal 26 Juni 1970. Namun sejak tahun 1981 lembaga ini di bawah Yayasan IKJ dan secara resmi menjadi Jurusan Seni Rupa di Institut Kesenian Jakarta, sebagai pendidikan tinggi swasta di bawah Kopertis III. Pimpinan pertamanya adalah Drs. Popo Iskandar. IKJ merupakan program non-gelar yang menghasilkan seniman-seniman profesional. Kemudian meningkat Jurusan Seni Rupa menjadi Fakultas dengan program S1. Di Seni
Rupa IKJ, terdapat ―Studio Keramik‖ yang pernah dipimpin oleh Dra. Hildawati Siddharta, MFA satu diantara 7 studio yang ada. Alamat: Kompleks Taman Ismail Marzuki ( TIM ), Jl. Cikini Raya 73 Jakpus. 6) Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jurusan Seni Rupa yang berada dilingkungan Fakultas Sastra Budaya Universitas Sebelas Maret didirikan pada tanggal 11 Maret 1976. Pemrakarsanya adalah Sumari Wongsoprawiro, Marjuki Mahdi SH, Ir. Rokhim Wirjomijoyo, DR. Sucipto, DR. Slamet dan
DR. Suwarso. Sejak tanggal 1 April 1983 menjadi Jurusan Seni Murni, Fakultas Sastra, Universitas Sebelas Maret, program S1 ini menjalankan yang menggarap studi keramik dalam Program Studi Kriya.
7) Sekolah Tinggi Senirupa & Desain Indonesia Bandung Sekolah Tinggi Senirupa dan Desain Indonesia Bandung yang disebut STISI Bandung ini mempunyai 4 bidang keahlian, salah satunya mengolah desain produk atau kriya, dan program keramik berada di dalamnya. Dengan tenaga pengajar dari ITB-SR. Alamat: Jl. Soekarno Hatta 581 Bandung.
8) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Jurusan Seni Rupa dan Kerajinan , berada di bawah Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni ( FPBS ) tersebar di Indonesia . IKIP Bandung ( 1961 di Unpad dan resmi 1982) alamat: Setyabudi 299 Bandung; IKIP Jakarta (16 Mei 1964) alamat: Jl. Rawamangun Jakarta; IKIP Padang ( 1 Juli 1963 di Univ. Andalas dan resmi 1 September 1980); IKIP Semarang ( 1963) Alamat: Kelut Utara III Semarang. IKIP Surabaya (1964) alamat Jl. Ketintang Surabaya; IKIP Medan (1967) alamat: Jl. Merbau No.38 A Medan; IKIP Malang (1968) Alamat : Jl. Semarang, Malang; IKIP Ujung Pandang (1 Januari 1969) Alamat: Gunungsari Ujung Pandang; Dan IKIP Singaraja-Bali (kini Unisha). Keahlian keramik tidak dipelajari secara khusus, tetapi ilmu keramik masuk dalam paket mata kuliah bersama-sama dengan keahlian senirupa lainnya. Atau menjadi salah satu mata kuliah pilihan.
Gambar: 43
Foto Pameran Keramik Seni Murni atau “Keramik Ekspresi” Dari Mahasiwa ITB Bandung
Pada Tanggal 13-18 Maret 1989 Di Pusat Kebudayan Jepang, Summitmas Tower
Gambar: 44
Pameran Keramik Kelompok Bandung di Pusat Kebudayan Prancis Tahun 1984
Bab 3