BAB IV PENELITIAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penelitian
Sejalan dengan pengertian diatas, Lincoln dan Guba (dalam Poerwandari, 1998:115) menerangkan bahwa validitas digunakan untuk menjawab pertanyaan apakah benar yang diamati oleh peneliti sesuai dengan apa yang sebenarnya ada dalam kenyataan dan sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan dalam kelompok lain. Berdasarkan hal tersebut validitas terdiri atas validitas internal dan validitas eksternal.
1.1. Validitas Internal
Validitas internal adalah cara untuk mengukur apakah instrumen yang digunakan mampu mengukur variabel yang sesungguhnya ingin diukur. Bila instrumen yang digunakan sudah dianggap valid dan dapat mengukur variabel yang ingin diukur maka dengan sendirinya pernyataan peneliti dan hasil penelitian tersebut dapat dipercaya (Tjundjing, 2004:342).
Tjundjing (2004:355) menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif, validitas internal diukur dengan melibatkan partisipan sebagai pihak yang mengakui bahwa simpulan yang dihasilkan oleh peneliti adalah benar. Hal ini disampaikan melalui pemaparan bahwa hasil penelitian tersebut dinilai dapat dipercaya dari sudut pandang partisipan penelitian. Dengan kata lain validitas internal menggambarkan konsep peneliti dengan konsep yang ada pada partisipan.
Langkah-langkah yang diusahakan untuk mencapai hasil penelitian yang dapat dipercaya adalah sebagai berikut:
a. Melakukan triangulasi, menunjukkan kesepakatan dan persamaan pemahaman serta mengurangi bias dengan berusaha mencari kesesuaian (Cresswell, dalam Tjundjing, 2004:357). Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pengumpulan data yang berbeda, sehingga dapat membandingkan hasilnya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode wawancara dan dokumentasi sehingga dapat membandingkan data hasil wawancara dan dokumen yang berkaitan.
1.2. Validitas Eksternal
Validitas eksternal mengacu pada sejauh mana hasil penelitian tersebut dapat diterapkan pada kelompok lain. Hal ini berkaitan dengan generalisasi, yaitu sejauh mana hasil penelitian masih dianggap relevan dan dapat diterapkan pada kasus-kasus lain (Meltzoff, dalam Tjundjing, 2004:347).
Pada penelitian kualitatif sulit untuk mencapai validitas eksternal, karena pengambilan sampel pada penelitian kualitatif tidak didasarkan pada teori probabilitas namun melalui pengambilan sampel secara teoritis. Prosedur pengambilan sampel diarahkan pada subjek yang ditentukan sesuai dengan pemahaman terhadap variabel yang diteliti, oleh karena itu generalisasi dilakukan pada kasus-kasus yang menunjukkan kesamaan konteks, bukan dalam kerangka prinsip acak
atau random. Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan generalisasi adalah konteks yang relevan untuk menerapkan hasil penelitian dan kesaman setting di mana penelitian dilakukan (Poerwandari, 1998:121-122).
Lewis dan Ritchie (dalam Tjundjing, 2004) mengungkapkan salah satu bentuk generalisasi pada penelitian kualitatif adalah representational generalization. Generalisasi ini tidak menilai apakah peneliti ingin memperluas penjelasan berdasarkan hasil penelitian, namun peneliti menunjukkan bahwa penelitian tersebut adalah perwakilan yang memadai dari fenomena yang ingin diteliti. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti memberikan deskripsi terinci tentang proses mencapai hasil penelitian dan menunjukkan alur berpikir sehingga dapat menghasilkan kategori atau tema seperti yang dilaporkan peneliti. Dengan demikian pembaca dapat melihat keserasian dan kesesuaian situasi dengan situasi yang dihadapi.
2. Reliabilitas
Reliabilitas berkaitan dengan pertanyaan bagaimana penelitian yang sama dapat diulang pada saat berbeda, dengan metode yang sama, partisipan yang sama, dalam konteks yang sama dan memberikan hasil yang sama (Poerwandari, 1998:115). Tjundjing (2004:344) menjelaskan bahwa secara umum, reliabilitas dipandang bernilai untuk mengusahakan adanya kekonsistenan atau kemiripan antara dua atau lebih peneliti berbeda yang mempelajari hal yang sama.
Cara-cara yang dilakukan untuk mencapai reliabilitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Pendokumentasian secara lengkap dan terinci tentang situasi sosial tempat pengambilan data, metodologi yang digunakan dan teori serta pemikiran yang dipakai untuk menjelaskan variabel yang diteliti (Tjundjing, 2004:343).
b. Memaparkan jalannya penelitian, pengambilan data, melakukan penilaian, pembahasan dan kesimpulan dari data yang diambil sehingga pembaca dapat melihat bagaimana suatu kesimpulan dapat diperoleh atau dihasilkan.
c. Melakukan perekaman data secara mekanis dengan menggunakan alat sehingga dapat dicatat dengan lengkap dan cermat segala sesuatu yang diucapkan.
d. Melakukan pengujian dengan meminta pendapat, kritik dan penilaian dari orang lain.
3. Objektivitas
Beberapa peneliti kualitatif melihat objektivitas sebagai kerangka kesamaan pandangan atau analisis terhadap objek atau topik yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif digunakan cara audit trail untuk mencapai objektivitas. Audit trail memungkinkan peneliti untuk mengungkapkan secara terbuka keseluruhan proses dan elemen-elemen penelitian tersebut (Poerwandari, 1998:124). Sebelum dilakukan auditing, peneliti perlu mengklasifikasikan terlebih dahulu pencatatan keseluruhan proses
pelaksanaan penelitian. Menurut Nasution (1988:120) pengklasifikasian catatan pelaksaan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Data mentah dari hasil catatan lapangan ketika melakukan wawancara dan dokumen yang diolah sebagai bentuk laporan lapangan.
b. Hasil analisis data mentah berupa rangkuman, hipotesis kerja, konsep-konsep dan lain-lain.
c. Catatan mengenai proses yang dilakukan, yaitu metodologi yang digunakan, desain penelitian, prosedur pelaksanaan, usaha-usaha untuk menghasilkan penelitian yang dapat dipercaya.
Dalam penulisan laporan penelitian kualitatif, proses audit trail dapat dilakukan oleh seorang rekan peneliti (Tjundjing, 2004:356). Dalam penelitian ini audit trail dilakukan oleh dosen pembimbing dengan memeriksa taraf kebenaran data serta tafsirannya.
A. Penelitian
1. Alur Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti melakukan langkah-langkah penelitian untuk sampai pada hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah-langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Menyusun kerangka penelitian. Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana dasar pemikiran peneliti, alur pemikiran peneliti, alasan peneliti melakukan penelitian tersebut dan desain penelitian yang digunakan untuk mengambil data.
2. Menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan pada narasumber. Hal ini dilakukan agar peneliti memiliki pedoman wawancara ketika melakukan pengambilan data.
3. Melakukan pengambilan data. Setelah menemukan subjek sesuai dengan prosedur pengambilan data, peneliti melakukan wawancara terhadap subjek penelitian.
4. Melakukan pencatatan terhadap hasil yang diperoleh dari proses pengambilan data. Setelah melakukan pencatatan, peneliti mengorganisir semua data yang diperoleh dari hasil wawancara berdasarkan subjek penelitian. Hal ini dilakukan untuk memudahkan peneliti dan pihak lain
dalam memeriksa ketepatan langkah-langkah yang telah diambil dan memungkinkan data tersusun rapi, sistematis dan lengkap.
5. Melakukan analisis terhadap data yang diperoleh, setelah sebelumnya dilakukan pengkodingan terhadap data yang telah diorganisir dengan rapi.
2. Pengambilan Data
Pengambilan data yang dilakukan dengan menggunakan metode wawancara ini ditujukan kepada subjek penelitian yang telah ditentukan oleh peneliti. Untuk mencari subjek penelitian, peneliti melakukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Menghubungi kantor label atau manejemen tempat kelompok yang akan diteliti bernaung yaitu Progress Yogyakarta melalui telepon untuk mencari informasi tentang nomor telepon manajer kelompok tersebut. 2. Menghubungi manager kelompok yang akan diteliti untuk meminta ijin
dan mencari informasi tentang personil yang pertama kali harus dibubungi serta nomor teleponnya.
3. Menghubungi pemimpin kelompok yang akan diteliti untuk meminta ijin dan mengatur jadwal pertemuan pertama dengan kelompok yang akan diteliti.
4. Mendatangi tempat latihan dimana kelompok yang akan diteliti berproses untuk berkenalan dan mengutarakan maksud peneliti untuk melakukan wawancara terhadap beberapa personilnya.
5. Mencatat identitas dan nomor telepon lima personil dari kelompok tersebut yang akan menjadi subyek penelitian.
6. Menghubungi masing-masing personil untuk menanyakan kesediaan, waktu serta tempat untuk melakukan wawancara.
Proses pengambilan data ini dilakukan setelah menyusun daftar pertanyaan untuk membantu peneliti ketika melakukan wawancara. Sebelum melakukan wawancara peneliti mempersiapkan beberapa hal yang diperlukan, yaitu:
1. Panduan wawancara.
2. Alat untuk merekam atau recorder dan kaset kosong berdurasi 90 menit. Satu sisi kaset digunakan untuk satu orang subjek, sehingga peneliti menggunakan dua buah kaset kosong. Selain itu peneliti juga menyiapkan dua buah baterai untuk mengoperasikan recorder.
3. Kertas dan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting yang akan ditanyakan kepada subjek untuk menggali informasi lebih dalam dan sekiranya perlu dicermati dalam proses pengorganisasian data nantinya.
3. Pelaksanaan Penelitian a. Wawancara
Wawancara ini dilakukan kepada lima subjek penelitian, yaitu lima personil KiaiKanjeng yang telah ditetapkan oleh peneliti. Proses pengambilan data dengan wawancara ini dilakukan sebanyak satu kali setiap subjek. Penentuan hari, waktu dan tempat pelaksanaan
wawancara, ditetapkan oleh subjek penelitian dan disetujui oleh peneliti.
Tabel II
Pelaksanaan Wawancara
No. Subjek Tanggal Waktu Tempat
1. Nb Senin, 25 Agustus 2008 19.30 Sanggar 2. Bs Sabtu, 30 Agustus 2008 19.15 Rumah 3. Yp Sabtu, 30 Agustus 2008 22.00 Rumah 4. Iw Minggu, 31 Agustus 2008 17.30 Rumah 5. Jk Minggu, 31 Agustus 2008 18.45 Rumah Iw
B. Hasil Penelitian