BAB V PENUTUP
5.3 Saran Penelitian
Berdasarkan keterbatasan penelitian, saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan produk Prototipe Sosiodrama Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup dan Pembelajaran Tematik Kelas V Tema 3 Subtema 2 antara lain:
5.3.1 Mengembangkan prototipe naskah agar bisa digunakan untuk peserta didik kelas atas lainnya dan peserta didik kelas bawah.
5.3.2 Melakukan uji coba naskah di lebih dari satu sekolah.
5.3.3 Mengembangkan prototipe naskah sosiodrama dengan latar belakang yang lebih umum secara latar belakang kultur budaya agar dapat digunakan dan dipahami oleh peserta didik di luar kebudayaan Jawa.
87
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. (2005). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Akbar, R. (2002). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: PT Grasindo.
Amsyari, F. (2012). Dasar-Dasar dan Metode Perencanaan Lingkungan Hidup Dalam Pembangunan Nasional. Jakarta: Widya Medika.
Arifin, A. (2011). Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Auliana, R. (2012). Gizi Seimbang untuk Anak. Yogyakarta: UNY Press. Baharudin Supardi. (2009). Berbakti untuk Bumi. Bandung: Rosadkarya.
Bahri Djamarah, Saifullah. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Barlia, Lily. (2008). Teori Pembelajaran Lingkungan Hidup di Sekolah Dasar. Subang:
Royyan Press.
Barlia, Lily. (2010). Mengajar dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar. Bandung: Royyan Press.
Clark, N. (1990). Nutrition Guide Book: Eating and Full Your Active Lifestyle. USA: Leesure Press.
Damayanti, D. (2011). Makanan Anak Usia Sekolah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Djoko Damono, Sapardi. (1983). Sastra Lisan Indonesia. Jakarta: ASEAN Committee on Culture and Information.
Efendi, Joko Santoso Anwar. (2005). Aku Mampu Berbahasa dan Bersastra Indonesia. SMA XI. Surabaya: SIC.
Erving, Goffman. (1995). The Presentation of Self in Everyday Life. New Jersey: Upper Sadle River.
Fien, John. (1997). Education for the Environment. Victoria: Deakin University. Fransiskus. (2015). Ensiklik Laudato Si’. Jakarta: Obor.
Gumira Ajidarma, Seno. (2000). Layar Kata. Jakarta: Bentang.
Hamlah, Syukri. (2013). Seklumit Wawasan Pengantar Pendidikan Lingkungan. Bandung: Refika Aditama.
Hamzah B, Uno. (2009). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara. Jati Kusuma, Rio. (2018). Empat Sehat, Lima Tak Lagi Sempurna. Yogyakarta: UGM
88
Judarwanto, W. (2017). Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak. Jakarta: Puspa Swara. Kasali, Rhenald. (1992). Manajemen Periklanan: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia.
Jakarta: Pustaka Utama Grafity.
Keraf, A Sonny. (2005). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara. Khasanah, Nur. (2012). Waspadai Beragam Penyakit Degeneratif Akibat Pola Makan.
Yogyakarta: Laksana.
Krondorfer, Bjorn. (1992). Body & Bible. Austria: Trinity Press.
Kusuma Wisangnuari, Secundina. (2017). “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Pembelajaran Membaca Siswa Kelas III SD Kanisius Kumendaman Yogyakarta”. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Margareta, Windayana. (2005). Pembelajaran Tematik Terpadu. Jakarta: Balai Pustaka. Nisa, Mardiyatun. (2013). “Metode Sosiodrama Dalam Pembelajaran IPS di Sekolah
Dasar Kelas IV”. Kebumen: Universitas Negeri Surakarta.
Nurgiyantoro, B. (2005). Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 57 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Lampiran 3.
Pitzele, Peter. (1998). Scripture Windows: Towards a Practice of Bibliodrama. Los Angeles: Alef Design Group.
Rehan. (2009). Penyakit Maag. Bandung: Pioneer Jaya.
Rejeki Merdekawaty, Sri. (2010). Tari Kreasi Baru Nusantara. Bogor: Horizon. Roestiyah. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Rubiyatmoko. Robertus. (2018). Keluarga Sebagai Komunitas Berbagi Pangan. Surat Gembala: Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-36 Keuskupan Agung Semarang. Rusman (2011). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Setyowati. (2007). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Simbolon, Bintang Rumondang. (2010). Paket Materi Pembelajaran Inkuiri dalam Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Meningkatkan Perilaku Berwawasan Lingkungan Siswa SD di Jakarta. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan. Volume XI Nomor 02.
89
Stanford, Encyclopedia of Psychology. (2008). Environmental Ethics. Standford Education: Plato.
Suaedi, Tantu. (2016). Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup. Bogor: IPB Press. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Research & Development (R&D). Bandung: Alfabeta.
Sutrisno. (2014). Tematik Berbasis PLH, PLH Berbasis Tematik. Sidoarjo: Grafura. Supriyadi. (2006). Pembelajaran Sastra yang Apresiasif dan Integratif di Sekolah Dasar.
Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Tim MKU PLH Unnes. (2014). Buku Ajar Pendidikan Lingkungan Hidup. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Warmbrand. (2000). Public Health. Bandung: Pioneer Jaya.
Widyatama, Rendra. (2007). Pengantar Periklanan. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Widoyoko. (2014). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Wina, Sanjaya. (2006). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Wiyanto, Asul. (2011). Terampil Bermain Drama. Jakarta: Grasindo.
Zain, Aswan, Syaiful Bahri Djamarah. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sumber internet:
Divisi Lingkungan Hidup, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). (2016). http://www.kaj.or.id/read/2016/04/19/9429/mereka-menerapkan-laudato-si.php diakses pada tanggal 8 Desember 2018 pukul 23:12 WIB.
Food and Agriculture Organization of The United Nations/FAO. (2018). https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3317570/13-juta-ton-makanan-terbuang-percuma-di-ri-setiap-tahun diakses pada tanggal 25 Oktober 2018 pukul 00:08 WIB.
90
Judio, Khal G. (2011). Time To Eat Healthy Food. http://www.gracejudio.com/?p=446 diakses pada tanggal 24 September 2018 pukul 23:16 WIB.
Khoirunnisa, R. (2016). Ilmu Lingkungan dan Pendidikan Lingkungan. https://www.academia.edu/19809601/ILMU_LINGKUNGAN_DAN_PENDIDI KAN_LINGKUN GAN, diakses pada 25 Agustus 2018 pukul 03:12 WIB. Lansh. (2016). Pendidikan Lingkungan Hidup dan Aplikasinya dalam Pembelajaran bagi
Siswa Sekolah Dasar. uap.unnes.ac.id/pkm-bidikmisi/511536863.doc diakses pada 24 Agustus 2018 pukul 18:35 WIB.
Tim Penyusun KBBI (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia[Online]
91
Lampiran 1 : Instrumen Analisis Kebutuhan Lampiran 1.1 Rekap Lembar Hasil Wawancara Guru SD
Item Soal SDK Sang Timur Yogyakarta Muhhammadiyah SD Kronggahan SD Maria Immaculata Cilacap SD Pangen Gudang Purworejo Menurut pendapat Bapak/Ibu sendiri, apakah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) itu? PLH adalah bentuk pembelajaran kepadada anak didik yang memberi bekal agar anak didik mempunyai kepekaan untuk lebih mencintai lingkungan hidupnya sehingga mampu bersikap baik dan bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup/
Pembelajaran membentuk anak yang peduli, cinta, menghargai dan menjaga lingkungan. Sebuah pembelajaran yang menekankan tentang nilai-nilai lingkungan hidup dan memuat ajakan-ajakan untuk memiliki keprihatinan dan kepedulian lebih terhadap alam beserta permasalahan-permasalahannya. Pendidikan tentang lingkngan hidup sekitar berkaitan dengan cara merawat, menanam dan menggunakan dengan bijak serta
bertanggungjawab agar tetap seimbang.
Jelaskan menurut Bapak/Ibu, mengenai keterkaitan materi tematik kelas V Tema 3 “Makanan Sehat” Subtema 2 “Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh”, dengan salah satu usaha menjaga dan melestarika n berkaitan dengan kebutuhan pangan ! Kita dapat menyadarkan anak akan pentingnya lingkungan hidup sebagai sumber kehidupan manusia terutama pangan. Oleh sebab itu, kita dituntut untuk bersikap dan bertindak lebih memperhatikan lingkungan kita, kalau lingkungan kita rusak maka ketersediaan pangan juga terancam.
Pembelajaran tematik tema 3 dan subtema 2 memiliki keterkaitan soal pangan terutama tentang sumber makanan sehat. Makanan sehat yang masuk ke dalam tubuh akan bisa menjadi nutrisi dan membantu tumbuh kembang anak jika bahan alam pun sehat. Jika alam terkontaminasi seperti penggunaan pupuk kimia berlebihan, maka nutrisi jahat akan masuk dan menjadi penyakit dalam tubuh kita.
Jelas sekali jika makanan yang kita makan tidak lepas dari alam sebagai sumber utamanya. Jadi kita tidak dapat makan makanan yang sehat jika tidak ada alam.
Makanan yang dimakan sehari-hari oleh anak-anak berasal dari alam, ketika alam sebagai penyedia bahan mentah musnah kebutuhan pangan tidak terpenuhi dan mekanan sehat tidak akan dirasakan. Jelaskan berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu guru, tentang proses, cara atau metode dalam mengajarka n materi tematik kelas V Tema 3 “Makanan Sehat”
Sebagai guru, saya belum menemukan pengemasan pembelajaran yang menarik. Saya hanya melakukan berdasarkan Buku Pegangan Guru.
Saya perlihatkan video tentang proses pembuatan makanan dari alam sampai tersedia di meja makan (video tentang membuat lotek). Meminta siswa membawa makanan 4 sehat 5 sempurna ke kelas dan makan bersama-sama. Membawa sayur mayur segar ke kelas agar siswa
memahami dan mensyukuri sayuran yang masih segar sebelum diolah, membawa makanan 4 sehat 5 sempurna untuk makan bersama-sama.
92 Subtema 2 “Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh”! Menurut Bapak/Ibu guru, dapatkah pembelajara n tematik kelas V Tema 3 “Makanan Sehat” Subtema 2 “Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh”, dikemas dan disajikan dalam bentuk sosiodrama? Mengapa demikian?
Sangat bagus dan menari. Model pembelajaran ini akan membuat anak didik semakin mendalami materi pembelajaran dan tentunya akan lebih menarik serta berkesan.
Pada dasarnya semua materi dapat dipelajari dengan metode drama dengan membuatnya ke dalam narasi dengan dialog-dialog pada setiap tokoh. Bulan lalu saya menerapkan drama dalam pelajaran IPS. Sebenarnya akan menarik bagi siswa, namun sepertinya pembelajaran drama akan sulit diterapkan di sini karena
keterbatasan waktu dan saya harus mengejar materi pembelajaran.
Sangat bisa. Karena drama adalah sebuah metode belajar yang menyenangkan dan menggugah siswa untuk terlibat penuh dalam pembelajaran.. Apakah Bapak/Ibu guru membutuhk an naskah drama untuk mengajarka n pembelajara n tematik kelas V Tema 3 “Makanan Sehat” Subtema 2 “Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh”, ketika mengajarka nnya menggunak an metode sosiodrama?
Terima kasih banyak kalau bersedia memberi naskah drama, dengan tangan terbuka saya menerima.
Sangat membutuhkan, karena jarang sekali saya menemukan naskah drama untuk anak dan untuk pembelajaran, atau bahkan belum pernah ada. Ketika itu diciptakan sepertinya akan bagus dan menarik karena metode drama jarang sekali digunakan dalam pembelajaran. Membutuhkan karena selama ini pengembangan model drama masih jarang dditemukan berikut dengan naskah dan propertinya.
93
94
95
Lampiran 1.4 Rekap Hasil Pengisian Angket Peserta Didik
No. Pernyataan Jawaban Persentase
1.
Setiap kali saya makan, saya menghabiskan makanan yang disediakan tanpa menyisakannya sedikitpun.
Dari 25 peserta didik, 19 peserta didik menjawab tidak pernah menghabiskan makanan yang disediakan.
76%
2. Selalu ada sayur mayur di dalam makanan yang saya makan sehari-hari.
Dari 25 peserta didik, 15 peserta didik menjawab makanan yang mereka makan tidak pernah ada sayur mayur.
60%
3. Saya selalu makan teratur tiga kali dalam satu hari.
Dari 25 peserta didik, 13 peserta didik tidak makan teratur tiga kali dalam satu hari.
52%
4. Saya pernah mengalami sakit perut ketika terlambat makan.
Dari 25 peserta didik, 23 peserta didik pernah
mengalami sakit perut ketika terlambat makan.
92%
5.
Saya pernah melihat iklan di koran dan televisi tentang obat untuk menyembuhkan penyakit maag atau penyakit yang berkaitan dengan gangguan pencernaan.
Dari 25 peserta didik, 16 peserta didik belum pernah melihat iklan di koran dan televisi tentang obat untuk menyembuhkan penyakit maag atau penyakit lain yang berkaitan dengan gangguan pencernaan.
64%
6.
Saya pernah belajar di kelas bersama guru dalam pelajaran tematik sambil menonton video tarian / drama atau saya pernah belajar di kelas bersama guru dalam pembelajaran tematik sambil pertunjukan drama atau tari.
Dari 25 peserta didik, 24 peserta didik belum pernah belajar dengan menonton atau mempraktikkan pelajaran dengan tarian atau drama dalam pembelajaran tematik bersama guru.
96%
7.
Saya tertarik untuk belajar di kelas dalam pembelajaran tematik sambil melakukan sebuah tarian atau drama.
Dari 25 peserta didik, 21 peserta didik tertarik untuk belajar di kelas dalam pembelajaran tematik sambil melakukan sebuah tarian atau drama.
96
Lampiran 2 : Validasi Produk Lampiran 2.1 Lembar Hasil Validasi Produk Guru Kelas V.1
99
102
105
108
111
Lampiran 3 : Uji Coba Produk Lampiran 3.1 Kriteria Penilaian Jawaban Refleksi Uji Coba
No. Pertanyaan dan Jawaban Skor
1. Pertanyaan:
Sosiodrama berjudul “Menghilangnya Sepiring Nasi” mengingatkanmu untuk menghargai jasa para petani sebab ….
Jawaban:
Petani bekerja sebagai penyedia dan penanam bahan makanan mentah.
Kriteria Jawaban
Jawaban dituliskan dengan lengkap dan jelas. 4
Jawaban dituliskan dengan lengkap namun tidak jelas. 3
Jawaban kurang lengkap dan tidak jelas. 2
Jawaban tidak jelas dan tidak lengkap. 1
2. Pertanyaan:
Tokoh Adi memiliki kebiasaan tidak menghabiskan makanan yang disediakan Bundanya. Kebiasaan tersebut tidak baik karena …..
Jawaban:
Tidak menghargai makananan, tidak menghargai Bunda yang sudah menyiapkan makanan.
Kriteria Jawaban
Jawaban dituliskan dengan lengkap dan jelas. 4
Jawaban dituliskan dengan lengkap namun tidak jelas. 3
Jawaban kurang lengkap dan tidak jelas. 2
Jawaban tidak jelas dan tidak lengkap. 1
3. Pertanyaan:
Adi bermimpi melihat tarian Dewi Sri. Tarian kreasi tersebut menceritakan tentang puji syukur para petani atas hasil bumi yang melimpah dan tentang pentingnya manusia untuk merawat lingkungan sebagai sumber …..
Jawaban:
Alam/lingkungan sebagai sumber bahan makanan.
Kriteria Jawaban
Jawaban dituliskan dengan lengkap dan jelas. 4
Jawaban dituliskan dengan lengkap namun tidak jelas. 3
Jawaban kurang lengkap dan tidak jelas. 2
Jawaban tidak jelas dan tidak lengkap. 1
4. Pertanyaan:
Salah satu bentuk merawat lingkungan adalah dengan cara menghabiskan makanan, karena ….
Jawaban:
Makanan menyehatkan tubuh, bermanfaat bagi tubuh, makanan berasal dari alam, membuang makanan berarti mencemari lingkungan, menghabiskan makanan merupakan cara menghargai alam.
112
Jawaban dituliskan dengan lengkap dan jelas. 4
Jawaban dituliskan dengan lengkap namun tidak jelas. 3
Jawaban kurang lengkap dan tidak jelas. 2
Jawaban tidak jelas dan tidak lengkap. 1
5. Pertanyaan:
Dalam cerita sosiodrama, kebiasaan tidak menghabiskan makanan dan tidak memiliki pola makan teratur dapat mengakibatkan …
Jawaban:
Merusak lingkungan, tidak menghargai petani, tidak memiliki pola makan teratur bisa menyebabkan penyakit gangguan pencernaan seperti maag.
Kriteria Jawaban
Jawaban dituliskan dengan lengkap dan jelas. 4
Jawaban dituliskan dengan lengkap namun tidak jelas. 3
Jawaban kurang lengkap dan tidak jelas. 2
Jawaban tidak jelas dan tidak lengkap. 1
6. Pertanyaan:
Pesan yang kamu tangkap setelah memainkan/membacakan/menonton sosiodrama berjudul “Menghilangnya Sepiring Nasi” adalah ….
Jawaban:
Menghargai makanan, menghabiskan makanan, tidak membuang makanan, menghargai Bunda, memiliki pola makan teratur, menghargai petani, jika kita membuang makanan sama saja dengan merusak lingkungan, tidak menghargai alam yang sudah menyediakan makanan dan tidak menghormati orang tua yang sudah bekerja keras menyediakan makanan.
Kriteria Jawaban
Jawaban dituliskan dengan lengkap dan jelas. 4
Jawaban dituliskan dengan lengkap namun tidak jelas. 3
Jawaban kurang lengkap dan tidak jelas. 2
113
Lampiran 3.2 Rekap Jawaban Hasil Refleksi Peserta Didik
No Soal Jawaban Jumlah peserta didik dengan jawaban sejenis Skor Rerata skor tiap nomor 1. Sosiodrama berjudul “Menghilangnya Sepiring Nasi” mengingatkanmu untuk menghargai jasa para petani sebab ….
23 peserta didik menjawab sebab petani bekerja sebagai penyedia dan penanam bahan makanan mentah. 3 peserta didik
menjawab petani bekerja untuk menanam dan menyediakan makanan mentah. 26 4 4 2. Tokoh Adi memiliki kebiasaan tidak menghabiskan makanan yang disediakan Bundanya. Kebiasaan tersebut tidak baik karena …..
25 peserta didik menjawab Adi tidak menghargai makanan, kebiasaan tersebut adalah kebiasaan menyia-nyiakan makanan dan tidak menghargai Bunda
25 4 3.84
1 peserta didik menjawab kebiasaan Adi tidak dapat ditiru.
1 1 0.03
3.
Adi bermimpi melihat tarian Dewi Sri. Tarian kreasi tersebut
menceritakan tentang puji syukur para petani atas hasil bumi yang melimpah dan tentang pentingnya manusia untuk merawat lingkungan sebagai sumber ….. 23 peserta didik menjawab lingkungan sebagai sumber makanan mentah yang akan dimakan manusia untuk makanan sehari-hari. 1 peserta didik menjawab lingkungan sebagai sumber makanan. 2 peserta didik menjawab lingkungan sumber penghasil makanan mentah. 26 4 4
114
4.
Salah satu bentuk merawat lingkungan adalah dengan cara menghabiskan makanan, karena …. 21 peserta didik menjawab makanan yang berasal dari alam bermanfaat
menyehatkan tubuh,. 3 peserta didik
menjawab makanan dari alam berguna untuk tubuh kita agar tetap sehat.
1 peserta didik menjawab membuang makanan perbuatan tidak baik karena bisa merusak lingkungan sekitar kita.
1 peserta didik menjawab karena membuang makanan adalah perbuatan yang mencemari lingkungan. 26 4 4 5. Dalam cerita sosiodrama, kebiasaan tidak menghabiskan makanan dan tidak memiliki pola makan teratur dapat mengakibatkan …
10 peserta didik menjawab tidak memiliki pola makan teratur bisa menyebabkan sakit maag. 9 peserta didik menjawab sakit gangguan pencernaan salah satunya adalah maag.
4 peserta didik
menjawab memiliki pola makan tidak teratur menyebabkan gangguan organ pencernaan. 2 peserta didik
menjawab tidak makan teratur menyebabkan sakit perut. 25 4 3.84 1 peserta didik menjawab kemarahan orang tua. 1 1 0.03
115
6.
Pesan yang kamu tangkap setelah memainkan/memba cakan/menonton sosiodrama berjudul “Menghilangnya Sepiring Nasi” adalah …. 26 peserta didik menjawab menghargai makanan, menghabiskan makanan, tidak membuang makanan, menghargai Bunda, memiliki pola makan teratur, menghargai petani, jika kita membuang makanan sama saja dengan merusak lingkungan, tidak menghargai alam yang sudah
menyediakan makanan dan tidak menghormati orang tua yang sudah bekerja keras
menyediakan makanan. Setiap peserta didik bisa menyebutkan lima sampai enam amanat setelah melakukan dan menyaksikan
sosiodrama.
26 4 4
Jumlah 23.7
116
117
118
Lampiran 4 Surat Penelitian Lampiran 4.1 Surat Izin Pelaksanaan Penelitian
119
120 Lampiran 5 Biodata Penulis
BIODATA PENELITI
Kristophorus Divinanto Adi Yudono lahir di Cilacap, 18 Maret 1997. Anak pertama dari empat bersaudara. Pendidikan dasar ditempuh di SD Pius Bakti Utama Kutoarjo hingga lulus di tahun 2009. Dilanjutkan dengan pendidikan menengah di SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo dan lulus tahun 2012. Pendidikan menengah atas diambil di SMA Bruderan Purworejo dengan mengambil fokus studi jurusan bahasa, sastra dan seni sampai lulus di tahun 2015.
Di tahun 2015 melanjutkan studi di perguruan tinggi di Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selama menjalani masa studi di perguruan tinggi, peneliti pernah menjadi pembicara dalam seminar internasional International Music & Performance Arts Conference yang diadakan pada 13-15 November 2018, di Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia. Dalam konferensi tersebut, peneliti berbicara tentang penelitiannya yang berjudul “The Tarra Trees in Toraja-Indonesia as Eco-Theatre for Children’s Ecology Education”. Peneliti juga terlibat dalam kepanitiaan di dalam kampus antara lain, Dampok Parade Gamelan Anak 2015, Divisi Acara Malam Kreatifitas PGSD 2016, Koordinator Acara Inisiasi FKIP (INFISA) 2016, Ketua Umum Malam Kreatifitas PGSD 2017, Dampok Insisiasi FKIP (INFISA) 2017, dan Master of Ceremony (MC) English Contest PGSD 2017. Peneliti juga pernah terlibat dalam kegiatan kepanitiaan yang diselenggarakan di luar kampus yaitu Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF), Parade Teater Nusantara, Kampung Buku Jogja (KBJ) dan Artjog.
Beberapa cerita pendek karya peneliti pernah meraih penghargaan dalam lomba menulis cerita pendek antara lain “Kisah Hujan Di Hari Minggu” (2018) dan “Tidak Ada Matahari di Sekolah Ini” (2016). Peneliti juga aktif menulis naskah teater. Di tahun 2018 menjadi penulis naskah dan sutradara pementasan “Pesawat Kertas” yang diperankan oleh mahasiswa dan mahasiswi PGSD Sanata Dharma.
121
Lampiran 6 Produk yang Dikembangkan (Produk lengkap prototipe Naskah Sosiodrama Dicetak Terpisah)