LANDASAN TEORI
2.2 Penelitian yang Relevan
Berikut ini terdapat beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan media pembelajaran dan minat belajar serta keterampilan berpikir kreatif siswa.
Rendana (2018) meneliti pengembangan media pembelajaran IPA berupa kartu domino pada materi struktur dan fungsi tumbuhan kelas
28
IV SD/ MI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall yang dilakukan melalui tujuh tahapan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata penilaian sebesaar 91,28%dikategorikan sangat layak, angket validasi materi dengan rata-rata penilaiam sebesar 8816% dikategorikan sangat layak,uji respon pendidik dengan rata-rata sebesar 88,91% dikategorikan sangat layak, uji coba kelompok kecil dengan rata-rata penilaian sebesar 91,59% dikategorikan sangat layak, dan uji coba kelompok besar ditiga sekolah yaitu: MIN 7 Bandar Lampung dengan rata-rata 92,08% dikategorikan sangat layak, SDN Kupang Kota dengan rata-rata 93,14% dikategorikan sangat layak, dan di MIS Pajajaran dengan rata-rata 91,66% dikategorikan sangat layak. Hal ini menunjukkan media tersebut layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Sunarti (2020) meneliti tentang pengembangan media pembelajaran ular tangga sains untuk mendukung pemahaman konsep belajar IPA di SD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan sebesar 10,34% dari hasil tes siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan media, dengan begitu terdapat pengaruh media yang dikembangkan terhadap hasil pemahaman konsep siswa dengan hasil uji t sebesar 13.614 ≥ t tabel (0,25). Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ular tangga sains dapat meningkatkan pemahaman konsep belajar siswa.
Prasetyo (2017) meneliti tentang pengembangan media pembelajaran IPA berbasis android untuk siswa SD/MI. Jenis penelitian
29
merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan enam langkah. Hasil penelitian pengembangan adalah telah dikembangkan produk media pembelajaran IPA berbasis android untuk siswa SD dengan kategori sangat baik (sb) dengan skor 631 dan persentase penilaian 86,85%
dan respon dari siswa mempunyai kategori interval antara “setuju dan sangat setuju” yng menghasilkan skor 635 dengan persentase penilaian 88,23%.
Utami (2021) meneliti tentang pengembangan modul IPA berbasis pendekatan scientific terhadap minat belajar siswa pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup untuk siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini mengacu pada model Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Sugiyono.
Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa kualitas modul ipa berbasis pendekatan scientific yang dikembangkan termasuk kategori sangat layak dengan persentase 87% dari ahli media, kategori sangat layak dengan persentase 84% dari 2 ahli 2 materi, dan 80% dari ahli bahasa.
Respon siswa pada uji coba dengan 30 responden sebesar 96% dengan kategori sangat baik. Dan minat belajar siswa dengan penggunaan modul ipa berbasis pendekatan scientific dapat dikatakan siswa sangat minat belajar dengan penggunaan modul dengan persentase 96% dengan kategori baik.
Mahlianurrahman (2017) meneliti tentang pengembangan perangkat pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengacu pada Borg and Gall. Berdasarkan penelitian
30
dapat disimulkan bahwa data hasil validasi ahli memperoleh skor untuk RPP 90,75% dan LKS 88,50% dan dikategorikan valid. Hasil uji coba terbatas mengalami peningkatan sebelum mengikuti pembelajaran sebesar 60,40% setelah mengikuti pembelajaran menjadi 68,50%. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan perangkat SETS dan yang tidak menggunakan perangkat pembelajaran hasil pengembangan.
Pramunita (2020) meneliti tentang pengembangan buku ajar IPA berbasis peta pikiran untuk melatih berpikir kreatif peserta didik di sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengacu pada model 4D. Buku ajar yang dikembangkan juga dinyatakan sebagai buku ajar yang praktis ditinjau dari angket respon peserta didik dengan modus kategori baik. Buku ajar yang dikembangkan juga dinyatakan efektif ditinjau dari keterampilan berpikir kreatif yang meningkat dari pretest yang memperoleh persentase sebesar 28%
meningkat pada posttest menjadi 58,2% dengan N-gain ketuntasan sedang.
Dapat disimpulkan bahwa buku ajar IPA berbasis peta pikiran yang telah dikembangkan layak digunakan untuk melatih berpikir kreatif peserta didik di sekolah dasar.
Gambar 2.1 Bagan penelitian yang relevan Sunarti (2020)
31 2.3 Kerangka Berpikir
Media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan untuk menunjang atau membantu proses pembelajaran mulai dari buku, alat elektronik, dan lain-lain. Media pembelajaran berfungsi untuk menjelaskan suatu materi kepada objek atau dalam hal ini adalah siswa dengan cara yang lebih mudah. Media pembelajaran juga berfungsi untuk menarik perhatian siswa sehingga siswa dapat fokus dengan apa yang disampaikan oleh guru. Selain bagi siswa, media pembelajaran juga berfungsi bagi guru antara lain memudahkan guru dalam menjelaskan materi, penggunaan waktu belajar lebih efisien, menata suasana kelas lebih interaktif, dan dapat membantu siswa mencapai tujuan belajar.
Penggunaan media pembelajaran bagi siswa sangat penting, khususnya pembelajaran IPA. Dalam pembelajaran IPA, penggunaan media pembelajaran dapat mempermudah penyampaian materi yang sulit atau materi yang harus dijelaskan melalui gambar yang konkret. Dengan penggunaan media pembelajaran diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan komunikatif dan lancar.
Media Pembelajaran scrapbook adalah seni menempelkan foto atau gambar di medi kertas, dan menghiasnya menjadi karya yang kreatif, scrapbook merupakan media pembelajaan yang berbentuk visual.
Scrapbook dapat membantu siswa mempelajari materi pembelajaran dengan lebih mudah dengan melihat gambar atau proses terjadinya sesuatu, sehingga siswa tidak hanya membayangkan materi yang disampaikan. Dengan media pembelajaran scrapbook siswa tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi juga diharapkan dapat lebih tertarik dengan
32
materi yang disampaikan oleh guru sehingga siswa lebih memahami materi yang disampaikan.
Minat belajar merupakan kecenderungan atau keinginan yang tinggi seseorang untuk mengikuti atau memahami pembelajaran tanpa ada tekanan dari orang lain. Dengan adanya minat belajar, siswa dapat lebih mudah fokus dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Minat belajar sangat erat kaitannya dengan adanya perhatian sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku baik berupa sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Usaha yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan m inat belajar siswa adalah dengan menjelaskan materi dengan cara yang menarik seperti menggunakan media pembelajaran dan dapat mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan pengalaman atau kehidupan sehari-hari siswa.
Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan menemukan banyak solusi dan memiliki kemampuan dalam mengakses dan mengolah data atau informasi yang tersedia. Dalam dunia pendidikan saat ini, kemampuan berpikir kreatif siswa sangat diperlukan. Dengan terbiasa berpikir kreatif, siswa mampu menyelesaikan permasalahan atau persoalan dalam hal pembelajaran dengan solusi beragam dan membangun. Guru sangat berperan penting untuk dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif pada diri siswa.Ketika proses pembelajaran, guru dapat menyajikan soal atau pertanyaan yang menantang bagi siswa sehingga siswa mampu melatih pikiran mereka.