BAB II TINJAUAN LITERATUR
2.8. Penelitian Sebelumnya
Penelitian mengenai pengelolaan jurnal ilmiah secara khusus belum ditemukan oleh peneliti. Peneliti memperoleh data penelitian terdahulu yang memiliki tema berkaitan dengan pengelolaan jurnal ilmiah yaitu manajemen publikasi hasil penelitian.
Penelitian yang berjudul “Manajemen Publikasi Hasil Penelitian Pusat Studi di Universitas Gadjah Mada” merupakan tesis yang ditulis oleh Sunarno, mahasiswa S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan UGM.
Penelitian ini mengkaji tentang kegiatan dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengelolaan personalia serta pengawasan dalam kegiatan publikasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh pusat-pusat studi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pusat studi telah melakukan kegiatan publikasi hasil penelitian dengan standar sedang dan hanya sebagian kecil yang telah melakukan publikasi hasil penelitian dengan standar baik.
27
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Metode dan Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif.
Penelitian kualitatif menurut Moleong (2010: 6) adalah :
“penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.”.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang melakukan analisis hanya pada taraf penggambaran yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga lebih mudah dipahami (Azwar, 2009: 6). Jenis penelitian ini memungkinkan peneliti dapat mengkaji secara mendalam mengenai pengelolan jurnal.
Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan studi kasus. Penelitian studi kasus merupakan penelitian yang mempunyai tujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu, kelompok, maupun lembaga (Musa & Nurfitri, 1988: 9). Pendekatan studi kasus dapat membantu peneliti untuk memperoleh data yang ia perlukan. Studi kasus menghasilkan
kesimpulan dari suatu kekhususan dan hasil dari penelitian ini bersifat khusus (Sulistyo-Basuki, 2006: 113).
Metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif serta menggunakan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitan ini supaya peneliti dapat mengkaji secara mendalam mengenai pengelolan Journal of Coastal Development.
3.2. Obyek dan Subyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah pengelolaan Journal of Coastal Development. Subjek dari penelitian ini ialah pengelola jurnal yang terdiri dari Ketua Dewan Redaksi (editor in chief) dan Penyunting Pelaksana (managing editor).
3.3. Pemilihan Informan
Dalam penelitian kualitatif, informan merupakan orang yang dimanfaatkan peneliti untuk mendapatkan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian (Moleong, 2010: 132). Informan ialah kunci agar peneliti mendapatkan informasi yang sedetail dan seteliti mungkin, sesuai dengan objek penelitian.
Informan dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan menentukan kelompok peserta menjadi informan sesuai kriteria terpilih yang relevan dengan masalah penelitian (Bungin, 2011: 107).
Banyaknya informan disesuaikan dengan penguasaan informan terhadap informasi.
Teknik purposive sampling dipilih karena peneliti ingin mendapatkan data yang benar-benar akurat dari informan. Oleh karena itu, peneliti membuat beberapa kriteria yang digunakan dalam pemilihan informan.
Kriteria yang ditetapkan peneliti adalah sebagai berikut :
1. Orang yang benar-benar tahu mengenai proses pengelolaan Journal of Coastal Development beserta kebijakan di dalamnya.
2. Orang yang melakukan proses pengelolaan mulai dari artikel masuk ke redaksi, diperoleh, hingga dipublikasikan.
Selain menggunakan teknik purposive sampling, peneliti juga menggunakan teknik snowball sampling. Peneliti memilih teknik snowball sampling setelah menetapkan kriteria informan. Teknik snowball sampling dirasa dapat membantu peneliti untuk menemukan informan yang benar-benar memiliki kriteria tersebut di atas.
3.4. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah jenis data kualitatif, sedangkan sumber data yang digunakan ialah :
a. Data Primer
Data primer merupakan data yang bersumber langsung dari informan.
Data ini diperoleh melalui wawancara secara mendalam dan observasi.
b. Data sekunder
Data sekunder merupakan data yang didapatkan dari sumber tidak langsung. Sumber dari data ini ialah buku, jurnal-jurnal serta penelitian-penelitian terdahulu.
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini diperoleh melalui beberapa teknik pengumpulan data. Teknik tersebut ialah :
1. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan pengindraan dan pengamatan dalam menghimpun data (Bungin, 2011: 118). Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap fenomena yang terjadi pada objek penelitian. Kegiatan observasi ini memungkinkan peneliti memperoleh data yang lebih lengkap, tajam dan sampai pada tingkat perilaku.
2. Wawancara mendalam
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data yang sering digunakan dalam metode kualitatif. Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (in-dept interview) terhadap informan. Wawancara mendalam dimaksudkan agar peneliti memperoleh infomasi mendalam dan jelas mengenai pengelolaan jurnal dari para informan.
Wawancara yang dilakukan hendaknya menggali informasi dari informan dengan cara mengembangkan pertanyaan namun tetap dalam konteks penelitian. Pertanyaan diajukan secara deduksi yaitu dari umum ke khusus. Pengajuan pertanyaan seperti ini diharapkan dapat memberikan informasi dari gambaran umum ke informasi yang lebih spesifik.
Sebelum memulai wawancara, peneliti menjelaskan permasalahan-permasalahan yang akan diteliti dan yang menjadi pedoman selama proses wawancara berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara peneliti dengan informan dan informan lebih terbuka dalam memberikan informasi.
Peneliti juga menggunakan alat perekam wawancara untuk memperoleh hasil yang akurat. Namun sebelum hal ini dilakukan, peneliti meminta ijin kepada informan.
3. Dokumentasi
Dokumen yang diambil ialah dokumen yang diperlukan untuk menggali informasi tentang struktur organisasi, dan data tercetak mengenai informasi-informasi yang ada di LPPM Undip dan Journal of Coastal Development.
.
3.6. Teknik Analisis Data
Menurut Milles dan Huberman dalam Sugiyono (2009: 246-252), teknik analisis data kualitatif sebagai berikut :
1. Reduksi data
Reduksi data ialah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan tranformasi data “kasar’ yang muncul di lapangan. Reduksi data merupakan bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga dapat menarik dan memverifikasi kesimpulan akhir. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya.
2. Penyajian data
Penyajian data merupakan bagian dari analisis data. Penyajian data pada penelitian kualitatif dapat berupa teks naratif, matriks, grafik, maupun bagan. Pada penelitian ini, penyajian data yang akan digunakan adalah teks naratif.
3. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan dilakukan setelah seluruh data direduksi dan disajikan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab permasalahan, namun juga mungkin tidak. Masalah dalam penelitian kualitatif yang telah dirumuskan sejak awal masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian dilakukan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi, hubungan kausal, hipotesis maupun teori.
3.7. Kredibilitas Penelitian
Suatu penelitian harus mempunyai kredibilitas sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Kredibilitas merupakan derajat kepercayaan terhadap penelitian yang berfungsi untuk melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai. Selain itu juga berfungsi untuk menunjukkan derajat kepercayaan hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataaan ganda yang sedang diteliti (Moleong, 2010:324).
Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga kredibilitas penelitian ialah sebagai berikut ( Moleong, 2010: 327-337) :
a. Perpanjangan Keikutsertaan
Peneliti kembali ke lapangan untuk melakukan pengamatan. Pengamatan kembali dilakukan untuk mengetahui kebenaran informasi yang telah didapatkan dan untuk menemukan informasi yang baru.
b. Ketekunan/ Keajegan pengamatan
Meningkatkan ketekunan pengamatan. Ketekunan pengamatan dilakukan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur situasi yang sangat relevan dengan persoalan yang sedang diteliti sehingga informasi yang didapatkan akan lebih mendalam.
c. Triangulasi.
Peneliti malakukan pengecekan kembali data yang telah diperoleh dengan cara membandingkan dengan berbagai sumber, metode atau teori.
d. Pemeriksaan Sejawat melalui Diskusi
Diskusi dilakukan untuk menambah informasi bagi peneliti mengenai masalah yang diteliti.
e. Analisis Kasus Negatif
Peneliti mencari data yang berbeda atau bertentangan dengan data yang telah dikumpulkan sebagai bahan pembanding.
f. Pengecekan Anggota
Pengecekan anggota yang terlibat langsung dalam proses penelitian untuk mengadakan konfirmasi langsung mengenai informasi yang telah diberikan.
g. Kecukupan referensi
Kecukupan bahan referensi yang digunakan dalam proses penelitian untuk menguji dan mengoreksi hasil penelitian yang telah dilakukan.
Dalam penelitian ini, langkah yang digunakan peneliti untuk menjaga kredibilitas ialah memperpanjang keikutsertaan peneliti dengan objek yang menjadi fokus penelitian, tekun dalam melakukan pengamatan, serta tringualasi dengan cara membandingkan dengan berbagai teori yang ada. Langkah langkah tersebut dilakukan supaya peneliti memperoleh data dan informasi yang benar-benar akurat dan dapat dipercaya.
35
BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
4.1. Sejarah Singkat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat semula bernama Lembaga Penelitian yang pendiriannya berdasarkan SK Mendikbud No. 5/
1970 tanggal 13 Januari 1970 dan beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir dengan SK Rektor No. 1029/PT09/CX/82 sebagai tindak lanjut dikeluarkannya Keppres No. 2/1982.
Berdasarkan Kepmen No.65 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Undip tanggal 2 Oktober 2009 maka kedua lembaga yaitu lembaga penelitian (Lemlit) dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakkat (LPM) digabung menjadi satu dengan nama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga yang memperlancar jalannya kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
4.2. Visi dan Misi LPPM
Visi adalah cara memandang tentang kondisi masa depan dan sebagai gambaran keadaan yang lebih baik yang ingin dicapai dan secara rasional dapat diwujudkan (Sutarno, 2006: 50).
Rumusan Visi dan Misi LPPM Undip diturunkan dari Visi Undip 2025 yaitu “Menjadi Universitas Riset yang Unggul”. Adapun visi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ialah sebagai berikut :
“Menjadi lembaga yang unggul, terpercaya, dan mandiri serta berstandar mutu internasional di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan IPTEKS dan budaya yang berkualitas”
Dalam mencapai visi yang telah ditetapkan, LPPM merumuskan misi.
Misi merupakan penjabaran visi dengan rumusan kegiatan yang akan dilakukan dan hasilnya dapat diukur, dirasakan, dilihat, didengar, atau dapat dibuktikan. (Lasa, 2009: 24).
Adapun misi LPPM Undip ialah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kemampuan peran serta dosen dan mahasiswa dalam penelitian dan pemberdayaan kepada masyarakat;
2. Meningkatkan kemandirian lembaga dan pusat-pusat peneltian dan pemberdayaan kepada masyarakat;
3. Mengembangkan dan mewujudkan produk-produk unggulan hasil penelitian dan pemberdayaan masyarakat;
4. Mengembangkan penelitian-penelitian unggulan dan publikasi bertaraf internasional;
5. Meningkatkan dan mengembangkan perolehan paten dan HaKI;
6. Mendorong industrialisasi pedesaan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna.
Dalam rangka mencapai visi dan misinya, LPPM Undip memiliki beberapa strategi. Strategi tersebut adalah :
1. Pemantapan institusi, fungsi dan peran Undip dalam bidang penelitian dan pengembangan.
2. Pengembangan keterampilan profesional, sikap dan perilaku SDM dalam penelitian dan pengembangan.
3. Peningkatan kualitas, kuantitas penelitian dan berbagai kegiatan ilmiah lain: pelatihan, konsultasi, seminar, jaringan informasi, dll.
4. Pengembangan kegiatan kerjasama penelitian dengan instansi lain.
5. Pembinaan kualitas artikel dan jurnal secara berkelanjutan.
4.3. Tujuan LPPM
Sebuah lembaga tentu dibentuk untuk mencapai sebuah tujuan. Tujuan menjadi pedoman dalam lembaga tersebut melakukan kegiatan. Begitu pula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Undip, tujuan dari LPPM Undip sebagai berikut:
1. Mengembangkan keterampilan profesional, sikap dan perilaku SDM dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung visi yang mampu melintas wilayah nasional, meningkatkan atmosfir akademik dan program internasional;
3. Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat dengan mengangkat dari keterbelakangan, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan
kemampuan sebagai subyek pembangunan melalui proses pengembangan metode ilmiah;
4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas artikel, jurnal Internasional dan perolehan HKI.
4.4. Tugas dan Fungsi LPPM
Sebagai lembaga yang melaksanakan dua dari tiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, LPPM Undip mempunyai tugas melaksanakan, mengkoordinasikan memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan. Sedangkan fungsi dari LPPM ialah sebagai berikut :
1. Pelaksanaan penelitian murni dan terapan.
2. Pelaksanaan penelitian ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni tertentu untuk menunjang pembangunan.
3. Pelaksanaan penelitian untuk pendidikan dan pengembangan institusi.
4. Pelaksanaan penelitian ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni serta pengembangan konsepsi pembangunan nasional, wilayah, dan atau daerah melalui kerjasama antar perguruan tinggi dan atau badan lainnya baik dalam negeri maupun dengan luar negeri.
5. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
6. Pelaksanaan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
7. Pelaksanaan pengamatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
8. Peningkatan relevansi program Undip sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan urusan tata usaha lembaga.
4.5. Kegiatan dan Publikasi LPPM
Kegiatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Undip meliputi:
1. Pelaksanaan dan koordinasi penelitian dan pengembangan IPTEK, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
2. Menyediakan layanan pelatihan, seminar, workshop, lokakarya, dan lain-lain.
3. Menyediakan layanan pemberdayaan kelompok binaan usaha kecil dan menengah (UKM).
4. Menyediakan layanan konsultasi penelitian dan publikasi.
5. Pemasaran hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
LPPM Undip selain melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga melakukan publikasi. Kegaitan publikasi ini juga sudah tercantum dalam tugas dan fungsi LPPM. Publikasi yang diterbitkan oleh LPPM Undip adalah :
1. Journal of Coastal Development yang terbit 3 (tiga) kali dalam setahun.
2. Abstrak hasil-hasil penelitian, terbit sekali dalam setahun.
3. Prosiding hasil penelitian terkait dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Diponegoro, terbit satu tahun sekali.
4. Bibliografi hasil-hasil Penelitian, terbit satu tahun sekali.
4.6. Journal of Coastal Development
a. Sejarah Singkat
Journal of Coastal Development adalah jurnal ilmiah yang pengelolaannya di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro. Jurnal ini merupakan jurnal yang berisi artikel mengenai ilmu kelautan serta pesisir pantai.
Meskipun demikian, topik yang dibahas tidak hanya mengenai ilmu kelautan dan pesisir pantai namun bersifat menyeluruh dari berbagai bidang keilmuan seperti biologi, kimia, fisika, kedokteran, sosial, ekonomi, budaya, dan lain-lain.
Journal of Coastal Development dibentuk pada tahun 1997 dan merupakan jurnal berbahasa Inggris. Jurnal ini sudah melalui proses akreditasi sebanyak tiga kali. Akreditasi diperoleh dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk pertama kali pada tanggal 21 Maret 2000 dengan No 69/DIKTI/Kep/2000 dan mendapat akreditasi dengan grade A.
Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali dalam setahun. Dalam proses penerbitan Journal of Coastal Development, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Oseonologi
Indonesia (ISOI). Kerjasama ini sangat mendukung tidak hanya dalam publikasi namun juga kontribusi penulisan oleh para anggota asosiasi.
b. Dewan Redaksi
1. Ketua Dewan Redaksi : Prof. Drs. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Ph.D 2. Sekretaris Redaksi : Dr. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc
3. Asisten Editor : Endang Istiningsih A. Ronin Hidayatullah
4. Editor :
1. Nurdien H. Kistanto (UNDIP) 2. Dadang Kartamiharja (ITB)
3. Otto Sudarmaji, R. Ongkosongo (P20-LIPI) 4. Sulistijo (P20-LIPI)
5. Ambo Tuwo (Unhas) 6. Feliatra (Unri)
7. Suharsono (P20-LIPI) 8. Sudharto P. Hadi (Undip) 9. Widi A. Pratikto (DKP) 10. Jacob Rais (ITB)
11. Indah Susilowati (Undip) 12. Agus Hartoko (Undip) 13. Retmono (Unnes)
14. RRJ. Sri Djokomuljanto (Undip) 15. Zainal Arifin (P20-LIPI)
Sumber : www.cosdev.undip.ac.id, 2013
c. Alur Review Artikel
Sumber : Radjasa, Ocky Karna. 2010 [Unpublished PPT]
REDAKSI
EDITORIAL BOARD
EXTERNAL REVIEWER
SIAP CETAK
1-masuk
PENULIS
EDITOR IN CHIEF
2
3 4
6-jawab tidak layak
5
7-Layak direview
8- Jawab Layak/
Tidak Layak
9-layak untuk perbaikan 10-selsai perbaikan
MANAGING and LANGUAGE EDITORS
(Koreksi tulisan-bahasa Inggris, Susun Format Cetak)
11
12- Galley Proof
13- Perbaikan Galley Proof
d. Aturan Penulisan Artikel 1. Aturan Umum
a. Artikel harus ditulis dalam bahasa Inggris.
b. Naskah harus diketik dalam dua spasi dengan margin halaman sama pada kedua sisinya.
c. Seluruh halaman menggunakan margin kiri, dimulai dengan nomor 1 di bagian atas halaman.
d. Ukuran kertas menggunakan A4 dengan margin 3cm dan tipe huruf “times new roman” ukuran 12 pt.
e. Panjang maksimal dari naskah adalah 18 halaman.
f. Seluruh gambar dan tabel harus diketik terpisah dan diberi nomor sesuai urutan dalam naskah.
g. Standar Internasional (SI) harus digunakan. Berat dan ukuran harus dinyatakan dalam sistem metric dan suhu dalam skala Celcius.
h. File harus disimpan dalam format Microsoft Word atau open text document.
2. Struktur Naskah
Secara umum, naskah harus mempunyai susunan sebagai berikut : judul, abstrak, pendahuluan, materi dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih (opsional), dan referensi. Setiap bagian tersebut harus diketik dengan huruf tebal dan menggunakan rata tengah.
a. Judul
Judul maksimal terdiri dari 50 huruf. Nama pengarang dan afiliasi ditulis singkat dengan maksimal 20 huruf.
b. Abstrak
Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris. Abstrak terdiri dari tidak lebih dari 200 kata. Dimulai dengan pernyataan yang jelas tentang tujuan dari percobaan yang diikuti oleh materi dan metode, hasil dan kesimpulan penting. Referensi tidak pernah dikutip dalam abstrak. Singkatan yang muncul dalam abstrak harus didefinisikan ketika mereka pertama kali digunakan.
Pada akhir abstrak, penulis memberikan 5 (lima) kata kunci dalam urutan abjad yang menggambarkan penelitian tersebut.
c. Pendahuluan
Pendahuluan berisi informasi yang diperlukan guna memahami penelitian yang dilakukan. Pada pendahuluan ini harus dicantumkan topik serta tujuan secara jelas.
d. Materi dan Metode
Materi dan metode mencakup metode analisis statistik dan sumber peralatan yang digunakan selama penelitian. Semua modifikasi dari metode harus dijelaskan karena hal ini memungkinkan orang lain meniru eksperimen.
e. Hasil dan Diskusi
Hasil dan diskusi dapat disatukan menjadi satu bagian atau juga dalam bagian yang dipisahkan. Diskusi harus menginterpretasikan hasil secara jelas.
f. Kesimpulan
Kesimpulan harus ditulis maksimal 100 kata. Bila ada rekomendasi dapat dituliskan pada bagian kesimpulan ini.
g. Referensi
Semua publikasi yang dikutip dalam teks harus ditulis dan disajikan dalam daftar referensi dengan urutan kronologis.
Sistem yang digunakan dalam penulisan refensi sebagai berikut:
1. Jurnal
Radjasa, O.K., T. Martens, H-.P. Grossart, T.
Brinkhoff., A. Sabdono., and M. Simon. 2007.
Antagonistic activity of a marine bacterium Pseudoalteromonas luteoviolacea TAB4.2 associated with coral Acropora sp. J. Biol. Sci. 7:239-246.
2. Prosiding seminar, konferensi, symposium, dll.
Guenter, W and J.S. Sim. 1998. Production of special and modified eggs. Proceedings, Symposium Series 2.
The 8th World Conference on Animal Production, Seoul National University, Seoul, Korea, June 28-July4, 1998. P. 361-370
3. Tesis atau Disertasi
Rao, S. 1997. Genetic Analysis of Sheep Discrete Reproductive Traits Using Simulation and Field Data.
PhD Thesis. Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacksburg, Virginia.
4. Buku
Steel, R.G.D. and J.H. Torrie. 1980. Principles and Procedures of Statistics. McGraw-Hill Book Co. Inc.
New York.
5. Buku dengan kepengarangan ganda
Weekes, E.E.C. 1991. Hormonal control in glucose metabolism. In: Physiological Aspects of Digestion and Metabolism in Ruminants. (T. Tsuda, Y. Sasaki, and R.
Kawashima, eds). Academic Press. San Diego. P.183-200
e. Sumber Pendanaan
Sumber dana dalam penerbitan jurnal tentang ilmu kelautan dan pesisir pantai ini berasal dari beberapa pihak yang terkait. Selain dari Undip, sumber pendanaan juga berasal dari ISOI, penulis, langganan, serta dana yang berasal dari permintaan pengiriman jurnal oleh para pembaca.
f. Jumlah Artikel
Jumlah artikel dalam Journal of Coastal Development dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada awal tahun terbentuknya,
artikel yang terbit sebanyak 6 (enam) artikel. Sekarang, setelah 16 tahun jurnal ini terbit, artikel yang dimuat sebanyak 12 artikel setiap kali waktu penerbitan.
48
BAB V
HASIL PENELITIAN
Bab ini akan membahas hasil penelitian berdasarkan observasi, wawancara maupun studi dokumen. Kemudian dilakukan teknik analisis deskripsi kualitatif dengan metode studi kasus tentang analisis pengelolaan Journal of Coastal Development Universitas Diponegoro.
Subyek dalam penelitian ini ialah 2 (orang) pengelola yang mempunyai kedudukan sebagai ketua dewan redaksi atau editor in-chief dan penyunting pelaksana atau managing editor.
Peneliti mengkaji mengenai pengelolaan Journal of Coastal Development dan melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen yang dilaksanakan pada bulan Mei s.d Juli 2013 di ruang Journal of Coastal Development, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro.
Sebelum melakukan penelitian dilakukan observasi untuk menentukan fokus penelitian. Hasil yang diperoleh ialah pengelolaan Journal of Coastal Development mempunyai kekhasan yang berbeda dengan pengelolaan majalah pada umumnya.
5.1. Identitas Informan
Informan dalam penelitian ini dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan seperti yang telah disampaikan pada BAB III.
Berdasarkan kriteria tersebut, peneliti memilih 2 (dua) orang pengelola dari empat pengelola. Berikut tabel identitas pengelola yang menjadi informan dalam penelitian ini :
Tabel 2. Identitas informan
No. Nama Pekerjaan Kedudukan
dalam redaksi
5.2. Pengelolaan Journal of Coastal Development Universitas Diponegoro
Pengelolaan jurnal ilmiah hasil penelitian berbeda dengan pengelolan terbitan lainnya. Jurnal ilmiah hasil penelitian dikelola
berdasarkan dari beberapa variabel. Variabel yang menjadi fokus penelitian ini merupakan sifat-sifat khas yang dimiliki oleh jurnal ilmiah hasil penelitian. Variabel tersebut ialah kelembagaan penerbit, cakupan informasi, bentuk informasi, tujuan penerbitan, pengelolaan artikel, review naskah, struktur keredaksian, mitra bestari, dan penyebaran informasi.
5.3. Analisis Hasil penelitian 5.3.1. Kelembagaan Penerbit
Lembaga penerbitan jurnal merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam mengelola jurnal secara keseluruhan. Lembaga penerbit dari
Lembaga penerbitan jurnal merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam mengelola jurnal secara keseluruhan. Lembaga penerbit dari